Terakhir diperbarui: 27 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 27 January). Debt to Equity Ratio: Konsep dan Analisis. SumberAjar. Retrieved 27 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/debt-to-equity-ratio-konsep-dan-analisis  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Debt to Equity Ratio: Konsep dan Analisis - SumberAjar.com

Debt to Equity Ratio: Konsep dan Analisis

Pendahuluan

Debt to Equity Ratio merupakan salah satu indikator penting dalam analisis keuangan perusahaan yang mencerminkan bagaimana suatu perusahaan membiayai operasi dan pertumbuhannya melalui kombinasi utang dan modal sendiri. Di tengah dinamika bisnis dan kebutuhan strategi pembiayaan, pemahaman mendalam mengenai Debt to Equity Ratio menjadi krusial tidak hanya bagi manajer keuangan, tetapi juga bagi investor, kreditur, serta regulator. Rasio ini memberikan gambaran apakah perusahaan terlalu bergantung pada pembiayaan eksternal (utang) atau lebih mengutamakan pembiayaan internal (ekuitas) dalam struktur modalnya. Debt to Equity Ratio juga sering digunakan sebagai tolok ukur solvabilitas dan risiko keuangan suatu entitas dalam berbagai literatur akuntansi dan manajemen keuangan. Pemanfaatan rasio ini dalam pengambilan keputusan investasi dan perencanaan pembiayaan perusahaan membuatnya menjadi fokus penting dalam analisis finansial modern.


Definisi Debt to Equity Ratio

Definisi Debt to Equity Ratio Secara Umum

Secara umum, Debt to Equity Ratio atau rasio utang terhadap ekuitas adalah ukuran yang membandingkan total kewajiban (utang) perusahaan dengan total modal yang disediakan oleh pemegang saham. Rasio ini menunjukkan sejauh mana perusahaan menggunakan modal pinjaman dibandingkan modal sendiri untuk membiayai aset dan operasinya. Rasio yang lebih tinggi berarti perusahaan lebih bergantung pada utang, yang bisa meningkatkan risiko finansial, sedangkan rasio yang lebih rendah menunjukkan reliance pada modal sendiri yang relatif lebih konservatif. Deutsche Corporate Finance Institute menyatakan bahwa Debt to Equity Ratio merupakan salah satu jenis leverage ratio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan bergantung pada pembiayaan dari luar dibandingkan sumber internalnya. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])

Definisi Debt to Equity Ratio dalam KBBI

Untuk definisi dalam KBBI, Debt to Equity Ratio tidak terdapat istilah langsung karena merupakan istilah teknis akuntansi. Namun, jika kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia formal, Debt to Equity Ratio diartikan sebagai “rasio utang terhadap modal” yang menggambarkan proporsi utang perusahaan dibandingkan modal sendiri. Penjelasan ini konsisten dengan istilah yang biasa digunakan dalam laporan keuangan dan buku teks akuntansi di Indonesia, meskipun definisi resmi KBBI belum mencantumkan istilah teknis rasio keuangan ini secara terpisah.

Definisi Debt to Equity Ratio Menurut Para Ahli

Menurut Horne dan Wachowicz, Debt to Equity Ratio adalah perbandingan antara total utang dengan total ekuitas pemegang saham, digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan membiayai asetnya melalui utang atau modal sendiri. Rasio ini menghimpun semua jenis utang, termasuk utang jangka pendek dan jangka panjang, sehingga memberi gambaran lengkap tentang struktur modal suatu entitas. ([Lihat sumber Disini - scirp.org])

Hery (2015) dalam kajian rasio keuangan menyebut Debt to Equity Ratio sebagai salah satu ukuran leverage untuk mengukur tingkat penggunaan utang dalam struktur modal perusahaan. Rasio ini menunjukkan konsekuensi risiko yang ditanggung perusahaan ketika beban utangnya meningkat. ([Lihat sumber Disini - eprints.perbanas.ac.id])

Menurut peneliti Warasto (2022) dan sumber lain, Debt to Equity Ratio merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk menilai struktur permodalan perusahaan sehingga investor dan manajemen bisa melihat komposisi sumber dana yang berasal dari kreditur dan pemegang saham. ([Lihat sumber Disini - jurnal.minartis.com])

Dalam konteks literatur pendukung lainnya, Debt to Equity Ratio merupakan ukuran leverage yang memberikan gambaran proporsional antara utang dan ekuitas dalam modal suatu perusahaan, menjadi bagian penting dalam analisis capital structure. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Komponen Perhitungan Debt to Equity Ratio

Komponen utama perhitungan Debt to Equity Ratio adalah total utang dan total ekuitas perusahaan. Total utang mencakup seluruh kewajiban yang harus dilunasi oleh entitas, termasuk utang jangka pendek dan jangka panjang. Sementara total ekuitas mencakup modal yang disediakan oleh pemegang saham ditambah laba ditahan serta komponen modal lainnya.

Perhitungan Debt to Equity Ratio dilakukan dengan membagi jumlah total utang dengan total ekuitas. Secara sederhana, rumusnya adalah:

Debt to Equity Ratio = Total Utang / Total Ekuitas

Total utang merupakan kewajiban yang biasanya tercatat pada neraca perusahaan, meliputi utang dagang, utang bank, obligasi, dan kewajiban lain yang harus dibayar dalam jangka waktu tertentu. Total ekuitas mencerminkan modal yang dimiliki oleh pemegang saham setelah dikurangi seluruh kewajiban.

Sebagai contoh, jika perusahaan memiliki utang sebesar Rp4 miliar dan ekuitas Rp3 miliar, maka Debt to Equity Ratio = 4/3 = 1, 3. Angka ini mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki saldo utang sebesar Rp1, 3 untuk setiap Rp1 modal sendiri yang dimiliki. ([Lihat sumber Disini - ocbc.id])

Komponen perhitungan juga dapat dimodifikasi tergantung kebutuhan analisis; analis kadang memisahkan utang jangka panjang dari total utang untuk fokus pada utang struktur modal jangka panjang sebagai bagian dari strategi pembiayaan jangka panjang.


Debt to Equity Ratio sebagai Indikator Solvabilitas

Debt to Equity Ratio sering digunakan sebagai indikator solvabilitas suatu perusahaan. Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio ini termasuk dalam kategori leverage ratios, yang menunjukkan tingkat beban utang perusahaan secara keseluruhan. Semakin tinggi rasio, semakin besar proporsi utang yang digunakan untuk pembiayaan dibandingkan modal sendiri. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])

Dalam penelitian yang menganalisis hubungan antara rasio keuangan dan Return on Assets, Debt to Equity Ratio terjadi sebagai salah satu tolok ukur yang menilai struktur modal dan kesehatan finansial perusahaan. Temuan dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa DER memberikan dampak signifikan terhadap profitabilitas dan kinerja keuangan perusahaan manufaktur tertentu. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Rasio ini juga membantu kreditur dalam menilai risiko kredit perusahaan. Ketika Debt to Equity Ratio sangat tinggi, kreditur mungkin menilai perusahaan berisiko tinggi karena ketergantungan pada utang yang besar bisa menyebabkan kesulitan pembayaran di masa sulit finansial. Sebaliknya, rasio rendah mengindikasikan struktur modal yang lebih stabil dan kemampuan lebih baik untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.


Analisis Debt to Equity Ratio dalam Struktur Modal

Dalam struktur modal perusahaan, Debt to Equity Ratio berfungsi sebagai ukuran penting untuk membandingkan seberapa besar pendanaan berasal dari kreditur versus pemegang saham. Struktur modal menggambarkan tata letak pembiayaan perusahaan yang optimal untuk mencapai efisiensi biaya modal dan pertumbuhan perusahaan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Rasio ini membantu manajemen dalam mengambil keputusan strategis terkait penggunaan utang versus modal sendiri. Misalnya, penggunaan utang dapat meningkatkan return on equity (ROE) bila dana utang digunakan secara efektif untuk investasi yang menghasilkan return tinggi. Namun, jika beban bunga dan kewajiban terlalu besar, hal ini akan mengurangi profitabilitas dan meningkatkan risiko finansial.

Berbagai studi empiris di Indonesia menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio tidak selalu berdampak sama di setiap sektor industri. Salah satu penelitian yang menganalisis perusahaan properti dan real estate menunjukkan bahwa DER tidak memiliki hubungan signifikan dengan pertumbuhan laba di sektor tersebut, sedangkan faktor lain seperti ukuran perusahaan justru lebih berpengaruh. ([Lihat sumber Disini - ijafibs.pelnus.ac.id])

Selain itu, penelitian yang mengkaji DER bersama rasio lain seperti Current Ratio dan Total Asset Turnover menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio bisa berkontribusi terhadap Return On Assets tergantung pada konteks perusahaan dan keputusan pembiayaan yang diambil. ([Lihat sumber Disini - jurnal.ibik.ac.id])


Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Risiko

Salah satu peran utama Debt to Equity Ratio adalah sebagai pengukur risiko finansial perusahaan. Rasio ini mencerminkan eksposur risiko utang yang harus dihadapi perusahaan apabila kondisi bisnis memburuk. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar beban bunga dan kewajiban pembayaran utang yang harus dipenuhi, sehingga mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk tetap beroperasi di masa sulit. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])

Rasio tinggi juga menunjukkan bahwa perusahaan lebih bergantung pada pendanaan eksternal, yang dapat mengurangi fleksibilitas finansial. Dalam situasi ekonomi yang tidak stabil, perusahaan dengan DER tinggi akan lebih rentan terhadap perubahan suku bunga dan tekanan pasar karena utang jangka panjangnya biasanya membawa beban bunga yang tetap.

Analisis empiris menunjukkan bahwa DER juga berpengaruh terhadap Return on Assets, di mana rasio utang yang lebih tinggi dapat berdampak negatif terhadap profitabilitas ketika tidak dikombinasikan dengan likuiditas yang sehat dan struktur modal yang seimbang. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Interpretasi Debt to Equity Ratio dalam Keputusan Keuangan

Debt to Equity Ratio sangat penting dalam keputusan pembiayaan dan investasi. Investor sering menggunakan rasio ini untuk menilai kesehatan finansial perusahaan sebelum melakukan investasi. Rasio ini membantu investor memahami seberapa berisiko perusahaan dalam pembiayaan operasionalnya, serta memperkirakan potensi return yang akan mereka peroleh. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])

Dalam konteks pengambilan keputusan finansial manajemen, pemilihan kombinasi utang dan modal sendiri didasarkan pada tujuan jangka panjang perusahaan, tingkat risiko yang dapat ditoleransi, serta kondisi pasar modal saat ini. Rasio ini juga digunakan oleh kreditur ketika menilai kelayakan pemberian pinjaman.

Interpretasi Debt to Equity Ratio harus mempertimbangkan perbandingan dengan standar industri. Rasio yang ideal dapat berbeda-beda antar sektor industri karena karakteristik bisnis berbeda. Sebagai contoh, perusahaan di sektor padat modal seperti utilitas atau energi mungkin memiliki DER yang lebih tinggi tetapi masih dianggap normal dalam konteks industrinya dibandingkan sektor teknologi. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])


Kesimpulan

Debt to Equity Ratio adalah rasio keuangan yang fundamental dalam menilai struktur pembiayaan perusahaan, mencerminkan proporsi utang terhadap modal sendiri. Rasio ini digunakan untuk menilai solvabilitas, struktur modal, risiko finansial, dan membantu keputusan investasi dan pembiayaan. Para ahli seperti Horne dan Wachowicz menunjukkan bahwa DER mencerminkan perbandingan total utang dengan total ekuitas. Penelitian empiris di Indonesia menunjukkan bahwa DER dapat berdampak terhadap profitabilitas dan Return on Assets, tetapi pengaruhnya dapat berbeda tergantung sektor industri.

Secara keseluruhan, Debt to Equity Ratio harus dipahami dalam konteks yang tepat, mempertimbangkan karakteristik industri, kebutuhan pembiayaan perusahaan, serta kondisi ekonomi yang berlaku. Rasio yang seimbang antara utang dan ekuitas membantu perusahaan mengoptimalkan struktur modalnya, menjaga risiko finansial terkendali, dan menciptakan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Debt to Equity Ratio adalah rasio keuangan yang digunakan untuk membandingkan total utang perusahaan dengan total modal sendiri guna menilai struktur permodalan dan tingkat risiko keuangan perusahaan.

Debt to Equity Ratio penting karena membantu menilai tingkat solvabilitas, struktur modal, serta risiko keuangan perusahaan yang berkaitan dengan penggunaan utang dalam pembiayaan operasional dan investasi.

Debt to Equity Ratio yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan lebih banyak menggunakan utang dibandingkan modal sendiri, yang dapat meningkatkan risiko keuangan tetapi juga berpotensi meningkatkan pengembalian jika dikelola dengan baik.

Debt to Equity Ratio yang rendah menunjukkan ketergantungan yang lebih kecil pada utang, namun tidak selalu lebih baik karena perusahaan bisa kehilangan peluang pertumbuhan jika terlalu mengandalkan modal sendiri.

Debt to Equity Ratio digunakan oleh manajemen perusahaan, investor, kreditur, dan analis keuangan untuk menilai kesehatan finansial serta risiko pembiayaan suatu perusahaan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Debt to Equity Ratio (DER): Konsep, Analisis Struktur Modal, dan Risiko Debt to Equity Ratio (DER): Konsep, Analisis Struktur Modal, dan Risiko Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Return on Equity (ROE): Konsep, Profitabilitas, dan Kinerja Pemegang Saham Return on Equity (ROE): Konsep, Profitabilitas, dan Kinerja Pemegang Saham Harga Saham: Konsep dan Faktor Penentu Harga Saham: Konsep dan Faktor Penentu Rasio Solvabilitas: Konsep dan Risiko Utang Rasio Solvabilitas: Konsep dan Risiko Utang Rasio Likuiditas: Konsep dan Kemampuan Bayar Rasio Likuiditas: Konsep dan Kemampuan Bayar Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Rasio Keuangan: Konsep, Jenis, dan Fungsi Analisis Rasio Keuangan: Konsep, Jenis, dan Fungsi Analisis Cost of Capital: Konsep dan Pembiayaan Cost of Capital: Konsep dan Pembiayaan Aset Lancar: Konsep, Jenis, dan Likuiditas Aset Lancar: Konsep, Jenis, dan Likuiditas Struktur Gaji: Konsep, Sistem Pengupahan, dan Daya Saing Struktur Gaji: Konsep, Sistem Pengupahan, dan Daya Saing Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Rasio Aktivitas: Konsep dan Efisiensi Aset Rasio Aktivitas: Konsep dan Efisiensi Aset Kinerja Keuangan Perusahaan: Konsep, Indikator, dan Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan: Konsep, Indikator, dan Evaluasi Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Financial Distress: Konsep, Indikator Kesulitan Keuangan, dan Dampak Financial Distress: Konsep, Indikator Kesulitan Keuangan, dan Dampak Kinerja Keuangan: Konsep dan Indikator Evaluasi Kinerja Keuangan: Konsep dan Indikator Evaluasi Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Analisis Laporan Keuangan: Konsep dan Interpretasi Analisis Laporan Keuangan: Konsep dan Interpretasi Rasio Solvabilitas: Konsep, Struktur Modal, dan Risiko Keuangan Rasio Solvabilitas: Konsep, Struktur Modal, dan Risiko Keuangan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…