Terakhir diperbarui: 16 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 December). Kepatuhan Terhadap Vaksinasi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kepatuhan-terhadap-vaksinasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kepatuhan Terhadap Vaksinasi - SumberAjar.com

Kepatuhan Terhadap Vaksinasi

Pendahuluan

Program vaksinasi merupakan salah satu strategi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam menekan penyebaran penyakit menular seperti COVID-19, influenza, polio, dan campak. Keberhasilan vaksinasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan vaksin itu sendiri, tetapi juga oleh tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengikuti rekomendasi vaksinasi yang ditetapkan pemerintah dan otoritas kesehatan. Kepatuhan yang tinggi akan menjamin terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) dan menurunkan beban penyakit pada populasi, sementara rendahnya kepatuhan justru menjadi tantangan serius dalam pencegahan penyakit yang dapat dicegah melalui vaksin. Dalam konteks pandemi COVID-19, meskipun vaksin telah tersedia secara luas, masih terdapat variasi dalam kepatuhan masyarakat untuk mendapatkan dan menyelesaikan seri vaksinasi lengkapnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun ada bukti ilmiah kuat bahwa vaksin efektif, banyak faktor lain yang mempengaruhi keputusan individu untuk mematuhi program vaksinasi. Dalam artikel ini, kita akan mengulas secara mendalam tentang kepatuhan terhadap vaksinasi, termasuk definisinya dalam berbagai perspektif, faktor-faktor yang mempengaruhinya, persepsi dan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin, dampak kepatuhan terhadap pencegahan penyakit, serta peran edukasi dalam meningkatkan kepatuhan tersebut.


Definisi Kepatuhan Terhadap Vaksinasi

Definisi Kepatuhan Terhadap Vaksinasi Secara Umum

Kepatuhan terhadap vaksinasi mengacu pada sejauh mana individu mengikuti jadwal dan rekomendasi vaksinasi yang telah ditentukan oleh otoritas kesehatan. Ini mencakup keputusan untuk menerima vaksin, memulai dan menyelesaikan seluruh dosis yang direkomendasikan, serta mematuhi interval waktu antara dosis ketika diperlukan. Kepatuhan bukan hanya sekadar melakukan vaksinasi sekali, tetapi termasuk keteraturan dan konsistensi dalam melaksanakan program imunisasi sebagai bagian dari perilaku kesehatan preventif. Istilah ini sering digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat dan epidemiologi untuk mengevaluasi efektivitas program imunisasi dalam mencapai cakupan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Kepatuhan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “patuh” berarti suka menurut perintah atau taat kepada aturan, sedangkan “kepatuhan” berarti ketaatan atau kesetiaan terhadap suatu instruksi atau peraturan. Dalam konteks vaksinasi, definisi ini menggambarkan perilaku individu yang taat terhadap rekomendasi imunisasi dari tenaga kesehatan dan otoritas kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Kepatuhan Terhadap Vaksinasi Menurut Para Ahli

  1. Sarafino & Smith (2011), Kepatuhan merupakan sejauh mana seseorang melakukan tindakan preventif seperti vaksinasi, berdasarkan rekomendasi dari tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya pemeliharaan kesehatan. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  2. Notoatmodjo (2003), Kepatuhan adalah perilaku dalam melakukan upaya kesehatan dengan mematuhi saran atau instruksi dari tenaga kesehatan berdasarkan pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  3. Blass dalam Hartono (2006), Kepatuhan (compliance) merupakan bentuk menerima dan menaati perintah atau instruksi dari pihak berwenang, termasuk mengikuti jadwal vaksinasi yang dianjurkan. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  4. Puteri et al. (2022), Kepatuhan masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 adalah tindakan masyarakat untuk mematuhi jadwal imunisasi dan menerima vaksin sesuai dengan pedoman kesehatan untuk mencapai target kekebalan kelompok. [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id]


Tingkat Kepatuhan Masyarakat terhadap Vaksinasi

Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap vaksinasi berbeda-beda tergantung pada konteks epidemiologi, akses layanan kesehatan, dan persepsi masyarakat itu sendiri. Beberapa penelitian menunjukkan variasi dalam kepatuhan terhadap vaksin COVID-19. Misalnya, studi di Indonesia menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan yang baik atau sangat patuh terhadap vaksinasi COVID-19, terutama setelah menerima informasi tentang manfaat vaksin serta pentingnya imunisasi dalam pengendalian pandemi. [Lihat sumber Disini - jurnal.um-palembang.ac.id]

Namun, data lain juga mengungkapkan bahwa cakupan vaksinasi di beberapa wilayah Indonesia tetap belum optimal meskipun vaksin telah tersedia. Penelitian lokal menunjukkan bahwa kepatuhan masyarakat terhadap dosis vaksin COVID-19 dosis pertama hingga dosis lanjutan masih perlu ditingkatkan agar target kekebalan kelompok dapat tercapai secara merata. [Lihat sumber Disini - jurnal.um-palembang.ac.id]

Kepatuhan terhadap jadwal vaksinasi juga dapat diukur secara kuantitatif melalui survei dan pengumpulan data vaksinasi di berbagai komunitas. Secara umum, indikator yang dipakai termasuk persentase individu yang telah menerima vaksin sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan per usia atau kelompok sasaran tertentu, serta perbandingan antara kelompok yang sepenuhnya divaksinasi versus yang hanya menerima sebagian atau tidak sama sekali.


Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Vaksin

Penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap vaksinasi dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan. Berikut ini faktor-faktor utama yang sering diidentifikasi dalam literatur ilmiah:

  1. Tingkat Pengetahuan dan Pendidikan

    Pengetahuan yang baik tentang vaksin dan manfaatnya merupakan prediktor kuat dari kepatuhan terhadap vaksinasi. Individu yang memiliki pemahaman lebih tinggi tentang risiko penyakit dan bagaimana vaksin bekerja cenderung lebih patuh untuk mengikuti jadwal vaksinasi lengkap. [Lihat sumber Disini - repository.unsri.ac.id]

  2. Persepsi Risiko Penyakit

    Faktor persepsi risiko terhadap suatu penyakit, seperti persepsi akan keparahan infeksi atau seberapa rentan seseorang terhadap penyakit tersebut, dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk melakukan vaksinasi. Individu yang melihat risiko tinggi biasanya lebih termotivasi untuk mengikuti vaksinasi sesuai rekomendasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Status Sosial Ekonomi

    Variabel seperti status ekonomi, akses ke layanan kesehatan, dan tingkat pendidikan keluarga atau orang tua memengaruhi kepatuhan. Penelitian internasional menunjukkan bahwa kelompok dengan status ekonomi lebih tinggi cenderung memiliki kepatuhan vaksin yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kurang beruntung secara ekonomi. [Lihat sumber Disini - jstor.org]

  4. Akses Layanan Vaksinasi

    Hambatan geografis atau ketidakmampuan menjangkau fasilitas vaksin dapat mengurangi kepatuhan. Hal ini terutama terlihat pada populasi usia lanjut atau komunitas pedesaan yang jauh dari pusat layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  5. Pengaruh Lingkungan Sosial dan Keluarga

    Lingkungan sosial yang mendukung vaksinasi, misalnya keluarga atau komunitas yang mematuhi jadwal imunisasi, dapat meningkatkan kepatuhan individu karena adanya norma sosial yang positif terhadap vaksin. [Lihat sumber Disini - jurnal.um-palembang.ac.id]

  6. Kepercayaan Terhadap Sistem Kesehatan

    Kepercayaan terhadap pemerintah, tenaga medis, dan efektivitas vaksin juga memainkan peran penting. Ketidakpercayaan atau keraguan akan keamanan vaksin di kalangan masyarakat sering dikaitkan dengan rendahnya tingkat kepatuhan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Persepsi dan Kepercayaan terhadap Vaksin

Persepsi individu tentang vaksin sangat memengaruhi keputusan mereka. Persepsi ini mencakup keyakinan terhadap keamanan vaksin, efektivitasnya, serta kepercayaan pada tenaga kesehatan dan informasi resmi. Perceived effectiveness atau kepercayaan bahwa vaksin benar-benar dapat mencegah penyakit merupakan prediktor penting dalam keputusan untuk mematuhi jadwal vaksinasi. [Lihat sumber Disini - onlinelibrary.wiley.com]

Kurangnya kepercayaan terhadap vaksin dapat disebabkan oleh rumor atau informasi yang salah yang tersebar luas, terutama melalui media sosial atau komunitas online. Fenomena penyebaran misinformasi seperti ini telah diidentifikasi sebagai faktor global yang menghambat penerimaan vaksin di berbagai negara. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Selain itu, kepercayaan masyarakat juga dipengaruhi oleh sejarah pengalaman vaksin di suatu komunitas dan keberhasilan vaksinasi dalam menurunkan penyakit yang dapat dicegah. Komunikasi yang jelas dari tenaga kesehatan dan keterlibatan tokoh masyarakat dalam kampanye imunisasi dapat memperkuat kepercayaan dan mengurangi kekhawatiran. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Dampak Kepatuhan terhadap Pencegahan Penyakit

Kepatuhan vaksinasi memiliki dampak signifikan terhadap pencegahan penyakit menular. Ketika tingkat kepatuhan tinggi, cakupan imunisasi meningkat, memperkuat kekebalan kelompok sehingga penularan penyakit dapat ditekan secara signifikan. Ini membantu mencegah wabah besar dan melindungi kelompok rentan yang tidak dapat divaksinasi karena alasan medis.

Dalam kasus COVID-19, program vaksinasi telah berhasil mengurangi angka rawat inap dan mortalitas di banyak populasi yang memiliki tingkat kepatuhan tinggi terhadap vaksinasi lengkap. Imunisasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga mengurangi beban sistem kesehatan secara keseluruhan dengan meminimalkan jumlah kasus berat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Sebaliknya, rendahnya tingkat kepatuhan dapat mengakibatkan rendahnya cakupan vaksin, yang memungkinkan penyakit menular tetap beredar di populasi, menimbulkan gelombang baru infeksi, dan bahkan potensi munculnya varian baru virus bila mencapai tingkat transmisi tinggi.


Peran Edukasi dalam Meningkatkan Kepatuhan

Edukasi yang efektif adalah salah satu fondasi utama untuk meningkatkan kepatuhan terhadap vaksinasi. Edukasi ini harus mencakup penyampaian informasi yang akurat tentang manfaat vaksin, keamanan, serta penjelasan risiko penyakit jika tidak divaksinasi. Program edukasi sebaiknya disesuaikan dengan konteks lokal, bahasa, serta budaya masyarakat sasaran.

Strategi edukasi yang efektif termasuk kampanye kesehatan di media massa, penyuluhan langsung oleh tenaga kesehatan, dan melibatkan tokoh komunitas setempat untuk menyebarkan pesan positif mengenai vaksinasi. Edukasi yang berfokus pada peningkatan literasi kesehatan juga terbukti dapat mengurangi keraguan dan miskonsepsi vaksin. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

Pemberian informasi yang jelas tentang jadwal vaksinasi serta mekanisme vaksin juga membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih sadar dan patuh terhadap program imunisasi.


Kesimpulan

Kepatuhan terhadap vaksinasi merupakan aspek kunci dalam keberhasilan program imunisasi untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Definisi kepatuhan mencakup tingkat ketaatan individu terhadap jadwal dan rekomendasi vaksinasi dari otoritas kesehatan, yang dapat diartikan secara umum maupun menurut ahli kesehatan dan KBBI. Tingkat kepatuhan masyarakat bervariasi tergantung pada pengetahuan, persepsi risiko, status sosial ekonomi, akses layanan kesehatan, serta kepercayaan terhadap sistem kesehatan. Persepsi dan kepercayaan terhadap vaksin berperan penting dalam membentuk keputusan individu untuk mematuhi jadwal imunisasi. Dampak kepatuhan yang tinggi terbukti efektif dalam menekan penyebaran penyakit dan mendukung terciptanya kekebalan kelompok. Edukasi kesehatan yang kuat dan tepat sasaran menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan kepatuhan vaksinasi di masyarakat.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kepatuhan terhadap vaksinasi adalah tingkat ketaatan individu atau masyarakat dalam mengikuti program imunisasi sesuai jadwal dan rekomendasi tenaga kesehatan guna mencegah penyakit menular.

Kepatuhan vaksinasi penting karena dapat membentuk kekebalan kelompok, menurunkan risiko penularan penyakit, serta melindungi kelompok rentan yang tidak dapat divaksinasi.

Faktor yang memengaruhi kepatuhan vaksinasi meliputi tingkat pengetahuan, persepsi risiko penyakit, kepercayaan terhadap vaksin, akses layanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi, serta pengaruh lingkungan sosial.

Persepsi masyarakat terhadap keamanan dan efektivitas vaksin sangat memengaruhi keputusan untuk melakukan vaksinasi. Persepsi positif meningkatkan kepatuhan, sedangkan misinformasi dapat menurunkannya.

Edukasi berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan vaksinasi melalui penyampaian informasi yang akurat, peningkatan literasi kesehatan, serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin dan tenaga kesehatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sikap Ibu terhadap Vaksinasi Sikap Ibu terhadap Vaksinasi Kepatuhan Protokol Kesehatan Kepatuhan Protokol Kesehatan Kepatuhan Minum Obat: Konsep, Determinan Perilaku, dan Hasil Terapi Kepatuhan Minum Obat: Konsep, Determinan Perilaku, dan Hasil Terapi Kepatuhan Terapi Kolesterol Kepatuhan Terapi Kolesterol Kepatuhan Imunisasi Dasar Kepatuhan Imunisasi Dasar Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Pencegahan Penyakit Menular: Konsep, adaptasi sosial, dan perilaku Tingkat Kepatuhan Minum Obat Tingkat Kepatuhan Minum Obat Kepatuhan Pengobatan Penyakit Kronis Kepatuhan Pengobatan Penyakit Kronis Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Kronis Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Kronis Pola Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Pola Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Tingkat Kepatuhan Minum Obat: Determinan dan Implikasi Terapi Tingkat Kepatuhan Minum Obat: Determinan dan Implikasi Terapi Kepatuhan Ibu Mengikuti Program KB Kepatuhan Ibu Mengikuti Program KB Kepatuhan Pengelolaan Limbah B3 Kepatuhan Pengelolaan Limbah B3 Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Faktor Kepatuhan KB Faktor Kepatuhan KB Kepatuhan Protokol Kesehatan: Konsep, perilaku masyarakat, dan tantangan Kepatuhan Protokol Kesehatan: Konsep, perilaku masyarakat, dan tantangan Pola Kepatuhan Pasien Terhadap Obat Anti-Diabetes Pola Kepatuhan Pasien Terhadap Obat Anti-Diabetes Kepatuhan Terapi TB: Konsep, Faktor Pendukung, dan Hambatan Kepatuhan Terapi TB: Konsep, Faktor Pendukung, dan Hambatan Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik Ketidakpatuhan Terhadap Program Diet Ketidakpatuhan Terhadap Program Diet
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…