Terakhir diperbarui: 03 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 3 December). SPK Peminjaman Ruangan Kampus. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/spk-peminjaman-ruangan-kampus  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

SPK Peminjaman Ruangan Kampus - SumberAjar.com

SPK Peminjaman Ruangan Kampus

Pendahuluan

Pada perguruan tinggi, pengelolaan ruang, seperti ruang kuliah, ruang seminar, ruang praktikum, atau ruang rapat, merupakan aspek penting agar kegiatan akademik maupun non-akademik dapat berjalan dengan teratur dan efisien. Tanpa sistem pengelolaan yang baik, sering terjadi konflik jadwal, tumpang tindih peminjaman, atau pemilihan ruangan yang tidak sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu mekanisme yang dapat membantu pengambil keputusan dan pengguna untuk memilih ruang terbaik berdasarkan sejumlah kriteria yang relevan. Salah satu solusi yang banyak diusulkan dalam literatur adalah penerapan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk memfasilitasi proses peminjaman ruang kampus, membuat proses peminjaman lebih objektif, sistematis, dan efisien.

Artikel ini membahas tentang konsep SPK dalam konteks peminjaman ruangan kampus: mulai dari definisi, kerangka teoritis, hingga implementasi di kampus/perkantoran, serta manfaat dan tantangannya.


Definisi SPK Peminjaman Ruangan Kampus

Definisi SPK Peminjaman Ruangan Kampus Secara Umum

Secara umum, SPK (Decision Support System) merujuk pada sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam situasi yang kompleks, terutama ketika keputusan bergantung pada banyak kriteria dan variabel. Dalam konteks peminjaman ruangan kampus, SPK memfasilitasi pemilihan alternatif ruangan terbaik berdasarkan kriteria-kriteria tertentu seperti kapasitas, fasilitas, kenyamanan, akses, dan lain-lain. Dengan demikian, SPK membantu meminimalkan subjektivitas, mempercepat proses, dan mengurangi konflik peminjaman.

Definisi SPK Peminjaman Ruangan Kampus dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “sistem” mengacu pada sekumpulan elemen yang saling berhubungan membentuk suatu kesatuan, sedangkan “pendukung keputusan” menunjukkan fungsi membantu menentukan pilihan terbaik. Oleh karena itu, SPK dapat diartikan sebagai “sistem pendukung keputusan”, sebuah sistem yang mendukung perumusan keputusan secara sistematis. Bila diterapkan pada peminjaman ruang kampus, maka SPK Peminjaman Ruangan Kampus dapat diartikan sebagai sistem yang memberikan dukungan dalam memilih dan menetapkan ruang yang paling sesuai untuk dipinjam berdasarkan berbagai kriteria.

Definisi SPK Peminjaman Ruangan Kampus Menurut Para Ahli

Beragam ahli telah mengemukakan definisi SPK. Di bawah ini beberapa di antaranya, yang dapat kita terjemahkan dalam konteks peminjaman ruangan kampus:

  • Menurut Turban (dalam literatur SPK), SPK adalah sistem informasi berbasis komputer yang fleksibel, adaptif, dan interaktif, dirancang untuk membantu membuat keputusan dalam situasi semi-terstruktur atau tidak terstruktur. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]
  • Menurut Sprague dan Watson, SPK memiliki karakteristik: sistem berbasis komputer, dibuat untuk membantu pengambilan keputusan, membantu memecahkan masalah kompleks yang sulit diselesaikan secara manual, dan menyediakan model analisis serta antarmuka interaktif. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]
  • Menurut Jayanti, SPK adalah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan manipulasi data, membantu pengambilan keputusan pada situasi semi-terstruktur. [Lihat sumber Disini - jti.aisyahuniversity.ac.id]
  • Menurut Nofriansyah dan Sarjon, SPK adalah sistem berbasis komputer yang menghasilkan alternatif keputusan dengan menggunakan data dan model, membantu manajemen menangani masalah yang terstruktur maupun tidak terstruktur. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]

Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka SPK Peminjaman Ruangan Kampus dapat dipahami sebagai sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk membantu menentukan ruangan terbaik untuk dipinjam di lingkungan kampus, dengan mempertimbangkan berbagai kriteria dan kondisi, serta memberikan rekomendasi yang objektif.


Implementasi SPK untuk Peminjaman Ruangan Kampus

Alasan dan Masalah yang Ingin Diatasi

Implementasi SPK untuk peminjaman ruangan diperlukan karena dalam praktik pengelolaan ruang kampus sering muncul berbagai masalah, seperti: kesulitan dalam memilih ruangan yang paling sesuai, konflik jadwal (dua atau lebih pihak memesan ruangan yang sama pada waktu overlapping), subyektifitas dalam keputusan peminjaman, serta beban administratif pada staf pengelola ruang. Dengan SPK, proses ini bisa distandarisasi dan diotomasi sehingga lebih efisien.

Metode & Algoritma yang Umum Digunakan

Dalam literatur, sejumlah metode Pengambilan Keputusan Multi-Kriteria (MADM) kerap digunakan untuk membangun SPK peminjaman ruang. Contoh:

  • Weighted Product (WP), misalnya dalam skripsi dengan judul “Sistem Pendukung Keputusan Peminjaman Ruang Menggunakan Metode Weighted Product di …” yang mengimplementasikan SPK untuk memilih ruangan berdasarkan kriteria seperti kenyamanan, fasilitas, akses, luas, kapasitas. [Lihat sumber Disini - eprints.utdi.ac.id]
  • Analytical Hierarchy Process (AHP) dan TOPSIS, misalnya pada penelitian SPK peminjaman ruang rapat berbasis web, menggunakan AHP dan TOPSIS untuk menentukan prioritas peminjam berdasarkan kriteria seperti jabatan, jarak, jumlah anggota. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

Prinis umum alur kerja SPK Peminjaman Ruang Kampus

  1. Identifikasi kebutuhan dan alternatif: data ruangan (kapasitas, fasilitas, kenyamanan, akses), data peminjam (jabatan, tujuan, jumlah peserta), waktu peminjaman.
  2. Penentuan kriteria & bobot: misalnya kapasitas, fasilitas, aksesibilitas, kenyamanan, prioritas peminjam, durasi.
  3. Perankingan alternatif: sistem menghitung skor tiap alternatif ruangan berdasarkan bobot dan rating kriteria, menghasilkan ranking ruangan terbaik.
  4. Output rekomendasi: sistem menampilkan daftar ruangan rekomendasi sesuai prioritas, memudahkan peminjam dan admin dalam pemilihan dan persetujuan.
  5. Implementasi berbasis web/ aplikasi: memudahkan peminjaman secara online, pengelolaan data inventaris ruang, jadwal, dan histori peminjaman.

Contoh Kasus & Hasil Penelitian

Dalam skripsi berjudul “Sistem Pendukung Keputusan Peminjaman Ruang Menggunakan Metode Weighted Product di …” tahun 2021, implementasi sistem memungkinkan pengguna memilih ruangan terbaik berdasarkan kriteria kenyamanan, fasilitas, akses, luas dan kapasitas, dan hasilnya menunjukkan bahwa sistem mampu menampilkan alternatif berdasarkan tingkat kepentingan kriteria secara objektif. [Lihat sumber Disini - eprints.utdi.ac.id]

Penelitian lebih baru pada 2024 mengembangkan SPK peminjaman ruang rapat berbasis web menggunakan pendekatan MADM (AHP dan TOPSIS), dan menemukan bahwa AHP lebih sederhana untuk implementasi serta sesuai prosedur expert judgement dalam menentukan prioritas peminjam ruang rapat. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]


Manfaat dan Keunggulan SPK Peminjaman Ruangan Kampus

  • Membantu pengambilan keputusan secara objektif dan sistematis, mengurangi subjektivitas manusia.
  • Mempercepat proses peminjaman dan persetujuan ruangan, karena sistem langsung menghasilkan rekomendasi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
  • Mengurangi konflik jadwal dan tumpang tindih peminjaman, karena sistem bisa mengecek ketersediaan dan memberi prioritas berdasarkan bobot kriteria.
  • Memudahkan administrasi dan dokumentasi: data ruangan, histori peminjaman, dan inventaris dapat dikelola secara lebih tertata, terutama jika implementasinya berbasis web atau aplikasi.
  • Memberi transparansi bagi peminjam dan pengelola: kriteria dan perankingan dapat diakses, sehingga keputusan terasa adil dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tantangan dan Faktor yang Perlu Diperhatikan

  • Menentukan kriteria dan bobot yang tepat: pemilihan kriteria dan bobot sangat krusial, dan jika tidak mewakili kebutuhan sesungguhnya bisa menghasilkan rekomendasi yang kurang sesuai.
  • Dinamika kebutuhan: kebutuhan ruang bisa berubah, misalnya kapasitas peserta, jenis kegiatan, durasi, sehingga sistem perlu fleksibel dan mudah diperbarui.
  • Data inventaris dan ketersediaan ruang harus up-to-date: sistem hanya sebaik data yang tersedia; data yang tidak akurat bisa menyebabkan konflik atau rekomendasi keliru.
  • Implementasi dan adopsi pengguna: pengguna (mahasiswa, staf, admin) perlu terbiasa dengan sistem; resistensi terhadap perubahan atau kurangnya pelatihan bisa jadi penghambat.
  • Pemeliharaan dan pengembangan sistem: bug, perubahan kebijakan, penambahan fitur (misalnya integrasi kalender, notifikasi, persetujuan otomatis) memerlukan upkeep terus-menerus.

Rekomendasi Desain Sistem SPK Peminjaman Ruangan Kampus (Bagi Kampus / Developer)

  • Gunakan metode MADM (misalnya AHP, WP, atau TOPSIS), pilih metode berdasarkan kompleksitas kriteria dan kemudahan implementasi.
  • Buat entitas data terstruktur: data ruangan (id, kapasitas, fasilitas, kenyamanan, lokasi), data peminjam (jenis peminjam, prioritas, tujuan), data peminjaman (waktu, durasi, status).
  • Sediakan interface untuk peminjam (booking, pilihan ruangan, preferensi) dan admin (manajemen ruang, persetujuan, histori).
  • Sediakan modul validasi dan pengecekan konflik jadwal otomatis.
  • Sediakan fleksibilitas untuk memperbarui kriteria/bobot, menambah fasilitas atau jenis ruang, dan penyesuaian skema prioritas jika diperlukan.
  • Pastikan data inventaris dan ketersediaan ruang selalu diperbarui secara real time.
  • Tambahkan fitur pelaporan (statistik penggunaan ruang, histori peminjaman, timeslot sibuk) agar pengelolaan ruang bisa dievaluasi secara berkala.

Kesimpulan

SPK Peminjaman Ruangan Kampus merupakan solusi yang efektif untuk mengatasi kompleksitas dan dinamika peminjaman ruang di lingkungan kampus. Dengan memanfaatkan metode pengambilan keputusan multi-kriteria serta implementasi berbasis sistem informasi, SPK dapat membantu dalam memilih ruangan paling sesuai secara objektif, mempercepat proses peminjaman, dan memperbaiki manajemen inventaris ruang. Meskipun demikian, efektivitas SPK sangat tergantung pada ketepatan penentuan kriteria, kualitas data, dan adopsi pengguna terhadap sistem. Bagi kampus atau developer, merancang SPK dengan struktur data yang matang, antarmuka intuitif, dan fleksibilitas untuk perubahan adalah kunci untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sistem ini.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

SPK Peminjaman Ruangan Kampus adalah sistem pendukung keputusan yang digunakan untuk membantu memilih ruangan terbaik berdasarkan kriteria seperti kapasitas, fasilitas, kenyamanan, jadwal, dan kebutuhan kegiatan. Sistem ini mempermudah pengelolaan peminjaman ruangan agar lebih objektif dan efisien.

SPK diperlukan karena proses peminjaman ruangan kampus sering menghadapi masalah seperti konflik jadwal, tumpang tindih peminjaman, dan subjektivitas dalam pemilihan ruang. Dengan SPK, keputusan menjadi lebih sistematis, objektif, dan dapat mengurangi potensi kesalahan administrasi.

Metode yang sering digunakan meliputi Weighted Product (WP), Analytical Hierarchy Process (AHP), dan TOPSIS. Metode-metode ini membantu meranking ruang berdasarkan bobot kriteria sehingga menghasilkan rekomendasi ruang yang paling sesuai.

Manfaatnya antara lain meningkatkan efisiensi peminjaman, mengurangi konflik jadwal, menyediakan rekomendasi ruangan yang lebih akurat, mempercepat proses administrasi, serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan ruang.

SPK ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, organisasi kampus, staf administrasi, dan pengelola fasilitas kampus yang membutuhkan sistem peminjaman ruangan yang lebih mudah, cepat, dan terstruktur.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sistem Mobile Reservasi Ruangan Kampus Sistem Mobile Reservasi Ruangan Kampus Sistem Web Peminjaman Alat Laboratorium Sistem Web Peminjaman Alat Laboratorium Sistem Web Manajemen Inventaris Laboratorium Sistem Web Manajemen Inventaris Laboratorium Sistem Web Forum Akademik Kampus Sistem Web Forum Akademik Kampus Sistem Informasi Layanan Karier Kampus Sistem Informasi Layanan Karier Kampus Sistem Informasi Pengelolaan Event Kampus Sistem Informasi Pengelolaan Event Kampus Sistem Web Portal Informasi Akademik Sistem Web Portal Informasi Akademik Adaptasi Sosial Mahasiswa Baru: Konsep dan Tantangan Adaptasi Sosial Mahasiswa Baru: Konsep dan Tantangan Sistem Web Penjadwalan Ujian Sistem Web Penjadwalan Ujian Sistem Web Pengelolaan UKM Kampus Sistem Web Pengelolaan UKM Kampus SPK Pengelolaan Parkir Kampus SPK Pengelolaan Parkir Kampus Sistem Web Manajemen UKT Kampus Sistem Web Manajemen UKT Kampus Penyesuaian Diri Mahasiswa: Konsep dan Dinamika Penyesuaian Diri Mahasiswa: Konsep dan Dinamika Sistem Informasi Perpustakaan Modern: Fitur dan Manfaat Sistem Informasi Perpustakaan Modern: Fitur dan Manfaat Digitalisasi Layanan Akademik: Konsep dan Implementasi Digitalisasi Layanan Akademik: Konsep dan Implementasi Sistem Web Penerimaan Mahasiswa Baru Sistem Web Penerimaan Mahasiswa Baru Sistem Informasi Organisasi Mahasiswa Sistem Informasi Organisasi Mahasiswa Sistem Informasi Administratif di Lembaga Pendidikan: Fungsi, Struktur, dan Penerapannya Sistem Informasi Administratif di Lembaga Pendidikan: Fungsi, Struktur, dan Penerapannya Sistem Mobile Absensi Berbasis GPS Sistem Mobile Absensi Berbasis GPS Keamanan dan Privasi Data dalam Sistem Informasi Sekolah & Kampus Keamanan dan Privasi Data dalam Sistem Informasi Sekolah & Kampus
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…