Terakhir diperbarui: 10 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 10 December). Sikap Ibu terhadap Konsumsi Suplemen Omega-3 pada Kehamilan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/sikap-ibu-terhadap-konsumsi-suplemen-omega3-pada-kehamilan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Sikap Ibu terhadap Konsumsi Suplemen Omega-3 pada Kehamilan - SumberAjar.com

Sikap Ibu terhadap Konsumsi Suplemen Omega-3 pada Kehamilan

Pendahuluan

Kehamilan merupakan periode kritis yang menentukan kesehatan ibu dan perkembangan janin. Nutrisi tepat selama kehamilan, termasuk asam lemak esensial seperti omega-3, berperan penting dalam menunjang tumbuh kembang janin, terutama sistem saraf pusat, otak, dan retina. Namun, konsumsi omega-3 melalui makanan maupun suplemen oleh ibu hamil di Indonesia dan di dunia sering kali kurang optimal. Oleh karena itu penting untuk memahami bagaimana sikap ibu terhadap suplemen omega-3, faktor-faktor yang mempengaruhi sikap tersebut, serta peran tenaga kesehatan dalam edukasi. Artikel ini membahas aspek-aspek tersebut secara komprehensif.


Definisi Suplemen Omega-3

Definisi Suplemen Omega-3 secara Umum

Suplemen Omega-3 adalah produk nutrisi yang menyediakan asam lemak omega-3, terutama jenis rantai panjang seperti Docosahexaenoic acid (DHA) dan Eicosapentaenoic acid (EPA), dalam bentuk kapsul minyak ikan, minyak alga, atau makanan fortifikasi. Suplemen ini digunakan untuk melengkapi asupan omega-3 dari diet biasa, terutama ketika konsumsi ikan dan makanan tinggi omega-3 kurang mencukupi.

Definisi Suplemen Omega-3 dalam KBBI

Dalam penelusuran pada arsip daring, definisi spesifik “suplemen omega-3” di KBBI belum ditemukan terpisah sebagai entri resmi. Istilah “suplemen” sendiri di KBBI diartikan sebagai “zat tambahan (vitamin, mineral, dsb) yang dikonsumsi untuk melengkapi kebutuhan gizi”, sehingga suplemen omega-3 dapat dikategorikan sebagai suplemen gizi yang menyediakan lemak esensial.

Definisi Suplemen Omega-3 Menurut Para Ahli

  • Menurut Coletta dkk. (dalam ulasan literatur), omega-3 rantai panjang (DHA & EPA) merupakan nutrisi esensial yang harus diperoleh dari diet atau suplemen selama kehamilan, karena tubuh manusia tidak bisa memproduksinya sendiri. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Menurut penelitian terbaru oleh Ghazal et al. (2025), DHA dari omega-3 maternal berperan penting dalam maturasi otak janin dan hasil neurodevelopmental anak. [Lihat sumber Disini - explorationpub.com]

  • Menurut Amza et al. (2024), suplementasi DHA + EPA selama kehamilan terkait dengan peningkatan perkembangan neurologis, visual, fungsi kognitif, serta potensi penurunan risiko kelahiran prematur dan preeklamsia. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  • Menurut Firouzabadi et al. (2022) dalam meta-analisis besar, suplementasi omega-3 mempunyai efek moderat, tinggi untuk menurunkan risiko pre-eklamsia dan berat lahir rendah serta mendukung ukuran lingkar kepala bayi. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Dengan demikian, suplemen omega-3 secara ilmiah diakui sebagai tambahan penting untuk mendukung kehamilan yang sehat dan perkembangan janin optimal.


Pentingnya Omega-3 untuk Perkembangan Janin

Asam lemak omega-3, terutama DHA dan EPA, memainkan sejumlah peran penting dalam kehamilan dan perkembangan janin, antara lain:

  • DHA adalah bagian utama dari struktur lemak di otak dan retina janin: sekitar 97% omega-3 di otak dan 93% di retina adalah DHA. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Suplementasi omega-3 selama kehamilan terbukti berhubungan dengan hasil neurokognitif yang lebih baik pada anak: peningkatan kemampuan bahasa, memori, perhatian, koordinasi motorik, serta ketajaman visual. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  • Asupan omega-3 yang memadai juga terkait dengan gestasi lebih panjang dan berat lahir bayi yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  • Selain mendukung perkembangan janin, omega-3 juga memiliki efek protektif bagi ibu: mengurangi risiko pre-eklampsia, mendukung kesehatan kardiovaskular, serta potensi mengurangi peradangan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Dengan demikian, omega-3 adalah asupan gizi penting yang tidak boleh diabaikan selama kehamilan.


Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Suplemen Kehamilan

Meski manfaat omega-3 telah banyak dilaporkan, penelitian lokal menunjukkan bahwa asupan omega-3 pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong rendah. Sebuah studi di Jakarta Timur terhadap ibu hamil di trimester lanjut melaporkan bahwa asupan omega-3 seringkali tidak memadai, meskipun dibutuhkan untuk mendukung hasil lahir optimal. [Lihat sumber Disini - lib.ui.ac.id]

Penelitian lain menemukan bahwa rata-rata asupan omega-3 pada ibu hamil trimester 3 hanya sekitar 0, 126 gram per hari, jauh di bawah rekomendasi omega-3 untuk kehamilan. [Lihat sumber Disini - ejurnalstikeskesdamudayana.ac.id]

Rendahnya asupan ini menunjukkan bahwa banyak ibu hamil mungkin belum memahami pentingnya omega-3, baik dari makanan maupun suplemen. Kurangnya pengetahuan tentang manfaat dan kebutuhan omega-3 berpotensi menjadi penghambat utama dalam memastikan nutrisi optimal bagi janin.


Faktor yang Mempengaruhi Sikap Ibu terhadap Suplemen

Beberapa faktor memengaruhi apakah ibu hamil bersikap positif terhadap konsumsi suplemen omega-3, antara lain:

  • Tingkat pendidikan dan pengetahuan gizi, ibu dengan pemahaman lebih baik tentang nutrisi kehamilan cenderung menyadari pentingnya omega-3. Hal ini konsisten dengan temuan bahwa status sosioekonomi dan pendidikan mempengaruhi intake omega-3. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  • Asupan diet harian dan kebiasaan makan, jika ibu sudah rutin mengonsumsi ikan, kacang, atau makanan kaya omega-3, mereka mungkin menganggap suplemen tak terlalu diperlukan. Sedangkan yang kurang mengonsumsi makanan tersebut lebih berpotensi mempertimbangkan suplemen.

  • Persepsi manfaat dan risiko, kepercayaan bahwa omega-3 penting untuk otak dan kesehatan janin akan mendorong sikap positif. Sebaliknya, jika ada keraguan mengenai keamanan suplemen, kemungkinan ibu menolak.

  • Akses terhadap informasi dan saran kesehatan, jika ibu mendapat edukasi dari tenaga kesehatan atau sumber terpercaya, kemungkinan besar sikapnya mendukung suplemen lebih besar.

  • Biaya dan ketersediaan suplemen, suplemen mungkin dianggap mahal atau sulit diperoleh, terutama di daerah dengan akses terbatas, sehingga menghambat konsumsi rutin.


Sumber Informasi terkait Suplemen Omega-3

Ibu hamil mendapatkan informasi tentang omega-3 dan suplemen dari berbagai sumber:

  • Tenaga kesehatan seperti dokter kandungan, bidan, dan perawat, sering menjadi acuan utama mengenai nutrisi kehamilan, dosis, dan keamanan suplemen.

  • Media daring dan artikel kesehatan, banyak artikel populer menjelaskan manfaat omega-3 bagi ibu hamil dan janin. Misalnya, situs kesehatan yang menyebutkan bahwa DHA dan EPA mendukung perkembangan otak serta dapat mengurangi risiko kelahiran prematur. [Lihat sumber Disini - nutrilite.co.id]

  • Teman, keluarga, dan komunitas ibu hamil, pengalaman langsung dari ibu lain sering memengaruhi sikap dan keputusan ibu dalam mengonsumsi suplemen.

  • Suplemen prenatal komersial dan label produk, informasi pada kemasan produk suplemen prenatal juga bisa membentuk persepsi tentang pentingnya omega-3.

  • Penelitian ilmiah dan rekomendasi lembaga kesehatan, meskipun tidak semua ibu mengakses langsung, pedoman dari organisasi kesehatan sering disampaikan oleh tenaga kesehatan ke ibu hamil.


Hambatan dalam Konsumsi Suplemen

Meski potensi manfaat besar, ada sejumlah hambatan yang sering dijumpai dalam praktik:

  • Ketidaktahuan atau kurangnya edukasi tentang pentingnya omega-3, banyak ibu mungkin tidak menilai suplemen sebagai prioritas.

  • Biaya suplemen yang dianggap mahal, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

  • Akses yang terbatas di daerah tertentu, baik distribusi suplemen maupun tenaga kesehatan yang memberi edukasi mungkin sulit dijangkau.

  • Keraguan terhadap keamanan suplemen, terutama kekhawatiran efek samping atau interaksi obat.

  • Ketergantungan hanya pada diet, ibu merasa cukup makan ikan atau makanan tertentu dan menganggap suplemen tidak perlu.


Peran Tenaga Kesehatan dalam Edukasi Suplemen

Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam membentuk sikap ibu terhadap suplemen omega-3:

  • Memberikan edukasi tentang kebutuhan omega-3 selama kehamilan dan manfaat jangka panjang bagi janin.

  • Memberi rekomendasi dosis sesuai kebutuhan, misalnya, dosis harian yang direkomendasikan atau alternatif sumber omega-3 melalui makanan.

  • Mengklarifikasi mitos dan kekhawatiran tentang suplemen, misalnya soal keamanan, efek samping, dan interaksi dengan kondisi kesehatan ibu.

  • Memantau asupan dan status gizi ibu, membantu ibu menyesuaikan suplemen atau diet jika asupan omega-3 dari makanan rendah.

  • Mendorong kepatuhan dan memberikan dukungan berkelanjutan selama kehamilan.


Dampak Sikap Ibu terhadap Kepatuhan Konsumsi Omega-3

Sikap ibu sangat menentukan apakah suplemen omega-3 digunakan secara konsisten dan efektif. Ibu yang memahami manfaat, mendapatkan edukasi dari tenaga kesehatan, dan memiliki akses akan lebih mungkin memenuhi kebutuhan omega-3 harian, yang berdampak positif pada perkembangan otak, mata, sistem saraf, berat lahir, dan potensi komplikasi kehamilan. Sebaliknya, sikap acuh atau skeptis terhadap suplemen dapat menyebabkan asupan omega-3 kurang, dengan risiko janin tidak mendapat cukup DHA/EPA, yang mungkin melemahkan potensi perkembangan optimal.


Kesimpulan

Suplemen omega-3, terutama DHA dan EPA, memainkan peran krusial dalam mendukung perkembangan janin selama kehamilan, termasuk pertumbuhan otak, retina, dan sistem saraf. Meskipun manfaatnya sangat jelas secara ilmiah, di banyak tempat di Indonesia asupan omega-3 melalui makanan maupun suplemen masih rendah. Untuk memperbaiki hal ini, edukasi oleh tenaga kesehatan menjadi sangat penting agar ibu hamil mengerti pentingnya omega-3, dapat mengakses suplemen atau sumber makanan tepat, dan tergerak untuk mengonsumsinya secara konsisten. Dengan demikian, sikap ibu terhadap suplemen omega-3 sangat menentukan kesehatan ibu dan janin, dan merupakan aspek kunci dalam upaya meningkatkan kualitas generasi mendatang.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Omega-3, terutama DHA dan EPA, penting untuk pembentukan otak, mata, dan sistem saraf janin. Asupan yang cukup juga berhubungan dengan penurunan risiko kelahiran prematur serta mendukung kesehatan ibu selama kehamilan.

Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi omega-3 baik dari makanan maupun suplemen, terutama jika asupan ikan dan sumber alami omega-3 sehari-hari tidak mencukupi.

Faktor yang memengaruhi meliputi tingkat pengetahuan ibu, akses terhadap informasi kesehatan, persepsi manfaat dan risiko, kondisi ekonomi, serta anjuran dari tenaga kesehatan.

Hambatan umum mencakup kurangnya edukasi, harga suplemen yang dianggap mahal, akses yang terbatas, kekhawatiran tentang keamanan, dan anggapan bahwa makanan saja sudah cukup.

Tenaga kesehatan memberikan edukasi, rekomendasi dosis yang sesuai, meluruskan mitos atau kekhawatiran, serta memantau status gizi ibu agar konsumsi omega-3 lebih optimal.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Efektivitas Suplemen Omega-3 pada Dewasa Efektivitas Suplemen Omega-3 pada Dewasa Pola Konsumsi Suplemen Pola Konsumsi Suplemen Perilaku Konsumsi Suplemen Harian Perilaku Konsumsi Suplemen Harian Evaluasi Konsumsi Suplemen oleh Ibu Hamil Evaluasi Konsumsi Suplemen oleh Ibu Hamil Pola Konsumsi Suplemen Vitamin Harian Pola Konsumsi Suplemen Vitamin Harian Konsumsi Suplemen Berlebih: Konsep, Dampak Kesehatan, dan Risiko Konsumsi Suplemen Berlebih: Konsep, Dampak Kesehatan, dan Risiko Konsumsi Suplemen Tanpa Konsultasi Medis Konsumsi Suplemen Tanpa Konsultasi Medis Konsumsi Suplemen: Konsep, Perilaku Konsumen, dan Faktor Penentu Konsumsi Suplemen: Konsep, Perilaku Konsumen, dan Faktor Penentu Risiko Interaksi Suplemen-Obat Risiko Interaksi Suplemen-Obat Pengaruh Edukasi terhadap Penggunaan Suplemen Pengaruh Edukasi terhadap Penggunaan Suplemen Konsumsi Suplemen Berlebihan dan Dampaknya Konsumsi Suplemen Berlebihan dan Dampaknya Pola Konsumsi Suplemen oleh Atlet Pola Konsumsi Suplemen oleh Atlet Perilaku Konsumsi Suplemen Antioksidan Perilaku Konsumsi Suplemen Antioksidan Persepsi Pasien terhadap Suplemen Herbal Persepsi Pasien terhadap Suplemen Herbal Suplemen Penambah Darah: Pengetahuan dan Kepatuhan Suplemen Penambah Darah: Pengetahuan dan Kepatuhan Keamanan Suplemen: Konsep, Regulasi, dan Perlindungan Konsumen Keamanan Suplemen: Konsep, Regulasi, dan Perlindungan Konsumen Faktor Risiko Kehamilan Remaja Faktor Risiko Kehamilan Remaja Efektivitas Konseling Farmasis dalam Pemilihan Suplemen Efektivitas Konseling Farmasis dalam Pemilihan Suplemen Dampak Suplemen Protein pada Kesehatan Ginjal Dampak Suplemen Protein pada Kesehatan Ginjal  Pengetahuan Pasien tentang Interaksi Suplemen–Obat Pengetahuan Pasien tentang Interaksi Suplemen–Obat
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…