Terakhir diperbarui: 20 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 20 January). Kualitas Manajemen: Konsep, Praktik Manajerial, dan Kinerja. SumberAjar. Retrieved 21 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kualitas-manajemen-konsep-praktik-manajerial-dan-kinerja  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kualitas Manajemen: Konsep, Praktik Manajerial, dan Kinerja - SumberAjar.com

Kualitas Manajemen: Konsep, Praktik Manajerial, dan Kinerja

Pendahuluan

Kualitas manajemen merupakan salah satu aspek fundamental yang menentukan keberhasilan sebuah organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Dalam era persaingan global yang semakin ketat, organisasi tidak hanya dituntut memiliki strategi bisnis yang tepat, tetapi juga harus memastikan bahwa proses manajerial yang diterapkan berkualitas tinggi dan mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Kualitas manajemen menggabungkan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, dan perbaikan berkelanjutan yang berdampak langsung pada kinerja organisasi termasuk kepuasan karyawan dan pengembangan sumber daya manusia. Fokus terhadap kualitas manajemen menjadi penting karena dapat menciptakan organisasi yang responsif, inovatif, dan kompetitif.


Definisi Kualitas Manajemen

Definisi Kualitas Manajemen Secara Umum

Kualitas manajemen pada dasarnya mengacu pada seberapa efektif dan efisien proses manajerial dalam suatu organisasi dijalankan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara umum, kualitas manajemen dipahami sebagai sistem atau pendekatan yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya organisasi agar dapat memberikan nilai maksimal baik bagi pemangku kepentingan internal maupun eksternal. ISO 9001:2015, standar internasional untuk sistem manajemen mutu, menunjukkan bahwa kualitas manajemen merupakan kumpulan elemen yang saling berinteraksi untuk menetapkan kebijakan dan tujuan, serta proses yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini mencakup integrasi proses dan kegiatan yang terstandardisasi untuk menjamin konsistensi kualitas dalam produk dan layanan organisasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Kualitas Manajemen dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), manajemen merujuk kepada tindakan atau seni mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan dalam suatu organisasi supaya tujuan yang diinginkan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dalam konteks kualitas manajemen, dapat diartikan sebagai tingkat efektivitas tindakan manajerial di dalam suatu organisasi yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan terhadap sumber daya yang ada. Kualitas manajemen dalam arti luas terkait langsung dengan bagaimana proses internal diterapkan untuk memaksimalkan hasil yang diinginkan sesuai dengan standar yang ditetapkan. (Sumber: KBBI daring).

Definisi Kualitas Manajemen Menurut Para Ahli

Beberapa ahli memberikan penjelasan yang lebih mendetail mengenai kualitas manajemen dalam konteks ilmiah:

  1. Menurut Zaharuzaman Jamaluddin dkk, praktik manajemen kualitas mencakup elemen-elemen seperti komitmen manajemen, pelatihan, pengelolaan proses, alat mutu, dan perbaikan berkelanjutan yang bersama-sama membentuk hubungan konseptual dengan kinerja organisasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  2. Menurut penelitian yang dilakukan Dewi Lia Ningsih & Gatri Lunarindiah, praktik manajemen kualitas total memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan proses dan kinerja manajemen dalam organisasi, menunjukkan pentingnya pelaksanaan praktik-praktik manajemen kualitas dalam konteks dunia nyata. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  3. Menurut studi Ariyadi, praktik manajemen kinerja dalam suatu organisasi mencerminkan upaya manajemen untuk mencapai tujuan lewat pengembangan dan evaluasi kinerja, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kualitas manajemen secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  4. Menurut penelitian Shah (2022), praktik kualitas manajemen yang diterapkan secara efektif dapat mempengaruhi struktur organisasi dan hasil kerja antar organisasi, menunjukkan pentingnya integrasi praktik yang tepat untuk hasil yang optimal. ([Lihat sumber Disini - journals.sagepub.com])


Fungsi dan Peran Manajerial

Fungsi Manajerial

Manajemen memiliki beberapa fungsi inti yang harus dijalankan secara efektif untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi. Menurut banyak ahli manajemen, fungsi-fungsi tersebut mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. ([Lihat sumber Disini - mekari.com])

  • Perencanaan (Planning): Tahapan dimana tujuan organisasi ditetapkan, strategi dirumuskan, serta keputusan diambil tentang tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan ini. ([Lihat sumber Disini - mekari.com])

  • Pengorganisasian (Organizing): Proses pengelompokan serta penataan sumber daya yang tersedia (manusia, modal, informasi) agar efektif dan efisien dalam pelaksanaannya. ([Lihat sumber Disini - mekari.com])

  • Pengarahan / Kepemimpinan (Leading): Melibatkan pembinaan perilaku kerja, motivasi, komunikasi, dan pemantauan kegiatan karyawan sehingga kinerja mereka dapat selaras dengan tujuan organisasi. ([Lihat sumber Disini - mekari.com])

  • Pengendalian (Controlling): Fungsi ini berkaitan dengan pengukuran kinerja aktual dibandingkan dengan standar yang ditetapkan, serta pengambilan tindakan korektif jika terdapat penyimpangan. ([Lihat sumber Disini - mekari.com])

Beberapa teori manajemen modern juga menunjukkan peran manajerial lainnya seperti peran interpersonal, informasional, dan peran pengambilan keputusan yang dijelaskan oleh Henrich Mintzberg melalui model sepuluh peran manajerialnya. ([Lihat sumber Disini - meirc.com])

Peran Manajerial dalam Kualitas Manajemen

Peran manajerial dalam konteks kualitas manajemen tidak hanya terbatas pada fungsi formal seperti perencanaan dan pengendalian, tetapi juga mencakup peran strategis dalam membentuk budaya organisasi yang mendukung pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan. Manajer bertindak sebagai agen perubahan yang memastikan komunikasi efektif, alokasi sumber daya yang optimal, serta motivasi karyawan untuk memberikan kontribusi maksimal terhadap pencapaian tujuan organisasi secara kolektif.


Praktik Manajemen yang Efektif

Praktik manajemen yang efektif adalah penerapan fungsi-fungsi manajerial dengan pendekatan sistematis dan konsisten dalam semua tingkatan organisasi. Beberapa komponen utama praktik manajemen yang dianggap efektif antara lain:

  • Komitmen Kepemimpinan: Komitmen dari pimpinan puncak organisasi sangat penting untuk memastikan bahwa kualitas menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi organisasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  • Pelatihan dan Pengembangan: Manajemen kualitas yang baik mencakup investasi dalam pelatihan dan pengembangan SDM agar karyawan memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugasnya secara optimal. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  • Manajemen Proses: Praktik pengelolaan proses berkelanjutan membantu organisasi dalam mengurangi kesalahan, menjamin konsistensi hasil kerja, serta meningkatkan efisiensi operasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  • Penggunaan Alat Mutu (Quality Tools): Penggunaan alat-alat mutu seperti kontrol statistik proses, diagram sebab akibat, serta evaluasi performa membantu dalam meningkatkan efektivitas proses kerja. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Implementasi praktik ini dalam perusahaan, organisasi publik maupun sektor jasa akan memperkuat fondasi kualitas manajemen yang berdampak langsung pada peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan.


Kualitas Manajemen dan Kinerja Organisasi

Hubungan antara kualitas manajemen dan kinerja organisasi telah banyak diteliti. Kinerja organisasi biasanya mencakup kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif, efisien, serta berkelanjutan. Penelitian sistematis menunjukkan bahwa peningkatan kualitas manajemen berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja organisasi, termasuk dimensi keuangan maupun non-keuangan seperti kepuasan pelanggan dan inovasi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.desantapublisher.com])

Dalam penelitian Dewi Lia Ningsih & Gatri Lunarindiah, ditemukan bahwa praktik manajemen kualitas total yang efektif berkorelasi signifikan dengan peningkatan proses internal dan kinerja manajemen yang selanjutnya meningkatkan kinerja organisasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Kualitas manajemen yang baik juga memungkinkan organisasi menjadi lebih adaptif terhadap perubahan pasar, mempercepat pengambilan keputusan, serta menciptakan keunggulan kompetitif yang bersifat berkelanjutan.


Kualitas Manajemen dan Kepuasan Karyawan

Karyawan merupakan aset strategis dalam semua organisasi. Banyak penelitian empiris menunjukkan bahwa kualitas manajemen, khususnya praktik manajemen kualitas total, memiliki korelasi positif dengan kepuasan kerja karyawan. Studi tentang hubungan ini menunjukkan bahwa elemen seperti keterlibatan karyawan, komunikasi yang baik, fokus pada pelanggan internal maupun eksternal, serta perbaikan berkelanjutan berkontribusi terhadap meningkatnya kepuasan karyawan. ([Lihat sumber Disini - saudijournals.com])

Kepuasan karyawan yang tinggi sering kali mencerminkan lingkungan kerja yang suportif, kesempatan pengembangan kompetensi, serta adanya umpan balik konstruktif yang mendukung pertumbuhan profesional dan pribadi karyawan.


Pengembangan Kualitas Manajemen

Pengembangan kualitas manajemen melibatkan upaya sistematis untuk meningkatkan proses, budaya, dan kompetensi manajerial dalam organisasi. Langkah strategis yang umum dilakukan antara lain:

  1. Pelatihan dan Pengembangan SDM: Investasi dalam program pembelajaran dan pengembangan untuk memperkuat keterampilan manajerial dan teknis.

  2. Penerapan Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2015): Mengadopsi standar internasional untuk memastikan proses organisasi konsisten dan dapat dipantau secara terukur. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Evaluasi dan Umpan Balik: Sistem evaluasi kinerja yang memberikan umpan balik yang jelas dapat membantu organisasi memperbaiki kelemahan serta membangun kemampuan internal yang lebih kuat.

  4. Inovasi Proses: Mengintegrasikan pendekatan inovatif dalam setiap aspek kegiatan organisasi untuk menjamin relevansi dengan dinamika eksternal.

Pengembangan ini harus dilakukan secara konsisten agar kualitas manajemen yang ditingkatkan dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi serta kepuasan pemangku kepentingan dalam jangka panjang.


Kesimpulan

Kualitas manajemen adalah suatu konsep yang sangat penting dalam konteks organisasi modern. Secara umum, kualitas manajemen mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian proses dalam organisasi agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien, serta berkelanjutan. Praktik manajemen yang efektif, seperti komitmen kepemimpinan, pelatihan, dan pengelolaan proses, memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja organisasi, termasuk aspek finansial, kepuasan pelanggan dan inovasi internal. Hubungan antara kualitas manajemen dan kepuasan karyawan juga sangat erat, dimana praktik manajemen berkualitas dapat meningkatkan lingkungan kerja dan motivasi karyawan. Untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas manajemen, organisasi perlu mengadopsi pendekatan sistematis termasuk pengembangan SDM, penerapan standar kualitas internasional, serta evaluasi dan umpan balik yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, kualitas manajemen memainkan peran krusial dalam mendorong organisasi menuju pencapaian tujuan strategisnya dan menciptakan keunggulan kompetitif di era global.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kualitas manajemen adalah tingkat efektivitas dan efisiensi proses manajerial dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara optimal.

Kualitas manajemen penting karena berpengaruh langsung terhadap kinerja organisasi, daya saing, efektivitas operasional, serta kemampuan organisasi dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis.

Fungsi utama manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan atau kepemimpinan, dan pengendalian. Keempat fungsi ini saling berkaitan dalam memastikan tujuan organisasi tercapai secara efektif.

Kualitas manajemen yang baik dapat meningkatkan kinerja organisasi melalui proses kerja yang lebih efisien, pengambilan keputusan yang tepat, peningkatan produktivitas, serta pencapaian tujuan strategis secara berkelanjutan.

Ya, kualitas manajemen berpengaruh signifikan terhadap kepuasan karyawan. Praktik manajerial yang baik menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, komunikasi yang efektif, serta peluang pengembangan kompetensi bagi karyawan.

Peningkatan kualitas manajemen dapat dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, penerapan sistem manajemen mutu, evaluasi kinerja secara berkala, serta penerapan budaya perbaikan berkelanjutan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sistem Penilaian Kinerja: Konsep, Metode Evaluasi, dan Objektivitas Sistem Penilaian Kinerja: Konsep, Metode Evaluasi, dan Objektivitas Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Kinerja Organisasi: Konsep, Pengukuran, dan Pencapaian Tujuan Kinerja Organisasi: Konsep, Pengukuran, dan Pencapaian Tujuan Sistem Web Penilaian Kinerja Dosen Sistem Web Penilaian Kinerja Dosen SPK Penilaian Kinerja Karyawan SPK Penilaian Kinerja Karyawan Evaluasi Kinerja: Konsep, Penilaian Kerja, dan Umpan Balik Evaluasi Kinerja: Konsep, Penilaian Kerja, dan Umpan Balik Perbedaan Sistem Informasi, Sistem Informasi Manajemen, dan Sistem Informasi Berbasis Web Perbedaan Sistem Informasi, Sistem Informasi Manajemen, dan Sistem Informasi Berbasis Web Kinerja Karyawan: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Kerja Kinerja Karyawan: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Kerja Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Sistem Informasi Penilaian Kinerja Guru Sistem Informasi Penilaian Kinerja Guru Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh Kinerja Strategis Perusahaan: Konsep, Implementasi, dan Evaluasi Kinerja Strategis Perusahaan: Konsep, Implementasi, dan Evaluasi Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Apoteker Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Apoteker Benchmarking: Definisi, Tujuan, dan Contoh dalam Penelitian Benchmarking: Definisi, Tujuan, dan Contoh dalam Penelitian Manajemen Sumber Daya Manusia: Konsep, Fungsi MSDM, dan Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia: Konsep, Fungsi MSDM, dan Strategi Sistem Informasi Monitoring Karyawan WFH Sistem Informasi Monitoring Karyawan WFH Sistem Informasi Manajemen (SIM): Konsep, Tujuan, dan Ruang Lingkupnya Sistem Informasi Manajemen (SIM): Konsep, Tujuan, dan Ruang Lingkupnya Sales Performance: Konsep, Indikator Penjualan, dan Target Pasar Sales Performance: Konsep, Indikator Penjualan, dan Target Pasar Kinerja Tim Kerja: Konsep, Kolaborasi Tim, dan Pencapaian Target Kinerja Tim Kerja: Konsep, Kolaborasi Tim, dan Pencapaian Target Sistem Web Pengawasan Kinerja Siswa Sistem Web Pengawasan Kinerja Siswa
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…