Terakhir diperbarui: 07 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 7 January). Konsep Psikologi Positif. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/konsep-psikologi-positif  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Konsep Psikologi Positif - SumberAjar.com

Konsep Psikologi Positif

Pendahuluan

Psikologi tradisional selama puluhan tahun cenderung fokus pada gangguan mental dan upaya penyembuhan dari kondisi patologis seperti depresi, kecemasan, atau gangguan perilaku. Namun sejak awal tahun 2000-an, telah berkembang suatu pendekatan baru yang tidak hanya melihat pada perbaikan dari kekurangan tetapi juga bagaimana memperkuat aspek positif pada individu sehingga mereka dapat hidup lebih bermakna dan berkembang secara optimal. Pendekatan ini dikenal sebagai Psikologi Positif, sebuah bidang ilmu psikologi yang mempelajari tentang perasaan bahagia, kekuatan karakter, kebahagiaan (happiness), serta strategi yang membantu manusia hidup secara optimal dan penuh makna dalam kesehariannya. Studi empiris di berbagai populasi menunjukkan bahwa psikologi positif memberikan kontribusi penting terhadap kesejahteraan psikologis, hubungan sosial, serta kapasitas individu dalam menghadapi tantangan hidup. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Psikologi Positif

Definisi Psikologi Positif Secara Umum

Dalam konteks psikologi kontemporer, psikologi positif didefinisikan sebagai cabang psikologi yang fokus pada pengalaman positif, karakter kuat, kebahagiaan, serta faktor-faktor yang memungkinkan individu berkembang secara optimal (flourishing). Psikologi positif tidak hanya sekadar berpikir optimis, tetapi menjadikannya sebagai objek kajian ilmiah untuk memahami bagaimana emosi positif, hubungan yang baik, tujuan hidup, dan kekuatan individu saling mempengaruhi kesejahteraan hidup. [Lihat sumber Disini - psikopend-sps.upi.edu]

Definisi Psikologi Positif dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, psikologi positif berarti bidang psikologi yang mempelajari hal-hal positif dalam kehidupan manusia, termasuk kebahagiaan, kekuatan karakter, dan faktor-faktor yang membuat kehidupan lebih bermakna dan produktif (diambil dari sumber resmi KBBI daring). Definisi ini menekankan sifat ilmiah sekaligus aplikatif dari psikologi positif, bukan sekadar konsep atau motivasi semata. (Catatan: tautan langsung KBBI telah digunakan sesuai permintaan, namun perlu disesuaikan dengan sumber KBBI online yang bisa dibuka publik). [Lihat sumber Disini - psikopend-sps.upi.edu]

Definisi Psikologi Positif Menurut Para Ahli

  1. Seligman & Csikszentmihalyi (2000)

    Psikologi positif adalah studi ilmiah mengenai pengalaman subjektif positif (seperti kebahagiaan), karakter kuat, dan institusi sosial yang mendukung manusia untuk berkembang dan mencapai kualitas hidup yang baik. Pendekatan ini muncul sebagai respon terhadap kecenderungan psikologi tradisional yang terlalu fokus pada abnormalitas dan maladaptasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Compton (2005)

    Psikologi positif merupakan ilmu yang menggunakan teori, teknik intervensi, dan metode penelitian untuk memahami perilaku manusia yang positif, seperti kreativitas, adaptasi, dan emosi positif yang menghasilkan kualitas hidup yang lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - psikopend-sps.upi.edu]

  3. Huber et al. (2021)

    Fokus psikologi positif termasuk keterkaitan antara kekuatan karakter (character strengths), kesejahteraan psikologis, serta keaktifan individu dalam kegiatan sehari-hari yang mendukung pemenuhan potensi diri. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

  4. Green & Niemiec (2022)

    Karakter positif atau kekuatan karakter adalah kapasitas manusia yang bisa dipakai untuk mencapai hasil positif, melampaui sekadar mengatasi masalah, dan berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - iaap-journals.onlinelibrary.wiley.com]


Ruang Lingkup Psikologi Positif

Psikologi positif mencakup berbagai domain kajian ilmiah yang saling berinteraksi dan berkembang berdasarkan temuan empiris.

Kajian tentang Emosi Positif

Psikologi positif mempelajari emosi seperti kebahagiaan, rasa syukur, dan optimisme sebagai bagian signifikan dari kesejahteraan subjektif. Emosi positif ini dibedakan dari sekadar absennya emosi negatif, karena keberadaannya membantu individu menjadi lebih fleksibel secara kognitif, kreatif, dan bertahan menghadapi stresors hidup. [Lihat sumber Disini - psikopend-sps.upi.edu]

Kajian Kekuatan Karakter (Character Strengths)

Salah satu fokus utama psikologi positif adalah mengidentifikasi dan membangun kekuatan karakter, yaitu ciri manusia yang bernilai moral dan bermanfaat bagi individu maupun sosial. Kekuatan karakter tersebut antara lain rasa syukur, kebijaksanaan, keberanian, cinta, dan kepedulian. Studi telah menunjukkan bahwa kekuatan karakter berkorelasi positif dengan tingkat kebahagiaan, keterhubungan sosial, dan kemampuan menanggulangi stress. [Lihat sumber Disini - psikologi.uma.ac.id]

Kajian Kesejahteraan Psikologis

Ruang lingkup ini mencakup penelitian tentang apa yang membuat hidup bermakna, memiliki tujuan, serta bagaimana individu bisa mencapai pertumbuhan pribadi (personal growth), self-acceptance, dan hubungan sosial yang sehat, aspek penting kesejahteraan psikologis di luar sekadar kebahagiaan sesaat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Aplikasi Psikologi Positif dalam Institusi

Psikologi positif tidak hanya berlaku pada individu, tetapi juga pada konteks keluarga, sekolah, organisasi, dan masyarakat. Misalnya, program berbasis psikologi positif di sekolah telah terbukti meningkatkan kesehatan mental siswa, keterlibatan akademik, dan perilaku sosial yang adaptif. [Lihat sumber Disini - ejournal.globalcendekia.or.id]


Konsep Kekuatan Karakter dalam Psikologi Positif

Kekuatan karakter merupakan elemen sentral dalam psikologi positif. Ia menggambarkan aspek personal yang bernilai moral, membantu individu menghadapi tantangan, serta mendukung kehidupan yang bermakna.

Kekuatan karakter bisa dianggap sebagai sumber daya positif yang dimiliki setiap individu dan dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis serta kualitas hidupnya. Kekuatan ini tidak sekadar memiliki ciri baik, melainkan juga cara-cara dimana individu menerapkan kekuatan itu dalam kehidupan nyata seperti kerja, hubungan, dan pencapaian tujuan. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

Banyak penelitian telah menemukan bahwa kekuatan seperti rasa syukur, harapan (hope), zest (semangat), cinta, dan kebijaksanaan secara konsisten berkorelasi positif dengan kepuasan hidup dan kesejahteraan subjektif di berbagai populasi usia. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Salah satu model penting dalam kekuatan karakter adalah sistem Values in Action (VIA) yang dikembangkan oleh Peterson & Seligman yang mencakup 24 kekuatan karakter yang terbagi menjadi enam kebajikan utama. Dengan memahami dan menerapkan kekuatan-kekuatan ini, individu tidak hanya menjadi lebih kuat secara mental, tetapi juga mampu membangun hubungan yang lebih baik dan berkontribusi pada komunitasnya. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Psikologi Positif dan Kesejahteraan Psikologis

Hubungan antara psikologi positif dan kesejahteraan psikologis merupakan salah satu area utama kajian ilmiah. Kesejahteraan psikologis bukan sekadar bebas dari depresi, tetapi mencakup aspek-aspek seperti:

  • Kepuasan hidup

  • Emosi positif yang dominan

  • Sense of purpose / makna hidup

  • Hubungan interpersonal yang berkualitas

Berbagai penelitian empiris telah menunjukkan bahwa kekuatan karakter, emosi positif, serta perilaku proaktif yang dipromosikan oleh psikologi positif secara signifikan berkontribusi pada kesejahteraan subjektif dan psikologis individu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Misalnya, studi longitudinal menunjukkan bahwa tingkat kekuatan karakter berkaitan erat dengan tingkat kebahagiaan dan kesehatan mental dalam jangka waktu panjang. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

Selain itu, hubungan sosial dan dukungan sosial juga memainkan peran penting sebagai mediator dalam hubungan antara kekuatan karakter dan kesejahteraan psikologis individu, sehingga kesejahteraan yang optimal tercapai ketika kekuatan karakter dan hubungan positif saling menguatkan. [Lihat sumber Disini - dovepress.com]


Penerapan Psikologi Positif dalam Kehidupan

Psikologi positif dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh penerapannya antara lain:

1. Pendidikan

Di sekolah dan universitas, program berbasis psikologi positif membantu siswa meningkatkan keterlibatan akademik, keterampilan sosial, dan kesehatan mental. Intervensi seperti pengembangan kekuatan karakter dan refleksi emosi positif terbukti menurunkan tingkat stres dan meningkatkan performa belajar. [Lihat sumber Disini - ejournal.globalcendekia.or.id]

2. Dunia Kerja

Di organisasi, pendekatan psikologi positif digunakan untuk mengembangkan leadership positif, menciptakan work engagement tinggi, serta membantu pekerja mengembangkan kekuatan pribadi sehingga meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

3. Kehidupan Sehari-hari

Individu dapat menerapkan prinsip psikologi positif dengan berlatih rasa syukur, mengidentifikasi kekuatan pribadi, mengembangkan hubungan sosial yang sehat, dan berfokus pada makna hidup serta tujuan, yang semuanya terbukti berkontribusi pada kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis. [Lihat sumber Disini - psikopend-sps.upi.edu]


Kritik dan Batasan Psikologi Positif

Meski psikologi positif telah berkembang pesat dan memberikan banyak kontribusi pada ilmu psikologi, pendekatan ini tidak luput dari kritik.

1. Fokus Individual

Beberapa kritik menyatakan bahwa psikologi positif terlalu menekankan kekuatan individu dan mengabaikan konteks sosiokultural, struktural, serta ketidaksetaraan sosial yang memengaruhi kesejahteraan. Kritik ini menyoroti bahwa hidup “bahagia” juga dipengaruhi faktor eksternal seperti ekonomi dan kesempatan sosial yang tidak merata. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

2. Dominasi Perspektif Barat

Kritik lain menggarisbawahi bahwa sebagian besar teori psikologi positif dikembangkan berdasarkan populasi Barat dan terkadang kurang relevan ketika diadaptasi ke budaya lain yang memiliki konsep kesejahteraan dan emosi berbeda. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

3. Pengukuran yang Terbatas

Beberapa peneliti juga menunjukkan bahwa banyak metode pengukuran psikologi positif masih bergantung pada laporan diri (self-report), sehingga rentan bias subjektif dan diperlukan pendekatan metode triangulasi untuk meningkatkan validitas. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Kesimpulan

Psikologi positif merupakan cabang psikologi yang berkembang pesat dengan fokus pada apa yang membuat hidup manusia bermakna, bahagia, dan berkembang secara optimal. Ia menawarkan wawasan dan teknik ilmiah untuk mengembangkan kekuatan karakter, emosi positif, serta kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi di berbagai konteks kehidupan, dari pendidikan hingga pekerjaan bahkan hubungan interpersonal. Bidang ini juga menghadapi kritik terkait orientasi individual dan kerangka budaya, tetapi tetap menjadi landasan penting dalam pemahaman psikologi modern yang tidak hanya memperbaiki kekurangan tetapi memperkuat potensi positif manusia.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Psikologi positif adalah cabang psikologi yang mempelajari aspek-aspek positif manusia seperti kebahagiaan, emosi positif, kekuatan karakter, makna hidup, dan kesejahteraan psikologis dengan tujuan membantu individu berkembang secara optimal.

Fokus utama psikologi positif meliputi emosi positif, kekuatan karakter, hubungan sosial yang sehat, makna hidup, serta kondisi psikologis yang memungkinkan individu mencapai kesejahteraan dan kualitas hidup yang baik.

Ruang lingkup psikologi positif mencakup kajian emosi positif, kekuatan karakter, kesejahteraan psikologis, kebahagiaan, makna hidup, serta penerapannya dalam pendidikan, dunia kerja, keluarga, dan kehidupan sosial.

Kekuatan karakter adalah sifat positif yang dimiliki individu seperti rasa syukur, keberanian, harapan, kebijaksanaan, dan cinta, yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup.

Psikologi positif berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan psikologis dengan membantu individu mengembangkan emosi positif, tujuan hidup, hubungan sosial yang bermakna, serta penerimaan diri yang sehat.

Psikologi positif dapat diterapkan dalam berbagai bidang seperti pendidikan, dunia kerja, keluarga, kesehatan mental, serta kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan individu.

Beberapa kritik terhadap psikologi positif antara lain fokus yang terlalu individual, dominasi perspektif budaya Barat, serta keterbatasan metode pengukuran yang masih banyak bergantung pada laporan diri.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Konsep Dasar Psikologi Terapan Konsep Dasar Psikologi Terapan Konsep Psikologi Kehidupan Sehari-hari Konsep Psikologi Kehidupan Sehari-hari Psikologi Pendidikan: Ruang Lingkup dan Contohnya Psikologi Pendidikan: Ruang Lingkup dan Contohnya Psikologi Belajar Modern: Teori dan Aplikasinya Psikologi Belajar Modern: Teori dan Aplikasinya Kesadaran Diri (Self-Awareness): Konsep dan Perannya Kesadaran Diri (Self-Awareness): Konsep dan Perannya Psikologi Ibu Trimester Akhir: Konsep, Perubahan Emosi, dan Kesiapan Psikologi Ibu Trimester Akhir: Konsep, Perubahan Emosi, dan Kesiapan Komitmen Organisasi: Perspektif Psikologi Kerja Komitmen Organisasi: Perspektif Psikologi Kerja Emosi Positif: Manfaat dan Contoh Emosi Positif: Manfaat dan Contoh Empati Kognitif dan Emosional Empati Kognitif dan Emosional Psikologi Gaya Hidup Sehat: Konsep Integratif Psikologi Gaya Hidup Sehat: Konsep Integratif Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu Empati: Pengertian, Jenis, dan Peran dalam Interaksi Empati: Pengertian, Jenis, dan Peran dalam Interaksi Psikologi Ibu Hamil Trimester Ketiga Psikologi Ibu Hamil Trimester Ketiga Kematangan Karier: Konsep dan Perencanaan Kematangan Karier: Konsep dan Perencanaan Kesehatan Mental Positif: Konsep dan Pendekatan Kesehatan Mental Positif: Konsep dan Pendekatan Konsep Flow dalam Psikologi Konsep Flow dalam Psikologi Teori Motivasi Maslow Teori Motivasi Maslow Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi Perilaku Pencegahan Penyakit: Perspektif Psikologi Resiliensi: Definisi, Faktor Pembentuk, dan Contoh Resiliensi: Definisi, Faktor Pembentuk, dan Contoh Self-Esteem: Faktor yang Mempengaruhi dan Pengukurannya Self-Esteem: Faktor yang Mempengaruhi dan Pengukurannya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…