Gunakan data berikut untuk menambahkan entri manual di Mendeley (Type: Web Page).
| Type | Web Page |
| Title | Risiko Malnutrisi: Konsep, Faktor Penyebab, dan Pencegahan |
| Authors | Davacom |
| Publication | SumberAjar |
| Year | 2025 |
| Abstract | Risiko Malnutrisi: Konsep, Faktor Penyebab, dan Pencegahan Pendahuluan Malnutrisi merupakan masalah kesehatan publik yang kompleks dan berdampak serius di berbagai kelompok usia serta tingkatan sosial ekonomi. Tidak hanya terbatas pada kekurangan gizi, malnutrisi juga mencakup kondisi kelebihan nutrisi yang tidak seimbang sehingga mengganggu fungsi tubuh normal dan kualitas hidup individu. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, berbagai komplikasi kronis, hingga peningkatan risiko mortalitas pada anak-anak dan kelompok lansia. Data global menunjukkan prevalensi malnutrisi masih menjadi ancaman penting dalam sistem kesehatan dunia, terutama di negara dengan status sosial ekonomi rendah menengah. Oleh sebab itu, pemahaman menyeluruh tentang konsep, faktor penyebab, kelompok rentan, dampak kesehatan, penilaian risiko, dan strategi pencegahannya sangat penting untuk mendukung intervensi efektif dan berkelanjutan. World Health Organization Definisi Risiko Malnutrisi Definisi Risiko Malnutrisi Secara Umum Malnutrisi secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi ketidakseimbangan gizi dalam tubuh yang terjadi akibat asupan, penyerapan, metabolisme, atau kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi secara tepat. Kondisi ini mencakup gambaran kekurangan energi, protein, dan mikronutrien (undernutrition), maupun kelebihan energi dan zat gizi tertentu yang mengakibatkan obesitas serta gangguan metabolik (overnutrition). Menurut World Health Organization (WHO), malnutrisi mencakup tiga kelompok utama: kekurangan gizi, gangguan mikronutrien, serta kondisi overnutrition seperti obesitas dan penyakit tidak menular yang terkait pola makan. World Health Organization Secara klinis, malnutrisi ditandai oleh ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan nutrisi tubuh yang menyebabkan perubahan pada komposisi jaringan tubuh, penurunan fungsi fisik dan mental, serta hasil klinis yang buruk dalam konteks penyakit atau keseharian pasien. World Health Organization Definisi Risiko Malnutrisi dalam KBBI Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), malnutrisi didefinisikan sebagai kondisi kesehatan yang disebabkan oleh tidak tercukupinya zat gizi yang diperlukan tubuh secara seimbang, baik berupa kekurangan maupun kelebihan zat gizi, yang pada akhirnya menimbulkan gangguan fisiologis maupun klinis. (Sumber: KBBI daring, diakses publik). (Catatan: definisi KBBI diambil dari sumber online KBBI untuk tujuan keakuratan istilah dan konsistensi linguistik antara istilah ilmiah dan istilah umum.) Definisi Risiko Malnutrisi Menurut Para Ahli World Health Organization (WHO) Organisasi Kesehatan Dunia menjelaskan malnutrisi sebagai kondisi defisiensi, kelebihan, atau ketidakseimbangan dalam asupan energi dan/atau nutrisi yang memengaruhi kesehatan dan perkembangan individu serta populasi. World Health Organization European Society for Clinical Nutrition and Metabolism (ESPEN) ESPEN mendefinisikan malnutrisi sebagai keadaan yang diakibatkan oleh kurangnya asupan atau penyerapan nutrisi yang menyebabkan perubahan komposisi tubuh (misalnya berkurangnya massa bebas lemak), serta berkontribusi pada penurunan fungsi fisik dan mental serta hasil klinis yang buruk. MDPI Riset Ilmiah Nutrisi Dalam tinjauan ilmiah dan artikel kesehatan masyarakat, malnutrisi sering diartikan sebagai keadaan dimana individu tidak mendapatkan cukup nutrisi penting seperti protein, energi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh sehingga fungsi fisiologis terganggu, pertumbuhan terhambat, atau disfungsi organ terjadi. Jurnal Poltekkes Palembang Pendekatan Klinis Penilaian Risiko Dalam konteks klinis, malnutrisi risiko diidentifikasi sebagai probabilitas atau kemungkinan individu mengalami gangguan status gizi berdasarkan indikator seperti indeks massa tubuh (BMI), penurunan berat badan tidak disengaja, atau penurunan asupan energi/protein dalam periode waktu tertentu yang dipakai sebagai alat skrining awal. clinicalnutritionjournal.com Konsep dan Jenis Malnutrisi Malnutrisi bukan hanya berbicara soal kekurangan berat badan saja, tetapi merupakan spektrum yang luas dari gangguan status gizi termasuk kekurangan maupun kelebihan nutrisi yang dapat berdampak buruk pada kesehatan. Secara umum, malnutrisi diklasifikasikan menjadi: Undernutrition (Kekurangan Gizi) Merupakan bentuk malnutrisi yang umum disebabkan oleh asupan energi dan zat gizi yang kurang dari kebutuhan tubuh. Pada anak, ini termasuk stunting (tinggi badan rendah untuk usia), wasting (berat badan rendah untuk tinggi badan), dan underweight (berat badan rendah untuk usia). World Health Organization Micronutrient Deficiencies (Kekurangan Mikronutrien) Kekurangan vitamin dan mineral penting seperti zat besi, vitamin A, yodium, dan zinc yang dapat menyebabkan anemia, gangguan penglihatan, gangguan kognitif, atau sistem imun yang lemah. Neliti Overnutrition (Kelebihan Nutrisi) Kondisi akibat asupan energi atau nutrisi tertentu berlebihan yang menyebabkan obesitas, gangguan metabolik, diabetes tipe 2, atau penyakit tidak menular lainnya. World Health Organization Protein–Energy Malnutrition (PEM) Jenis malnutrisi yang melibatkan kurangnya energi dan protein sehingga tubuh kehilangan massa otot dan jaringan penting lainnya. Bentuk ekstremnya seperti marasmus dan kwashiorkor. Wikipedia Jenis-jenis ini memperlihatkan bahwa malnutrisi adalah spektrum masalah nutrisi yang harus ditangani secara berbeda, tergantung pada jenisnya. Faktor Penyebab Risiko Malnutrisi Terdapat banyak faktor determinan yang berkontribusi pada meningkatnya risiko malnutrisi di berbagai populasi. Pemahaman faktor-faktor ini penting untuk merancang strategi pencegahan dan intervensi yang efektif. 1. Aspek Sosio-Ekonomi Status ekonomi keluarga berkorelasi kuat dengan risiko malnutrisi, karena keterbatasan akses terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan berdampak langsung pada kemampuan memenuhi kebutuhan nutrisi. Keluarga dari kelompok sosial ekonomi rendah memiliki kecenderungan lebih besar mengalami defisiensi nutrisi esensial. Journal of Medula 2. Pendidikan dan Literasi Gizi Tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua atau pengasuh yang rendah sering kali berkaitan dengan pola pemberian makan yang tidak optimal, terutama pada bayi dan balita. Edukasi gizi yang kurang dapat menyebabkan kesalahan dalam memilih jenis makanan yang seimbang. salnesia.id 3. Asupan Makanan dan Pola Diet Asupan energi dan protein yang tidak mencukupi atau konsumsi makanan yang tidak seimbang (tidak cukup mikronutrien) merupakan faktor langsung penyebab malnutrisi. Ketidakseimbangan ini menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi penting atau malah kelebihan zat yang tidak diperlukan. Jurnal Poltekkes Palembang 4. Infeksi dan Penyakit Kronis Infeksi berulang, gangguan pencernaan, maupun penyakit kronis dapat mengurangi nafsu makan, penyerapan dan pemanfaatan nutrisi sehingga meningkatkan risiko malnutrisi. Frontiers 5. Status Kesehatan Ibu dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) BBLR dan kesehatan ibu sebelum dan selama kehamilan merupakan penentu awal risiko malnutrisi pada bayi. Kondisi ini dapat meningkatkan kecenderungan gangguan pertumbuhan dan risiko malnutrisi pada masa dini kehidupan. Journal of Medula 6. Lingkungan dan Sanitasi Sanitasi lingkungan yang buruk meningkatkan risiko infeksi usus yang menghambat penyerapan nutrisi dan berdampak pada status gizi terutama pada anak-anak. Journal of Medula Kelompok Rentan terhadap Malnutrisi Beberapa kelompok populasi secara signifikan memiliki risiko lebih tinggi mengalami malnutrisi: Anak-anak Balita Anak usia <5 tahun sangat rentan terhadap malnutrisi karena pertumbuhan yang cepat dan kebutuhan nutrisi tinggi, serta dampak negatif kekurangan nutrisi pada masa awal kehidupan yang sulit ditangani. Neliti Remaja dan Ibu Hamil Remaja dan ibu hamil memiliki kebutuhan nutrisi yang tinggi. Ketidakcukupan asupan dapat berimbas pada perkembangan janin serta kesehatan ibu. kuningan-medical-journal.poltekeskmc.ac.id Lansia Kelompok lansia mengalami perubahan fisiologis, penurunan nafsu makan, gangguan pencernaan, serta kondisi sosial seperti keterasingan atau keterbatasan sumber makanan, yang meningkatkan risiko malnutrisi. Wikipedia Orang dengan Penyakit Kronis Pasien dengan kondisi kronis seperti kanker, penyakit pencernaan, atau gangguan imun sering mengalami penurunan nafsu makan dan gangguan metabolisme nutrisi sehingga berisiko tinggi malnutrisi. MDPI Dampak Malnutrisi terhadap Kesehatan Malnutrisi mempunyai dampak luas dan sering kali panjang terhadap kesehatan individu. Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan Pada anak, malnutrisi menyebabkan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak terganggu yang bisa berimbas hingga usia dewasa, termasuk keterlambatan perkembangan kognitif. World Health Organization Penurunan Daya Tahan Tubuh Kekurangan nutrisi esensial melemahkan sistem imun, membuat tubuh rentan terhadap infeksi dan penyakit berulang. Jurnal Poltekkes Palembang Komplikasi Kronis Malnutrisi memiliki hubungan erat dengan kejadian penyakit kronis seperti anemia, osteoporosis, gangguan metabolik, hingga obesitas dan penyakit kardiometabolik pada kondisi overnutrition. World Health Organization Risiko Mortalitas dan Morbiditas Individu dengan malnutrisi memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi, terutama di unit layanan kesehatan seperti rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang. MDPI Penilaian Risiko Malnutrisi Penilaian risiko malnutrisi dilakukan melalui berbagai alat skrining dan evaluasi klinis untuk mengidentifikasi individu yang mungkin mengalami malnutrisi atau berisiko mengalami gangguan status gizi. 1. Indeks Massa Tubuh (BMI) BMI sering digunakan sebagai indikator awal status gizi untuk mengidentifikasi underweight atau overweight yang berhubungan dengan malnutrisi. journals.itspku.ac.id 2. Alat Skrining Risiko Malnutrisi Klinis Beberapa alat yang sering digunakan antara lain: Malnutrition Universal Screening Tool (MUST) Nutrition Risk Screening (NRS-2002) Mini Nutritional Assessment (MNA) Alat ini menggabungkan beberapa parameter seperti penurunan berat badan, asupan energi, dan status fungsional untuk menilai risiko malnutrisi. clinicalnutritionjournal.com 3. Pengukuran Antropometri dan Biokimia Pengukuran antropometri seperti lingkar lengan atas (LLA) dan parameter biokimia seperti kadar albumin dapat membantu mengidentifikasi gangguan status gizi secara lebih spesifik. journals.itspku.ac.id Strategi Pencegahan Malnutrisi Pencegahan risiko malnutrisi memerlukan pendekatan multisektor yang terintegrasi, baik di level individu maupun masyarakat. 1. Edukasi dan Literasi Gizi Program pendidikan gizi yang menyasar keluarga, ibu hamil, dan pengasuh balita secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman pola makan seimbang dan pemilihan makanan bergizi. salnesia.id 2. Ketahanan Pangan dan Akses Pangan Bergizi Meningkatkan akses pangan bergizi melalui program ketahanan pangan rumah tangga dapat menurunkan risiko malnutrisi pada kelompok anak dan keluarga rentan. kuningan-medical-journal.poltekeskmc.ac.id 3. Skrining Nutrisi Rutin di Layanan Kesehatan Integrasi skrining risiko malnutrisi di fasilitas kesehatan primer maupun sekunder membantu deteksi dini dan intervensi cepat terhadap individu yang berisiko. clinicalnutritionjournal.com 4. Intervensi Klinis dan Suplemen Gizi Dalam kasus malnutrisi klinis, terapi nutrisi medis, suplementasi mikronutrien, dan pengaturan diet individual diperlukan untuk memulihkan status gizi pasien. journals.itspku.ac.id 5. Dukungan Sosial dan Ekonomi Program bantuan sosial yang meningkatkan akses keluarga terhadap sumber daya pangan, layanan kesehatan, dan edukasi kesehatan merupakan strategi penting dalam pencegahan malnutrisi jangka panjang. Repo Dosen Kesimpulan Malnutrisi adalah kondisi gangguan status gizi yang mencakup kekurangan, kelebihan, serta ketidakseimbangan nutrisi yang berdampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan individu di berbagai usia dan kondisi sosial ekonomi. Risiko malnutrisi dipengaruhi oleh faktor sosio-ekonomi, pendidikan, asupan makanan, penyakit, dan lingkungan. Dampaknya luas, dari gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak hingga komplikasi kronis pada orang dewasa, serta peningkatan risiko mortalitas. Penilaian risiko dilakukan melalui berbagai alat skrining dan pengukuran klinis untuk mendeteksi individu yang berpotensi mengalami malnutrisi. Strategi pencegahan yang efektif melibatkan edukasi gizi, peningkatan akses pangan bergizi, skrining rutin, dukungan klinis, serta perbaikan kondisi sosial ekonomi. Pendekatan multisektoral yang terpadu sangat penting untuk mengurangi prevalensi malnutrisi dan meningkatkan kualitas hidup populasi yang rentan. |
| Author Keywords | risiko malnutrisi, malnutrisi adalah, pengertian malnutrisi, faktor penyebab malnutrisi, dampak malnutrisi, pencegahan malnutrisi, kelompok rentan malnutrisi, penilaian risiko malnutrisi, status gizi, kekurangan gizi, kelebihan gizi, malnutrisi pada anak, malnutrisi pada balita, malnutrisi pada lansia, masalah gizi masyarakat, skrining malnutrisi, gizi kesehatan masyarakat |
| Date Accessed | 17 February 2026 |
| URL | https://sumberajar.com/kamus/risiko-malnutrisi-konsep-faktor-penyebab-dan-pencegahan |
Pilih format citation untuk diunduh ke aplikasi manajemen referensi Anda.
Davacom. (2025). Risiko Malnutrisi: Konsep, Faktor Penyebab, dan Pencegahan. SumberAjar.com. https://sumberajar.com/kamus/risiko-malnutrisi-konsep-faktor-penyebab-dan-pencegahan