Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Tingkat Pengetahuan Pasien tentang Penyakit. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/tingkat-pengetahuan-pasien-tentang-penyakit  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Tingkat Pengetahuan Pasien tentang Penyakit - SumberAjar.com

Tingkat Pengetahuan Pasien tentang Penyakit

Pendahuluan

Pengetahuan pasien terhadap penyakit yang diderita, meliputi pengertian tentang penyebab, gejala, pengobatan, pencegahan, dan risiko komplikasi, merupakan fondasi penting dalam manajemen kesehatan. Tingkat pengetahuan ini secara langsung memengaruhi keputusan pasien dalam menjalani pengobatan, mengikuti anjuran medis, serta menjalankan gaya hidup sehat. Di Indonesia, banyak penelitian menunjukkan bahwa literasi atau pemahaman kesehatan di kalangan pasien dan masyarakat masih relatif rendah, dan hal ini berpengaruh pada rendahnya tingkat kepatuhan pengobatan dan kontrol penyakit kronis. [Lihat sumber Disini - jurnal.mercubaktijaya.ac.id]

Melalui artikel ini dibahas secara mendalam mengenai definisi “tingkat pengetahuan pasien”, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dampaknya terhadap kepatuhan pengobatan, bagaimana menilai pengetahuan pasien, strategi edukasi yang efektif, peran tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam pemberian informasi, dan contoh penerapan edukasi berdasarkan tingkat pengetahuan pasien. Tujuannya: memberi kerangka pemahaman yang komprehensif agar tenaga kesehatan atau penulis konten bisa mengoptimalkan edukasi kesehatan.


Definisi Tingkat Pengetahuan Pasien

Definisi Tingkat Pengetahuan Pasien Secara Umum

Secara umum, “tingkat pengetahuan pasien” merujuk pada sejauh mana seorang pasien memahami informasi tentang penyakit, termasuk etiologi, gejala, komplikasi, pengobatan, pencegahan, dan manajemen penyakit. Pengetahuan ini memungkinkan pasien mengenali kondisi mereka, memahami pentingnya terapi, serta mengambil keputusan kesehatan secara rasional.

Definisi Tingkat Pengetahuan Pasien dalam KBBI

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), “pengetahuan” diartikan sebagai “fakta, data, atau informasi yang diketahui seseorang melalui pengalaman, pendidikan, atau pengajaran”. Menerapkannya pada konteks kesehatan, tingkat pengetahuan pasien berarti jumlah dan kualitas informasi kesehatan yang telah dipahami pasien berdasarkan pendidikan, pengalaman pribadi, interaksi dengan tenaga kesehatan, maupun materi edukasi.

Definisi Tingkat Pengetahuan Pasien Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi menurut literatur dan penelitian kesehatan:

  • Menurut penelitian oleh Rosya et al. (2022), literasi kesehatan (health literacy), yaitu kemampuan pasien dalam membaca, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan, merupakan inti dari tingkat pengetahuan pasien. [Lihat sumber Disini - ojs.stikessaptabakti.ac.id]

  • Dalam penelitian oleh Iqbal dkk. (2023), literasi kesehatan didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk memperoleh, memahami, dan memanfaatkan informasi kesehatan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatannya. [Lihat sumber Disini - jurnal.mercubaktijaya.ac.id]

  • Studi di Puskesmas Surabaya pada pasien dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 menyebut literasi kesehatan sebagai penilaian atas pemahaman pasien terhadap kondisi kesehatan mereka, akses informasi, komunikasi dengan tenaga kesehatan, serta kemampuan menggunakan informasi untuk manajemen penyakit. [Lihat sumber Disini - journal-jps.com]

  • Dalam konteks pasien kronis seperti Hipertensi atau Tuberkulosis Paru, literasi kesehatan (pengetahuan) disebut sebagai faktor internal penting yang memengaruhi kepatuhan pengobatan dan pengelolaan penyakit. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesalmaarif.ac.id]

Dengan demikian, tingkat pengetahuan pasien bukan hanya sekadar “tau sedikit informasi”, melainkan mencakup pemahaman yang utuh, teori penyakit, pengobatan, risiko, serta implikasi bagi gaya hidup, agar pasien bisa mengambil tindakan bijak terhadap kesehatannya.


Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Kesehatan

Beberapa faktor utama memengaruhi sejauh mana pasien memahami informasi kesehatan:

  • Pendidikan dan latar belakang sosiodemografis, Penelitian di pusat kesehatan menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan akses terhadap informasi kesehatan sangat berhubungan dengan literasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.mercubaktijaya.ac.id]

  • Akses terhadap informasi kesehatan, Kemampuan memperoleh informasi secara mudah (misalnya melalui brosur, media cetak, penyuluhan, konsultasi) memengaruhi pengetahuan pasien. [Lihat sumber Disini - jurnal.mercubaktijaya.ac.id]

  • Dukungan keluarga dan lingkungan sosial, Studi menunjukkan bahwa dukungan keluarga serta akses informasi melalui keluarga atau komunitas mempengaruhi literasi kesehatan, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]

  • Komunikasi dengan tenaga kesehatan, Interaksi dengan perawat, dokter, atau petugas kesehatan yang menyediakan edukasi dan menjelaskan kondisi/pengobatan secara jelas membantu meningkatkan pemahaman pasien. [Lihat sumber Disini - journal-jps.com]

  • Kemampuan kognitif dan usia, Faktor seperti usia lanjut bisa memengaruhi kemampuan memahami informasi kompleks, sehingga literasi kesehatan cenderung lebih rendah jika informasi tidak disesuaikan. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikes-ibnusina.ac.id]

  • Media edukasi dan cara penyampaian informasi, Penggunaan bahasa yang jelas, sederhana, dan mudah dimengerti meningkatkan efektivitas edukasi. [Lihat sumber Disini - jptam.org]


Dampak Pengetahuan terhadap Kepatuhan Pengobatan

Pengetahuan yang baik tentang penyakit terbukti berkontribusi signifikan terhadap kepatuhan pengobatan pasien:

Sebaliknya, literasi rendah sering dikaitkan dengan perilaku berisiko, manajemen penyakit yang buruk, rawat inap lebih sering, atau bahkan komplikasi akibat pengobatan yang tidak teratur. [Lihat sumber Disini - ojs.stikessaptabakti.ac.id]


Metode Penilaian Pengetahuan Pasien

Penilaian tingkat pengetahuan pasien biasanya dilakukan melalui:

  • Kuesioner/literacy scale, Misalnya instrumen literasi kesehatan digabung dengan kuesioner numerasi untuk mengukur pemahaman pasien terhadap informasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - journal-jps.com]

  • Survei cross-sectional pada pasien penyakit tertentu, menggunakan pertanyaan tentang pengetahuan penyakit, pengobatan, pencegahan, dan manajemen. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesadisutjipto.ac.id]

  • Wawancara dan observasi, Dalam beberapa penelitian, interaksi langsung dengan tenaga kesehatan dan observasi perilaku pasien digunakan untuk menilai bagaimana pasien memahami dan menggunakan informasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]

  • Evaluasi literasi kesehatan multidimensi, Meliputi domain: pemahaman informasi kesehatan, akses layanan, komunikasi dengan tenaga kesehatan, pro-aktif dalam mencari informasi, serta penggunaan informasi dalam pengambilan keputusan kesehatan. Contohnya dalam studi pada pasien Diabates Mellitus tipe 2. [Lihat sumber Disini - journal-jps.com]


Strategi Edukasi yang Efektif

Untuk meningkatkan tingkat pengetahuan pasien, beberapa strategi terbukti efektif:

  • Gunakan bahasa yang jelas, sederhana, dan mudah dipahami, Penggunaan Bahasa Indonesia sederhana sangat membantu pemahaman pada masyarakat dengan latar belakang pendidikan beragam. [Lihat sumber Disini - jptam.org]

  • Konseling dan edukasi rutin, Edukasi berkelanjutan, misalnya saat kunjungan rutin, memberikan informasi tentang penyakit, pengobatan, efek samping, dan pentingnya kepatuhan. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesalmaarif.ac.id]

  • Melibatkan keluarga atau pendamping, Karena dukungan sosial dan keluarga berpengaruh besar terhadap literasi kesehatan dan kepatuhan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]

  • Menggunakan media edukasi yang sesuai, Brosur, leaflet, visual atau media cetak/elektronik yang mudah dibaca dan dipahami. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesalmaarif.ac.id]

  • Personalisasi edukasi sesuai kondisi pasien, Pertimbangkan usia, pendidikan, kemampuan kognitif, akses informasi, serta kebutuhan individu agar informasi relevan dan mudah diterima.

  • Kolaborasi tim kesehatan (perawat, dokter, edukator kesehatan) untuk menyampaikan informasi secara konsisten dan komprehensif, agar pasien tidak hanya menerima obat, tetapi juga memahami pentingnya pengobatan.


Peran Perawat dalam Memberikan Informasi Kesehatan

Perawat memiliki posisi strategis sebagai mediator informasi kesehatan antara tenaga medis dan pasien. Beberapa peran inti mereka:

  • Memberikan edukasi kepada pasien mengenai penyakit, pengobatan, pencegahan, dan perawatan jangka panjang.

  • Menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami sesuai latar belakang pasien, memperhatikan tingkat literasi dan pendidikan.

  • Melakukan pendampingan dan dukungan, termasuk melibatkan keluarga pasien untuk mendukung pemahaman dan kepatuhan.

  • Memantau pemahaman pasien secara berkala, misalnya saat kontrol rutin, dan mengulang edukasi bila diperlukan.

  • Mendorong pasien agar proaktif dalam mencari informasi kesehatan, bertanya jika ada keraguan, serta berkolaborasi dalam perencanaan perawatan.


Contoh Edukasi Pasien Berdasarkan Tingkat Pengetahuan

Berikut beberapa contoh pendekatan edukasi sesuai tingkat pengetahuan pasien:

  • Pasien dengan literasi rendah / pengetahuan minim: Gunakan bahasa sangat sederhana, ilustrasi visual, brosur bergambar, ajak anggota keluarga untuk mendampingi, dan ulang edukasi secara berkala.

  • Pasien dengan literasi dasar (paham minimal): Berikan penjelasan mendasar tentang penyakit, pentingnya minum obat, efek samping, serta pola hidup sehat; lakukan konseling individual.

  • Pasien dengan literasi menengah / baik: Tawarkan informasi lebih mendalam, mekanisme penyakit, faktor risiko, komplikasi jika pengobatan diabaikan, serta strategi manajemen jangka panjang. Libatkan pasien dalam rencana pengobatan dan pemantauan.

  • Pasien dengan literasi tinggi / proaktif: Dorong untuk bertanya, berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, dan mendukung gaya hidup sehat yang berkelanjutan.


Kesimpulan

Tingkat pengetahuan pasien tentang penyakit adalah komponen krusial dalam manajemen kesehatan. Pemahaman yang baik memungkinkan pasien mengenali kondisi kesehatan, mengambil keputusan tepat, dan menjalani pengobatan serta perawatan dengan lebih konsisten. Banyak faktor yang memengaruhi, terutama pendidikan, akses informasi, dukungan keluarga, dan komunikasi tenaga kesehatan. Oleh karena itu, strategi edukasi harus disesuaikan dengan karakteristik pasien; peran perawat dan tenaga kesehatan sangat vital untuk menyampaikan informasi secara efektif. Dengan pendekatan edukasi yang tepat, diharapkan literasi kesehatan pasien meningkat, yang pada akhirnya memperbaiki kepatuhan pengobatan, kualitas hidup, dan hasil pengobatan jangka panjang.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Tingkat pengetahuan pasien tentang penyakit adalah sejauh mana pasien memahami informasi mengenai penyebab, gejala, pengobatan, pencegahan, dan risiko komplikasi dari penyakit yang diderita. Pengetahuan ini membantu pasien membuat keputusan kesehatan yang tepat.

Pengetahuan yang baik meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan, mengurangi risiko komplikasi, memperkuat motivasi menjalani terapi, dan mendorong perilaku hidup sehat.

Beberapa faktor penting meliputi pendidikan, akses terhadap informasi kesehatan, dukungan keluarga, kemampuan kognitif, usia, serta cara penyampaian informasi oleh tenaga kesehatan.

Penilaian dapat dilakukan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, skala literasi kesehatan, serta evaluasi multidimensi terkait pemahaman dan kemampuan pasien menggunakan informasi kesehatan.

Strategi efektif meliputi penggunaan bahasa sederhana, edukasi rutin, melibatkan keluarga, media edukasi visual, serta personalisasi informasi sesuai kebutuhan dan kondisi pasien.

Perawat berperan menyampaikan informasi kesehatan secara jelas, memantau pemahaman pasien, memberikan pendampingan, melibatkan keluarga, dan memastikan edukasi dilakukan secara konsisten selama proses perawatan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Pengetahuan Pasien tentang Penyakit: Indikator dan Perannya Pengetahuan Pasien tentang Penyakit: Indikator dan Perannya Edukasi Pasien Berkelanjutan Edukasi Pasien Berkelanjutan Perubahan Pola Komunikasi Pasien Perubahan Pola Komunikasi Pasien Respon Pasien terhadap Edukasi Obat Respon Pasien terhadap Edukasi Obat Keterlibatan Pasien: Konsep, Partisipasi Aktif, dan Pengambilan Keputusan Keterlibatan Pasien: Konsep, Partisipasi Aktif, dan Pengambilan Keputusan Tingkat Pemahaman Pasien terhadap Informasi Obat Tingkat Pemahaman Pasien terhadap Informasi Obat Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Pendidikan Kesehatan Pasien: Konsep, Tujuan, dan Efektivitas Pendidikan Kesehatan Pasien: Konsep, Tujuan, dan Efektivitas Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Pelayanan Farmasi Berbasis Pasien: Konsep, Paradigma, dan Implementasi Pelayanan Farmasi Berbasis Pasien: Konsep, Paradigma, dan Implementasi Kualitas Hidup Pasien Penyakit Kronis Kualitas Hidup Pasien Penyakit Kronis Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Persepsi Pasien terhadap Terapi Obat: Konsep, Kepuasan, dan Kepercayaan Persepsi Pasien terhadap Terapi Obat: Konsep, Kepuasan, dan Kepercayaan Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Keamanan Pasien di Ruang Perawatan: Konsep, Prinsip, dan Penerapan Keamanan Pasien di Ruang Perawatan: Konsep, Prinsip, dan Penerapan Pengetahuan Pasien terhadap Efek Obat Pengetahuan Pasien terhadap Efek Obat Konseling Obat di Apotek Konseling Obat di Apotek
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…