
Faktor Pemilihan Suplemen oleh Remaja
Pendahuluan
Remaja saat ini hidup di era di mana pilihan gaya hidup sehat tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan fisik, tetapi juga oleh tren, media sosial, dan tekanan teman sebaya. Salah satu fenomena yang semakin populer adalah konsumsi suplemen kesehatan di kalangan remaja, mulai dari vitamin, mineral sampai produk lain yang diklaim dapat meningkatkan performa atau penampilan tubuh. Tren ini menarik perhatian bukan hanya karena jumlah pengguna yang terus meningkat, tetapi juga karena faktor-faktor sosial dan psikologis yang mendorong mereka memilih suplemen tertentu, sering kali tanpa konsultasi profesional kesehatan. Penggunaan suplemen yang tidak tepat dapat berimplikasi pada kesehatan, termasuk risiko overkonsumsi atau interaksi dengan kondisi kesehatan lainnya, sehingga penting untuk memahami apa saja yang mempengaruhi pemilihan suplemen oleh remaja dalam konteks sosial mereka saat ini.
Definisi Faktor Pemilihan Suplemen oleh Remaja
Definisi Faktor Pemilihan Suplemen oleh Remaja Secara Umum
Faktor pemilihan suplemen oleh remaja merujuk pada berbagai variabel internal dan eksternal yang mempengaruhi bagaimana dan mengapa remaja memilih jenis atau merek suplemen tertentu. Ini mencakup alasan pribadi seperti motivasi kesehatan, citra tubuh, persepsi manfaat, serta pengaruh lingkungan seperti teman sebaya atau media sosial yang memberi sinyal tentang tren dan kepercayaan kesehatan. Dalam konteks ini, “faktor pemilihan” tidak hanya berarti preferensi produk, tetapi juga keputusan yang dibentuk oleh pengetahuan, rasa ingin tahu, norma sosial, serta tekanan atau dukungan dari lingkungan sekitar.
Definisi Suplemen dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), suplemen kesehatan biasanya diartikan sebagai produk tambahan yang dimaksudkan untuk melengkapi zat gizi yang kurang terpenuhi dari makanan sehari-hari, termasuk vitamin, mineral, atau nutrisi lain yang diberikan dalam bentuk kapsul, tablet, atau cairan. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi, suplemen sering dipakai untuk mendukung fungsi kesehatan tertentu.
Definisi Suplemen Menurut Para Ahli
-
Barretto et al. (2023) menyatakan bahwa suplemen adalah produk yang digunakan secara oral untuk melengkapi diet individu yang sehat, sering terdiri dari vitamin, mineral, atau zat lain yang ditujukan untuk meningkatkan status nutrisi tubuh. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Lotti et al. (2025) mendeskripsikan suplemen sebagai sumber nutrisi atau substansi lain yang digunakan untuk melengkapi diet umum, dan melihat tren penggunaannya terutama pada remaja sebagai bagian dari gaya hidup sehat. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
-
National Academies Press menyebut dalam konteks klinis bahwa suplemen bisa berupa vitamin, mineral, herbal, atau zat lain yang berfungsi untuk meningkatkan total asupan diet di luar makanan konvensional. [Lihat sumber Disini - nationalacademies.org]
-
Definisi Regulasi DSHEA (AS) menyatakan suplemen adalah produk yang mengandung minimal satu bahan nutrisi termasuk vitamin, mineral, atau bahan lain yang dimaksudkan untuk meningkatkan asupan makanan standar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Pengaruh Tren dan Teman Sebaya
Remaja sangat dipengaruhi oleh norma sosial dan tren lingkungan mereka. Teman sebaya menjadi salah satu rujukan utama dalam pengambilan keputusan, termasuk apa yang dianggap “keren”, “sehat”, atau “tepat” untuk dilakukan.
Penelitian menunjukkan bahwa pengaruh teman sebaya memiliki hubungan yang signifikan dengan keputusan konsumsi suplemen. Adanya teman yang menggunakan suplemen tertentu dapat meningkatkan peluang remaja lain untuk mengadopsi perilaku yang sama, karena mereka ingin merasa diterima atau sejalan dengan kelompok sosialnya. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]
Teman sebaya juga berperan dalam pembentukan preferensi melalui diskusi, rekomendasi langsung, atau hanya sekadar menampilkan konsumsi produk di lingkungan sosial. Rasa ingin “terlihat baik” di depan teman bisa membuat remaja memilih suplemen yang sedang tren, bahkan tanpa memahami risiko atau manfaatnya secara ilmiah.
Persepsi Remaja terhadap Manfaat Suplemen
Persepsi remaja terhadap manfaat suplemen sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. Banyak yang percaya bahwa suplemen akan secara instan meningkatkan kesehatan, daya tahan tubuh, atau performa fisik, padahal pengetahuan tentang suplemen belum tentu memadai.
Dalam beberapa studi, remaja yang memiliki eksternal referensi atau target penampilan tertentu cenderung mempercayai klaim manfaat tanpa verifikasi ilmiah. Hal ini diperkuat oleh kekurangan pemahaman mengenai kebutuhan nutrisi, sehingga motivasi penggunaannya kadang berdasarkan asumsi atau pengalaman teman, bukan bukti medis. [Lihat sumber Disini - ukinstitute.org]
Peran Media Sosial dalam Pembentukan Preferensi
Media sosial memainkan peran besar dalam membentuk preferensi remaja terhadap suplemen. Influencer dan konten kesehatan di platform seperti TikTok atau Instagram sering kali mempromosikan suplemen, baik secara implisit maupun eksplisit.
Penelitian modern menunjukkan bahwa konten dari influencer kesehatan di media sosial menjadi sumber informasi penting bagi remaja, meskipun pembuat konten ini sering kali tidak memiliki keahlian medis resmi. Informasi yang dikonsumsi remaja lewat berbagai feed dan algoritma platform ini dapat membentuk pandangan mereka tentang manfaat produk tertentu, termasuk suplemen, tanpa landasan ilmiah yang kuat. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Peningkatan paparan terhadap promosi dan iklan di media sosial juga memberikan persepsi bahwa menggunakan suplemen adalah bagian dari gaya hidup sehat atau tren kecantikan, yang memperkuat preferensi konsumsi.
Faktor Kesehatan dan Kebugaran sebagai Motivator
Selain aspek sosial, motivasi kesehatan dan kebugaran juga menjadi pendorong signifikan dalam memilih suplemen. Banyak remaja yang mengaitkan suplemen dengan upaya meningkatkan imunitas, mendukung aktivitas fisik, atau mempercepat pemulihan setelah olahraga.
Penelitian dan survei menunjukkan bahwa remaja yang memiliki perhatian terhadap kesehatan tubuh cenderung mempertimbangkan suplemen sebagai bagian dari strategi gaya hidup sehat mereka, terutama bila informasi itu datang dari sumber yang dipercaya atau dianggap ahli.
Namun, karena banyak remaja belum memiliki pengetahuan nutrisi yang matang, keputusan ini sering kali tidak berdasarkan konsultasi profesional medis, yang dapat berisiko jika suplemen dikonsumsi secara berlebihan atau tidak sesuai kebutuhan tubuh.
Risiko Penggunaan Suplemen Tanpa Konsultasi
Salah satu masalah utama dalam pemilihan suplemen oleh remaja adalah kurangnya konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sebelum penggunaan. Suplemen yang dikonsumsi tanpa pemahaman lengkap mengenai dosis, kemungkinan interaksi obat, atau efek samping dapat menyebabkan dampak kesehatan yang tidak diinginkan.
Selain itu, banyak klaim manfaat yang tersebar secara online yang tidak didukung oleh penelitian valid, sehingga remaja bisa salah informasi dan membuat keputusan yang kurang tepat atau bahkan berbahaya.
Kesimpulan
Pemilihan suplemen oleh remaja dipengaruhi oleh kombinasi faktor sosial, psikologis, dan informasi yang mereka terima. Teman sebaya dan media sosial berperan kuat dalam membentuk preferensi dan persepsi tentang manfaat suplemen, sering kali tanpa dasar ilmiah yang kuat. Motif kesehatan dan kebugaran juga mendorong remaja mencoba berbagai produk suplemen, tetapi sering kali keputusan dilakukan tanpa konsultasi profesional yang tepat.
Secara keseluruhan, fenomena ini menggambarkan pentingnya pendidikan nutrisi dan literasi kesehatan yang lebih baik di kalangan remaja, agar mereka bisa membuat keputusan yang aman, bertanggung jawab, dan berdasarkan bukti ilmiah dalam memilih suplemen, bukan semata mengikuti tren atau rekomendasi sosial semata.