Terakhir diperbarui: 01 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 1 February). Kinerja Struktur: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Teknis. SumberAjar. Retrieved 1 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kinerja-struktur-konsep-indikator-kinerja-dan-evaluasi-teknis  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kinerja Struktur: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Teknis - SumberAjar.com

Kinerja Struktur: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Teknis

Pendahuluan

Struktur bangunan merupakan elemen fundamental yang memastikan bangunan mampu menahan beban sepanjang masa pakainya. Seiring dengan meningkatnya tuntutan keselamatan serta efektivitas desain, evaluasi kinerja struktur bangunan menjadi aspek yang semakin penting dalam ilmu teknik sipil modern. Kinerja struktur bukan sekadar memberi tahu apakah sebuah bangunan berdiri, tetapi sejauh mana elemen-elemen penopang seperti balok, kolom, dan dinding mampu merespons beban desain sekaligus beban ekstrem seperti gempa bumi atau angin kencang tanpa terjadi kegagalan struktural yang signifikan. Evaluasi semacam ini memberikan gambaran komprehensif tentang kemampuan struktur dalam mempertahankan fungsi dan keselamatan penghuninya serta memenuhi standar teknis yang berlaku. Dalam konteks Indonesia yang terletak pada wilayah rawan gempa, pemahaman mendalam terhadap kinerja struktur menjadi krusial untuk perencanaan dan mitigasi risiko bencana yang efektif. Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa evaluasi kinerja struktur dapat memperkirakan batas kemampuan suatu struktur dalam berbagai kondisi beban, sehingga menjadi pedoman penting dalam perancangan maupun rehabilitasi struktur yang sudah ada. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])


Definisi Kinerja Struktur

Definisi kinerja struktur secara umum

Kinerja struktur merujuk pada kemampuan sebuah bangunan atau sistem struktur untuk menahan beban dan tetap menjalankan fungsi utamanya sesuai dengan tujuan desainnya. Dalam engineering, istilah ini mencakup aspek keamanan, kenyamanan, serta efektivitas dalam menahan gaya-gaya eksternal seperti beban mati, beban hidup, beban gempa, dan beban angin sehingga struktur tidak mengalami kegagalan yang membahayakan. Evaluasi ini menggabungkan parameter teknis seperti kapasitas gaya geser, simpangan, rasio drift, serta limit kondisi inelastis yang menetapkan level performa struktur terhadap beban tertentu. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Definisi kinerja struktur dalam KBBI

Persisnya istilah kinerja struktur belum secara eksplisit tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) karena merupakan istilah teknis khusus di bidang teknik sipil dan rekayasa bangunan. Namun secara terminologis, “kinerja” berarti hasil kerja atau prestasi yang dicapai oleh sesuatu dalam melaksanakan tugas atau fungsinya. “Struktur” berarti susunan elemen yang mendukung beban bangunan atau objek teknis lainnya. Secara harfiah, kinerja struktur dapat dipahami sebagai hasil kerja atau prestasi struktur dalam menjalankan fungsi penopang beban secara teknis dan fungsional sesuai standar desain yang ditetapkan. (Definisi ini diformulasikan dari makna istilah umum kinerja dan struktur, disesuaikan dalam konteks teknik sipil KBBI).

Definisi kinerja struktur menurut para ahli

Menurut penelitian ilmiah dan literatur teknik sipil, beberapa pendapat ahli tentang kinerja struktur adalah sebagai berikut:

  1. Sungkana et al. (2025) mendefinisikan kinerja struktur sebagai kemampuan bangunan dalam level reaksi terhadap beban seismik tertentu, diukur berdasarkan parameter seperti immediate occupancy (IO), life safety (LS), atau collapse prevention (CP) pada analisis pushover untuk mengevaluasi respons struktur saat gempa. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])

  2. Siswanto (2023) menyatakan bahwa kinerja struktur dalam analisis pushover berkaitan dengan besaran gaya geser dasar (base shear) maksimum dan perpindahan atap (displacement), yang kemudian dikonversi menjadi level performa struktur berdasarkan standar ATC-40 atau standar setara. ([Lihat sumber Disini - journals.upi-yai.ac.id])

  3. Ditosurya & Irawati (2025) menyebutkan bahwa evaluasi kinerja struktur bangunan hasil desain merupakan proses untuk mengetahui apakah target level performa seperti Immediate Occupancy dan Life Safety telah tercapai, terutama untuk gedung dengan fungsi kritikal seperti rumah sakit ketika menghadapi beban gempa. ([Lihat sumber Disini - jurnalpermukiman.pu.go.id])

  4. Purba & Sungkono (2024) mengemukakan bahwa kinerja struktur sangat dipengaruhi oleh bentuk geometri dan ketidakteraturan struktur, di mana simpangan dan rasio drift akan berbeda untuk bangunan beraturan dan tak beraturan pada intensitas beban yang sama. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])


Tujuan Evaluasi Kinerja Struktur

Tujuan utama evaluasi kinerja struktur adalah untuk memastikan bahwa suatu bangunan atau struktur teknik sipil dapat menahan beban dan menjalankan fungsi intinya tanpa mengalami kerusakan yang tidak dapat diterima dari segi keselamatan atau penggunaan. Secara spesifik, evaluasi ini bertujuan pertama untuk menentukan apakah struktur bangunan memenuhi level performa yang ditetapkan seperti Immediate Occupancy (struktur aman dan dapat digunakan kembali setelah gempa), Life Safety (akan terjadi kerusakan namun risiko kematian atau cedera rendah), serta Collapse Prevention (struktur masih berdiri namun dengan kerusakan besar) berdasarkan parameter analisis teknis tertentu. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])

Kedua, evaluasi memberikan data kuantitatif tentang bagaimana respon struktur terhadap berbagai jenis beban, baik yang direncanakan maupun beban ekstrem seperti gempa bumi, angin topan, atau beban dinamis lainnya. Dengan informasi ini, insinyur dapat mengidentifikasi elemen struktural yang memerlukan perkuatan atau modifikasi desain agar struktur tetap efektif dan aman sepanjang siklus hidupnya. Ketiga, tujuan evaluasi adalah meningkatkan pemahaman tentang perilaku dinamis struktur sehingga hasil desain dapat dioptimalkan berdasarkan ketentuan standar teknik yang berlaku di wilayah gempa seperti Indonesia, termasuk SNI 1726:2019 atau pedoman evaluasi seismik setara. ([Lihat sumber Disini - jurnalpermukiman.pu.go.id])

Selain itu, evaluasi ini membantu mengurangi resiko kerusakan material dan kehilangan fungsi fasilitas penting seperti rumah sakit, sekolah, atau gedung publik lainnya melalui pendekatan metode evaluasi seperti pushover statik nonlinear, respon spektrum, dan metode time history analysis. Evaluasi semacam ini memberi pedoman teknis untuk fase perencanaan, konstruksi, dan bahkan rehabilitasi bangunan yang sudah berdiri. ([Lihat sumber Disini - jurnalpermukiman.pu.go.id])


Indikator Kinerja Struktur

Indikator kinerja struktur merujuk pada parameter teknis yang digunakan untuk mengukur respon aktual struktur terhadap beban tertentu. Secara umum indikator ini mencakup rasio drift antar lantai, besaran gaya geser dasar maksimum (base shear), displacement maksimum struktur, kekakuan dan daktilitas struktur, serta status elemen seperti apakah mencapai status sendi plastis atau belum. Analisis ini umumnya dilakukan dalam kerangka evaluasi kinerja gempa melalui metode nonlinear statik atau dinamik. ([Lihat sumber Disini - journals.upi-yai.ac.id])

Parameter yang paling sering digunakan sebagai indikator adalah story drift ratio, yaitu perbandingan antar simpangan antar lantai terhadap tinggi lantai yang menunjukkan tingkat deformasi bangunan saat beban lateral bekerja. Rasio ini kemudian dibandingkan dengan batas-batas kinerja yang ditetapkan dalam standar seperti ATC-40 untuk mengklasifikasikan level performa struktur. Indicator lain seperti gaya geser dasar maksimum (base shear) juga memberikan gambaran kemampuan struktur dalam menerima beban lateral hingga mencapai titik tertentu pada kurva kapasitas. ([Lihat sumber Disini - journals.upi-yai.ac.id])

Selain itu, elemen seperti performance point pada kurva spektrum kapasitas menggambarkan titik di mana permintaan gempa dan kapasitas struktur berpotongan, yang menjadi dasar untuk menetapkan level kinerja struktur yang dicapai. Penggunaan indikator-indikator ini sangat penting untuk menentukan apakah suatu struktur layak secara teknis untuk dikategorikan aman, mengalami kerusakan yang bisa diperbaiki, atau sudah mencapai ambang bahaya keruntuhan. ([Lihat sumber Disini - journals.upi-yai.ac.id])


Metode Evaluasi Kinerja Struktur

Evaluasi kinerja struktur dapat dilakukan menggunakan beberapa metodologi analisis teknis. Metode yang paling umum digunakan dalam literatur dan praktik teknik sipil meliputi:

  1. Analisis Pushover Nonlinear Statis
    Metode ini memberikan beban lateral secara bertahap pada model struktur hingga mencapai batas tertentu untuk melihat respons nonlinier struktur seperti pembentukan sendi plastis, distribusi gaya dan simpangan maksimum. Teknik ini sering digunakan untuk menetapkan level kinerja seperti Immediate Occupancy, Life Safety atau Collapse Prevention berdasarkan kurva kapasitas dan respon spektrum. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])

  2. Metode Spektrum Kapasitas (Capacity Spectrum Method)
    Metode ini merupakan bagian dari pendekatan evaluasi kinerja yang menggabungkan kurva kapasitas struktur dengan spektrum respons gempa desain untuk menentukan titik performa struktur. Titik performa ini menjelaskan apakah struktur mampu mentolerir beban yang direncanakan berdasarkan parameter respons seperti drift maksimum. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  3. Analisis Respon Spektrum Dinamik Nonlinear
    Metode ini melibatkan simulasi gempa terhadap model struktur dalam domain waktu untuk mendapatkan respons dinamis yang lebih akurat dan mencerminkan kondisi lapangan. Metode respon spektrum sering digunakan pada tahap desain awal atau evaluasi struktur yang sudah berdiri untuk melihat distribusi gaya dalam elemen struktur dan perilaku dinamisnya saat mengalami beban gempa desain. ([Lihat sumber Disini - repository.bakrie.ac.id])

  4. Time History Analysis (THA)
    Ini merupakan teknik evaluasi kinerja struktural yang paling rinci dan realistis karena mensimulasikan rekaman gempa tertentu terhadap model bangunan dalam domain waktu. Meskipun memerlukan sumber data gempa yang akurat dan model numerik yang lebih kompleks, metode time history memberikan pemahaman lengkap tentang perilaku struktur di berbagai beban ekstrem. ([Lihat sumber Disini - repository.bakrie.ac.id])

Setiap metode memiliki kekuatan dan keterbatasan, tetapi kombinasi beberapa pendekatan sering digunakan dalam penelitian dan aplikasi nyata untuk mendapatkan gambaran kinerja struktur yang komprehensif. Pendekatan berbasis performa ini kini menjadi bagian penting dalam standar desain modern, memastikan struktur tidak hanya aman secara teori namun juga efektif di lapangan. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])


Kinerja Struktur terhadap Beban Ekstrem

Beban ekstrem seperti gempa bumi merupakan salah satu variabel terpenting dalam penilaian kinerja struktur terutama di wilayah yang rawan gempa seperti Indonesia. Ketika suatu bangunan mengalami beban gempa, respons struktur tidak lagi linier dan ada potensi terbentuknya deformasi besar serta perilaku inelastis pada elemen-elemen struktur. Hal ini menjadi perhatian utama dalam evaluasi kinerja struktur karena dapat menunjukkan batas kemampuan struktur untuk mempertahankan fungsi tanpa keruntuhan signifikan. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])

Dalam penelitian kasus gedung bertingkat, tingkat kinerja struktur terhadap beban gempa ditentukan dengan klasifikasi level kinerja seperti Immediate Occupancy, Life Safety, dan Collapse Prevention. Klasifikasi ini memberikan panduan apakah struktur dapat tetap aman digunakan setelah gempa, mengalami kerusakan namun masih dapat diperbaiki, atau mengalami kerusakan berat yang mengancam keselamatan. Evaluasi ini dilakukan dengan parameter seperti base shear dan drift ratio dari analisis pushover yang kemudian dikaitkan dengan spektrum gempa desain dengan periode ulang tertentu. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])

Selain itu, studi desain rumah sakit 10 lantai di Magelang menggunakan metode nonlinear statik menunjukkan bahwa evaluasi terhadap level kinerja gempa dapat menentukan apakah target seperti Immediate Occupancy dan Life Safety telah terpenuhi untuk seismik dengan berbagai tingkat bahaya, yang penting untuk fasilitas kritis yang memerlukan operasional konstan setelah kejadian gempa. ([Lihat sumber Disini - jurnalpermukiman.pu.go.id])

Beban ekstrem lainnya termasuk beban angin kencang atau kombinasi beban dinamik lain, yang juga dapat dianalisis melalui metode dinamik untuk mendapatkan respons struktur secara multi-variabel. Penerapan model respon spektrum atau time history menghasilkan pemahaman perilaku kompleks struktur dalam kondisi ekstrem sehingga setiap potensi kegagalan dapat dimitigasi dengan desain atau perkuatan yang tepat. ([Lihat sumber Disini - repository.bakrie.ac.id])


Peran Kinerja Struktur dalam Keamanan Bangunan

Peran evaluasi kinerja struktur sangat penting dalam memastikan keselamatan bangunan dan penghuninya. Dengan melakukan evaluasi kinerja yang tepat, insinyur struktur dapat mengidentifikasi bagian mana dari struktur yang rentan terhadap kegagalan dan memerlukan perbaikan atau perkuatan sebelum terjadi kejadian bencana yang nyata. Ini merupakan bagian dari pendekatan performance-based seismic design yang menekankan pada pencapaian level kinerja yang dapat diterima daripada sekadar pencapaian kriteria desain minimal. ([Lihat sumber Disini - youtube.com])

Selain aspek keselamatan, evaluasi kinerja struktur juga mendukung keberlanjutan penggunaan bangunan melalui peningkatan desain yang responsif terhadap risiko gempa bumi. Data yang diperoleh dari analisis kinerja dapat mendukung keputusan manajemen bangunan untuk menentukan jadwal inspeksi, perbaikan struktural, atau bahkan retrofit untuk struktur lama. Dalam konteks bangunan publik seperti rumah sakit, sekolah, atau fasilitas darurat, peran ini menjadi sangat penting karena fungsi bangunan harus dipertahankan bahkan setelah kejadian ekstrim. ([Lihat sumber Disini - jurnalpermukiman.pu.go.id])

Evaluasi kinerja struktur merupakan pendekatan proaktif yang memastikan struktur tidak hanya memenuhi persyaratan minimal peraturan, tetapi juga mampu beradaptasi dan mempertahankan fungsi kritikalnya pada kondisi ekstrem. Ini berkontribusi pada pengembangan pedoman teknik sipil yang lebih baik, meningkatkan keselamatan publik serta memperkecil biaya total akibat perbaikan atau kerugian material akibat kegagalan struktur. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])


Kesimpulan

Secara keseluruhan, kinerja struktur adalah konsep fundamental dalam teknik sipil yang menggabungkan kemampuan elemen struktur untuk menahan berbagai beban sekaligus memenuhi fungsi desainnya secara efektif. Definisi kinerja struktur berdasarkan literatur mencakup kemampuan struktur dalam level performa teknis tertentu, yang diukur melalui parameter seperti drift ratio, base shear, dan titik performa pada kurva kapasitas. Evaluasi kinerja bertujuan memastikan struktur memenuhi target performa, meningkatkan keselamatan dan fungsi bangunan dalam menghadapi beban desain maupun beban ekstrem seperti gempa. Indikator-indikator ketelitian evaluasi membantu insinyur memahami respons struktur secara kuantitatif dan menentukan kebutuhan perbaikan atau perkuatan. Metode analisis seperti pushover, spektrum kapasitas, respon spektrum, hingga time history analysis menjadi alat penting dalam mengevaluasi kinerja struktur. Peran evaluasi kinerja struktur dalam menjamin keamanan bangunan sangat krusial, terutama pada struktur yang berada di wilayah rawan gempa. Secara keseluruhan, kinerja struktur membantu pengembangan desain bangunan yang tidak hanya aman tetapi juga berkelanjutan terhadap kondisi ekstrem yang mungkin terjadi di masa depan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kinerja struktur adalah kemampuan suatu sistem struktur bangunan dalam menahan beban, merespons gaya luar, dan mempertahankan fungsi serta keselamatan sesuai dengan kriteria teknis dan standar perencanaan yang ditetapkan.

Evaluasi kinerja struktur penting untuk memastikan bangunan aman digunakan, mampu menahan beban rencana dan beban ekstrem, serta memenuhi target performa seperti keselamatan jiwa dan pencegahan keruntuhan.

Indikator kinerja struktur meliputi rasio simpangan antar lantai (drift), gaya geser dasar, perpindahan maksimum, daktilitas, kekakuan struktur, serta tingkat kerusakan elemen struktural.

Metode evaluasi kinerja struktur antara lain analisis pushover nonlinear, metode spektrum kapasitas, analisis respon spektrum, dan time history analysis untuk menilai respons struktur terhadap beban dinamis.

Kinerja struktur terhadap beban ekstrem dinilai berdasarkan level performa seperti Immediate Occupancy, Life Safety, dan Collapse Prevention yang menunjukkan kemampuan struktur bertahan tanpa keruntuhan berbahaya.

Kinerja struktur berperan penting dalam menjamin keamanan bangunan dengan memastikan struktur mampu menahan beban dan tetap stabil, sehingga risiko kegagalan struktural dan bahaya bagi pengguna dapat diminimalkan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Indikator: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Indikator: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Kekakuan Struktur: Konsep, Respons Deformasi, dan Perilaku Elastis Kekakuan Struktur: Konsep, Respons Deformasi, dan Perilaku Elastis Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Analisis Struktur: Konsep, Model Perhitungan, dan Pendekatan Analitis Analisis Struktur: Konsep, Model Perhitungan, dan Pendekatan Analitis Getaran Struktur: Konsep, Frekuensi Alami, dan Respons Dinamik Getaran Struktur: Konsep, Frekuensi Alami, dan Respons Dinamik Penelitian Meta-Evaluasi: Pengertian dan Manfaat Penelitian Meta-Evaluasi: Pengertian dan Manfaat Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Kerusakan Struktur: Konsep, Klasifikasi Kerusakan, dan Penyebab Teknis Kerusakan Struktur: Konsep, Klasifikasi Kerusakan, dan Penyebab Teknis Perilaku Struktur Baja: Konsep, Sifat Material, dan Kestabilan Elemen Perilaku Struktur Baja: Konsep, Sifat Material, dan Kestabilan Elemen Respons Dinamik Struktur: Konsep, Getaran Alami, dan Analisis Waktu Respons Dinamik Struktur: Konsep, Getaran Alami, dan Analisis Waktu Faktor Keamanan Struktur: Konsep, Filosofi Desain, dan Margin Keselamatan Faktor Keamanan Struktur: Konsep, Filosofi Desain, dan Margin Keselamatan Beban Gempa: Konsep, Respons Dinamik, dan Pengaruh Seismik Beban Gempa: Konsep, Respons Dinamik, dan Pengaruh Seismik Struktur Gaji: Konsep, Sistem Pengupahan, dan Daya Saing Struktur Gaji: Konsep, Sistem Pengupahan, dan Daya Saing Struktur Modal: Konsep dan Optimalisasi Struktur Modal: Konsep dan Optimalisasi Beban Angin: Konsep, Tekanan Angin, dan Respons Struktur Beban Angin: Konsep, Tekanan Angin, dan Respons Struktur Stabilitas Struktur: Konsep, Keseimbangan Gaya, dan Ketahanan Sistem Stabilitas Struktur: Konsep, Keseimbangan Gaya, dan Ketahanan Sistem Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Sistem Penilaian Kinerja: Konsep, Metode Evaluasi, dan Objektivitas Sistem Penilaian Kinerja: Konsep, Metode Evaluasi, dan Objektivitas Daktilitas Struktur: Konsep, Deformasi Pasca-Elastis, dan Ketahanan Gempa Daktilitas Struktur: Konsep, Deformasi Pasca-Elastis, dan Ketahanan Gempa
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…