
Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah
Pendahuluan
Masalah anemia, terutama akibat defisiensi zat besi, masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Anemia gizi besi tidak hanya dialami oleh ibu hamil, tetapi juga remaja putri yang tengah memasuki usia reproduktif. Pemerintah Indonesia melalui program pencegahan dan penanggulangan anemia menganjurkan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai salah satu strategi utama untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan mencegah dampak negatif anemia. Namun, efektivitas program ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi TTD sesuai anjuran tenaga kesehatan. Kepatuhan yang rendah berkontribusi pada tingginya angka anemia kronis di kelompok rentan dan berdampak pada kualitas hidup, prestasi sekolah, serta risiko kesehatan di masa depan. [Lihat sumber Disini - mail.jik.stikesalifah.ac.id]
Definisi Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah
Definisi Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Secara Umum
Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah merujuk kepada sejauh mana individu mengikuti resep, anjuran, atau pedoman penggunaan tablet Fe (zat besi) yang diberikan oleh tenaga kesehatan atau program kesehatan masyarakat. Kepatuhan ini mencakup ketepatan waktu, dosis, dan konsistensi konsumsi dalam periode yang dianjurkan. Faktor kepatuhan dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti pengetahuan individu tentang anemia, persepsi terhadap manfaat suplemen, serta dukungan lingkungannya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah “kepatuhan” diartikan sebagai kesetiaan dan ketaatan terhadap peraturan atau anjuran yang berlaku. Jika dikaitkan dengan kesehatan, kepatuhan konsumsi obat atau suplemen termasuk TTD berarti seseorang melaksanakan anjuran tenaga kesehatan secara disiplin dan konsisten sesuai tata cara yang direkomendasikan oleh institusi kesehatan atau pedoman klinis. (Definisi KBBI Online, [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])
Definisi Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Menurut Para Ahli
-
Menurut Siyami & Achyar (2023), kepatuhan konsumsi tablet tambah darah adalah tingkat keteraturan remaja putri dalam meminum suplemen zat besi/Fe sebagai langkah pencegahan anemia gizi besi. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]
-
Astuti et al. (2025) menyatakan kepatuhan sebagai kesungguhan ibu hamil dalam mengikuti jadwal dan takaran konsumsi tablet Fe selama periode kehamilan, yang dipengaruhi oleh intervensi edukasi dan dukungan kesehatan. [Lihat sumber Disini - janh.candle.or.id]
-
Rohma et al. (2025) mendefinisikan kepatuhan sebagai kemauan dan kemampuan seorang ibu hamil untuk mengonsumsi tablet tambah darah setiap hari sesuai rekomendasi antenatal care (ANC). [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
-
Menurut penelitian di Ponorogo, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah berkorelasi dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terhadap anemia dan pencegahannya, menunjukkan bahwa aspek psikososial turut mencerminkan definisi kepatuhan yang luas. [Lihat sumber Disini - journal.walisongo.ac.id]
Manfaat Tablet Tambah Darah
Konsumsi tablet tambah darah, terutama yang mengandung zat besi (Fe), memberikan sejumlah manfaat kesehatan yang signifikan dalam pencegahan anemia dan peningkatan kualitas hidup, antara lain:
-
Menjaga kadar hemoglobin darah agar tetap optimal, yang berperan penting dalam transportasi oksigen ke seluruh jaringan tubuh dan mencegah gejala anemia seperti lemas, pusing, dan kelelahan. [Lihat sumber Disini - midwifery.iocspublisher.org]
-
Mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja putri, terutama karena pada masa ini kebutuhan zat besi meningkat akibat pertumbuhan fisik dan, pada sebagian remaja, perdarahan menstruasi. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]
-
Meningkatkan kesehatan ibu hamil dan janin, karena kecukupan zat besi membantu mencegah anemia selama kehamilan yang berisiko menyebabkan prematuritas dan bayi berat lahir rendah. [Lihat sumber Disini - janh.candle.or.id]
-
Mengurangi risiko anemia kronis dalam jangka panjang, yang jika dibiarkan dapat berakibat buruk pada produktivitas kerja, prestasi akademik, dan kemampuan kognitif. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]
Manfaat ini ditunjang oleh sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa TTD merupakan strategi penting dalam pencegahan anemia baik di kalangan remaja maupun ibu hamil. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]
Tingkat Kepatuhan Konsumsi
Tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi tablet tambah darah bervariasi, dan dalam banyak kasus masih tergolong rendah:
-
Penelitian di MTs Al Huda menunjukan bahwa ** mayoritas remaja putri memiliki tingkat kepatuhan yang rendah**, yaitu sekitar 76, 3% tidak patuh mengonsumsi tablet tambah darah sesuai petunjuk. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespalembang.ac.id]
-
Di beberapa penelitian lain, kendala kepatuhan bahkan hanya 1, 4% dari responden yang benar-benar patuh dalam mengonsumsi TTD sesuai anjuran program pencegahan anemia. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
-
Namun, terdapat pula studi yang menemukan tingkat patuh yang lebih tinggi, dengan 88, 3% responden mengaku patuh dalam konsumsi tablet tambah darah, meskipun ini tidak selalu mencerminkan praktik yang optimal sesuai jadwal yang dianjurkan. [Lihat sumber Disini - jurnal.ustb.ac.id]
Perbedaan tingkat kepatuhan ini mencerminkan kompleksitas perilaku konsumen terhadap suplemen zat besi yang tidak hanya terkait aspek pengetahuan, tetapi juga faktor budaya, akses informasi, dan dukungan lingkungan. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]
Faktor Penyebab Ketidakpatuhan
Beberapa faktor penting yang mempengaruhi rendahnya kepatuhan dalam konsumsi tablet tambah darah antara lain:
-
Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang anemia dan manfaat konsumsi TTD, sehingga individu kurang menyadari pentingnya suplemen tersebut. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]
-
Efek samping fisik seperti mual, gangguan pencernaan atau rasa tidak nyaman setelah minum tablet Fe dapat mengurangi motivasi untuk patuh. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Persepsi negatif terhadap suplemen dan ketakutan terhadap efek samping, termasuk kekhawatiran yang tidak berdasar tentang dampak pada kesehatan tubuh atau janin. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Kurangnya dukungan keluarga, sekolah, atau tenaga kesehatan untuk mendorong konsistensi konsumsi TTD. Dukungan sosial terbukti meningkatkan tingkat patuh. [Lihat sumber Disini - ojs.widyagamahusada.ac.id]
-
Intervensi edukasi yang kurang optimal pada fasilitas layanan kesehatan, sehingga informasi yang diberikan belum cukup kuat untuk memotivasi perubahan perilaku. [Lihat sumber Disini - jurnal.fkmumi.ac.id]
Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa ketidakpatuhan bukan sekedar persoalan individu, tetapi juga dipengaruhi oleh konteks sosial dan pelayanan kesehatan di masyarakat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Dampak Kepatuhan terhadap Anemia
Tingkat kepatuhan dalam konsumsi tablet tambah darah memiliki dampak langsung terhadap kejadian anemia di berbagai kelompok populasi:
-
Banyak penelitian menunjukkan bahwa ketidakpatuhan konsumsi TTD berkorelasi dengan kejadian anemia yang lebih tinggi pada remaja putri. [Lihat sumber Disini - mail.jik.stikesalifah.ac.id]
-
Kepatuhan tinggi pada konsumsi Fe tablet juga berkorelasi negatif dengan kejadian anemia pada ibu hamil, yang berarti semakin patuh, semakin rendah angka anemia yang dialami. [Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id]
-
Hubungan ini juga terlihat dari studi yang membandingkan hemoglobin dan kejadian anemia antara kelompok patuh dan tidak patuh; kelompok yang mematuhi anjuran konsumsi TTD cenderung memiliki kadar hemoglobin lebih tinggi dan lebih sedikit mengalami anemia. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
-
Bahkan intervensi edukasi yang meningkatkan pengetahuan ibu hamil terbukti meningkatkan tingkat kepatuhan dan menurunkan kejadian anemia. [Lihat sumber Disini - janh.candle.or.id]
Dampak tersebut menegaskan bahwa kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah bukan hanya berkaitan dengan konsumsi suplemen semata, tetapi juga berpengaruh pada indeks kesehatan masyarakat secara luas, terutama dalam menurunkan beban anemia di kelompok rentan seperti remaja dan ibu hamil. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]
Upaya Peningkatan Kepatuhan
Untuk meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap konsumsi tablet tambah darah, beberapa strategi intervensi yang terbukti efektif antara lain:
Edukasi dan Konseling Kesehatan
Pemberian edukasi yang komprehensif mengenai manfaat, cara konsumsi yang benar, serta dampak negatif jika tidak patuh terbukti meningkatkan tingkat kepatuhan di berbagai penelitian. Program konseling antenatal care (ANC) yang rutin dapat memperkuat pemahaman ibu hamil dan remaja terhadap pentingnya TTD. [Lihat sumber Disini - janh.candle.or.id]
Media Edukasi dan Pengingat Visual
Penggunaan media edukatif seperti kalender, poster, dan pengingat visual lainnya dapat membantu individu untuk menjadwalkan dan mengingat konsumsi TTD setiap hari. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]
Dukungan Lingkungan Sosial
Peran keluarga, guru sekolah, dan tenaga kesehatan sebagai pendukung sosial sangat penting dalam memotivasi remaja dan ibu hamil untuk menjalankan rutinitas konsumsi TTD yang konsisten. [Lihat sumber Disini - ojs.widyagamahusada.ac.id]
Optimalisasi Layanan Kesehatan
Meningkatkan kompetensi petugas kesehatan dalam memberikan edukasi serta memantau kepatuhan selama kunjungan kesehatan dapat memperbaiki tingkat kepatuhan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
Kesimpulan
Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah memainkan peran krusial dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia, baik pada remaja putri maupun ibu hamil. Definisi kepatuhan mencakup ketepatan, konsistensi, dan disiplin dalam mengonsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran. Tingkat kepatuhan saat ini masih menghadapi tantangan besar, dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, persepsi terhadap suplemen, efek samping, serta dukungan sosial dan edukasi kesehatan. Bukti ilmiah dari berbagai studi menunjukkan bahwa ketidakpatuhan berkorelasi dengan kejadian anemia yang lebih tinggi, sedangkan intervensi edukasi efektif dapat meningkatkan kepatuhan dan menurunkan prevalensi anemia. Oleh sebab itu, strategi peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah harus diintegrasikan dalam program kesehatan masyarakat secara menyeluruh untuk mencapai hasil yang lebih baik di masa depan.