Terakhir diperbarui: 20 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 13 November). Tabulasi Data: Pengertian, Fungsi, dan Contoh. SumberAjar. Retrieved 20 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/tabulasi-data-pengertian-fungsi-dan-contoh  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Tabulasi Data: Pengertian, Fungsi, dan Contoh - SumberAjar.com

Tabulasi Data: Pengertian, Fungsi, dan Contoh

Pendahuluan

Data dalam penelitian maupun pengolahan informasi memegang peranan krusial: apabila data dikumpulkan, diolah, disajikan secara tepat maka akan menghasilkan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan, pemetaan kondisi, evaluasi maupun pengembangan. Salah satu tahapan penting dalam proses pengolahan data adalah tabulasi data, yaitu penyusunan data mentah atau hasil pengumpulan ke dalam bentuk yang lebih sistematis dan terstruktur, agar lebih mudah dianalisis, dipahami, dan digunakan. Tanpa tahap tabulasi yang baik, data bisa jadi tersebar, sulit dibaca, atau bahkan salah interpretasi. Oleh karena itu, pada artikel ini akan diuraikan secara komprehensif pengertian tabulasi data, fungsi-fungsinya, hingga contoh praktisnya, agar pembaca memperoleh pemahaman yang utuh tentang bagaimana tabulasi data dapat diterapkan dalam konteks penelitian, administrasi, maupun pengolahan informasi lainnya.


Definisi Tabulasi Data

Definisi Tabulasi Data Secara Umum

Secara umum, tabulasi data dapat dipahami sebagai proses menyusun atau memasukkan data ke dalam tabel atau daftar agar data tersebut tersaji secara tersusun dan teratur. Misalnya dalam sebuah penelitian, setelah data terkumpul, maka langkah awal sebelum analisis adalah memasukkan data ke dalam tabel kombinasi baris dan kolom agar mudah dibaca, dibandingkan, dan diinterpretasikan. Sebuah makalah menyebut bahwa “tabulasi data adalah penyajian data dalam bentuk tabel atau daftar untuk memudahkan dalam pengamatan dan evaluasi”. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
Jurnal penelitian juga menyebut bahwa “tabulasi data merupakan proses pengolahan data yang dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam tabel … hasil tabulasi data ini dapat menjadi gambaran tentang hasil penelitian, karena data-data yang diperoleh dari lapangan sudah tersusun dan terangkum dalam tabel-tabel yang mudah dipahami maknanya”. [Lihat sumber Disini - repository.um-surabaya.ac.id]
Dengan demikian, secara umum tabulasi data berfungsi sebagai jembatan antara data mentah dan analisis: mengubah data yang masih acak atau tersebar menjadi struktur yang bisa dibaca manusia atau mesin secara lebih mudah.

Definisi Tabulasi Data dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tabulasi berasal dari kata “tabulasi” yang memiliki arti “penyusunan menurut lajur yang telah tersedia, penyajian data dalam bentuk tabel atau daftar”. Contoh implementasi: tabulasi data kegiatan administrasi kantor, atau tabulasi hasil kuesioner penelitian yang dimasukkan ke dalam kolom-baris. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
Dengan demikian, definisi KBBI menekankan aspek bentuk (tabel/daftar) dan penyusunan menurut “lajur yang telah tersedia” (kolom/baris), sehingga aspek visual dan struktural menjadi bagian inti dari pengertian tabulasi.

Definisi Tabulasi Data Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pendapat ahli tentang tabulasi data:

  1. Menurut D. Kurniasih (2021) dalam buku Teknik Analisa, tabulasi adalah proses menempatkan data dalam bentuk tabel dengan cara membuat tabel yang berisikan data sesuai dengan kebutuhan analisis. [Lihat sumber Disini - eprints2.ipdn.ac.id]
  2. Menurut jurnal ilmiah (2024) berjudul Jurnal Ilmiah Sain dan Teknologi tentang tabulasi data, “Tabulasi adalah proses menempatkan data dalam bentuk tabel dengan cara membuat tabel yang berisikan data sesuai dengan kebutuhan analisis. Tabel yang dibuat sebaiknya mampu meringkas semua data yang akan dianalisis.” [Lihat sumber Disini - jurnal.kolibi.org]
  3. Menurut makalah metode penelitian di sebuah universitas (2018), tabulasi adalah “pembuatan tabel-tabel yang berisi data yang telah diberi kode sesuai dengan analisis yang dibutuhkan.” [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]
  4. Menurut jurnal pengabdian masyarakat di lingkungan pemerintahan desa (2021) oleh Eka Rahayu et al., tabulasi data “secara umum dilakukan dengan berbagai peralatan, mulai dari pencatatan secara manual … hingga penggunaan komputer sebagai media bantu … proses tabulasi data di lingkungan instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta saat ini paling dominan dilakukan untuk mengolah data yang berkaitan dengan kegiatan administrasi perkantoran.” [Lihat sumber Disini - jurnal.uisu.ac.id]
    Dari pendapat-pendapat tersebut, kita bisa merumuskan bahwa tabulasi data bukan sekadar memasukkan angka ke dalam tabel, tapi mencakup proses penyusunan data yang telah diklasifikasi/kodekan agar siap untuk analisis dan interpretasi.

Fungsi Tabulasi Data

Tabulasi data memiliki berbagai fungsi penting dalam penelitian, administrasi, maupun pengolahan informasi data. Berikut uraian fungsi-fungsinya secara rinci:

  1. Memudahkan penyajian dan visualisasi data
    Dengan menyusun data dalam bentuk tabel, proses membaca dan memahami data menjadi lebih mudah. Data yang masih tersebar atau tidak terstruktur akan sulit dianalisis atau dibandingkan. Salah satu artikel menyebut bahwa melalui tabulasi, “data dari lapangan akan tampak ringkas sehingga pembaca dapat dengan cepat menemukan informasi yang diinginkan”. [Lihat sumber Disini - kumparan.com]
  2. Meringkas data sehingga lebih mudah dikelola
    Ketika jumlah data sangat besar atau variabel banyak, pengolahan langsung menjadi sulit. Dengan tabulasi, data dapat dirangkum ke dalam kategori, kode, atau tabel yang memungkinkan peneliti atau pengelola melihat pola atau tren secara cepat. Sebuah jurnal menyebut bahwa “Tabel yang dibuat sebaiknya mampu meringkas semua data yang akan dianalisis. Pemisahan tabel akan menyulitkan peneliti dalam proses analisis data.” [Lihat sumber Disini - jurnal.kolibi.org]
  3. Memfasilitasi analisis data dan interpretasi
    Sebelum data dianalisis (misalnya statistik, inferensi, atau interpretasi kualitatif), data harus tersaji secara sistematis. Fungsi tabulasi adalah menyediakan landasan struktur sehingga analisis bisa dilakukan dengan lebih baik. Sebuah makalah metode penelitian menyebut bahwa tabulasi “digunakan untuk mempermudah pembaca dalam membaca data dalam penelitian ini”. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
  4. Menjadi dasar bagi pengambilan keputusan
    Data yang tersaji dengan baik melalui tabulasi memungkinkan stakeholder (peneliti, manajer, pembuat kebijakan) melihat gambaran kondisi, tren, serta variabel yang relevan secara ringkas dan jelas. Sebuah blog pengolahan data menyebut bahwa tabulasi membantu “mengubah data yang ada menjadi informasi … memudahkan pemahaman dan memberikan informasi yang berguna untuk mengambil keputusan yang lebih baik.” [Lihat sumber Disini - course-net.com]
  5. Meningkatkan efisiensi pengolahan data
    Karena data sudah tersusun dalam format tabel dengan kode atau kategori, pekerjaan selanjutnya (penghitungan frekuensi, tabulasi silang, penggunaan software statistik) menjadi lebih efisien dan minim kesalahan. Sebagai contoh, dalam jurnal pengolahan tabulasi data administrasi perkantoran, disebut bahwa penggunaan aplikasi seperti Microsoft Excel menjadikan tabulasi lebih mudah karena tampilan pengolahan data lebih mudah dipahami dalam bentuk tabel. [Lihat sumber Disini - jurnal.uisu.ac.id]
  6. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas data
    Dengan tabulasi yang baik, data bisa disajikan secara terbuka dalam bentuk tabel yang memuat judul, kolom, baris, serta kategori yang jelas, memudahkan verifikasi, pembandingan, dan audit. Dalam jurnal 2024 disebut bahwa tabel minimal “memuat judul tabel, judul kolom, judul baris, nilai pada setiap baris dan kolom, serta sumber” data. [Lihat sumber Disini - jurnal.kolibi.org]

Jenis-Jenis Tabulasi Data

Tabulasi data adalah proses pengaturan data yang telah dikelompokkan atau diklasifikasikan ke dalam tabel dengan baris dan kolom sehingga memudahkan pembacaan, perbandingan, dan analisis statistik. Di dalam praktiknya, tabulasi dibedakan berdasarkan jumlah variabel yang ditampilkan serta tujuan analisisnya. ([Lihat sumber Disini - geeksforgeeks.org])

1. Tabulasi Sederhana (Simple Tabulation / One-Way Tabulation)

Tabulasi sederhana mengorganisir data berdasarkan satu karakteristik atau satu variabel saja. Tipe ini sering digunakan untuk menyajikan frekuensi atau distribusi satu variabel sehingga memberi gambaran awal tentang bagaimana data tersebar tanpa mempertimbangkan variabel lain. ([Lihat sumber Disini - geeksforgeeks.org])

Contoh yang umum adalah menyajikan jumlah responden menurut kategori tertentu seperti jenis kelamin atau kelompok umur dalam satu tabel. ([Lihat sumber Disini - geeksforgeeks.org])

2. Tabulasi Silang (Cross Tabulation / Contingency Table)

Tabulasi silang atau crosstab adalah bentuk tabulasi yang menampilkan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam satu tabel. Ini memungkinkan peneliti untuk melihat bagaimana variabel satu berinteraksi atau terkait dengan variabel lain, serta dapat membantu mengidentifikasi pola, hubungan, atau asosiasi antarvariabel. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])

Dalam statistik kontingensi, bentuk tabel seperti ini disebut contingency table, dan sering dipakai dalam riset sosial, survei, kesehatan, dan ilmu perilaku untuk menjelaskan distribusi multivariat data. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

3. Tabulasi Ganda / Kompleks (Double / Complex Tabulation)

Selain dua tipe di atas, literatur statistik juga mengenal tabulasi ganda atau kompleks, yaitu ketika data disusun berdasarkan dua variabel sekaligus atau lebih (multi-variabel) dalam struktur tabel yang lebih rumit. Ini sering disebut tabulasi dua arah (two-way) atau tiga arah (three-way), tergantung jumlah variabel yang dianalisis secara bersamaan. ([Lihat sumber Disini - geeksforgeeks.org])

Tabulasi kompleks berguna untuk analisis yang lebih mendalam karena mampu menunjukkan interaksi antara beberapa karakteristik sekaligus, sehingga memberikan wawasan yang lebih kaya dalam penelitian kuantitatif. ([Lihat sumber Disini - geeksforgeeks.org])


Contoh Penggunaan Tabulasi Data

Berikut beberapa ilustrasi dan contoh penggunaan tabulasi data yang bisa dijadikan acuan:

Contoh 1: Penelitian Kuantitatif Survei Responden

Misalnya dalam sebuah penelitian kuantitatif tentang pengaruh minat baca terhadap hasil belajar, setelah pengumpulan data kuesioner peneliti memasukkan semua data ke dalam tabel frekuensi atau distribusi, lalu diberi skor, dikode, dan kemudian dilakukan tabulasi. Sebuah jurnal menyajikan contoh tabel “No. X Y X² Y² XY” sebagai hasil tabulasi data sebelum dianalisis lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - e-journal.metrouniv.ac.id]
Langkah-langkahnya meliputi: pemberian skor, pengkodean variabel, kemudian penyusunan dalam tabel, lalu interpretasi maupun analisis statistik.

Contoh 2: Administrasi Perkantoran/Desa

Dalam laporan pengabdian masyarakat di sebuah desa (Desa Sei Mencirim), tabulasi data digunakan oleh aparatur desa untuk menyusun data administrasi: pelayanan, data warga, data surat-menyurat, dan lainnya. Penelitian menyebut bahwa meskipun komputer sudah digunakan, penggunaan Excel terbatas pada membuat tabel sederhana dan rumus dasar, maka sosialisasi dilakukan untuk tabulasi yang lebih optimal. [Lihat sumber Disini - jurnal.uisu.ac.id]
Dengan bentuk tabulasi, data administratif menjadi lebih mudah diurutkan, disaring, digroup, dan disajikan.

Contoh 3: Penyajian Data Akademik

Dalam proses penelitian atau laporan praktikum akademik, tabulasi data juga kerap dipakai untuk menyajikan data karakteristik responden seperti usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, status perkawinan, dan sebagainya dalam tabel distribusi. Contoh makalah menyebut: “Tabulasi adalah pembuatan tabel-tabel yang berisi data yang telah diberi kode sesuai dengan analisis yang dibutuhkan.” [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]
Misalnya:

  • Tabel 1: Distribusi jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
  • Tabel 2: Distribusi responden berdasarkan variabel penelitian X, Y, Z.

Contoh 4: Tabulasi Silang (Crosstab)

Salah satu bentuk tabulasi yang lebih kompleks adalah tabulasi silang, di mana data dikategorikan menurut dua variabel atau lebih untuk melihat hubungan antar variabel. Misalnya tabel yang menunjukkan distribusi berdasarkan jenis kelamin dan tingkat pendidikan bersama-sama. Sumber literatur menyebut jenis-jenis tabulasi termasuk tabulasi sederhana (one-way) dan tabulasi silang (cross-tabulation). [Lihat sumber Disini - gramedia.com]
Contoh: Tabel yang menunjukkan frekuensi responden laki-laki dan perempuan terhadap tingkat pendidikan SMA, D3, S1, dari situ bisa ditarik pola apakah ada perbedaan signifikant.


Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tabulasi data merupakan tahapan penting dalam pengolahan data yang berfungsi sebagai penghubung antara data mentah dengan analisis atau interpretasi. Definisi tabulasi data mencakup penyusunan data ke dalam bentuk tabel atau daftar agar lebih mudah dipahami dan dianalisis, baik secara umum, menurut KBBI, maupun menurut para ahli. Fungsi tabulasi meliputi memudahkan penyajian data, meringkas data, memfasilitasi analisis, mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi, serta meningkatkan transparansi data. Contoh penggunaan tabulasi data sangat bervariasi, mulai dari penelitian kuantitatif, administrasi perkantoran, penyajian akademik, hingga tabulasi silang yang menunjukkan hubungan antar variabel. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan tabulasi data yang baik menjadi bagian krusial dalam memastikan bahwa data yang dikumpulkan tidak hanya tersimpan, tetapi juga tersaji dan termanfaatkan secara optimal.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Tabulasi data adalah proses menyusun atau menempatkan data ke dalam bentuk tabel yang terstruktur agar mudah dibaca, dipahami, dan dianalisis. Tahapan ini menjadi jembatan antara data mentah dan proses analisis.

Fungsi utama tabulasi data adalah merapikan data, meringkas informasi, mempermudah analisis, mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi kerja, serta memperjelas hubungan antar variabel dalam penelitian.

Contoh tabulasi data meliputi penyusunan hasil kuesioner dalam bentuk tabel frekuensi, tabulasi silang untuk melihat hubungan antar variabel, serta tabel administrasi seperti data penduduk, data pelayanan, atau laporan kegiatan di institusi.

Tabulasi data penting karena membantu peneliti membaca pola, membandingkan variabel, serta menghindari kesalahan interpretasi. Tanpa tabulasi, data mentah akan sulit diolah lebih lanjut.

Jenis tabulasi data meliputi tabulasi sederhana (one-way tabulation) yang menyajikan data berdasarkan satu variabel, tabulasi silang (cross tabulation) yang menampilkan hubungan dua variabel atau lebih dalam satu tabel, serta tabulasi kompleks atau ganda yang menyusun data multi-variabel untuk analisis yang lebih mendalam.

Tabulasi sederhana hanya menyajikan data berdasarkan satu variabel sehingga cocok untuk deskripsi awal, sedangkan tabulasi silang menyajikan dua variabel atau lebih secara bersamaan untuk melihat pola, perbandingan, atau hubungan antar variabel.

Tabulasi kompleks digunakan ketika penelitian melibatkan lebih dari dua variabel dan membutuhkan analisis hubungan yang lebih mendalam, misalnya dalam penelitian survei berskala besar atau analisis data sosial dan statistik lanjutan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Tabulasi Silang: Fungsi dan Contoh dalam Statistik Tabulasi Silang: Fungsi dan Contoh dalam Statistik Cross Tabulation: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Statistik Cross Tabulation: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Statistik Manajemen Data Pendidikan: Konsep, Standar, dan Implementasi Manajemen Data Pendidikan: Konsep, Standar, dan Implementasi Langkah Analisis Data: Tahapan, Tujuan, dan Contoh Ilmiah Langkah Analisis Data: Tahapan, Tujuan, dan Contoh Ilmiah Integrasi Sistem dengan Big Data Integrasi Sistem dengan Big Data Analisis Data Sekunder: Teknik dan Interpretasi Analisis Data Sekunder: Teknik dan Interpretasi Basis Data: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Basis Data: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Yield Data: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Analisis Ilmiah Yield Data: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Analisis Ilmiah Manajemen Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Manajemen Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Interpretasi Data: Definisi, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Ilmiah Interpretasi Data: Definisi, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Ilmiah Analisis Statistik Deskriptif Berbasis Grafik Analisis Statistik Deskriptif Berbasis Grafik Data Sekunder: Definisi, Sumber, dan Contohnya [PDF] Data Sekunder: Definisi, Sumber, dan Contohnya [PDF] Pengelolaan Data Penelitian dalam Akademik Pengelolaan Data Penelitian dalam Akademik Konsistensi Data: Pengertian, Pentingnya, dan Contohnya Konsistensi Data: Pengertian, Pentingnya, dan Contohnya Transformasi Data: Tujuan dan Metode Transformasi Data: Tujuan dan Metode Analisis Data: Pengertian, Jenis, dan Langkah-langkahnya Analisis Data: Pengertian, Jenis, dan Langkah-langkahnya Data Sharing: Etika dan Implementasinya Data Sharing: Etika dan Implementasinya Penggunaan Statistik Deskriptif dalam Penelitian Sosial Penggunaan Statistik Deskriptif dalam Penelitian Sosial Big Data Education: Pengertian dan Contoh Penerapan Big Data Education: Pengertian dan Contoh Penerapan Likuiditas Data: Definisi, Fungsi, dan Contohnya dalam Statistik Likuiditas Data: Definisi, Fungsi, dan Contohnya dalam Statistik
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…