Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Manajemen Fatigue Pasien: Konsep dan Intervensi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/manajemen-fatigue-pasien-konsep-dan-intervensi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Manajemen Fatigue Pasien: Konsep dan Intervensi - SumberAjar.com

Manajemen Fatigue Pasien: Konsep dan Intervensi

Pendahuluan

Kelelahan atau fatigue merupakan masalah klinis yang sering dialami oleh pasien, terutama mereka dengan penyakit kronis atau menjalani terapi jangka panjang, seperti pasien hemodialisis, penyakit degeneratif, atau kondisi kronis lainnya. Fatigue ini bukan sekadar “ngantuk biasa” atau lelah setelah aktivitas berat, melainkan kondisi kompleks yang melibatkan penurunan energi, kapabilitas fisik dan mental, serta gangguan fungsi sehari-hari. Jika tidak diidentifikasi dan dikelola dengan baik, fatigue dapat menghambat pemulihan, menurunkan kualitas hidup, dan memperburuk kondisi kesehatan pasien. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang definisi, jenis, penyebab, dampak, penilaian, serta intervensi keperawatan sangat penting untuk manajemen keperawatan yang optimal.


Definisi Fatigue

Definisi Fatigue Secara Umum

Kata "fatigue" secara umum mengacu pada kondisi kelelahan atau penurunan energi setelah aktivitas fisik atau mental. Secara sederhana, fatigue menggambarkan rasa “lelah”, “lesu”, “kurang tenaga”, atau “berkurangnya kapasitas kerja/aktivitas”. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Fatigue dalam KBBI

Menurut beberapa literatur keperawatan di Indonesia, fatigue atau “keletihan/kelelahan” didefinisikan sebagai penurunan kapasitas kerja fisik dan mental yang tidak pulih meskipun telah beristirahat. [Lihat sumber Disini - perawat.org]

Definisi Fatigue Menurut Para Ahli

Beberapa definisi fatigue menurut para ahli atau literatur keperawatan/ilmiah antara lain:

  • Literatur tinjauan kelelahan menyebutkan bahwa fatique berasal dari Bahasa Latin “fatigare” yang berarti “hilang/lenyap”, dan dalam konteks kelelahan dapat diartikan sebagai perubahan dari kondisi lebih kuat ke kondisi lebih lemah. [Lihat sumber Disini - lib.ui.ac.id]

  • Dalam konteks kelelahan kerja atau keletihan, fatigue diartikan sebagai perpaduan penurunan fungsi mental dan fisik, yang menghasilkan berkurangnya semangat dan efisiensi aktivitas seseorang. [Lihat sumber Disini - lib.ui.ac.id]

  • Menurut diagnosa keperawatan pada standar Indonesia, fatigue atau “keletihan” sebagai diagnosis keperawatan adalah penurunan kapasitas fisik dan mental pasien yang tidak pulih dengan istirahat. [Lihat sumber Disini - perawat.org]

Dengan demikian, fatigue jika dikaitkan dengan keperawatan adalah kondisi multidimensional, meliputi aspek fisik dan mental, yang mengganggu kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas normal.


Jenis Fatigue

Dalam praktik keperawatan dapat dibedakan beberapa jenis fatigue berdasarkan karakteristiknya:

  • Fatigue Fisik, kelelahan yang terutama berkaitan dengan fungsi fisik: penurunan tenaga, rasa lemah, sulit mempertahankan aktivitas fisik, terasa berat, dsb.

  • Fatigue Mental (Psikologis), meliputi kelelahan pada aspek daya pikir, konsentrasi, motivasi; pasien mungkin mudah lupa, sulit berkonsentrasi, merasa beban pikiran, emosional lelah.

  • Fatigue Kronis, kondisi kelelahan yang berlangsung lama, tidak membaik meskipun sudah ada istirahat. Fatigue jenis ini sering ditemui pada pasien penyakit kronis atau pasien dengan terapi jangka panjang.

Jenis-jenis tersebut penting dipahami karena intervensi dan penilaian bisa berbeda tergantung jenis fatigue yang dialami.


Faktor Penyebab Fatigue

Fatigue pada pasien dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat fisiologis, psikologis, maupun kontekstual. Beberapa faktor penyebab yang sering ditemukan dalam literatur:


Dampak Fatigue terhadap Aktivitas Pasien

Fatigue yang tidak dikelola dapat memberikan dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan dan kesehatan pasien, antara lain:

  • Penurunan kualitas hidup: pada pasien kronik / hemodialisis, fatigue berkorelasi negatif dengan kualitas hidup, semakin tinggi fatigue, semakin rendah kualitas hidup. [Lihat sumber Disini - proceeding.unisayogya.ac.id]

  • Gangguan fungsi sosial dan aktivitas sehari-hari: misalnya pasien kesulitan melakukan aktivitas rutin, mobilitas terbatas, sulit melakukan pekerjaan rumah atau kegiatan harian. [Lihat sumber Disini - proceeding.unisayogya.ac.id]

  • Gangguan psikologis: perasaan letih terus-menerus, mudah marah, stres, depresi, menurunnya motivasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Gangguan tidur dan istirahat: fatigue bisa mengganggu pola tidur dan istirahat, sehingga istirahat pun tidak memulihkan kondisi secara optimal. [Lihat sumber Disini - perawat.org]

  • Membatasi efektivitas terapi dan perawatan: jika pasien lelah terus-menerus, partisipasi dalam terapi/pemulihan bisa menurun, menyebabkan progres pengobatan kurang optimal atau risiko komplikasi meningkat.


Penilaian Tingkat Fatigue

Penilaian fatigue pada pasien penting dilakukan untuk menentukan intervensi keperawatan yang tepat. Beberapa hal terkait penilaian fatigue:

  • Dalam kerangka diagnosis keperawatan menurut Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), fatigue atau “keletihan” dikategorikan sebagai masalah fisiologis dalam domain aktivitas dan istirahat. Diagnosis ini mempertimbangkan tanda/ gejala seperti “energi tidak pulih walaupun sudah istirahat”, “merasa kurang tenaga”, “mengeluh lelah”, “tampak lesu”, serta dampak terhadap fungsi aktivitas pasien. [Lihat sumber Disini - perawat.org]

  • Untuk pasien kronis, penelitian menggunakan instrumen kuesioner seperti FACIT fatigue scale untuk mengukur tingkat kelelahan subjektif, misalnya pada pasien hemodialisis. [Lihat sumber Disini - jurnal.itkeswhs.ac.id]

  • Penilaian juga dapat melibatkan observasi terhadap kemampuan aktivitas sehari-hari, stamina fisik, partisipasi dalam terapi, dan respons terhadap istirahat / perawatan, untuk membedakan antara fatigue ringan, sedang, atau berat.


Intervensi Keperawatan untuk Mengurangi Fatigue

Berbagai penelitian telah mengeksplorasi intervensi keperawatan non-farmakologis untuk mengurangi fatigue pada pasien. Beberapa intervensi efektif antara lain:

  • Teknik relaksasi pernapasan, misalnya Slow Deep Breathing (SDB). Sebuah studi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis menunjukkan bahwa penerapan SDB selama beberapa hari dapat menurunkan tingkat fatigue secara signifikan. [Lihat sumber Disini - journal.linkpub.id]

  • Edukasi dan dukungan psikososial: mendampingi pasien, memberikan motivasi dan dukungan emosional, terutama pasien dengan penyakit kronis, terbukti membantu dalam menurunkan persepsi kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup. [Lihat sumber Disini - proceeding.unisayogya.ac.id]

  • Monitoring dan manajemen faktor fisiologis: misalnya memantau kadar hemoglobin, tekanan darah, dan faktor lain bagi pasien dengan kondisi kronis, serta mengatur jadwal terapi agar tidak terlalu membebani pasien. [Lihat sumber Disini - jurnal.itkeswhs.ac.id]

  • Perencanaan aktivitas dan istirahat yang seimbang: membantu pasien mengatur waktu aktivitas dan istirahat secara optimal agar tidak berlebihan dan memberi ruang pemulihan. (Berdasar konsep fatigue sebagai penurunan kapasitas fisik/mental karena beban) [Lihat sumber Disini - lib.ui.ac.id]


Contoh Kasus Manajemen Fatigue

Sebagai ilustrasi, berikut contoh kasus manajemen fatigue pada pasien kronik:

Pasien dengan Gagal Ginjal Kronik (GGK) menjalani hemodialisis secara rutin. Setelah beberapa sesi dialisis, pasien melaporkan rasa lelah berat, kurang energi, dan sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Penilaian dengan FACIT fatigue scale menunjukkan skor fatigue berat.

Perawat kemudian menerapkan intervensi dengan memberikan pelatihan dan praktik Slow Deep Breathing selama 3 hari berturut-turut. Setelah intervensi, pasien melaporkan penurunan keluhan kelelahan, fatigue berkurang dari berat ke ringan, dan mampu kembali melakukan aktivitas ringan serta merasa lebih bertenaga. [Lihat sumber Disini - journal.linkpub.id]

Kasus ini menunjukkan pentingnya penilaian awal dan intervensi keperawatan yang sistematis untuk mengelola fatigue, serta memberikan perawatan komprehensif, tidak hanya fokus pada penyakit fisik, tapi juga aspek psikososial dan pemulihan energi pasien.


Kesimpulan

Fatigue pada pasien, terutama pasien dengan penyakit kronis atau yang menjalani terapi jangka panjang, merupakan kondisi multidimensional yang melibatkan penurunan energi fisik dan mental, yang dapat mengganggu fungsi harian dan kualitas hidup. Definisi fatigue bisa berbeda tergantung konteks, namun dalam keperawatan fatigue diartikan sebagai penurunan kapasitas fisik dan mental yang tidak pulih dengan istirahat.

Identifikasi jenis fatigue (fisik, mental, kronis) serta faktor penyebabnya sangat penting untuk menentukan intervensi keperawatan yang tepat. Intervensi non-farmakologis seperti teknik relaksasi pernapasan (slow deep breathing), edukasi dan dukungan psikososial, manajemen faktor fisiologis, serta perencanaan aktivitas-istirahat terbukti efektif dalam menurunkan tingkat fatigue dan memperbaiki kualitas hidup pasien.

Dengan demikian, manajemen fatigue harus menjadi bagian integral dari asuhan keperawatan, terutama pada pasien kronis, demi mendukung pemulihan optimal dan meningkatkan kesejahteraan pasien.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Fatigue dalam keperawatan adalah kondisi kelelahan fisik dan mental yang tidak membaik dengan istirahat, sehingga mengganggu kemampuan pasien melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini bersifat multidimensional dan sering terjadi pada pasien dengan penyakit kronis.

Jenis fatigue meliputi fatigue fisik, fatigue mental atau psikologis, dan fatigue kronis. Ketiganya dapat muncul secara terpisah maupun bersamaan tergantung kondisi kesehatan pasien.

Faktor penyebab fatigue meliputi penyakit kronis, ketidakseimbangan fisiologis, stres, depresi, kurang tidur, terapi medis jangka panjang, serta beban aktivitas yang berlebihan. Faktor psikososial dan lingkungan juga berpengaruh.

Penilaian fatigue dilakukan melalui observasi tanda fisik dan perilaku, wawancara mengenai tingkat kelelahan, penggunaan instrumen seperti FACIT fatigue scale, serta analisis kemampuan pasien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Beberapa intervensi efektif mencakup teknik relaksasi seperti slow deep breathing, edukasi dan dukungan psikososial, manajemen aktivitas dan istirahat, serta pemantauan faktor fisiologis. Pendekatan individualisasi diperlukan untuk hasil optimal.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Manajemen Fatigue Pasien: Konsep, Intervensi, dan Pemantauan Manajemen Fatigue Pasien: Konsep, Intervensi, dan Pemantauan Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Perubahan Pola Komunikasi Pasien Perubahan Pola Komunikasi Pasien Edukasi Pasien Berkelanjutan Edukasi Pasien Berkelanjutan Keterlibatan Pasien: Konsep, Partisipasi Aktif, dan Pengambilan Keputusan Keterlibatan Pasien: Konsep, Partisipasi Aktif, dan Pengambilan Keputusan Respon Pasien terhadap Edukasi Obat Respon Pasien terhadap Edukasi Obat Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Pelayanan Farmasi Berbasis Pasien: Konsep, Paradigma, dan Implementasi Pelayanan Farmasi Berbasis Pasien: Konsep, Paradigma, dan Implementasi Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Tingkat Pemahaman Pasien terhadap Informasi Obat Tingkat Pemahaman Pasien terhadap Informasi Obat Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Pendidikan Kesehatan Pasien: Konsep, Tujuan, dan Efektivitas Pendidikan Kesehatan Pasien: Konsep, Tujuan, dan Efektivitas Keamanan Pasien di Ruang Perawatan: Konsep, Prinsip, dan Penerapan Keamanan Pasien di Ruang Perawatan: Konsep, Prinsip, dan Penerapan Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Kesiapan Belajar Pasien: Indikator dan Penilaian Keperawatan Kesiapan Belajar Pasien: Indikator dan Penilaian Keperawatan Kepuasan Pasien terhadap Fasilitas Kesehatan Kepuasan Pasien terhadap Fasilitas Kesehatan Persepsi Pasien terhadap Terapi Obat: Konsep, Kepuasan, dan Kepercayaan Persepsi Pasien terhadap Terapi Obat: Konsep, Kepuasan, dan Kepercayaan Perubahan Pola Komunikasi Pasien: Konsep, Penyebab, dan Implikasi Perubahan Pola Komunikasi Pasien: Konsep, Penyebab, dan Implikasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…