Terakhir diperbarui: 19 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 19 January). Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas. SumberAjar. Retrieved 19 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kinerja-keuangan-konsep-rasio-keuangan-dan-profitabilitas  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas - SumberAjar.com

Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas

Pendahuluan

Kinerja keuangan merupakan salah satu indikator utama untuk menilai kesehatan dan keberlanjutan suatu perusahaan. Perusahaan yang sehat secara finansial biasanya mampu memenuhi kewajibannya, menciptakan laba, dan mempertahankan pertumbuhan positif dari waktu ke waktu. Informasi ini sangat penting bagi para pemangku kepentingan, termasuk manajemen, investor, kreditor, dan regulator, untuk membuat keputusan yang tepat dan strategis. Dengan kondisi ekonomi global yang dinamis, kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kinerja keuangan yang baik menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan persaingan bisnis serta perubahan pasar yang cepat. Analisis kinerja keuangan tidak hanya memberikan gambaran terhadap kondisi masa lalu dan saat ini, tetapi juga membantu merencanakan strategi masa depan yang lebih efektif serta meningkatkan nilai perusahaan di mata investor dan pasar modal. ([Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id])


Definisi Kinerja Keuangan

Definisi Kinerja Keuangan Secara Umum

Secara umum, kinerja keuangan sering diartikan sebagai gambaran menyeluruh mengenai sejauh mana tujuan finansial suatu perusahaan tercapai dalam periode tertentu. Hal ini mencakup evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam mengelola aset, kewajiban, dan modal untuk menciptakan laba serta mempertahankan keberlanjutan operasionalnya. Dalam konteks umum, kinerja keuangan juga digunakan untuk menilai efektivitas manajemen dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya perusahaan untuk mencapai hasil yang optimal. ([Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id])

Definisi Kinerja Keuangan dalam KBBI

Berdasarkan perspektif Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kinerja keuangan dapat dipahami sebagai ukuran atau indikator pencapaian hasil kerja perusahaan dalam aspek keuangan yang menunjukkan kondisi pendapatan, pengeluaran, laba, dan penggunaan modal dalam periode tertentu. Definisi ini menekankan aspek alokasi sumber daya dan efektivitas operasional perusahaan dalam menghasilkan hasil finansial yang menggambarkan keberlanjutan usaha. (KBBI online)

Definisi Kinerja Keuangan Menurut Para Ahli

Para ahli memiliki beberapa definisi yang lebih spesifik terkait kinerja keuangan:

  1. Menurut Indriyo Gitosudarmo dan Basri, kinerja keuangan adalah rangkaian aktivitas keuangan pada suatu periode tertentu yang tercermin dalam laporan keuangan seperti neraca dan laporan laba rugi perusahaan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.undana.ac.id])

  2. Irham Fahmi menyatakan bahwa kinerja keuangan merupakan suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana perusahaan melaksanakan aturan-aturan keuangan dengan baik dan benar dalam periode tertentu. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.undana.ac.id])

  3. Sucipto menjelaskan bahwa kinerja keuangan adalah penentuan ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.undana.ac.id])

  4. Arifin & Marlius menyatakan bahwa analisis kinerja keuangan adalah metodologi yang menggunakan informasi finansial dalam laporan keuangan untuk mengevaluasi karakteristik keuangan perusahaan dan seberapa baik perusahaan mengalokasikan serta memanfaatkan sumber dayanya sesuai kebijakan manajemen. ([Lihat sumber Disini - journal.areai.or.id])


Tujuan Pengukuran Kinerja Keuangan

Pengukuran kinerja keuangan memiliki tujuan yang krusial dalam berbagai aspek operasional dan strategis perusahaan. Tujuan utama pengukuran ini adalah untuk memberikan gambaran objektif tentang kondisi keuangan perusahaan serta membantu pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. Beberapa tujuan utama pengukuran kinerja keuangan antara lain:

  1. Menilai Efektivitas Operasional
    Melalui pengukuran kinerja keuangan, perusahaan dapat mengetahui sejauh mana manajemen telah menjalankan operasi bisnis secara efisien dan efektif dalam menghasilkan laba. Informasi ini membantu dalam mengevaluasi strategi operasional dan menetapkan langkah perbaikan jika diperlukan. ([Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id])

  2. Menyediakan Dasar Pengambilan Keputusan
    Pengambilan keputusan strategis, seperti ekspansi usaha, investasi baru, dan pengelolaan modal kerja, sangat bergantung pada hasil analisis kinerja keuangan. Informasi yang akurat membantu manajemen untuk memformulasikan keputusan yang lebih tepat dan terukur berdasarkan data keuangan perusahaan. ([Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id])

  3. Mengukur Kemampuan Perusahaan dalam Mengelola Risiko
    Mengukur kinerja keuangan juga membantu menilai kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko finansial, termasuk risiko likuiditas dan solvabilitas. Hal ini penting untuk memastikan perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendek dan panjangnya. ([Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id])

  4. Evaluasi Kinerja Manajemen
    Pengukuran ini dapat digunakan oleh pemegang saham dan dewan direksi untuk mengevaluasi sejauh mana manajemen telah berhasil dalam mencapai target yang telah ditetapkan. Jika hasil kinerja negatif, hal ini dapat menjadi dasar untuk perubahan strategi atau struktur manajemen. ([Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id])


Rasio Keuangan sebagai Alat Analisis

Analisis rasio keuangan merupakan salah satu alat utama yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan. Rasio ini dihasilkan dari hubungan antara data angka-angka dalam laporan keuangan, sehingga memberikan informasi terukur mengenai kesehatan finansial suatu entitas. Rasio keuangan dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis, termasuk rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas.

Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Rasio likuiditas mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya, seperti current ratio dan quick ratio, yang membantu menilai kecukupan modal kerja perusahaan. Sedangkan rasio solvabilitas, seperti debt to equity ratio, mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang, menilai tingkat hutang terhadap total modal yang dimiliki. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah indikator seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari penjualan atau penggunaan aset dan modal. Rasio ini sering digunakan untuk menilai kinerja keseluruhan perusahaan. Indikator yang umum digunakan adalah Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE). ([Lihat sumber Disini - jurnal.stikes-ibnusina.ac.id])

Rasio-rasio ini tidak hanya menunjukkan performa masa lalu tetapi juga menjadi dasar untuk perbandingan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama maupun perbandingan tren dari tahun ke tahun untuk melihat perkembangan kinerja perusahaan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.seminar-id.com])


Profitabilitas dan Kinerja Perusahaan

Profitabilitas merupakan salah satu aspek kunci dalam kinerja keuangan suatu perusahaan. Tingkat profitabilitas yang baik mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang berkelanjutan dari penjualan dan operasi utamanya. Rasio profitabilitas menyediakan wawasan tentang efektivitas strategi bisnis serta efisiensi operasional yang diterapkan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.stikes-ibnusina.ac.id])

Rasio seperti ROA menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba relatif terhadap total asetnya, sementara ROE mengukur efisiensi pengembalian bagi pemegang saham atau investor. Rasio NPM mencerminkan seberapa besar laba bersih yang dihasilkan dari setiap unit penjualan perusahaan. Rasio-rasio ini memberikan gambaran komprehensif tentang tingkat profitabilitas serta perbandingannya dengan standar industri. ([Lihat sumber Disini - jurnal.stikes-ibnusina.ac.id])

Profitabilitas yang tinggi biasanya menarik minat investor karena menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan nilai tambah dari modal dan sumber daya yang dimiliki, sehingga meningkatkan nilai pasar perusahaan di mata investor. ([Lihat sumber Disini - ijafibs.pelnus.ac.id])


Kinerja Keuangan dan Nilai Perusahaan

Hubungan antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan sangat erat, karena kinerja keuangan yang baik mencerminkan kapabilitas perusahaan dalam menciptakan nilai ekonomis bagi pemilik modal dan pemangku kepentingan lainnya. Kinerja keuangan yang kuat sering kali berdampak positif pada nilai pasar perusahaan, terutama jika diukur melalui harga saham di pasar modal. Investor dan analis pasar modal menggunakan rasio keuangan sebagai dasar untuk mengevaluasi prospek pertumbuhan perusahaan dan menetapkan nilai intrinsiknya.

Misalnya, perusahaan dengan rasio profitabilitas tinggi biasanya dianggap memiliki prospek yang lebih baik dalam jangka panjang, sehingga bisa menghasilkan pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Hal ini pada gilirannya meningkatkan kepercayaan investor dan mungkin berdampak positif terhadap harga saham perusahaan di pasar modal. ([Lihat sumber Disini - ijafibs.pelnus.ac.id])


Analisis Kinerja Keuangan dalam Pengambilan Keputusan

Analisis kinerja keuangan adalah alat penting yang membantu berbagai pihak dalam pengambilan keputusan strategis. Manajemen perusahaan dapat menggunakan hasil analisis kinerja untuk merumuskan strategi pengelolaan sumber daya yang lebih efisien, memperbaiki kelemahan operasional, serta mengidentifikasi peluang pertumbuhan baru.

Investor dan kreditor juga menggunakan hasil analisis ini untuk menilai risiko dan potensi return dari investasinya. Informasi yang diperoleh dari analisis rasio keuangan membantu memberikan gambaran tentang profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan efisiensi operasi perusahaan.

Selain itu, hasil analisis ini membantu dalam mengantisipasi potensi masalah finansial di masa depan, seperti kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek atau penurunan tingkat profitabilitas, sehingga langkah-langkah preventif dapat diambil. ([Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id])


Kesimpulan

Kinerja keuangan adalah aspek fundamental dalam menilai kesehatan sebuah perusahaan karena mencerminkan keberhasilan pengelolaan sumber daya finansial untuk mencapai tujuan strategis. Melalui pengukuran kinerja keuangan dan analisis rasio seperti profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas, perusahaan serta para pemangku kepentingan dapat memperoleh wawasan mendalam terkait efektivitas operasional, potensi pertumbuhan, serta risiko yang dihadapi. Analisis ini juga berfungsi sebagai alat penting dalam pengambilan keputusan strategis untuk meningkatkan nilai perusahaan serta mendapatkan kepercayaan investor. Secara keseluruhan, pengelolaan kinerja keuangan yang efektif tidak hanya meningkatkan efisiensi internal tetapi juga menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi berbagai pihak eksternal.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kinerja keuangan adalah gambaran kondisi dan pencapaian perusahaan dalam mengelola sumber daya keuangan untuk menghasilkan laba, memenuhi kewajiban, dan menjaga keberlanjutan usaha dalam periode tertentu.

Pengukuran kinerja keuangan penting untuk menilai efektivitas operasional, mengevaluasi kinerja manajemen, mengidentifikasi risiko keuangan, serta menjadi dasar pengambilan keputusan strategis bagi manajemen, investor, dan kreditor.

Rasio keuangan yang umum digunakan meliputi rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek, rasio solvabilitas untuk menilai struktur pendanaan, rasio aktivitas untuk efisiensi operasional, dan rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan menghasilkan laba.

Profitabilitas merupakan indikator utama kinerja keuangan karena menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset dan modal yang dimiliki. Tingkat profitabilitas yang tinggi mencerminkan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan.

Kinerja keuangan yang baik biasanya meningkatkan nilai perusahaan karena mencerminkan prospek pertumbuhan, stabilitas keuangan, dan kemampuan menghasilkan laba yang berkelanjutan, sehingga meningkatkan kepercayaan investor.

Analisis kinerja keuangan dibutuhkan oleh manajemen untuk evaluasi dan perencanaan strategi, investor untuk menilai potensi dan risiko investasi, kreditor untuk menilai kelayakan pinjaman, serta pihak regulator untuk pengawasan perusahaan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Sistem Web Pembukuan UMKM Sistem Web Pembukuan UMKM Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Nilai Perusahaan: Konsep, Penilaian Bisnis, dan Persepsi Investor Nilai Perusahaan: Konsep, Penilaian Bisnis, dan Persepsi Investor Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Skala Pengukuran Data: Jenis dan Contoh Skala Pengukuran Data: Jenis dan Contoh Analisis Deskriptif Kuantitatif: Jenis dan Contohnya Analisis Deskriptif Kuantitatif: Jenis dan Contohnya Financial Technology (FinTech): Konsep, Inovasi Keuangan, dan Layanan Financial Technology (FinTech): Konsep, Inovasi Keuangan, dan Layanan Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal Sistem Penilaian Kinerja: Konsep, Metode Evaluasi, dan Objektivitas Sistem Penilaian Kinerja: Konsep, Metode Evaluasi, dan Objektivitas Moderasi Variabel: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Statistik Moderasi Variabel: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Statistik Kinerja Karyawan: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Kerja Kinerja Karyawan: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Kerja Evaluasi Kinerja: Konsep, Penilaian Kerja, dan Umpan Balik Evaluasi Kinerja: Konsep, Penilaian Kerja, dan Umpan Balik Prinsip Akal Budi dalam Penalaran Ilmiah Prinsip Akal Budi dalam Penalaran Ilmiah Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…