Terakhir diperbarui: 08 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 8 January). Konsep Dasar Psikologi Terapan. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/konsep-dasar-psikologi-terapan 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Konsep Dasar Psikologi Terapan - SumberAjar.com

Konsep Dasar Psikologi Terapan

Pendahuluan

Psikologi terapan merupakan salah satu cabang ilmu psikologi yang berfokus pada pemanfaatan teori, metode, dan prinsip psikologi untuk menyelesaikan berbagai masalah praktis yang terjadi dalam kehidupan manusia sehari-hari. Bidang ini tidak hanya berkutat dalam ranah akademik, tetapi sangat terkait erat dengan realitas sosial, industri, pendidikan, kesehatan, dan organisasi, di mana pemahaman perilaku manusia menjadi kunci untuk merumuskan intervensi-intervensi praktis yang efektif. Psikologi terapan telah berkembang pesat seiring kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks terhadap solusi perilaku dan mental yang berbasis ilmiah.


Definisi Psikologi Terapan

Definisi Psikologi Terapan Secara Umum

Psikologi terapan secara umum dapat dipahami sebagai penggunaan prinsip, teori, dan temuan psikologi yang bersifat ilmiah untuk memecahkan persoalan praktis terkait perilaku dan pengalaman manusia (applied psychology). Ilmu ini menerapkan pengetahuan psikologis dalam konteks nyata, tidak hanya sekadar kajian teori tetapi juga eksekusi dalam setting kehidupan sosial, pendidikan, organisasi, kesehatan, serta hukum. Dalam psikologi terapan, fokus utama bukan lagi hanya menjelaskan fenomena perilaku, tetapi menerapkan temuan ilmiah itu untuk menghasilkan perubahan positif dalam kehidupan individu maupun kelompok. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]

Definisi Psikologi Terapan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), psikologi merupakan ilmu yang mempelajari aspek-aspek jiwa dan perilaku manusia dan hewan, sedangkan istilah terapan menunjukkan suatu bidang ilmu yang diterapkan untuk menyelesaikan masalah praktis. Dengan demikian, psikologi terapan diartikan sebagai cabang psikologi yang mempelajari dan menerapkan konsep psikologi untuk menyelesaikan persoalan kehidupan nyata, baik di ranah individu maupun sosial. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]

Definisi Psikologi Terapan Menurut Para Ahli

  1. Hugo Münsterberg, Dikenal sebagai pendiri psikologi terapan, Münsterberg menyatakan bahwa psikologi terapan adalah penerapan sains perilaku dalam konteks pendidikan, industri, dan sistem sosial untuk meningkatkan efisiensi kerja serta kualitas hidup. Ia menekankan bahwa psikologi terapan mengintegrasikan pendekatan ilmiah dengan praktik nyata. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]

  2. John G. Darley & Ralph Berdie, Dalam Journal of Consulting Psychology, mereka menggarisbawahi psikologi terapan sebagai penerapan teori psikologi untuk menyediakan solusi terhadap persoalan perilaku yang dihadapi suatu komunitas atau organisasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. American Psychological Association (APA), APA menjelaskan bahwa psikologi terapan mencakup penggunaan teori dan hasil penelitian psikologi untuk memecahkan masalah praktis di berbagai bidang, seperti pendidikan, industri, kesehatan, dan hukum. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Gale & Chapman (1989), Mereka mendefinisikan psikologi terapan sebagai penerapan hasil penelitian laboratorium ke dalam konteks praktis, seperti terapi, konseling, dan modifikasi perilaku, yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar lebih adaptif dan fungsional. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]


Cabang-Cabang Psikologi Terapan

Psikologi terapan mencakup berbagai cabang yang masing-masing fokus pada penerapan psikologi dalam konteks tertentu. Berikut penjelasan beberapa cabang penting:

  1. Psikologi Klinis

    Cabang ini berkaitan dengan diagnosis dan intervensi terhadap gangguan perilaku atau mental yang signifikan. Psikologi klinis berfokus pada bantuan kepada individu yang mengalami disfungsi psikologis dan menyediakan layanan terapi serta rehabilitasi yang disesuaikan dengan kebutuhan klien. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]

  2. Psikologi Konseling

    Psikologi konseling menitikberatkan pada pemberian dukungan dan strategi kepada individu yang menghadapi masalah kehidupan sehari-hari seperti hubungan interpersonal, pilihan karier, serta stres kecemasan ringan. Terapis konselor membantu klien mengembangkan keterampilan adaptif untuk mengatasi persoalan yang dihadapi. [Lihat sumber Disini - lintar.untar.ac.id]

  3. Psikologi Industri dan Organisasi (I-O Psychology)

    Bidang ini mempelajari perilaku manusia dalam lingkungan kerja dan organisasi. Psikologi industri dan organisasi mengaplikasikan prinsip psikologi untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan karyawan, desain pekerjaan, seleksi dan pelatihan, serta hubungan antarpribadi di tempat kerja. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Psikologi Pendidikan

    Cabang ini berfokus pada dinamika belajar mengajar, evaluasi program pendidikan, serta peningkatan efektivitas pembelajaran melalui penerapan prinsip-prinsip psikologis dalam konteks pendidikan formal maupun informal. [Lihat sumber Disini - lintar.untar.ac.id]

  5. Psikologi Konsumen

    Psikologi konsumen menerapkan teori perilaku untuk memahami pola keputusan pembelian, respons terhadap iklan, serta pengalaman konsumen terhadap produk atau jasa. Temuan psikologi konsumen membantu perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang efektif. [Lihat sumber Disini - lintar.untar.ac.id]

  6. Ergonomi dan Faktor Manusia

    Cabang ini mempelajari interaksi antara manusia dengan mesin atau lingkungan kerja untuk menciptakan desain yang aman, efisien, dan ergonomis. Ergonomi berusaha meminimalkan risiko cedera dan meningkatkan kenyamanan serta kinerja. [Lihat sumber Disini - lintar.untar.ac.id]

  7. Psikologi Forensik

    Psikologi forensik menerapkan ilmu psikologi dalam konteks hukum dan sistem peradilan. Praktisi di bidang ini terlibat dalam penilaian kapasitas mental terdakwa, pencegahan kejahatan, serta bantuan dalam pembuatan kebijakan hukum berdasarkan pemahaman perilaku manusia. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]


Prinsip Dasar Psikologi Terapan

Psikologi terapan dibangun atas beberapa prinsip dasar yang menjadi landasan dalam praktik dan penelitian:

  1. Berbasis Bukti Ilmiah

    Intervensi psikologi terapan harus didasarkan pada bukti empiris yang kuat. Prinsip ini menuntut bahwa setiap metode atau teknik yang digunakan telah melalui evaluasi ilmiah sehingga keefektifannya dapat dipertanggungjawabkan secara statistik dan teoritis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Fokus pada Solusi Praktis

    Berbeda dari psikologi eksperimental yang lebih teoritis, psikologi terapan selalu menekankan pada penerapan konkret dari pengetahuan psikologis untuk membantu individu atau kelompok dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]

  3. Holistik dan Kontekstual

    Psikologi terapan mempertimbangkan konteks lingkungan sosial, budaya, dan organisasi tempat orang berada. Pendekatan ini memungkinkan intervensi yang disusun relevan dengan kondisi nyata serta kebutuhan spesifik subjek. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Etika Profesional

    Praktisi psikologi terapan harus mematuhi standar etika yang tinggi dalam penerapan teknik serta perlindungan privasi, martabat, serta hak klien atau partisipan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Metode dalam Psikologi Terapan

Psikologi terapan menggunakan berbagai metode ilmiah dan teknik intervensi untuk mengumpulkan data serta menerapkan solusi terhadap permasalahan perilaku berikut beberapa metode umum:

  1. Survei dan Kuesioner

    Digunakan untuk mengumpulkan data dari sampel besar responden yang berkaitan dengan sikap, kepribadian, dan pengalaman. Survei membantu mengidentifikasi pola perilaku yang relevan untuk dirumuskan menjadi strategi intervensi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Observasi Sistematis

    Metode ini melibatkan pengamatan terencana terhadap perilaku subjek dalam konteks alami atau terkontrol untuk mengumpulkan data yang valid tentang perilaku yang menjadi fokus penelitian atau praktik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Eksperimen Terapan

    Eksperimen digunakan untuk menguji efek dari variabel tertentu dalam kondisi yang terkontrol, sehingga dapat diketahui hubungan kausal antara suatu pendekatan intervensi dengan hasil yang diharapkan dalam konteks praktis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Asesmen Psikologi

    Tes psikometri, wawancara klinis, dan penilaian kinerja adalah contoh alat asesmen yang digunakan untuk mengukur variabel psikologis seperti kecerdasan, kepribadian, keterampilan, dan gangguan psikologis secara kuantitatif maupun kualitatif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  5. Teknik Intervensi

    Berbagai teknik seperti konseling, pelatihan keterampilan, program modifikasi perilaku, serta terapi kognitif-perilaku digunakan untuk membantu klien mengatasi masalah perilaku atau meningkatkan fungsi psikologis mereka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Penerapan Psikologi Terapan dalam Berbagai Bidang

Psikologi terapan memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai bidang kehidupan:

  1. Bidang Kesehatan Mental

    Psikologi terapan digunakan untuk diagnosis, perawatan, serta pencegahan gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan trauma. Psikolog klinis dan konselor bekerja dengan individu maupun kelompok untuk meningkatkan kesejahteraan mental. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]

  2. Bidang Organisasi dan Manajemen SDM

    Dalam setting organisasi, prinsip psikologi terapan diaplikasikan untuk seleksi karyawan, pelatihan, pengembangan kepemimpinan, serta desain pekerjaan untuk meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Bidang Pendidikan

    Dalam pendidikan, psikologi terapan membantu merancang strategi pembelajaran yang efektif, diagnosa kesulitan belajar, serta pembentukan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan belajar siswa. [Lihat sumber Disini - lintar.untar.ac.id]

  4. Bidang Konsumen dan Pemasaran

    Psikolog konsumen meneliti motivasi dan keputusan pembelian untuk membantu perusahaan merancang strategi pemasaran yang sesuai dengan perilaku target pasar. [Lihat sumber Disini - lintar.untar.ac.id]

  5. Bidang Forensik dan Hukum

    Psikologi terapan membantu sistem peradilan melalui evaluasi kredibilitas saksi, penilaian kapasitas mental terdakwa, serta penyusunan program rehabilitasi untuk pelaku tindak pidana. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]


Etika dalam Psikologi Terapan

Etika profesional merupakan bagian tak terpisahkan dalam psikologi terapan. Ini mencakup:

  1. Kerahasiaan dan Privasi

    Setiap data klien harus dijaga kerahasiaannya dan tidak dibagikan tanpa persetujuan eksplisit, kecuali dalam keadaan hukum yang mengharuskan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Sebelum intervensi dimulai, klien harus diberikan informasi yang jelas tentang metode yang akan digunakan, tujuan, serta kemungkinan efek sampingnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Integritas Profesional

    Praktisi wajib bertindak jujur, tidak melakukan manipulasi atau misrepresentasi data, serta memastikan praktik psikologi sesuai standar ilmiah yang berlaku. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Non-Diskriminasi dan Keadilan

    Layanan psikologis harus tersedia tanpa diskriminasi terhadap ras, jenis kelamin, usia, agama, ataupun latar belakang sosial lainnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kesimpulan

Psikologi terapan merupakan disiplin psikologi yang berfokus pada pemecahan masalah praktis dengan mengintegrasikan teori dan metode ilmiah ke dalam berbagai konteks kehidupan manusia. Cabang-cabangnya meliputi bidang klinis, konseling, industri dan organisasi, pendidikan, serta lainnya yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan fungsi psikologis individu maupun kelompok. Prinsip dasar psikologi terapan seperti berbasis bukti ilmiah, etika profesional, serta fokus pada solusi nyata menjadikannya relevan di berbagai sektor, termasuk kesehatan mental, organisasi, pendidikan, pemasaran, serta hukum. Melalui metode ilmiah seperti survei, eksperimen, asesmen psikologis, dan teknik intervensi, psikologi terapan memainkan peran penting dalam membantu individu dan sistem untuk menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari secara lebih adaptif dan efektif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Psikologi terapan adalah cabang ilmu psikologi yang berfokus pada penerapan teori, prinsip, dan metode psikologi untuk memecahkan masalah nyata dalam kehidupan manusia, seperti di bidang pendidikan, kesehatan mental, organisasi, hukum, dan sosial.

Psikologi murni berfokus pada pengembangan teori dan pemahaman ilmiah tentang perilaku manusia, sedangkan psikologi terapan menitikberatkan pada penggunaan teori tersebut untuk menyelesaikan masalah praktis dan meningkatkan kualitas hidup individu maupun kelompok.

Cabang utama psikologi terapan meliputi psikologi klinis, psikologi konseling, psikologi industri dan organisasi, psikologi pendidikan, psikologi konsumen, psikologi forensik, serta ergonomi dan faktor manusia.

Psikologi terapan penting karena membantu individu dan masyarakat memahami perilaku manusia secara ilmiah dan menerapkannya untuk meningkatkan kesejahteraan mental, efektivitas belajar, produktivitas kerja, serta kualitas hubungan sosial.

Prinsip dasar psikologi terapan meliputi penggunaan bukti ilmiah, fokus pada solusi praktis, pendekatan holistik dan kontekstual, serta penerapan etika profesional dalam setiap praktik dan intervensi psikologis.

Dalam bidang pendidikan, psikologi terapan digunakan untuk memahami proses belajar, mengatasi kesulitan belajar, merancang metode pembelajaran yang efektif, serta meningkatkan motivasi dan perkembangan psikologis peserta didik.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Riset Terapan di Dunia Industri dan Pendidikan Desain Eksperimen Terapan: Pengertian dan Implementasinya Konsep Psikologi Positif Konsep Psikologi Kehidupan Sehari-hari Psikologi Pendidikan: Ruang Lingkup dan Contohnya Psikologi Belajar Modern: Teori dan Aplikasinya Justifikasi Statistik: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Kesadaran Diri (Self-Awareness): Konsep dan Perannya Analisis Regresi Linear: Langkah dan Contoh Psikologi Ibu Trimester Akhir: Konsep, Perubahan Emosi, dan Kesiapan Komitmen Organisasi: Perspektif Psikologi Kerja Hierarki Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Ilmiah Empati Kognitif dan Emosional Psikologi Gaya Hidup Sehat: Konsep Integratif Psikologi Ibu Hamil Trimester Ketiga Teori Motivasi Maslow Kematangan Karier: Konsep dan Perencanaan Empati: Pengertian, Jenis, dan Peran dalam Interaksi Logika: Pengertian, Jenis, dan Contohnya di bidang Teknologi Manfaat Penelitian: Definisi, Jenis, dan Contohnya
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna