
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa
Pendahuluan
Aktivitas fisik merupakan bagian integral dari gaya hidup sehat yang memiliki dampak besar terhadap metabolisme tubuh, termasuk pengaturan kadar glukosa darah. Pada kondisi normal, tubuh mampu menjaga keseimbangan kadar glukosa melalui aksi insulin dan mekanisme lain yang kompleks. Namun, pada kondisi seperti diabetes melitus, proses pengaturan ini terganggu sehingga kadar glukosa darah meningkat secara tidak terkendali. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat menjadi strategi non-farmakologis penting untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah dan meningkatkan kesehatan metabolik secara keseluruhan. Relevansi hubungan aktivitas fisik dan glukosa darah sangat penting mengingat tingginya prevalensi gangguan metabolik dunia saat ini serta kebutuhan untuk pendekatan pencegahan dan manajemen yang efektif. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Definisi Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa
Definisi Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Secara Umum
Hubungan antara aktivitas fisik dan kadar glukosa mencakup keterkaitan antara gerak tubuh atau latihan fisik dengan perubahan konsentrasi gula dalam darah. Hubungan ini sering dipelajari pada konteks diabetes melitus, di mana peningkatan aktivitas fisik dikaitkan dengan penurunan kadar glukosa darah, terutama pada individu dengan resistensi insulin atau diabetes tipe 2. Tujuan utama aktivitas fisik dalam konteks ini adalah untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan mempercepat penggunaan glukosa oleh otot-otot tubuh sebagai sumber energi, sehingga membantu menurunkan kadar gula darah yang berlebihan. [Lihat sumber Disini - ejurnaladhkdr.com]
Definisi Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aktivitas fisik didefinisikan sebagai semua bentuk gerak yang dilakukan oleh tubuh yang meningkatkan pengeluaran energi di atas tingkat istirahat. Kadar glukosa menurut KBBI merujuk pada jumlah glukosa yang beredar dalam darah pada suatu waktu tertentu. Hubungan antara kedua istilah ini merujuk pada keterkaitan antara gerakan tubuh (aktivitas fisik) dengan perubahan jumlah glukosa dalam darah. Definisi ini membantu memahami konsep dasar hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa dalam konteks kesehatan dan metabolisme manusia. (Definisi KBBI tersedia melalui laman resmi KBBI, sertakan sendiri saat Anda copas dari KBBI online)
Definisi Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Menurut Para Ahli
-
Palermi et al. (2022) menyatakan bahwa aktivitas fisik mencakup berbagai bentuk gerakan yang dapat memperbaiki sensitivitas insulin dan membantu tubuh menggunakan glukosa secara lebih efisien, sehingga berdampak positif pada pengendalian glukosa darah. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
-
Asfaw et al. (2022) dalam meta-analisisnya menjelaskan bahwa aktivitas fisik secara konsisten dikaitkan dengan kontrol glukosa yang lebih baik pada pasien diabetes, dengan penurunan rata-rata kadar glukosa dibandingkan mereka yang kurang aktif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Eberle (2020) memaparkan mekanisme di mana aktivitas fisik menghasilkan peningkatan penggunaan glukosa oleh otot dan meningkatkan sensitivitas insulin, yang pada akhirnya menurunkan konsentrasi glukosa dalam darah. [Lihat sumber Disini - scholarworks.uark.edu]
-
Schubert-Olesen et al. (2022) mencatat bahwa aktivitas fisik moderat reguler selama minimal 150 menit per minggu dapat memperbaiki pengendalian glikemik jangka panjang dan menurunkan HbA1c pada individu dengan diabetes. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
Jenis Aktivitas Fisik yang Dilakukan
Aktivitas fisik dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan intensitas, tujuan, dan cara pelaksanaannya. Secara umum, aktivitas fisik mencakup latihan aerobik, latihan resistensi, dan aktivitas harian yang meningkatkan pengeluaran energi. Latihan aerobik seperti berjalan cepat, berlari ringan, bersepeda, dan berenang melibatkan penggunaan oksigen dalam durasi tertentu dan sangat efektif dalam meningkatkan pemanfaatan glukosa oleh otot sebagai sumber energi. Sedangkan latihan resistensi seperti latihan beban atau bodyweight training menargetkan peningkatan massa otot, yang juga dapat meningkatkan metabolisme glukosa jangka panjang.
Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki singkat setelah makan juga memiliki efek positif pada pengendalian glukosa darah karena membantu otot menyerap glukosa secara langsung dari sirkulasi darah. Studi meta-analisis menunjukkan bahwa gerakan sepanjang hari yang memecah periode duduk panjang juga berkaitan dengan perbaikan kontrol glukosa. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Mekanisme Aktivitas Fisik terhadap Glukosa Darah
Mekanisme bagaimana aktivitas fisik memengaruhi kadar glukosa darah melibatkan beberapa proses fisiologis yang saling terkait. Pertama, ketika seseorang melakukan aktivitas fisik, otot-otot rangka yang aktif membutuhkan energi tambahan. Energi ini berasal dari glukosa yang diambil dari darah dan dari simpanan glikogen otot, sehingga mengurangi konsentrasi glukosa dalam darah. [Lihat sumber Disini - ejurnaladhkdr.com]
Kedua, aktivitas fisik meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, hormon yang memungkinkan glukosa masuk ke dalam sel. Sensitivitas insulin meningkat secara akut selama dan setelah latihan, dan efek ini dapat bertahan hingga 24, 48 jam setelah aktivitas selesai. Hal ini berarti tubuh lebih efisien dalam memanfaatkan glukosa yang beredar di darah dengan jumlah insulin yang lebih sedikit. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
Selain itu, aktivitas fisik juga meningkatkan ekspresi transporter glukosa (GLUT4) pada permukaan sel otot, yang mempercepat masuknya glukosa ke dalam sel otot tanpa harus bergantung sepenuhnya pada insulin. Proses ini sangat bermanfaat bagi individu yang mengalami resistensi insulin, salah satu ciri utama diabetes tipe 2. Mechanism di atas menunjukkan bahwa aktivitas fisik tidak hanya berefek sementara tetapi juga membantu memperbaiki mekanisme dasar dalam pengaturan glukosa darah. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Hubungan Intensitas Aktivitas dengan Kadar Glukosa
Intensitas aktivitas fisik memainkan peran penting dalam efeknya terhadap kadar glukosa darah. Aktivitas fisik intensitas tinggi dapat menyebabkan penggunaan glukosa yang lebih cepat oleh otot, namun juga bisa memicu respons hormon stres seperti adrenalin yang sementara meningkatkan kadar glukosa darah. Sebaliknya, aktivitas moderat hingga intensitas sedang secara konsisten dikaitkan dengan penurunan kadar glukosa darah dan perbaikan sensitivitas insulin dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Studi-studi menunjukkan bahwa aktivitas aerobik intensitas sedang seperti berjalan cepat sekitar 150 menit per minggu dapat menurunkan HbA1c dan meningkatkan kontrol glikemik secara keseluruhan. Latihan resistensi juga memiliki efek positif dengan meningkatkan massa otot yang lebih banyak membantu penggunaan glukosa dalam jangka panjang. Dengan demikian, kombinasi antara latihan aerobik dan resistensi sering direkomendasikan dalam pedoman olahraga untuk pengendalian diabetes. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Peran Aktivitas Fisik dalam Pengendalian Glukosa
Peran aktivitas fisik dalam pengendalian glukosa darah sangat penting terutama pada individu dengan diabetes tipe 2. Banyak penelitian observasional dan trial klinis menunjukkan bahwa aktivitas fisik reguler berkaitan dengan kadar glukosa darah yang lebih baik, berkurangnya HbA1c, dan penurunan risiko komplikasi kronis diabetes seperti retinopati dan neuropati. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Dalam konteks kontrol glikemik jangka panjang, aktivitas fisik membantu menurunkan resistensi insulin, meningkatkan metabolisme glukosa, dan mendukung penurunan berat badan yang seringkali menjadi bagian dari manajemen diabetes. Oleh karena itu, aktivitas fisik menjadi bagian dari rekomendasi utama dalam pedoman nasional dan internasional untuk penanganan diabetes. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
Implikasi Aktivitas Fisik bagi Pencegahan Diabetes
Aktivitas fisik tidak hanya penting dalam mengendalikan kadar glukosa darah pada penderita diabetes, tetapi juga memiliki implikasi besar dalam pencegahan perkembangan diabetes tipe 2. Aktivitas fisik yang teratur membantu mempertahankan berat badan yang sehat, meningkatkan sensitivitas insulin bahkan pada individu tanpa diabetes, serta mengurangi risiko resistensi insulin. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Selain itu, gaya hidup aktif dikaitkan dengan pengurangan risiko kejadian diabetes tipe 2, di mana individu yang lebih aktif cenderung memiliki profil glukosa darah yang lebih stabil dan risiko yang lebih rendah untuk berkembang menjadi diabetes. [Lihat sumber Disini - forikes-ejournal.com]
Kesimpulan
Aktivitas fisik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kadar glukosa darah melalui berbagai mekanisme fisiologis seperti peningkatan penggunaan glukosa oleh otot, peningkatan sensitivitas insulin, serta ekspresi transporter glukosa. Terdapat hubungan positif antara tingkat aktivitas fisik dengan kemampuan tubuh dalam mengontrol glukosa darah, terutama pada individu dengan diabetes tipe 2. Intensitas dan jenis latihan yang tepat dapat memperkuat efek positif ini, sementara pendekatan berkelanjutan terhadap gaya hidup aktif juga memainkan peran krusial dalam pencegahan diabetes. Oleh karena itu, aktivitas fisik menjadi strategi utama dalam mencegah serta mengelola gangguan glukosa darah untuk meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.