Terakhir diperbarui: 18 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 18 January). Analisis SWOT: Konsep, Kekuatan Organisasi, dan Strategi. SumberAjar. Retrieved 18 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/analisis-swot-konsep-kekuatan-organisasi-dan-strategi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Analisis SWOT: Konsep, Kekuatan Organisasi, dan Strategi - SumberAjar.com

Analisis SWOT: Konsep, Kekuatan Organisasi, dan Strategi

Pendahuluan

Analisis SWOT merupakan salah satu alat penting dalam manajemen strategis yang digunakan untuk menilai posisi organisasi, proyek, atau bisnis dalam lingkungan internal dan eksternal. Di tengah dinamika persaingan dan tantangan global, kebutuhan akan pendekatan yang sistematis untuk menentukan arah strategi semakin menguat. Analisis SWOT menawarkan kerangka yang relatif sederhana namun kuat untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh sebuah organisasi atau unit bisnis. Dengan memahami elemen-elemen ini secara komprehensif, pemimpin organisasi dapat merumuskan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang serta memperkuat daya saing organisasi dalam pasar yang kompetitif. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])


Definisi Analisis SWOT

Definisi Analisis SWOT Secara Umum

Analisis SWOT adalah teknik perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi internal dan eksternal suatu organisasi, proyek, atau bisnis dengan cara mengidentifikasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) yang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. Kerangka ini membantu menentukan di mana organisasi berada saat ini dan apa saja faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan masa depan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Definisi Analisis SWOT dalam KBBI

Menurut acuan umum dalam pengembangan dan penggunaan istilah dalam Bahasa Indonesia, istilah “analisis” berarti penguraian pokok persoalan menjadi bagian-bagian kecil untuk ditelaah lebih mendalam, sedangkan SWOT merupakan akronim yang merujuk pada kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dievaluasi dalam suatu konteks strategi organisasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), analisis dipahami sebagai penguraian atau penelaahan secara cermat. Meski KBBI tidak memiliki entri spesifik untuk istilah gabungan “analisis SWOT”, pemaknaan istilah ini dapat disimpulkan berdasarkan komponen-komponennya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Analisis SWOT Menurut Para Ahli

  1. Freddy Rangkuti (2006), SWOT didefinisikan sebagai identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi organisasi dengan memaksimalkan kekuatan dan peluang sekaligus meminimalkan kelemahan dan ancaman. ([Lihat sumber Disini - repository-penerbitlitnus.co.id])

  2. Sumber StatPearls / NIH, SWOT adalah alat yang digunakan sebagai strategi bisnis untuk menilai bagaimana sebuah organisasi membandingkan posisinya terhadap kompetitor berdasarkan empat faktor kunci: strengths, weaknesses, opportunities, dan threats. ([Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov])

  3. Artikel ilmiah Universitas Telkom, Analisis SWOT merupakan teknik analisis yang dilakukan secara sistematis untuk membantu manajemen merancang rencana organisasi yang komprehensif dan tepat sasaran, termasuk dalam konteks pengambilan keputusan strategis. ([Lihat sumber Disini - telkomuniversity.ac.id])

  4. Jurnal Unesa (Sodikin, 2021), Analisis SWOT mencerminkan proses identifikasi faktor internal dan eksternal yang saling memengaruhi dalam upaya strategi organisasi, yang kemudian menjadi dasar dalam penetapan strategi konkret. ([Lihat sumber Disini - journal.unesa.ac.id])


Komponen Strengths dan Weaknesses

Komponen Strengths dan Weaknesses dalam analisis SWOT merupakan faktor-faktor internal yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri. Kedua elemen ini mencerminkan karakteristik, kapabilitas, atau kondisi internal yang dapat membantu atau menghambat pencapaian tujuan organisasi.

Kekuatan (Strengths)

Kekuatan adalah semua elemen internal yang memberikan keunggulan strategis dan kompetitif bagi organisasi. Ini bisa berkaitan dengan sumber daya, proses operasional, kemampuan teknologi, reputasi merek, kualitas produk atau layanan, kapabilitas manajerial, inovasi, budaya organisasi, dan loyalitas pelanggan. Kekuatan mencerminkan apa yang dilakukan organisasi dengan baik dibandingkan pesaingnya. ([Lihat sumber Disini - telkomuniversity.ac.id])

Dalam konteks strategi organisasi, kekuatan berfungsi sebagai pilar utama yang mendukung setiap rencana pengembangan dan inovasi. Misalnya, sebuah perusahaan yang memiliki tim R&D (research and development) kuat akan lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan pasar, menciptakan produk baru, serta menetapkan standar kualitas yang tinggi. Demikian pula, organisasi dengan sistem distribusi yang efisien dapat memastikan produk tersedia tepat waktu kepada konsumen, meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengurangi biaya operasional. Analisis kekuatan harus dilakukan secara objektif dan mempertimbangkan data serta indikator kinerja yang relevan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])

Kelemahan (Weaknesses)

Kelemahan mencakup aspek internal yang menghambat atau merugikan organisasi dalam mencapai hasil optimal. Ini dapat berupa kekurangan sumber daya, keterampilan atau kompetensi yang tidak memadai, kinerja manajerial yang buruk, kurangnya inovasi, sistem informasi yang usang, struktur biaya tinggi, atau hambatan budaya organisasi. Kelemahan adalah faktor yang harus diperbaiki agar organisasi dapat meningkatkan efektivitas dan daya saingnya. ([Lihat sumber Disini - telkomuniversity.ac.id])

Organisasi yang mampu mengenali kelemahannya secara terbuka dapat merancang strategi perbaikan yang realistis. Misalnya, jika suatu unit mengalami tingginya tingkat kesalahan produksi karena SOP yang tidak jelas, maka strategi yang tepat dapat berupa pembenahan proses, pelatihan karyawan, atau penggunaan teknologi yang lebih mumpuni. Identifikasi kelemahan yang tepat memungkinkan organisasi merespons ancaman eksternal dengan lebih baik karena internal telah lebih kuat. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])


Komponen Opportunities dan Threats

Komponen Opportunities dan Threats adalah faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi organisasi tetapi berada di luar kendali langsung internal. Elemen eksternal ini dapat berasal dari perkembangan ekonomi, sosial, politik, teknologikal, maupun persaingan pasar.

Peluang (Opportunities)

Peluang merupakan kondisi atau tren eksternal yang jika dimanfaatkan dapat membawa keuntungan strategis bagi organisasi. Peluang bisa muncul dari perubahan pasar, perkembangan teknologi, kebijakan pemerintah yang mendukung, pertumbuhan demografis yang menguntungkan, serta kemitraan strategis. ([Lihat sumber Disini - asana.com])

Misalnya, pertumbuhan segmen pasar digital dapat menjadi peluang bagi brand yang mampu mengadopsi pemasaran digital secara cepat. Demikian pula, adanya dukungan regulasi terhadap inovasi teknologi dapat menjadi peluang bagi perusahaan teknologi untuk memperluas penetrasi pasar. Oleh karena itu, organisasi perlu memiliki sistem pemantauan lingkungan eksternal yang efektif agar peluang dapat diidentifikasi sejak dini sehingga siap dimanfaatkan untuk pembentukan strategi lanjutan. ([Lihat sumber Disini - asana.com])

Ancaman (Threats)

Ancaman adalah faktor eksternal yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi apabila tidak diatasi. Ancaman bisa berupa persaingan yang semakin ketat, perubahan preferensi konsumen, perubahan regulasi yang berdampak negatif, risiko ekonomi makro, hingga krisis global seperti pandemi atau resesi. ([Lihat sumber Disini - asana.com])

Ancaman dapat bersifat cepat berubah dan tidak mudah diprediksi, sehingga organisasi harus membangun sistem deteksi dini terhadap risiko eksternal. Contohnya, munculnya pesaing baru di pasar dengan inovasi produk yang lebih efisien dapat mengancam pangsa pasar organisasi lama jika organisasi tersebut tidak mampu beradaptasi. Mengantisipasi ancaman dengan strategi mitigasi yang terencana merupakan bagian integral dari perencanaan strategis berbasis SWOT. ([Lihat sumber Disini - bschool.pepperdine.edu])


Analisis SWOT dalam Perumusan Strategi

Analisis SWOT tidak hanya berfungsi sebagai alat pengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal, tetapi juga sebagai dasar dalam merumuskan strategi yang efektif untuk organisasi. Dari hasil identifikasi keempat komponen SWOT, strategi yang dihasilkan biasanya berorientasi pada kombinasi antara faktor internal dan eksternal. Misalnya:

  • Strategi SO (Strength-Opportunity): memanfaatkan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal.

  • Strategi WO (Weakness-Opportunity): memperbaiki kelemahan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal.

  • Strategi ST (Strength-Threat): mengoptimalkan kekuatan untuk menghadapi ancaman eksternal.

  • Strategi WT (Weakness-Threat): strategi defensif yang meminimalkan kelemahan sekaligus menghindari ancaman eksternal. ([Lihat sumber Disini - journal.arimbi.or.id])

Pendekatan ini membantu organisasi dalam menyusun rencana yang lebih terarah, tidak hanya sekadar mengenali kondisi saat ini tetapi juga meramalkan bagaimana masa depan yang dihadapi. Strategi yang dirumuskan melalui matriks SWOT lebih fleksibel karena mempertimbangkan hubungan antar faktor internal dan eksternal, sehingga hasilnya lebih komprehensif dalam merespons dinamika lingkungan bisnis. ([Lihat sumber Disini - journal.arimbi.or.id])


SWOT dan Keunggulan Kompetitif

Analisis SWOT merupakan alat yang penting untuk merumuskan keunggulan kompetitif organisasi. Keunggulan kompetitif adalah kondisi di mana organisasi dapat mempertahankan posisi unggul di pasar melalui kemampuan unik yang sulit ditiru oleh pesaing. Analisis SWOT membantu organisasi mengenali elemen internal yang dapat menjadi sumber keunggulan, seperti teknologi unggulan, budaya inovasi, sumber daya manusia berkompeten, atau kekuatan merek. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])

Dengan pemahaman SWOT yang mendalam, strategi yang dirancang dapat lebih berfokus pada pembangunan kapabilitas internal yang kuat dan penciptaan nilai melalui pemanfaatan peluang eksternal. Organisasi yang mampu mengeksploitasi opportunitas lingkungan sambil mempertahankan strength uniknya akan lebih unggul dalam kompetisi pasar. Selain itu, strategi ini harus bersifat dinamis karena ancaman pasar dan tantangan eksternal dapat berubah seiring waktu. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])


Kelebihan dan Keterbatasan Analisis SWOT

Kelebihan Analisis SWOT

  1. Sederhana dan Mudah Dipahami: SWOT menawarkan kerangka yang jelas dan relatif mudah diterapkan oleh berbagai level manajerial. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

  2. Komprehensif: SWOT mencakup faktor internal dan eksternal sekaligus, sehingga memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi organisasi. ([Lihat sumber Disini - asana.com])

  3. Mendukung Pengambilan Keputusan Strategis: Hasil analisis dapat langsung dikaitkan dengan rumusan strategi dan prioritas aksi. ([Lihat sumber Disini - journal.arimbi.or.id])

  4. Fleksibel: Dapat diaplikasikan pada berbagai konteks, baik organisasi besar, UMKM, pendidikan, atau proyek individu. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Keterbatasan Analisis SWOT

  1. Subyektif: Identifikasi faktor SWOT bisa dipengaruhi oleh persepsi individu atau tim analis, sehingga membutuhkan ketelitian dan data faktual. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  2. Tidak Memberikan Solusi Spesifik: Analisis SWOT menunjukkan kondisi yang ada tetapi tidak menawarkan solusi terperinci tanpa interpretasi lebih lanjut. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  3. Mudah Statis: Tanpa pembaruan secara berkala, SWOT dapat menjadi usang karena perubahan lingkungan eksternal yang cepat. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Kesimpulan

Analisis SWOT adalah pendekatan yang sangat berguna dalam perencanaan strategis untuk memahami kondisi internal dan eksternal organisasi serta merumuskan strategi yang efektif. Dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman secara sistematis, organisasi dapat membuat keputusan strategis yang lebih terinformasi serta memaksimalkan kapasitas internal sekaligus merespon tantangan eksternal. Meskipun memiliki keterbatasan seperti potensi subyektivitas dan kecenderungan menjadi analisis yang statis, SWOT tetap menjadi alat fundamental dalam manajemen strategis karena kesederhanaannya dan kemampuannya menawarkan wawasan menyeluruh. Kombinasi dari faktor SWOT kemudian dapat dijadikan dasar dalam menetapkan strategi yang realistis untuk mencapai keunggulan kompetitif dan tujuan organisasi dalam jangka panjang.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman suatu organisasi atau bisnis sebagai dasar dalam merumuskan strategi yang tepat dan berkelanjutan.

Analisis SWOT penting karena membantu organisasi memahami kondisi internal dan eksternal secara menyeluruh, sehingga keputusan strategis dapat diambil secara lebih objektif, terarah, dan berbasis pada potensi serta risiko yang nyata.

Komponen utama dalam analisis SWOT terdiri dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan) sebagai faktor internal, serta Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) sebagai faktor eksternal organisasi.

Analisis SWOT digunakan dengan mengombinasikan faktor internal dan eksternal untuk menghasilkan strategi SO, WO, ST, dan WT, yang berfungsi sebagai panduan dalam memaksimalkan keunggulan serta meminimalkan risiko organisasi.

Kelebihan analisis SWOT terletak pada kesederhanaan, fleksibilitas, dan kemampuannya memberikan gambaran menyeluruh. Namun, keterbatasannya meliputi potensi subjektivitas, sifat analisis yang statis, serta kebutuhan interpretasi lanjutan untuk menghasilkan strategi yang lebih spesifik.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Strategi: Pengertian, Jenis, dan Penerapannya dalam Berbagai Bidang Strategi: Pengertian, Jenis, dan Penerapannya dalam Berbagai Bidang Budaya Organisasi: Konsep, Elemen, dan Dampaknya Budaya Organisasi: Konsep, Elemen, dan Dampaknya Komitmen Organisasi: Perspektif Psikologi Kerja Komitmen Organisasi: Perspektif Psikologi Kerja Pengambilan Keputusan Bisnis: Konsep, Analisis Keputusan, dan Strategi Pengambilan Keputusan Bisnis: Konsep, Analisis Keputusan, dan Strategi Komunikasi Organisasi: Konsep, Alur Komunikasi, dan Efektivitas Komunikasi Organisasi: Konsep, Alur Komunikasi, dan Efektivitas Konsep Psikologi Positif Konsep Psikologi Positif Inovasi Organisasi: Konsep, Budaya Inovasi, dan Daya Saing Inovasi Organisasi: Konsep, Budaya Inovasi, dan Daya Saing Sistem Informasi Organisasi Mahasiswa Sistem Informasi Organisasi Mahasiswa Keterikatan Organisasional: Konsep, Loyalitas Karyawan, dan Kinerja Keterikatan Organisasional: Konsep, Loyalitas Karyawan, dan Kinerja Kepuasan Stakeholder: Konsep, Hubungan Pemangku Kepentingan, dan Keberhasilan Kepuasan Stakeholder: Konsep, Hubungan Pemangku Kepentingan, dan Keberhasilan Turnover Intention: Konsep, Faktor Penyebab, dan Dampak Organisasi Turnover Intention: Konsep, Faktor Penyebab, dan Dampak Organisasi Komitmen Organisasional: Konsep, Dimensi Komitmen, dan Loyalitas Komitmen Organisasional: Konsep, Dimensi Komitmen, dan Loyalitas Manajemen Perubahan: Konsep, Adaptasi Organisasi, dan Resistensi Manajemen Perubahan: Konsep, Adaptasi Organisasi, dan Resistensi SPK Seleksi Calon Ketua Organisasi SPK Seleksi Calon Ketua Organisasi Organizational Learning: Konsep, Pembelajaran Organisasi, dan Inovasi Organizational Learning: Konsep, Pembelajaran Organisasi, dan Inovasi Strategi Pemasaran: Konsep, Perencanaan Strategi, dan Keunggulan Bersaing Strategi Pemasaran: Konsep, Perencanaan Strategi, dan Keunggulan Bersaing Manajemen Pengetahuan: Konsep, Pengelolaan Informasi, dan Keunggulan Manajemen Pengetahuan: Konsep, Pengelolaan Informasi, dan Keunggulan Manajemen Karier: Konsep, Perencanaan Karier, dan Pengembangan Individu Manajemen Karier: Konsep, Perencanaan Karier, dan Pengembangan Individu Manajemen Kualitas Total (TQM): Konsep, Perbaikan Berkelanjutan, dan Mutu Manajemen Kualitas Total (TQM): Konsep, Perbaikan Berkelanjutan, dan Mutu Employee Engagement: Konsep, Keterikatan Kerja, dan Kinerja Employee Engagement: Konsep, Keterikatan Kerja, dan Kinerja
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…