
Perubahan Tekanan Darah: Konsep dan Pengukurannya
Pendahuluan
Tekanan darah adalah salah satu indikator vital dari kesehatan sistem kardiovaskular manusia. Nilainya merefleksikan seberapa kuat darah mendorong dinding pembuluh arteri saat dipompa oleh jantung, serta bagaimana aliran darah itu terdistribusi ke seluruh bagian tubuh. Karena tekanan darah bisa berubah, baik naik maupun turun, maka pemahaman tentang konsep dasar, faktor yang mempengaruhi, cara mengukur dengan tepat, dan bentuk perubahan tekanan darah menjadi sangat penting. Artikel ini membahas definisi tekanan darah, jenis-jenis tekanan darah, faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan, klasifikasi perubahan (hipotensi, hipertensi, labil), teknik dan alat pengukuran, serta contoh kasus perubahan tekanan darah.
Definisi Tekanan Darah
Definisi Tekanan Darah Secara Umum
Tekanan darah (blood pressure) adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah terhadap dinding pembuluh arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Definisi Tekanan Darah dalam KBBI
Menurut KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, tekanan darah dapat didefinisikan sebagai “tekanan di dalam pembuluh darah yang dihasilkan oleh darah saat dipompa jantung.” (Catatan: definisi persis dari KBBI bisa berbeda redaksinya, tapi konsepnya sama: tekanan darah adalah tekanan darah di arteri saat jantung memompa).
Definisi Tekanan Darah Menurut Para Ahli
Beberapa definisi dari literatur/penelitian akademik:
-
Menurut Guyton (2016), tekanan darah adalah “kemampuan yang dihasilkan oleh darah terhadap setiap satuan luas dinding pembuluh” arteri. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]
-
Menurut studi komunitas 2021: “tekanan darah adalah tekanan yang terdapat di dalam pembuluh darah yang terjadi saat jantung memompakan darah ke seluruh tubuh.” [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]
-
Dalam penelitian keperawatan, tekanan darah didefinisikan sebagai tekanan darah yang dihasilkan oleh aliran darah yang dipompa oleh jantung ke dalam pembuluh darah, dan merupakan faktor penting dalam sistem sirkulasi tubuh. [Lihat sumber Disini - journal.alifa.ac.id]
-
Dalam literatur biomedis, tekanan darah dianggap sebagai kekuatan atau tenaga yang digunakan darah untuk melawan dinding pembuluh arteri, diukur dalam satuan milimeter air raksa (mmHg). [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-denpasar.ac.id]
Dengan demikian, meskipun terdapat variasi redaksional, inti definisi dari berbagai sumber tetap konsisten: tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah terhadap dinding arteri akibat pemompaan jantung.
Jenis-Jenis Tekanan Darah (Sistolik & Diastolik)
Pada saat pengukuran tekanan darah, terdapat dua nilai utama yang dicatat:
-
Tekanan Sistolik, tekanan maksimum dalam arteri ketika jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Tekanan Diastolik, tekanan minimum dalam arteri ketika jantung dalam fase relaksasi (istirahat) dan menerima darah kembali sebelum kontraksi berikutnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Tekanan darah biasa dituliskan dalam format “sistolik/diastolik”, misalnya 120/80 mmHg, di mana 120 menunjukkan tekanan sistolik dan 80 tekanan diastolik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Nilai normal tekanan darah dewasa, menurut rekomendasi umum, adalah sekitar 120/80 mmHg. [Lihat sumber Disini - alodokter.com]
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Tekanan Darah
Berbagai faktor dapat mempengaruhi naik-turunnya tekanan darah seseorang. Beberapa faktor tersebut antara lain:
-
Volume darah dan curah jantung, jumlah darah yang dipompa jantung dan volume darah dalam pembuluh akan mempengaruhi tekanan. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
-
Kekakuan atau elastisitas dinding arteri, arteri yang kaku atau kurang elastis cenderung meningkatkan tekanan terhadap dinding vaskular. [Lihat sumber Disini - researchhub.id]
-
Posisi tubuh dan aktivitas fisik / keadaan fisiologis, misalnya posisi duduk vs tidur dapat membuat perbedaan tekanan darah. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
-
Faktor genetik dan lingkungan / gaya hidup, seperti riwayat keluarga, konsumsi garam, pola makan, aktivitas fisik, stres, dan faktor lingkungan lain. [Lihat sumber Disini - cdkjournal.com]
-
Usia, seiring bertambahnya usia, dinding arteri dapat menebal atau kehilangan elastisitas, mempengaruhi tekanan darah. [Lihat sumber Disini - researchhub.id]
-
Kondisi kesehatan tertentu, misalnya penyakit ginjal, gangguan kardiovaskular, atau kondisi medis lain bisa memengaruhi regulasi tekanan darah. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
Karena banyak faktor, tekanan darah bisa berfluktuasi, bukan hanya antara individu, tetapi bahkan dalam satu individu di waktu berbeda tergantung aktivitas, posisi tubuh, dan kondisi fisiologis. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
Jenis Perubahan Tekanan Darah
Perubahan tekanan darah bisa dikategorikan berdasarkan naik atau turunnya tekanan, atau sifat fluktuasinya. Berikut klasifikasi umum:
Hipotensi
Hipotensi atau tekanan darah rendah terjadi jika tekanan darah berada di bawah batas normal yang sehat (misalnya diastolik atau sistolik terlalu rendah), sehingga sirkulasi darah ke organ bisa kurang optimal, meskipun definisi angka spesifik sering berbeda tergantung sumber/ setting klinis. [Lihat sumber Disini - ejcs.eastasouth-institute.com]
Hipertensi
Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah berada di atas nilai normal secara persistem. Banyak penelitian Indonesia mendefinisikan hipertensi sebagai tekanan sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau diastolik ≥ 90 mmHg. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
Hipertensi dianggap sebagai salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, karena dapat memicu komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan vaskular lainnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.akperdharmawacana.ac.id]
Beberapa literatur menyebut bahwa pada individu dengan kondisi tertentu (misalnya diabetes atau penyakit ginjal), ambang hipertensi bisa lebih rendah. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Labil (Fluktuatif)
Perubahan tekanan darah yang bersifat labil, yakni naik dan turun dalam rentang waktu pendek, bisa terjadi karena faktor aktivitas fisik, posisi tubuh, stres, atau perubahan lingkungan. Studi menunjukkan bahwa posisi tubuh (misalnya tidur vs duduk) dapat menghasilkan perbedaan signifikan pada tekanan sistolik dan diastolik. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
Perubahan seperti ini wajar dalam konteks fisiologis, tetapi jika fluktuasi ekstrim atau sering terjadi, bisa menandakan gangguan regulasi tekanan darah.
Teknik Pengukuran Tekanan Darah yang Benar
Pengukuran tekanan darah harus dilakukan dengan teknik yang tepat agar hasil yang diperoleh akurat dan dapat diandalkan. Berikut beberapa poin penting teknik pengukuran:
-
Gunakan manset (cuff) dengan ukuran sesuai, manset yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat menyebabkan hasil yang keliru (terlalu tinggi atau terlalu rendah). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Manset diletakkan di lengan atas, kira-kira pada ketinggian yang sama dengan jantung. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Untuk metode auskultasi (manual): setelah manset dipompa hingga menghentikan aliran darah sementara, kemudian dilepas secara perlahan sambil mendengarkan dengan stetoskop suara denyut arteri, titik suara pertama menunjukkan tekanan sistolik, titik suara menghilang menunjukkan tekanan diastolik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Pastikan subjek dalam kondisi istirahat, tidak baru beraktivitas berat, tidak cemas atau stres, dan dalam posisi rileks, karena faktor-faktor tersebut bisa mempengaruhi hasil pengukuran. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
-
Untuk pengukuran di luar klinik atau home monitoring, perangkat otomatis (digital/elektronik) banyak digunakan, tetapi tetap penting memastikan perangkat itu valid dan kalibrasinya baik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Alat Pengukur Tekanan Darah (Manual & Digital)
Dalam praktik sehari-hari, ada dua jenis utama alat pengukur tekanan darah:
-
Manual (tradisional), menggunakan manset, pompa (balon karet), dan manometer (merkuri atau aneroid) + stetoskop untuk auskultasi. Metode ini banyak digunakan di fasilitas kesehatan dan dianggap “standar emas” untuk akurasi non-invasif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Digital / Otomatis, menggunakan manset dengan sensor, sering berbasis metode oscillometric, kemudian otomatis menampilkan nilai sistolik dan diastolik. Perangkat modern telah berkembang pesat dan banyak digunakan di rumah atau untuk pemantauan berulang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Kedua alat ini memiliki kelebihan dan kekurangan: alat manual cenderung lebih akurat jika digunakan dengan benar, tetapi memerlukan keterampilan; alat digital mudah dipakai sendiri tanpa pelatihan khusus, namun akurasinya tergantung kualitas alat dan cara pemakaian.
Contoh Kasus Perubahan Tekanan Darah
Berikut beberapa contoh nyata berdasarkan penelitian:
-
Sebuah penelitian di lansia menunjukkan bahwa tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, bisa berbeda bermakna antara posisi tidur dan posisi duduk. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
-
Dalam survei komunitas tahun 2025, dari sejumlah peserta pemeriksaan, terdapat sebagian orang dengan tekanan darah optimal, sebagian dengan tekanan normal, dan sebagian mengalami hipertensi tahap 1, 3. [Lihat sumber Disini - publikasi.abidan.org]
-
Studi di komunitas juga menunjukkan bahwa banyak individu yang tidak menyadari bahwa tekanan darah mereka tinggi, karena hipertensi sering terjadi tanpa gejala jelas, sehingga disebut “silent killer”. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]
Kasus-kasus ini memperlihatkan pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin, serta bahwa perubahan bisa bersifat temporer (misalnya terkait posisi atau aktivitas) maupun persistem (seperti hipertensi kronis).
Faktor Risiko & Pencegahan
Selain faktor yang mempengaruhi perubahan tekanan darah (seperti volume darah, elastisitas arteri, posisi tubuh, umur, genetika, gaya hidup), ada beberapa faktor risiko yang sering dikaitkan dengan terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi):
-
Konsumsi garam berlebihan, pola makan kurang sehat, obesitas, kurang aktivitas fisik, stres. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
-
Riwayat keluarga / genetika. [Lihat sumber Disini - cdkjournal.com]
-
Usia yang menua dan berkurangnya elastisitas pembuluh darah. [Lihat sumber Disini - researchhub.id]
Pencegahan meliputi pemantauan tekanan darah secara rutin, gaya hidup sehat (diet seimbang, mengurangi garam, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal), serta pengendalian faktor risiko yang bisa dikendalikan.
Kesimpulan
Tekanan darah adalah parameter penting yang mencerminkan kesehatan sistem peredaran darah dan jantung. Nilai tekanan darah, terutama sistolik dan diastolik, perlu dipahami sebagai dua aspek berbeda dari siklus jantung. Perubahan tekanan darah bisa bersifat sementara (dipengaruhi posisi tubuh, aktivitas fisik, kondisi fisiologis) maupun kronis (hipertensi atau hipotensi), dan dipengaruhi oleh banyak faktor: volume darah, elastisitas pembuluh, gaya hidup, genetika, umur, dan lain-lain.
Pengukuran yang benar, menggunakan teknik dan alat yang tepat, sangat krusial untuk mendapatkan nilai yang akurat dan bisa dijadikan acuan. Penggunaan manset dengan ukuran tepat, posisi tubuh yang benar, istirahat, dan alat yang valid merupakan bagian dari teknik yang baik.
Karena hipertensi sering tidak disadari dan bisa menimbulkan komplikasi serius, pemeriksaan rutin dan pencegahan melalui gaya hidup sehat adalah langkah utama. Pemahaman mendalam mengenai konsep, jenis, faktor, dan teknik pengukuran tekanan darah membantu meningkatkan awareness serta mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan kesehatan kardiovaskular.