Terakhir diperbarui: 31 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 31 January). Kapasitas Sambungan: Konsep, Ketahanan Sambungan, dan Mode Kegagalan. SumberAjar. Retrieved 31 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kapasitas-sambungan-konsep-ketahanan-sambungan-dan-mode-kegagalan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kapasitas Sambungan: Konsep, Ketahanan Sambungan, dan Mode Kegagalan - SumberAjar.com

Kapasitas Sambungan: Konsep, Ketahanan Sambungan, dan Mode Kegagalan

Pendahuluan

Kapasitas sambungan pada struktur adalah aspek fundamental dalam rekayasa sipil dan teknik bangunan karena menentukan sejauh mana sambungan antarelemen dapat menahan beban yang bekerja tanpa mengalami kegagalan yang signifikan. Sambungan adalah titik di mana dua atau lebih elemen struktural dihubungkan, seperti antara balok dan kolom, atau pelat dan profil baja yang bertugas menyalurkan gaya internal dari satu elemen ke elemen lain sebelum akhirnya diteruskan ke pondasi dan tanah. Jika sambungan tidak dirancang dengan benar, sambungan tersebut justru dapat menjadi titik lemah utama dalam sistem struktur secara keseluruhan. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif tentang konsep kapasitas sambungan, faktor-faktor yang mempengaruhinya, ketahanan terhadap beban, hingga mode kegagalan yang mungkin terjadi sangat penting bagi perencanaan struktur yang aman dan andal. Dalam konteks penelitian dan praktis engineering, banyak studi telah dilakukan untuk menganalisis perilaku sambungan, kapasitas pembawaan bebannya, serta mekanisme kegagalannya pada berbagai jenis sambungan seperti sambungan baut, sambungan momen, dan sambungan geser. Hasil-hasil penelitian ini menjadi dasar untuk pengembangan pedoman desain dan standar teknis yang digunakan di lapangan. ([Lihat sumber Disini - journal.unilak.ac.id])


Definisi Kapasitas Sambungan: Konsep, Ketahanan Sambungan, dan Mode Kegagalan

Definisi Kapasitas Sambungan Secara Umum

Kapasitas sambungan pada struktur umumnya merujuk pada kemampuan sambungan untuk menahan gaya atau momen yang bekerja padanya hingga mencapai batas tertentu tanpa mengalami kerusakan yang berbahaya, seperti sobeknya pengencang, lentur yang berlebihan, atau deformasi permanen. Secara praktis, kapasitas sambungan dikaitkan dengan kemampuan sambungan dalam membawa beban geser, tarik, dan momen yang ditransfer antar komponen struktur sehingga sambungan tersebut tetap stabil dan efektif dalam mempertahankan integritas struktur. Kapasitas ini dipengaruhi oleh karakteristik geometri sambungan, mutu material, metode pengencangan (misalnya baut atau las), serta jenis beban yang bekerja. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

Definisi Kapasitas Sambungan dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah kapasitas didefinisikan sebagai kemampuan atau daya tampung suatu sistem atau elemen dalam menahan atau membawa sesuatu. Sedangkan sambungan diartikan sebagai gabungan atau hubungan di antara dua bagian atau lebih. Secara kontekstual dalam teknik sipil, kapasitas sambungan dapat diartikan sebagai kemampuan hubungan antar komponen struktur untuk menahan gaya dan momen yang bekerja pada titik sambungan tersebut selama pemakaian tanpa mengalami kegagalan. (Definisi KBBI berdasarkan pengertian umum dalam istilah teknik dan kamus bahasa Indonesia).

Definisi Kapasitas Sambungan Menurut Para Ahli

Beberapa ahli telah menjelaskan konsep kapasitas sambungan dalam konteks teknik struktur. Berikut ini adalah beberapa pengertian menurut para ahli yang relevan:

  1. Menurut Dewobroto dalam studi sambungan struktur baja, sambungan adalah elemen yang berfungsi mengalihkan gaya-momen internal dari satu komponen struktur ke komponen lain sehingga pembebanan dapat diteruskan ke pondasi dengan aman. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  2. Dalam kajian Johanides et al., kapasitas sambungan didefinisikan sebagai nilai beban maksimum yang dapat ditahan oleh sambungan hingga kondisi batas tanpa mengalami kerusakan permanen, diukur melalui uji beban statis dan numerik. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

  3. Menurut studi Nurrensyah, kapasitas sambungan ditentukan oleh ukuran pengencang dan kekuatannya, ketebalan material, serta sifat mekanik lain yang saling berinteraksi dalam penyaluran beban pada sambungan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.itenas.ac.id])

  4. Selain itu, kapasitas sambungan juga dikaji dalam konteks rigiditas dan daktilitas sambungan semirigid di mana kapasitas disini mencakup kemampuan sambungan untuk menahan perubahan bentuk sambil mentransfer gaya internal. ([Lihat sumber Disini - wepub.org])


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kapasitas Sambungan

Banyak faktor yang mempengaruhi kapasitas sambungan dalam struktur, mengingat sambungan bekerja sebagai titik penghubung yang harus tahan terhadap berbagai kondisi beban dan geometri.

Pertama, karakteristik material penyusun sambungan sangat menentukan kapasitasnya. Material dengan kekuatan tarik dan geser yang lebih tinggi umumnya akan meningkatkan kapasitas sambungan, sementara material yang lebih rapuh atau kurang kuat akan menurunkan kapasitas tersebut. Selain itu, mutu pengencang seperti baut mutu tinggi atau pengelasan yang tepat akan sangat menentukan seberapa efektif gaya dapat ditransfer. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Kedua, ukuran dan jenis pengencang yang digunakan dalam sambungan, seperti diameter baut atau jumlah pengencang, mempengaruhi kapasitas geser dan tarik sambungan serta distribusi tegangan pada sambungan. Sambungan dengan pengencang yang lebih banyak dan geometri yang disesuaikan biasanya memiliki kapasitas yang lebih besar, terutama dalam menahan beban geser. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

Ketiga, geometri sambungan seperti tebal pelat sambungan, jarak antar pengencang, serta bentuk dan konfigurasi sambungan juga memainkan peran besar dalam menentukan kapasitas sambungan. Sambungan dengan geometri yang dioptimalkan dapat menyalurkan gaya secara lebih merata dan mencegah konsentrasi tegangan yang berlebihan yang dapat memicu kegagalan lebih cepat. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

Keempat, kondisi pembebanan yang bekerja pada sambungan seperti beban tarik, geser, momen, dan kombinasi beban tersebut dapat mempengaruhi kapasitas sambungan secara signifikan. Sambungan yang dirancang hanya untuk beban geser mungkin tidak memberikan kapasitas yang sama ketika beban momen ikut bekerja, sehingga rancangan harus mempertimbangkan kondisi beban aktual dalam penggunaan struktur. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Ketahanan Sambungan terhadap Beban

Ketahanan sambungan terhadap beban adalah manifestasi dari kapasitas sambungan ketika diberikan gaya yang bekerja pada sambungan tersebut sampai kondisi tertentu. Ketahanan sambungan tidak hanya mencakup kemampuan untuk menahan beban seperti geser dan tarik, tetapi juga mempertahankan fungsi struktur tanpa mengalami deformasi berlebihan yang akan mengurangi kinerja keseluruhan sistem struktur.

Dalam sambungan baut, misalnya, uji tahanan lateral yang dilakukan pada sambungan kayu dengan pelat baja menunjukkan bahwa sambungan mampu memberikan tahanan lateral tertentu sesuai dengan ukuran baut, arah serat material, serta teori desain Eurocode 5 yang digunakan sebagai dasar rekayasa. Hasil pengujian tersebut menunjukkan adanya hubungan antara nilai tahanan lateral aktual dengan perhitungan manual EYM (European Yield Model) yang digunakan dalam desain sambungan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id])

Ketahanan sambungan juga dipengaruhi oleh faktor disiplin teknik seperti dimensi papan sambungan, kondisi permukaan kontak, serta perlakuan desain untuk menghindari konsentrasi tegangan yang dapat memicu kerusakan akibat beban siklik atau beban gempa. Ketahanan sambungan yang besar menunjukkan bahwa sambungan mampu menahan gaya ekstrem tanpa mengalami mode kegagalan yang berbahaya.


Mode Kegagalan pada Sambungan Struktur

Mode kegagalan pada sambungan struktur merujuk pada cara sambungan tersebut kehilangan kemampuan untuk menahan beban secara efektif. Kegagalan ini dapat terjadi melalui berbagai mekanisme tergantung pada jenis sambungan, material, dan kondisi pembebanan.

Salah satu mode kegagalan yang sering terjadi pada sambungan baut adalah sobeknya baut, slip pengencang, atau tekuk pelat pada area sambungan. Studi pada sambungan flush end-plate misalnya mencatat bahwa mode kegagalan yang umum termasuk tekuk pelat, sobek baut, atau slip baut dari pelat setelah beban momen dan geser tertentu diterapkan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Selain itu, mode kegagalan sambungan geser pada sambungan kayu dengan baut juga dipengaruhi oleh sifat material kayu dan pelat penghubung baja. Mode kegagalan ini sering kali berupa perilaku plastis setelah beban mencapai tingkat tertentu dan bisa bervariasi antara mode j j, k, l, m pada persamaan tahanan lateral untuk sambungan tertentu menurut Eurocode 5. ([Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id])

Secara umum, kegagalan sambungan dapat dikategorikan menjadi beberapa tipe seperti:

  1. Kegagalan geser pengencang, di mana baut atau sekrup mengalami geser akibat gaya lateral yang tinggi.

  2. Kegagalan tarik, di mana pengencang atau material sambungan tewas sobek di bawah beban tarik.

  3. Slip permukaan sambungan, terutama pada sambungan slip-critical, di mana permukaan sambungan bergerak satu terhadap yang lain jika gaya geser melebihi gesekan yang tersedia. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Kegagalan plastis atau deformasi berlebihan di area sambungan, yang mengakibatkan deformasi permanen dan kerusakan fungsi sambungan.


Kapasitas Sambungan dalam Perencanaan Struktur

Dalam perencanaan struktur, kapasitas sambungan menjadi bagian integral dari desain elemen struktural secara keseluruhan. Perencanaan harus mempertimbangkan tidak hanya kekuatan elemen seperti balok dan kolom, tetapi juga bagaimana sambungan tersebut dapat mentransfer gaya dari satu elemen ke elemen lainnya tanpa menjadi titik lemah yang menyebabkan kegagalan struktur. Kapasitas sambungan yang direncanakan dengan tepat akan memastikan bahwa struktur bekerja secara homogen, menyalurkan gaya eksternal seperti berat sendiri, beban layanan, beban angin, atau gempa dengan aman.

Kode desain seperti AISC, Eurocode 5, dan pedoman lain yang berlaku memberikan metode perhitungan kapasitas dan detail sambungan yang harus dipenuhi untuk memastikan sambungan mampu memenuhi tuntutan desain struktur. Pemeriksaan ini dilakukan melalui analisis numerik atau uji eksperimen untuk memastikan desain sambungan sesuai dengan kapasitas yang diperlukan untuk kondisi bebannya. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])


Kapasitas Sambungan dan Keamanan Struktur

Kapasitas sambungan sangat erat kaitannya dengan keamanan struktur secara keseluruhan. Sambungan yang memiliki kapasitas cukup akan membantu struktur untuk mencapai integritas struktural yang diperlukan supaya tidak terjadi kegagalan tidak terduga selama masa layanan. Sistem structure integrity sendiri adalah konsep yang memastikan struktur dapat menahan beban yang dirancang tanpa runtuh atau mengalami kerusakan besar. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Perencanaan struktur yang baik mengintegrasikan kapasitas sambungan dan faktor keamanan desain sehingga struktur dapat tetap stabil meskipun terdapat variasi beban atau kondisi ekstrem. Konsep faktor keamanan digunakan untuk memberikan margin tambahan di atas kapasitas sambungan yang dihitung agar struktur tidak gagal secara tiba-tiba akibat variasi beban atau ketidakpastian material. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Kesimpulan

Secara keseluruhan, kapasitas sambungan merupakan aspek krusial dalam rekayasa struktur yang menentukan kemampuan sambungan untuk menahan dan mentransfer gaya internal antar elemen struktur tanpa mengalami kegagalan signifikan. Kapasitas ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti material, pengencang, geometri sambungan, serta kondisi pembebanan. Ketahanan sambungan terhadap beban adalah parameter penting dalam memastikan sambungan mampu dipakai dalam jangka panjang, sementara memahami mode kegagalan sambungan membantu perencana struktur untuk merencanakan sambungan yang aman dan tahan terhadap berbagai skenario beban. Dalam perencanaan struktur, kapasitas sambungan harus diperhitungkan dengan metode yang tepat, standar desain, dan margin keamanan untuk memastikan integritas struktural dan keselamatan pengguna.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapasitas sambungan struktur adalah kemampuan suatu sambungan dalam menahan dan menyalurkan beban berupa gaya geser, tarik, dan momen dari satu elemen struktur ke elemen lainnya tanpa mengalami kegagalan atau deformasi berlebihan.

Kapasitas sambungan penting karena sambungan merupakan titik kritis dalam struktur. Sambungan yang tidak memiliki kapasitas memadai dapat menjadi penyebab utama kegagalan struktur meskipun elemen utama seperti balok dan kolom dirancang dengan baik.

Kapasitas sambungan dipengaruhi oleh mutu material, jenis dan jumlah pengencang, geometri sambungan, metode penyambungan, serta jenis dan kombinasi beban yang bekerja pada sambungan.

Ketahanan sambungan terhadap beban adalah kemampuan sambungan untuk mempertahankan fungsi strukturalnya ketika menerima beban kerja, termasuk beban statis dan dinamis, tanpa mengalami kerusakan signifikan.

Mode kegagalan sambungan struktur meliputi kegagalan geser pengencang, kegagalan tarik, slip pada permukaan sambungan, serta deformasi plastis berlebihan yang menyebabkan penurunan kapasitas dan fungsi sambungan.

Kapasitas sambungan berhubungan langsung dengan keamanan struktur karena sambungan yang kuat dan andal memastikan beban dapat disalurkan dengan aman, mengurangi risiko keruntuhan lokal maupun runtuh total bangunan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sambungan Baja: Konsep, Tipe Sambungan, dan Transfer Gaya Sambungan Baja: Konsep, Tipe Sambungan, dan Transfer Gaya Sistem Informasi Ketahanan Pangan Daerah Sistem Informasi Ketahanan Pangan Daerah Ketahanan Komunitas: Konsep dan Solidaritas Sosial Ketahanan Komunitas: Konsep dan Solidaritas Sosial Ketahanan Sosial: Konsep dan Daya Adaptasi Komunitas Ketahanan Sosial: Konsep dan Daya Adaptasi Komunitas Ketahanan Sistem Kesehatan: Konsep, Kapasitas Adaptif, dan Kesiapsiagaan Ketahanan Sistem Kesehatan: Konsep, Kapasitas Adaptif, dan Kesiapsiagaan Ketahanan Mental: Konsep dan Faktor Pendukung Ketahanan Mental: Konsep dan Faktor Pendukung Konsep Ketahanan Mental Akademik Konsep Ketahanan Mental Akademik Perilaku Struktur Baja: Konsep, Sifat Material, dan Kestabilan Elemen Perilaku Struktur Baja: Konsep, Sifat Material, dan Kestabilan Elemen Ketahanan Bisnis: Konsep, Resiliensi Organisasi, dan Pemulihan Ketahanan Bisnis: Konsep, Resiliensi Organisasi, dan Pemulihan Kapasitas Lentur Balok: Konsep, Momen Ultimit, dan Rasio Tulangan Kapasitas Lentur Balok: Konsep, Momen Ultimit, dan Rasio Tulangan Kapasitas Geser Balok: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Tahanan Geser Kapasitas Geser Balok: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Tahanan Geser Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Faktor Keamanan Struktur: Konsep, Filosofi Desain, dan Margin Keselamatan Faktor Keamanan Struktur: Konsep, Filosofi Desain, dan Margin Keselamatan Daktilitas Struktur: Konsep, Deformasi Pasca-Elastis, dan Ketahanan Gempa Daktilitas Struktur: Konsep, Deformasi Pasca-Elastis, dan Ketahanan Gempa Perilaku Struktur Beton Bertulang: Konsep, Mekanisme Kerja, dan Kapasitas Perilaku Struktur Beton Bertulang: Konsep, Mekanisme Kerja, dan Kapasitas Fear of Failure: Konsep dan Dampak Psikologis Fear of Failure: Konsep dan Dampak Psikologis Fixed Mindset: Ciri dan Dampaknya Fixed Mindset: Ciri dan Dampaknya Kapasitas Kolom: Konsep, Interaksi Gaya, dan Stabilitas Elemen Kapasitas Kolom: Konsep, Interaksi Gaya, dan Stabilitas Elemen Konfigurasi Tulangan: Konsep, Penempatan Tulangan, dan Efektivitas Struktur Konfigurasi Tulangan: Konsep, Penempatan Tulangan, dan Efektivitas Struktur Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…