Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kepatuhan-konsumsi-tablet-tambah-darah  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah - SumberAjar.com

Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah

Pendahuluan

Masalah anemia, terutama akibat defisiensi zat besi, masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Anemia gizi besi tidak hanya dialami oleh ibu hamil, tetapi juga remaja putri yang tengah memasuki usia reproduktif. Pemerintah Indonesia melalui program pencegahan dan penanggulangan anemia menganjurkan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai salah satu strategi utama untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan mencegah dampak negatif anemia. Namun, efektivitas program ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi TTD sesuai anjuran tenaga kesehatan. Kepatuhan yang rendah berkontribusi pada tingginya angka anemia kronis di kelompok rentan dan berdampak pada kualitas hidup, prestasi sekolah, serta risiko kesehatan di masa depan. [Lihat sumber Disini - mail.jik.stikesalifah.ac.id]


Definisi Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah

Definisi Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Secara Umum

Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah merujuk kepada sejauh mana individu mengikuti resep, anjuran, atau pedoman penggunaan tablet Fe (zat besi) yang diberikan oleh tenaga kesehatan atau program kesehatan masyarakat. Kepatuhan ini mencakup ketepatan waktu, dosis, dan konsistensi konsumsi dalam periode yang dianjurkan. Faktor kepatuhan dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti pengetahuan individu tentang anemia, persepsi terhadap manfaat suplemen, serta dukungan lingkungannya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah “kepatuhan” diartikan sebagai kesetiaan dan ketaatan terhadap peraturan atau anjuran yang berlaku. Jika dikaitkan dengan kesehatan, kepatuhan konsumsi obat atau suplemen termasuk TTD berarti seseorang melaksanakan anjuran tenaga kesehatan secara disiplin dan konsisten sesuai tata cara yang direkomendasikan oleh institusi kesehatan atau pedoman klinis. (Definisi KBBI Online, [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])

Definisi Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Menurut Para Ahli

  1. Menurut Siyami & Achyar (2023), kepatuhan konsumsi tablet tambah darah adalah tingkat keteraturan remaja putri dalam meminum suplemen zat besi/Fe sebagai langkah pencegahan anemia gizi besi. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]

  2. Astuti et al. (2025) menyatakan kepatuhan sebagai kesungguhan ibu hamil dalam mengikuti jadwal dan takaran konsumsi tablet Fe selama periode kehamilan, yang dipengaruhi oleh intervensi edukasi dan dukungan kesehatan. [Lihat sumber Disini - janh.candle.or.id]

  3. Rohma et al. (2025) mendefinisikan kepatuhan sebagai kemauan dan kemampuan seorang ibu hamil untuk mengonsumsi tablet tambah darah setiap hari sesuai rekomendasi antenatal care (ANC). [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

  4. Menurut penelitian di Ponorogo, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah berkorelasi dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terhadap anemia dan pencegahannya, menunjukkan bahwa aspek psikososial turut mencerminkan definisi kepatuhan yang luas. [Lihat sumber Disini - journal.walisongo.ac.id]


Manfaat Tablet Tambah Darah

Konsumsi tablet tambah darah, terutama yang mengandung zat besi (Fe), memberikan sejumlah manfaat kesehatan yang signifikan dalam pencegahan anemia dan peningkatan kualitas hidup, antara lain:

Manfaat ini ditunjang oleh sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa TTD merupakan strategi penting dalam pencegahan anemia baik di kalangan remaja maupun ibu hamil. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]


Tingkat Kepatuhan Konsumsi

Tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi tablet tambah darah bervariasi, dan dalam banyak kasus masih tergolong rendah:

  • Penelitian di MTs Al Huda menunjukan bahwa ** mayoritas remaja putri memiliki tingkat kepatuhan yang rendah**, yaitu sekitar 76, 3% tidak patuh mengonsumsi tablet tambah darah sesuai petunjuk. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespalembang.ac.id]

  • Di beberapa penelitian lain, kendala kepatuhan bahkan hanya 1, 4% dari responden yang benar-benar patuh dalam mengonsumsi TTD sesuai anjuran program pencegahan anemia. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

  • Namun, terdapat pula studi yang menemukan tingkat patuh yang lebih tinggi, dengan 88, 3% responden mengaku patuh dalam konsumsi tablet tambah darah, meskipun ini tidak selalu mencerminkan praktik yang optimal sesuai jadwal yang dianjurkan. [Lihat sumber Disini - jurnal.ustb.ac.id]

Perbedaan tingkat kepatuhan ini mencerminkan kompleksitas perilaku konsumen terhadap suplemen zat besi yang tidak hanya terkait aspek pengetahuan, tetapi juga faktor budaya, akses informasi, dan dukungan lingkungan. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]


Faktor Penyebab Ketidakpatuhan

Beberapa faktor penting yang mempengaruhi rendahnya kepatuhan dalam konsumsi tablet tambah darah antara lain:

Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa ketidakpatuhan bukan sekedar persoalan individu, tetapi juga dipengaruhi oleh konteks sosial dan pelayanan kesehatan di masyarakat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Dampak Kepatuhan terhadap Anemia

Tingkat kepatuhan dalam konsumsi tablet tambah darah memiliki dampak langsung terhadap kejadian anemia di berbagai kelompok populasi:

Dampak tersebut menegaskan bahwa kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah bukan hanya berkaitan dengan konsumsi suplemen semata, tetapi juga berpengaruh pada indeks kesehatan masyarakat secara luas, terutama dalam menurunkan beban anemia di kelompok rentan seperti remaja dan ibu hamil. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]


Upaya Peningkatan Kepatuhan

Untuk meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap konsumsi tablet tambah darah, beberapa strategi intervensi yang terbukti efektif antara lain:

Edukasi dan Konseling Kesehatan

Pemberian edukasi yang komprehensif mengenai manfaat, cara konsumsi yang benar, serta dampak negatif jika tidak patuh terbukti meningkatkan tingkat kepatuhan di berbagai penelitian. Program konseling antenatal care (ANC) yang rutin dapat memperkuat pemahaman ibu hamil dan remaja terhadap pentingnya TTD. [Lihat sumber Disini - janh.candle.or.id]

Media Edukasi dan Pengingat Visual

Penggunaan media edukatif seperti kalender, poster, dan pengingat visual lainnya dapat membantu individu untuk menjadwalkan dan mengingat konsumsi TTD setiap hari. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]

Dukungan Lingkungan Sosial

Peran keluarga, guru sekolah, dan tenaga kesehatan sebagai pendukung sosial sangat penting dalam memotivasi remaja dan ibu hamil untuk menjalankan rutinitas konsumsi TTD yang konsisten. [Lihat sumber Disini - ojs.widyagamahusada.ac.id]

Optimalisasi Layanan Kesehatan

Meningkatkan kompetensi petugas kesehatan dalam memberikan edukasi serta memantau kepatuhan selama kunjungan kesehatan dapat memperbaiki tingkat kepatuhan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]


Kesimpulan

Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah memainkan peran krusial dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia, baik pada remaja putri maupun ibu hamil. Definisi kepatuhan mencakup ketepatan, konsistensi, dan disiplin dalam mengonsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran. Tingkat kepatuhan saat ini masih menghadapi tantangan besar, dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, persepsi terhadap suplemen, efek samping, serta dukungan sosial dan edukasi kesehatan. Bukti ilmiah dari berbagai studi menunjukkan bahwa ketidakpatuhan berkorelasi dengan kejadian anemia yang lebih tinggi, sedangkan intervensi edukasi efektif dapat meningkatkan kepatuhan dan menurunkan prevalensi anemia. Oleh sebab itu, strategi peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah harus diintegrasikan dalam program kesehatan masyarakat secara menyeluruh untuk mencapai hasil yang lebih baik di masa depan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah adalah ketaatan individu dalam mengonsumsi tablet zat besi secara teratur, tepat dosis, dan sesuai waktu yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan untuk mencegah dan mengatasi anemia.

Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah penting karena berperan langsung dalam meningkatkan kadar hemoglobin darah, mencegah anemia, menjaga kesehatan ibu hamil dan remaja putri, serta mengurangi risiko komplikasi kesehatan jangka panjang.

Manfaat utama tablet tambah darah antara lain mencegah anemia defisiensi besi, meningkatkan energi dan daya tahan tubuh, mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja, serta menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan.

Faktor penyebab ketidakpatuhan meliputi kurangnya pengetahuan tentang anemia, efek samping setelah konsumsi tablet, persepsi negatif terhadap tablet tambah darah, rendahnya motivasi, serta kurangnya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan.

Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah berdampak pada penurunan kejadian anemia, peningkatan kadar hemoglobin, serta perbaikan status kesehatan secara umum, khususnya pada remaja putri dan ibu hamil.

Upaya peningkatan kepatuhan meliputi edukasi kesehatan yang berkelanjutan, konseling oleh tenaga kesehatan, penggunaan media pengingat, dukungan keluarga dan lingkungan sosial, serta optimalisasi layanan kesehatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Tingkat Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Tingkat Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Minum Fe Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Minum Fe Perubahan Tekanan Darah: Konsep, Pemantauan, dan Pengukuran Klinis Perubahan Tekanan Darah: Konsep, Pemantauan, dan Pengukuran Klinis Suplemen Penambah Darah: Pengetahuan dan Kepatuhan Suplemen Penambah Darah: Pengetahuan dan Kepatuhan Perubahan Tekanan Darah: Konsep dan Pengukurannya Perubahan Tekanan Darah: Konsep dan Pengukurannya Hubungan Pengetahuan Obat Vitamin dengan Kepatuhan Konsumsi Hubungan Pengetahuan Obat Vitamin dengan Kepatuhan Konsumsi Konsumsi Simbolik: Konsep dan Identitas Sosial Konsumsi Simbolik: Konsep dan Identitas Sosial Suplementasi Zat Besi: Konsep, Kepatuhan, dan Manfaat Suplementasi Zat Besi: Konsep, Kepatuhan, dan Manfaat Pola Konsumsi Buah pada Anak Sekolah Pola Konsumsi Buah pada Anak Sekolah Suplementasi Besi: Kepatuhan dan Efektivitas Suplementasi Besi: Kepatuhan dan Efektivitas Anemia Ibu Hamil: Konsep, Faktor Gizi, dan Pencegahan Anemia Ibu Hamil: Konsep, Faktor Gizi, dan Pencegahan Pola Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Pola Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Kepatuhan Minum Obat: Konsep, Determinan Perilaku, dan Hasil Terapi Kepatuhan Minum Obat: Konsep, Determinan Perilaku, dan Hasil Terapi Kepatuhan Terapi Kolesterol Kepatuhan Terapi Kolesterol Tingkat Kepatuhan Minum Obat Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pola Konsumsi Suplemen Vitamin Harian Pola Konsumsi Suplemen Vitamin Harian Ketidakseimbangan Glukosa Darah: Konsep, Faktor Klinis, dan Risiko Ketidakseimbangan Glukosa Darah: Konsep, Faktor Klinis, dan Risiko Konsumsi Gula: Konsep, Risiko Metabolik, dan Pengendalian Konsumsi Gula: Konsep, Risiko Metabolik, dan Pengendalian Hubungan Diet Tinggi Garam dengan Hipertensi Hubungan Diet Tinggi Garam dengan Hipertensi Kelebihan Gula dan Risiko Diabetes Kelebihan Gula dan Risiko Diabetes
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…