Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Perubahan Tekanan Darah: Konsep dan Pengukurannya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perubahan-tekanan-darah-konsep-dan-pengukurannya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perubahan Tekanan Darah: Konsep dan Pengukurannya - SumberAjar.com

Perubahan Tekanan Darah: Konsep dan Pengukurannya

Pendahuluan

Tekanan darah adalah salah satu indikator vital dari kesehatan sistem kardiovaskular manusia. Nilainya merefleksikan seberapa kuat darah mendorong dinding pembuluh arteri saat dipompa oleh jantung, serta bagaimana aliran darah itu terdistribusi ke seluruh bagian tubuh. Karena tekanan darah bisa berubah, baik naik maupun turun, maka pemahaman tentang konsep dasar, faktor yang mempengaruhi, cara mengukur dengan tepat, dan bentuk perubahan tekanan darah menjadi sangat penting. Artikel ini membahas definisi tekanan darah, jenis-jenis tekanan darah, faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan, klasifikasi perubahan (hipotensi, hipertensi, labil), teknik dan alat pengukuran, serta contoh kasus perubahan tekanan darah.


Definisi Tekanan Darah

Definisi Tekanan Darah Secara Umum

Tekanan darah (blood pressure) adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah terhadap dinding pembuluh arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Tekanan Darah dalam KBBI

Menurut KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, tekanan darah dapat didefinisikan sebagai “tekanan di dalam pembuluh darah yang dihasilkan oleh darah saat dipompa jantung.” (Catatan: definisi persis dari KBBI bisa berbeda redaksinya, tapi konsepnya sama: tekanan darah adalah tekanan darah di arteri saat jantung memompa).

Definisi Tekanan Darah Menurut Para Ahli

Beberapa definisi dari literatur/penelitian akademik:

Dengan demikian, meskipun terdapat variasi redaksional, inti definisi dari berbagai sumber tetap konsisten: tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah terhadap dinding arteri akibat pemompaan jantung.


Jenis-Jenis Tekanan Darah (Sistolik & Diastolik)

Pada saat pengukuran tekanan darah, terdapat dua nilai utama yang dicatat:

Tekanan darah biasa dituliskan dalam format “sistolik/diastolik”, misalnya 120/80 mmHg, di mana 120 menunjukkan tekanan sistolik dan 80 tekanan diastolik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Nilai normal tekanan darah dewasa, menurut rekomendasi umum, adalah sekitar 120/80 mmHg. [Lihat sumber Disini - alodokter.com]


Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Tekanan Darah

Berbagai faktor dapat mempengaruhi naik-turunnya tekanan darah seseorang. Beberapa faktor tersebut antara lain:

Karena banyak faktor, tekanan darah bisa berfluktuasi, bukan hanya antara individu, tetapi bahkan dalam satu individu di waktu berbeda tergantung aktivitas, posisi tubuh, dan kondisi fisiologis. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]


Jenis Perubahan Tekanan Darah

Perubahan tekanan darah bisa dikategorikan berdasarkan naik atau turunnya tekanan, atau sifat fluktuasinya. Berikut klasifikasi umum:

Hipotensi

Hipotensi atau tekanan darah rendah terjadi jika tekanan darah berada di bawah batas normal yang sehat (misalnya diastolik atau sistolik terlalu rendah), sehingga sirkulasi darah ke organ bisa kurang optimal, meskipun definisi angka spesifik sering berbeda tergantung sumber/ setting klinis. [Lihat sumber Disini - ejcs.eastasouth-institute.com]

Hipertensi

Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah berada di atas nilai normal secara persistem. Banyak penelitian Indonesia mendefinisikan hipertensi sebagai tekanan sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau diastolik ≥ 90 mmHg. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
Hipertensi dianggap sebagai salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, karena dapat memicu komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan vaskular lainnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.akperdharmawacana.ac.id]

Beberapa literatur menyebut bahwa pada individu dengan kondisi tertentu (misalnya diabetes atau penyakit ginjal), ambang hipertensi bisa lebih rendah. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Labil (Fluktuatif)

Perubahan tekanan darah yang bersifat labil, yakni naik dan turun dalam rentang waktu pendek, bisa terjadi karena faktor aktivitas fisik, posisi tubuh, stres, atau perubahan lingkungan. Studi menunjukkan bahwa posisi tubuh (misalnya tidur vs duduk) dapat menghasilkan perbedaan signifikan pada tekanan sistolik dan diastolik. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]
Perubahan seperti ini wajar dalam konteks fisiologis, tetapi jika fluktuasi ekstrim atau sering terjadi, bisa menandakan gangguan regulasi tekanan darah.


Teknik Pengukuran Tekanan Darah yang Benar

Pengukuran tekanan darah harus dilakukan dengan teknik yang tepat agar hasil yang diperoleh akurat dan dapat diandalkan. Berikut beberapa poin penting teknik pengukuran:

  • Gunakan manset (cuff) dengan ukuran sesuai, manset yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat menyebabkan hasil yang keliru (terlalu tinggi atau terlalu rendah). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Manset diletakkan di lengan atas, kira-kira pada ketinggian yang sama dengan jantung. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Untuk metode auskultasi (manual): setelah manset dipompa hingga menghentikan aliran darah sementara, kemudian dilepas secara perlahan sambil mendengarkan dengan stetoskop suara denyut arteri, titik suara pertama menunjukkan tekanan sistolik, titik suara menghilang menunjukkan tekanan diastolik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Pastikan subjek dalam kondisi istirahat, tidak baru beraktivitas berat, tidak cemas atau stres, dan dalam posisi rileks, karena faktor-faktor tersebut bisa mempengaruhi hasil pengukuran. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]

  • Untuk pengukuran di luar klinik atau home monitoring, perangkat otomatis (digital/elektronik) banyak digunakan, tetapi tetap penting memastikan perangkat itu valid dan kalibrasinya baik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Alat Pengukur Tekanan Darah (Manual & Digital)

Dalam praktik sehari-hari, ada dua jenis utama alat pengukur tekanan darah:

  • Manual (tradisional), menggunakan manset, pompa (balon karet), dan manometer (merkuri atau aneroid) + stetoskop untuk auskultasi. Metode ini banyak digunakan di fasilitas kesehatan dan dianggap “standar emas” untuk akurasi non-invasif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Digital / Otomatis, menggunakan manset dengan sensor, sering berbasis metode oscillometric, kemudian otomatis menampilkan nilai sistolik dan diastolik. Perangkat modern telah berkembang pesat dan banyak digunakan di rumah atau untuk pemantauan berulang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Kedua alat ini memiliki kelebihan dan kekurangan: alat manual cenderung lebih akurat jika digunakan dengan benar, tetapi memerlukan keterampilan; alat digital mudah dipakai sendiri tanpa pelatihan khusus, namun akurasinya tergantung kualitas alat dan cara pemakaian.


Contoh Kasus Perubahan Tekanan Darah

Berikut beberapa contoh nyata berdasarkan penelitian:

  • Sebuah penelitian di lansia menunjukkan bahwa tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, bisa berbeda bermakna antara posisi tidur dan posisi duduk. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]

  • Dalam survei komunitas tahun 2025, dari sejumlah peserta pemeriksaan, terdapat sebagian orang dengan tekanan darah optimal, sebagian dengan tekanan normal, dan sebagian mengalami hipertensi tahap 1, 3. [Lihat sumber Disini - publikasi.abidan.org]

  • Studi di komunitas juga menunjukkan bahwa banyak individu yang tidak menyadari bahwa tekanan darah mereka tinggi, karena hipertensi sering terjadi tanpa gejala jelas, sehingga disebut “silent killer”. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Kasus-kasus ini memperlihatkan pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin, serta bahwa perubahan bisa bersifat temporer (misalnya terkait posisi atau aktivitas) maupun persistem (seperti hipertensi kronis).


Faktor Risiko & Pencegahan

Selain faktor yang mempengaruhi perubahan tekanan darah (seperti volume darah, elastisitas arteri, posisi tubuh, umur, genetika, gaya hidup), ada beberapa faktor risiko yang sering dikaitkan dengan terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi):

Pencegahan meliputi pemantauan tekanan darah secara rutin, gaya hidup sehat (diet seimbang, mengurangi garam, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal), serta pengendalian faktor risiko yang bisa dikendalikan.


Kesimpulan

Tekanan darah adalah parameter penting yang mencerminkan kesehatan sistem peredaran darah dan jantung. Nilai tekanan darah, terutama sistolik dan diastolik, perlu dipahami sebagai dua aspek berbeda dari siklus jantung. Perubahan tekanan darah bisa bersifat sementara (dipengaruhi posisi tubuh, aktivitas fisik, kondisi fisiologis) maupun kronis (hipertensi atau hipotensi), dan dipengaruhi oleh banyak faktor: volume darah, elastisitas pembuluh, gaya hidup, genetika, umur, dan lain-lain.

Pengukuran yang benar, menggunakan teknik dan alat yang tepat, sangat krusial untuk mendapatkan nilai yang akurat dan bisa dijadikan acuan. Penggunaan manset dengan ukuran tepat, posisi tubuh yang benar, istirahat, dan alat yang valid merupakan bagian dari teknik yang baik.

Karena hipertensi sering tidak disadari dan bisa menimbulkan komplikasi serius, pemeriksaan rutin dan pencegahan melalui gaya hidup sehat adalah langkah utama. Pemahaman mendalam mengenai konsep, jenis, faktor, dan teknik pengukuran tekanan darah membantu meningkatkan awareness serta mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan kesehatan kardiovaskular.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Tekanan darah adalah tekanan yang diberikan darah terhadap dinding arteri ketika jantung memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Nilainya terdiri dari tekanan sistolik dan diastolik.

Perubahan tekanan darah dipengaruhi oleh volume darah, elastisitas pembuluh darah, aktivitas fisik, stres, posisi tubuh, usia, gaya hidup, serta kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit ginjal atau gangguan kardiovaskular.

Tekanan sistolik adalah tekanan tertinggi saat jantung berkontraksi, sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan terendah saat jantung relaksasi sebelum kontraksi berikutnya.

Cara yang benar meliputi penggunaan manset berukuran sesuai, posisi lengan sejajar jantung, kondisi tubuh rileks, tidak habis beraktivitas, dan memastikan alat ukur dalam kondisi baik. Pengukuran dapat dilakukan secara manual maupun digital.

Jenis perubahan tekanan darah meliputi hipotensi (tekanan rendah), hipertensi (tekanan tinggi), dan tekanan darah labil yang fluktuatif akibat berbagai faktor fisiologis maupun lingkungan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Perubahan Tekanan Darah: Konsep, Pemantauan, dan Pengukuran Klinis Perubahan Tekanan Darah: Konsep, Pemantauan, dan Pengukuran Klinis Diet Hipertensi: Konsep, Pendekatan Gizi, dan Pencegahan Diet Hipertensi: Konsep, Pendekatan Gizi, dan Pencegahan Perubahan Pola Sirkulasi: Definisi dan Faktor Risiko Perubahan Pola Sirkulasi: Definisi dan Faktor Risiko Pencegahan Hipertensi Pencegahan Hipertensi Ketidakseimbangan Glukosa Darah: Konsep, Faktor Klinis, dan Risiko Ketidakseimbangan Glukosa Darah: Konsep, Faktor Klinis, dan Risiko Pengaruh Diet Rendah Garam pada Hipertensi Pengaruh Diet Rendah Garam pada Hipertensi Gangguan Perfusi Jaringan: Konsep, Dampak, dan Respons Keperawatan Gangguan Perfusi Jaringan: Konsep, Dampak, dan Respons Keperawatan Hubungan Diet Tinggi Garam dengan Hipertensi Hubungan Diet Tinggi Garam dengan Hipertensi Perubahan Pola Sirkulasi: Konsep, Faktor Risiko, dan Dampak Klinis Perubahan Pola Sirkulasi: Konsep, Faktor Risiko, dan Dampak Klinis Konseling Nutrisi untuk Pasien Hipertensi Konseling Nutrisi untuk Pasien Hipertensi Risiko Gangguan Perfusi Jaringan: Pengertian dan Contoh Kasus Risiko Gangguan Perfusi Jaringan: Pengertian dan Contoh Kasus Diet Tinggi Garam: Konsep, Risiko Hipertensi, dan Pencegahan Diet Tinggi Garam: Konsep, Risiko Hipertensi, dan Pencegahan Risiko Ketidakseimbangan Glukosa Darah Risiko Ketidakseimbangan Glukosa Darah Anemia Ibu Hamil: Konsep, Faktor Gizi, dan Pencegahan Anemia Ibu Hamil: Konsep, Faktor Gizi, dan Pencegahan Efek Interaksi Obat terhadap Terapi Hipertensi Efek Interaksi Obat terhadap Terapi Hipertensi Pola Makan Tinggi Natrium dan Risiko Hipertensi Pola Makan Tinggi Natrium dan Risiko Hipertensi Suplemen Penambah Darah: Pengetahuan dan Kepatuhan Suplemen Penambah Darah: Pengetahuan dan Kepatuhan Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Pemantauan Tanda Vital: Konsep dan Tujuan Pemantauan Tanda Vital: Konsep dan Tujuan Status Nutrisi Pasien: Definisi dan Pengukurannya Status Nutrisi Pasien: Definisi dan Pengukurannya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…