Terakhir diperbarui: 03 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 3 February). Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah. SumberAjar. Retrieved 3 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/sudut-geser-dalam-konsep-kestabilan-lereng-dan-kekuatan-tanah  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah - SumberAjar.com

Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah

Pendahuluan

Tanah sebagai material geoteknik memiliki perilaku mekanik yang kompleks saat menerima beban dari luar, terutama ketika menerima gaya geser. Salah satu parameter penting dalam mekanika tanah adalah sudut geser dalam atau internal friction angle (φ). Parameter ini sangat krusial dalam menentukan kekuatan geser tanah, bagaimana tanah menahan gaya geser, dan bagaimana kestabilan bidang-bidang seperti lereng dipengaruhi oleh karakteristik tanah tersebut. Pemahaman yang mendalam tentang sudut geser dalam tidak hanya penting untuk desain konstruksi dan infrastruktur, tetapi juga untuk mitigasi risiko longsor di berbagai kondisi tanah dan lingkungan.


Definisi Sudut Geser Dalam

Definisi Sudut Geser Dalam Secara Umum

Sudut geser dalam merupakan parameter mekanis yang menggambarkan kemampuan suatu tanah atau material granular untuk menahan gaya geser yang bekerja padanya. Semakin besar nilai sudut geser dalam, semakin besar kemampuan tanah untuk menahan tegangan luar tanpa mengalami kegagalan geser. Hubungan antara tegangan normal dan tegangan geser pada suatu material tanah dikaitkan dengan sudut geser dalam ini. Dalam konteks geoteknik, nilai sudut geser dalam sangat penting karena mempengaruhi bagaimana tanah berperilaku di bawah beban, terutama di lingkungan yang rawan terhadap kegagalan lereng dan deformasi tanah akibat beban eksternal seperti struktur bangunan atau fenomena alam seperti hujan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Definisi Sudut Geser Dalam dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah sudut geser dalam belum memiliki entri tersendiri, tetapi istilah terkait seperti geser dan sudut dapat ditafsirkan. Kata geser berarti berpindah atau bergerak dari satu posisi ke posisi lain karena dorongan atau tarikan, sedangkan sudut adalah ruang antara dua garis yang bertemu pada suatu titik. Dalam mekanika tanah, istilah sudut geser dalam secara konseptual adalah besaran sudut yang menunjukkan hubungan antara gaya tegangan yang bekerja pada tanah dengan kemampuan tanah dalam menahan gaya tersebut tanpa tergelincir. Interpretasi istilah ini menggabungkan konsep sudut geometri dengan fenomena geser tanah yang diukur dalam uji laboratorium.

Definisi Sudut Geser Dalam Menurut Para Ahli

Para ahli geoteknik mendefinisikan sudut geser dalam sebagai parameter penting dalam teori kuat geser tanah. Menurut pendekatan Mohr-Coulomb, sudut geser dalam adalah bagian dari persamaan kuat geser yang menunjukkan kontribusi gesekan internal tanah terhadap kemampuan tanah menahan beban geser; ini dinyatakan bahwa tegangan geser maksimum yang dapat ditahan tanah adalah kombinasi dari kohesi dan tegangan normal dikalikan dengan komponen gesekan yang dipengaruhi oleh sudut geser dalam. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Dalam literatur geoteknik, sudut geser dalam juga dipandang sebagai ukuran kemampuan partikel, partikel tanah untuk saling mengunci dan menahan pergeseran relatif di antara mereka, terutama pada tanah berbutir seperti pasir. Semakin besar sudut geser dalam, semakin efektif partikel, partikel tanah menginterlock sehingga mampu menahan gaya geser lebih besar. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])

Beberapa ahli lainnya menekankan bahwa sudut geser dalam sangat dipengaruhi oleh faktor fisik tanah seperti ukuran butiran, kepadatan, bentuk butiran, dan kondisi kelembapan. Hal ini menunjukkan bahwa sudut geser dalam bukan hanya parameter teoritis, tetapi juga sangat kompleks dan bergantung pada karakteristik tanah yang diuji. ([Lihat sumber Disini - hatti.or.id])


Konsep dan Pengertian Sudut Geser Dalam

Sudut geser dalam adalah parameter yang digunakan dalam mekanika tanah untuk menyatakan tingkat resistensi tanah terhadap gaya geser yang bekerja padanya. Parameter ini biasanya dinyatakan dalam derajat dan merupakan salah satu parameter utama dalam persamaan kuat geser dari Mohr-Coulomb, yang menyatakan: tegangan geser maksimum sama dengan kohesi tanah ditambah tegangan normal dikalikan dengan besaran tan dari sudut geser dalam. Konsep ini menunjukkan bahwa tanah menahan gaya geser baik melalui kohesi antar butiran maupun melalui gesekan internal partikel tanah itu sendiri. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Dalam pengujian laboratorium seperti uji geser langsung atau uji triaksial, nilai sudut geser dalam dihasilkan dari data uji yang kemudian dianalisis untuk menemukan hubungan antara tegangan normal dan tegangan geser pada titik kegagalan. Nilai ini kemudian digunakan sebagai parameter input dalam desain geoteknik untuk menentukan kestabilan struktur tanah seperti lereng atau pondasi. ([Lihat sumber Disini - journal.eng.unila.ac.id])


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sudut Geser Dalam

Nilai sudut geser dalam tanah tidak bersifat konstan dan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor fisik dan kondisi lingkungan. Salah satu faktor utama adalah jenis tanah dan sifat butiran. Tanah berbutir kasar seperti pasir kasar yang padat biasanya memiliki sudut geser dalam yang lebih tinggi dibandingkan tanah berbutir halus seperti lanau atau lempung karena butiran kasar memiliki kontak fisik yang lebih kuat dan interlocking yang lebih efektif. ([Lihat sumber Disini - eprints.itenas.ac.id])

Kepadatan tanah juga memainkan peran penting. Tanah yang dipadatkan dengan rapat memiliki lebih banyak kontak antar butiran yang efektif, sehingga menghasilkan nilai sudut geser dalam yang lebih tinggi. Sebaliknya, tanah yang longgar memiliki kontak yang kurang efektif sehingga nilai sudut geser dalamnya lebih rendah. ([Lihat sumber Disini - hatti.or.id])

Bentuk fisik butiran tanah juga memengaruhi sudut geser dalam. Butiran yang bersudut atau tajam cenderung menghasilkan nilai sudut geser dalam lebih tinggi dibandingkan butiran yang bulat karena kontak antar butiran lebih efektif dalam meningkatkan resistensi geser. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])

Kadar air dalam tanah juga mempengaruhi sudut geser dalam. Dalam kondisi jenuh air, tegangan air pori dapat mengurangi tegangan efektif antar butiran, sehingga mengurangi kemampuan tanah menahan geser dan menurunkan nilai sudut geser dalam. Ini penting untuk dipahami dalam analisis kestabilan lereng di daerah dengan curah hujan tinggi atau kondisi air tanah yang fluktuatif. ([Lihat sumber Disini - journal.maranatha.edu])


Peran Sudut Geser Dalam terhadap Kekuatan Tanah

Sudut geser dalam termasuk dalam parameter kuat geser tanah yang menentukan bagaimana tanah akan berperilaku di bawah tegangan geser. Kuat geser tanah sendiri adalah besaran maksimum tegangan geser yang dapat ditahan tanah sebelum mengalami deformasi atau kegagalan. Parameter kuat geser tanah terdiri dari kohesi dan sudut geser dalam; kohesi berkaitan dengan gaya tarik antar partikel tanah, sedangkan sudut geser dalam berkaitan dengan gesekan internal antar partikelnya. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Ketika sudut geser dalam meningkat, kapasitas tanah untuk menahan gaya geser juga meningkat karena gaya geser maksimum yang dapat diterima meningkat. Hal ini sangat penting dalam perancangan fondasi atau struktur geoteknik lainnya karena tanah dengan karakter kuat geser yang tinggi lebih tahan terhadap deformasi dan keruntuhan. Nilai sudut geser dalam ini juga akan dipengaruhi oleh kondisi pemadatan tanah dan kondisi kelembapan, sehingga dalam praktik geoteknik, desain sering mempertimbangkan variasi parameter ini berdasarkan kondisi lapangan. ([Lihat sumber Disini - hatti.or.id])


Sudut Geser Dalam dan Kestabilan Lereng

Kestabilan lereng merupakan salah satu aplikasi paling krusial dari pemahaman sudut geser dalam. Lereng tanah yang tidak stabil dapat mengalami longsor ketika gaya yang mendorong material tanah ke bawah lebih besar daripada kekuatan geser tanah yang menahan tanah tersebut. Dalam analisis kestabilan lereng, parameter sudut geser dalam digunakan bersama dengan parameter kohesi untuk menghitung faktor keamanan lereng, yaitu perbandingan antara kekuatan yang menahan tanah terhadap gaya yang mencoba menggerakkannya. ([Lihat sumber Disini - jurnal2.untagsmg.ac.id])

Jika sudut geser dalam suatu lereng rendah atau jika kondisi tanah berubah (misalnya jenuh air akibat hujan), faktor keamanan lereng akan menurun yang meningkatkan risiko kegagalan lereng. Analisis kestabilan lereng sering melibatkan simulasi numerik, metode kesetimbangan batas, atau pendekatan analitis untuk menentukan sudut kritis lereng yang aman berdasarkan parameter kuat geser tanah termasuk sudut geser dalam. ([Lihat sumber Disini - jurnal2.untagsmg.ac.id])


Pengujian Sudut Geser Dalam Tanah

Nilai sudut geser dalam biasanya diperoleh melalui pengujian laboratorium seperti uji geser langsung (direct shear test) atau uji triaksial. Dalam uji geser langsung, sampel tanah dikenai beban normal dan kemudian digeser secara horizontal hingga kegagalan terjadi; dari sini nilai tegangan geser maksimum dicatat dan dianalisis untuk menentukan sudut geser dalam. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Uji triaksial juga sering digunakan karena dapat mensimulasikan kondisi lapangan dengan beban konfining tertentu. Data dari uji ini juga diproses untuk menghasilkan parameter kuat geser tanah termasuk sudut geser dalam dan kohesi. Nilai yang dihasilkan kemudian dimasukkan dalam analisis kestabilan lereng atau desain geoteknik lainnya. ([Lihat sumber Disini - journal.isas.or.id])


Sudut Geser Dalam dalam Analisis Geoteknik

Dalam analisis geoteknik, sudut geser dalam merupakan parameter penting dalam berbagai aplikasi seperti perancangan lereng, pondasi, dinding penahan tanah (retaining walls), dan struktur lain yang bekerja dengan tanah. Nilai sudut geser dalam digunakan dalam persamaan keseimbangan gaya pada tanah, serta dalam metode analitis dan numerik untuk menentukan keamanan, deformasi, dan respons tanah terhadap beban. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Ketika merancang suatu struktur geoteknik, mempertimbangkan variasi nilai sudut geser dalam berdasarkan kondisi tanah di lapangan dan jenis tanah merupakan langkah penting untuk memastikan keamanan, efisiensi desain, dan keberlanjutan jangka panjang dari struktur tersebut. ([Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id])


Kesimpulan

Sudut geser dalam adalah parameter vital dalam mekanika tanah yang mencerminkan kemampuan tanah untuk menahan gaya geser melalui gesekan internal antar butiran tanah. Konsep ini berakar dari teori kuat geser Mohr-Coulomb dan sangat dipengaruhi oleh karakteristik fisik tanah seperti jenis butiran, kepadatan, bentuk butiran, dan kondisi air tanah. Nilai sudut geser dalam memainkan peran penting dalam menentukan kuat geser tanah, yang pada gilirannya mempengaruhi kestabilan lereng dan desain struktur geoteknik lainnya. Pengujian laboratorium seperti uji geser langsung dan uji triaksial digunakan untuk memperoleh nilai parameter ini untuk analisis geoteknik praktis. Pemahaman yang komprehensif tentang sudut geser dalam sangat penting untuk mitigasi risiko kegagalan tanah, desain geoteknik yang aman, dan aplikasi konstruksi infrastruktur di berbagai kondisi tanah. pokraฤ

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Sudut geser dalam adalah parameter mekanika tanah yang menunjukkan kemampuan tanah menahan gaya geser akibat interaksi dan gesekan antar butiran tanah. Nilai sudut geser dalam berperan penting dalam menentukan kuat geser tanah dan kestabilan struktur geoteknik.

Sudut geser dalam penting karena digunakan untuk menghitung kuat geser tanah, faktor keamanan lereng, serta stabilitas fondasi dan dinding penahan tanah. Parameter ini menjadi dasar dalam perencanaan dan evaluasi keamanan konstruksi geoteknik.

Nilai sudut geser dalam dipengaruhi oleh jenis dan ukuran butiran tanah, kepadatan tanah, bentuk butiran, kadar air, serta kondisi tegangan dan tekanan air pori di dalam tanah.

Sudut geser dalam berpengaruh langsung terhadap kestabilan lereng karena menentukan besarnya gaya geser maksimum yang dapat ditahan tanah. Semakin besar sudut geser dalam, semakin tinggi kemampuan tanah menahan longsor dan kegagalan lereng.

Nilai sudut geser dalam diperoleh melalui pengujian laboratorium seperti uji geser langsung dan uji triaksial. Data hasil pengujian digunakan untuk menentukan parameter kuat geser tanah dalam analisis geoteknik.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kuat Geser Tanah: Konsep, Parameter Geser, dan Stabilitas Tanah Kuat Geser Tanah: Konsep, Parameter Geser, dan Stabilitas Tanah Kapasitas Geser Balok: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Tahanan Geser Kapasitas Geser Balok: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Tahanan Geser Sistem Dinding Geser: Konsep, Kekakuan Lateral, dan Kontrol Simpangan Sistem Dinding Geser: Konsep, Kekakuan Lateral, dan Kontrol Simpangan Kohesi Tanah: Konsep, Kontribusi Geser, dan Karakteristik Tanah Kohesi Tanah: Konsep, Kontribusi Geser, dan Karakteristik Tanah Sistem Struktur Ganda: Konsep, Kombinasi Sistem, dan Kinerja Gempa Sistem Struktur Ganda: Konsep, Kombinasi Sistem, dan Kinerja Gempa Konfigurasi Tulangan: Konsep, Penempatan Tulangan, dan Efektivitas Struktur Konfigurasi Tulangan: Konsep, Penempatan Tulangan, dan Efektivitas Struktur Daya Dukung Tanah: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Kapasitas Tanah Daya Dukung Tanah: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Kapasitas Tanah Sambungan Baja: Konsep, Tipe Sambungan, dan Transfer Gaya Sambungan Baja: Konsep, Tipe Sambungan, dan Transfer Gaya Perilaku Struktur Komposit: Konsep, Interaksi Material, dan Efisiensi Sistem Perilaku Struktur Komposit: Konsep, Interaksi Material, dan Efisiensi Sistem Kapasitas Sambungan: Konsep, Ketahanan Sambungan, dan Mode Kegagalan Kapasitas Sambungan: Konsep, Ketahanan Sambungan, dan Mode Kegagalan Perilaku Struktur Baja: Konsep, Sifat Material, dan Kestabilan Elemen Perilaku Struktur Baja: Konsep, Sifat Material, dan Kestabilan Elemen Perilaku Struktur Beton Bertulang: Konsep, Mekanisme Kerja, dan Kapasitas Perilaku Struktur Beton Bertulang: Konsep, Mekanisme Kerja, dan Kapasitas Daktilitas Struktur: Konsep, Deformasi Pasca-Elastis, dan Ketahanan Gempa Daktilitas Struktur: Konsep, Deformasi Pasca-Elastis, dan Ketahanan Gempa Daya Lekat Beton dan Baja: Konsep, Mekanisme Ikatan, dan Transfer Gaya Daya Lekat Beton dan Baja: Konsep, Mekanisme Ikatan, dan Transfer Gaya Perkuatan Struktur: Konsep, Metode Perkuatan, dan Peningkatan Kapasitas Perkuatan Struktur: Konsep, Metode Perkuatan, dan Peningkatan Kapasitas Retrofit Bangunan: Konsep, Peningkatan Ketahanan, dan Mitigasi Gempa Retrofit Bangunan: Konsep, Peningkatan Ketahanan, dan Mitigasi Gempa Rasio Tulangan: Konsep, Pengaruh Kekuatan, dan Daktilitas Elemen Rasio Tulangan: Konsep, Pengaruh Kekuatan, dan Daktilitas Elemen Retak Beton: Konsep, Jenis Retak, dan Penyebab Struktural Retak Beton: Konsep, Jenis Retak, dan Penyebab Struktural Kinerja Struktur: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Teknis Kinerja Struktur: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Teknis Sistem Rangka Pemikul Momen: Konsep, Disipasi Energi, dan Daktilitas Sistem Rangka Pemikul Momen: Konsep, Disipasi Energi, dan Daktilitas
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ