Terakhir diperbarui: 06 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 6 January). Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kesiapan-kerja-psikologis-konsep-dan-faktor 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor - SumberAjar.com

Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor

Pendahuluan

Kesiapan kerja psikologis merupakan aspek penting yang menentukan kemampuan individu dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern yang semakin kompleks. Di masa kini, lulusan perguruan tinggi dan tenaga kerja pemula tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kesiapan mental, emosional, dan motivasional yang kuat agar bisa beradaptasi serta efektif dalam lingkungan profesional. Fenomena tingginya angka pengangguran lulusan baru menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan yang dimiliki oleh pencari kerja dan ekspektasi pasar kerja yang terus berubah. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang kesiapan kerja psikologis membantu individu serta lembaga pendidikan atau organisasi dalam merancang intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan employability, atau kemampuan menghasilkan performa kerja yang baik dari sisi psikologis maupun sosial.


Definisi Kesiapan Kerja Psikologis

Definisi Kesiapan Kerja Psikologis Secara Umum

Secara umum, kesiapan kerja psikologis dapat dipahami sebagai sejauh mana individu memiliki kesiapan mental, emosional, motivasi, dan kesadaran diri yang memungkinkan mereka tidak hanya mendapatkan pekerjaan tetapi juga mampu beradaptasi, bertahan, dan berkembang dalam peran profesional yang mereka jalani. Komponen psikologis ini mencakup sikap positif terhadap pekerjaan, keyakinan pada kemampuan diri untuk berkontribusi, serta kesiapan untuk menangani tantangan pekerjaan yang dinamis. Individu yang siap secara psikologis menunjukkan fleksibilitas, ketahanan terhadap stres, serta kemampuan mengatur diri ketika menghadapi tuntutan kerja. Ini berkaitan erat dengan modal psikologis yang tinggi seperti self-efficacy, optimisme, dan ketahanan mental yang terbukti berhubungan positif dengan kesiapan kerja seseorang. [Lihat sumber Disini - ejournal.sthd-jateng.ac.id]

Definisi Kesiapan Kerja Psikologis dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kesiapan didefinisikan sebagai keadaan yang siap atau bersedia untuk melakukan sesuatu. Secara terminologi, kesiapan kerja menandakan keadaan atau kondisi seseorang yang telah memenuhi persyaratan dalam hal pengetahuan, sikap, keterampilan, serta kesiapan mental untuk melaksanakan tugas pekerjaan yang akan dihadapinya. Walaupun KBBI tidak secara eksplisit membedakan kesiapan kerja psikologis, konsep kesiapan tersebut mencakup unsur mental dan emosional yang mendasari tindakan individu untuk berhasil memasuki dan bertahan dalam dunia kerja. Secara implisit, kesiapan kerja dalam KBBI mencakup kesiapan psikologis sebagai bagian dari keseluruhan kesiapan bekerja.

Definisi Kesiapan Kerja Psikologis Menurut Para Ahli

  1. Caballero, Walker & Fuller-Tyszkiewicz (2011) mendefinisikan kesiapan kerja sebagai tingkat sejauh mana lulusan memiliki sikap dan atribut yang mempersiapkan mereka untuk sukses dalam lingkungan kerja. Sikap ini mencakup pemahaman terhadap peran profesional, kesiapan untuk belajar, serta kemampuan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara efektif dalam konteks pekerjaan sesungguhnya. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  2. Azky & Mulyana (2024) menjelaskan bahwa kesiapan kerja berkaitan erat dengan modal psikologis individu; semakin tinggi modal psikologis seseorang, semakin besar kesiapan kerja yang dimilikinya. Modal psikologis di sini mencakup kemampuan mental seperti keyakinan diri, harapan, dan ketahanan dalam menghadapi situasi kerja yang penuh tantangan. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  3. Mutohharoh (2023) menjelaskan kesiapan kerja sebagai sejauh mana lulusan dipandang memiliki sikap, motivasi, dan atribut personal yang mendukung kesuksesan kerja, termasuk kemampuan mengidentifikasi masalah serta menerapkan strategi untuk penyelesaian tugas di lingkungan kerja. [Lihat sumber Disini - eprints.umg.ac.id]

  4. Sela (2022) menekankan bahwa kesiapan kerja mencakup atribut pribadi seperti etos kerja, keterampilan interpersonal, dan motivasi yang dibutuhkan tidak hanya untuk mendapatkan pekerjaan tetapi juga mempertahankan posisi tersebut secara produktif. [Lihat sumber Disini - repository.urecol.org]


Komponen Kesiapan Kerja Psikologis

Kesiapan kerja psikologis tidak hanya satu aspek tunggal, tetapi merupakan gabungan beberapa komponen psikologis yang saling berkaitan. Berdasarkan kajian literatur psikologi dan kesiapan kerja, beberapa komponen utama berikut sering muncul:

1. Self-Efficacy (Efikasi Diri Psikologis)

Self-efficacy merujuk pada keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk berhasil menyelesaikan tugas atau tantangan pekerjaan. Self-efficacy yang kuat membantu individu menghadapi tugas yang kompleks, mengambil inisiatif, dan bertahan dalam situasi yang menantang. Penelitian menunjukkan hubungan positif yang kuat antara self-efficacy dan kesiapan kerja, di mana individu dengan efikasi diri yang tinggi cenderung lebih siap untuk menghadapi tuntutan pekerjaan karena percaya pada kapasitasnya sendiri dalam menghadapi tantangan profesional. [Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id]

2. Motivasi dan Orientasi Tujuan

Motivasi kerja mencakup faktor internal yang mendorong individu untuk mencapai tujuan profesional dan menunjukkan tekad untuk berhasil dalam pekerjaannya. Individu yang memiliki motivasi tinggi lebih mampu berkomitmen terhadap tugas dan tanggung jawab pekerjaan, serta terus mencari peluang untuk berkembang dalam kariernya. Ini juga berkaitan dengan tujuan karier yang dirancang secara sadar untuk mencapai tujuan jangka panjang dalam pekerjaan. [Lihat sumber Disini - j-innovative.org]

3. Ketahanan Mental (Resilience)

Ketahanan mental adalah kemampuan untuk bangkit kembali dari kegagalan atau tantangan tanpa kehilangan kepercayaan diri dan semangat kerja. Individu yang resilient mampu mengelola tekanan kerja, adaptif terhadap perubahan, dan tetap fokus pada penyelesaian tugas meskipun ada hambatan. Resilience sering dimasukkan sebagai bagian dari skor kesiapan kerja dalam beberapa pengukuran. [Lihat sumber Disini - repository.urecol.org]

4. Fleksibilitas dan Kemampuan Adaptasi

Komponen ini mencakup kemampuan individu untuk menyesuaikan pola pikir dan perilaku terhadap tuntutan lingkungan kerja yang berubah-ubah. Individu yang siap secara psikologis dapat mengelola ketidakpastian, berinovasi, dan menerima pembelajaran berkelanjutan sebagai bagian dari perkembangan karier mereka. [Lihat sumber Disini - repository.urecol.org]

5. Kesadaran Sosial dan Keterampilan Interpersonal

Kesiapan kerja psikologis juga melibatkan kemampuan untuk berinteraksi efektif dengan orang lain dalam lingkungan kerja. Individu yang mampu memahami emosi, perspektif, dan kebutuhan orang lain cenderung lebih siap berkolaborasi dan membangun hubungan kerja yang positif, yang penting dalam tim atau organisasi. [Lihat sumber Disini - repository.urecol.org]


Faktor Psikologis Pembentuk Kesiapan Kerja

Berbagai faktor psikologis mempengaruhi perkembangan kesiapan kerja seseorang. Berikut beberapa faktor utama yang telah diidentifikasi melalui penelitian psikologi dan manajemen karier:

1. Modal Psikologis (Psychological Capital)

Modal psikologis terdiri dari kombinasi sumber daya psikologis positif seperti efikasi diri, optimisme, harapan, dan ketahanan (resilience). Individu dengan modal psikologis yang tinggi menunjukkan kesiapan kerja yang lebih besar karena mereka memiliki keyakinan diri, fokus pada tujuan, tetap bersemangat meskipun menghadapi hambatan, serta mampu bangkit dari kegagalan. Penelitian empiris menunjukkan hubungan kuat antara modal psikologis dan kesiapan kerja pada mahasiswa dan lulusan yang menjalani magang. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

2. Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional mencakup kemampuan mengenali, memahami, dan mengatur emosi sendiri serta emosi orang lain. Tingkat kecerdasan emosional yang tinggi memungkinkan individu mengelola stres kerja, membangun hubungan yang efektif dengan rekan kerja, dan membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam situasi sosial dan profesional. [Lihat sumber Disini - vm36.upi.edu]

3. Perencanaan Karir dan Orientasi Tujuan

Individu yang memiliki perencanaan karir yang jelas cenderung memiliki kesiapan kerja yang lebih tinggi karena mereka tahu apa yang ingin dicapai dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapainya. Perencanaan karir memberikan arah dan struktur psikologis yang membantu individu memfokuskan usaha mereka dalam pengembangan kompetensi yang tepat. [Lihat sumber Disini - j-innovative.org]

4. Pengalaman Praktik Kerja dan Magang

Pengalaman langsung di lingkungan kerja seperti magang atau praktik kerja lapangan membantu individu menerapkan pengetahuan akademis dalam konteks nyata, yang meningkatkan rasa percaya diri dan kesiapan mental menghadapi tantangan profesional. [Lihat sumber Disini - etd.repository.ugm.ac.id]

5. Dukungan Sosial dan Lingkungan

Meskipun faktor ini tidak sepenuhnya psikologis, dukungan sosial dari keluarga, teman, atau mentor dapat memberikan dorongan emosional dan psikologis yang penting dalam mempersiapkan individu menghadapi dunia kerja. Dukungan ini memperkuat rasa percaya diri dan membantu pengembangan keterampilan emosional serta sosial yang diperlukan di tempat kerja. [Lihat sumber Disini - j-innovative.org]


Kesiapan Kerja Psikologis dan Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri adalah bagian fundamental dari kesiapan kerja psikologis. Kepercayaan diri yang kuat mendorong individu untuk mengambil inisiatif, bertindak tegas dalam pengambilan keputusan, serta mempertahankan motivasi dalam situasi kerja yang menantang. Hubungan antara kepercayaan diri dan kesiapan kerja telah didukung oleh penelitian yang menunjukkan korelasi positif antara self-efficacy atau career self-efficacy dengan kesiapan kerja mahasiswa dan lulusan. Individu dengan tingkat self-efficacy tinggi cenderung memiliki nilai kesiapan kerja yang lebih besar karena mereka merasa mampu melakukan tugas pekerjaan secara efektif dan adaptif. [Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id]

Kepercayaan diri juga berdampak pada cara individu memandang umpan balik kerja serta cara mereka menanggapi kegagalan. Individu yang memiliki kepercayaan diri tinggi lebih mampu memanfaatkan umpan balik sebagai peluang belajar, bukan sebagai ancaman terhadap kompetensi pribadi. Ini menunjukkan bahwa kesiapan kerja psikologis bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang pola pikir positif dalam menghadapi tantangan profesional.


Kesiapan Kerja Psikologis dan Adaptasi Kerja

Adaptasi kerja adalah kemampuan individu untuk berintegrasi dalam budaya organisasi, menyesuaikan diri dengan ritme kerja, serta memahami peran dan tanggung jawab yang diberikan kepada mereka. Kesiapan kerja psikologis sangat berkaitan dengan kemampuan adaptasi ini. Individu yang siap secara psikologis memiliki fleksibilitas mental untuk menghadapi perubahan struktur organisasi, tuntutan pekerjaan baru, serta dinamika interpersonal di tempat kerja.

Adaptasi kerja juga mencakup kemampuan untuk belajar secara terus-menerus dan menerima perubahan lingkungan kerja sebagai bagian dari perkembangan karier mereka. Fenomena ini semakin penting di era kerja modern yang ditandai oleh perubahan teknologi, hybrid work, dan multitasking profesional yang tinggi. Individu yang mampu beradaptasi secara psikologis memiliki peluang lebih besar untuk berhasil dalam lingkungan kerja yang dinamis karena mereka dapat menavigasi kompleksitas tugas dan hubungan pekerjaan dengan efektif.


Kesiapan Kerja Psikologis dalam Dunia Kerja

Dalam konteks dunia kerja nyata, kesiapan kerja psikologis memainkan peran penting tidak hanya saat mencari pekerjaan tetapi juga dalam mempertahankan dan mengembangkan karier. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Relevansi Kesiapan Psikologis dengan Kinerja Kerja

    Kesiapan psikologis berkontribusi pada performa kerja individu sejak tahap awal karier. Individu yang memiliki kesiapan psikologis tinggi cenderung menunjukkan performa kerja yang lebih stabil karena mereka mampu memanfaatkan keterampilan interpersonal, ketahanan terhadap tekanan kerja, serta rasa tanggung jawab dalam tugas sehari-hari.

  2. Dampak terhadap Kepuasan Kerja dan Retensi

    Kesiapan kerja psikologis juga mempengaruhi tingkat kepuasan kerja dan retensi karyawan. Karyawan yang siap secara psikologis lebih mampu menerima tantangan, menyesuaikan harapan terhadap pekerjaan, serta membangun hubungan kerja yang lebih baik, sehingga mereka lebih mungkin merasa puas dan bertahan dalam peran mereka dalam jangka panjang.

  3. Peran Lembaga Pendidikan dan Organisasi

    Untuk meningkatkan kesiapan kerja psikologis tenaga kerja baru, lembaga pendidikan dan organisasi perlu menyediakan program pelatihan yang tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan modal psikologis seperti program mentoring, pelatihan resiliency, pengembangan efikasi diri, dan pengalaman magang yang terstruktur. Pendekatan ini membantu individu untuk siap menghadapi kompleksitas lingkungan kerja yang terus berubah.


Kesimpulan

Kesiapan kerja psikologis merupakan konstruksi multidimensional yang mencakup kesiapan mental, emosional, motivasional, serta keterampilan sosial yang memungkinkan individu tidak hanya mendapatkan pekerjaan tetapi juga berkembang dalam peran profesional yang dijalani. Dengan semakin kompetitifnya dunia kerja, kesiapan psikologis menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan karena berkaitan erat dengan performa kerja, adaptasi terhadap perubahan, dan kemampuan bertahan dalam situasi kerja yang dinamis. Komponen utama kesiapan psikologis meliputi self-efficacy, motivasi, ketahanan mental, fleksibilitas, serta keterampilan interpersonal. Faktor-faktor seperti modal psikologis, pengalaman praktik, dan dukungan sosial berkontribusi secara signifikan terhadap pembentukan kesiapan ini. Oleh karena itu, strategi pengembangan kesiapan kerja harus mencakup pendekatan pembelajaran holistik yang menggabungkan aspek teknis dan psikologis agar individu dapat bersaing secara efektif di pasar kerja global.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kesiapan kerja psikologis adalah kondisi mental, emosional, dan motivasional individu yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi tuntutan, tantangan, serta dinamika dunia kerja secara efektif. Kesiapan ini mencakup kepercayaan diri, ketahanan mental, motivasi, dan kemampuan adaptasi.

Kesiapan kerja psikologis penting karena berpengaruh langsung terhadap kemampuan individu beradaptasi, mengelola stres kerja, bekerja sama dengan orang lain, serta mempertahankan performa dan kepuasan kerja dalam jangka panjang.

Komponen utama kesiapan kerja psikologis meliputi self-efficacy atau keyakinan diri, motivasi kerja, ketahanan mental (resilience), fleksibilitas dan kemampuan adaptasi, serta keterampilan interpersonal dan kesadaran sosial.

Faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja psikologis antara lain modal psikologis, kecerdasan emosional, perencanaan karier, pengalaman kerja atau magang, serta dukungan sosial dari lingkungan keluarga dan pendidikan.

Kesiapan kerja psikologis dapat ditingkatkan melalui pengembangan kepercayaan diri, pelatihan pengelolaan emosi, pengalaman kerja nyata seperti magang, perencanaan karier yang jelas, serta pembiasaan menghadapi tantangan secara positif dan reflektif.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kesiapan Belajar Mahasiswa: Konsep dan Indikator Kesiapan Belajar Pasien: Indikator dan Penilaian Keperawatan Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implementasi Psychological Readiness: Konsep dan Implikasi Kesiapan Menyusui: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keberhasilan Laktasi Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Kesiapan Perubahan Perilaku: Konsep, Tahapan Perubahan, dan Implikasinya Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga: Konsep, Indikator, dan Peran Hubungan Kesiapan Mental Ibu dengan Keberhasilan IMD Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan: Konsep, Adaptasi, dan Respons Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Pasien Kesiapan Peningkatan Kesehatan: Definisi dan Implementasi Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Kesiapan Fasilitas Kesehatan Kesiapan Belajar Pasien: Pengertian dan Indikator Kesiapan Keluarga Menyambut Bayi: Konsep, Dukungan Sosial, dan Adaptasi
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna