Terakhir diperbarui: 16 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 December). Aksesibilitas Layanan Kesehatan Masyarakat. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/aksesibilitas-layanan-kesehatan-masyarakat  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Aksesibilitas Layanan Kesehatan Masyarakat - SumberAjar.com

Aksesibilitas Layanan Kesehatan Masyarakat

Pendahuluan

Layanan kesehatan merupakan komponen fundamental dalam sistem kesejahteraan sosial. Ketersediaan layanan kesehatan yang berkualitas dan mudah dijangkau menjadi prasyarat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mendukung perwujudan keadilan sosial dalam kesehatan. Namun kenyataannya, masih terdapat hambatan-hambatan dalam aksesibilitas layanan kesehatan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki wilayah geografis yang luas serta distribusi sumber daya kesehatan yang belum merata. Hambatan ini tidak hanya memengaruhi tingkat pemanfaatan layanan, tetapi juga berdampak signifikan pada hasil kesehatan individu dan komunitas secara keseluruhan. Upaya memahami konsep, faktor penentu, serta dampak keterbatasan akses layanan kesehatan menjadi sangat penting untuk merumuskan strategi intervensi yang efektif dan berkelanjutan. Sejalan dengan tujuan Universal Health Coverage, akses layanan kesehatan harus tersedia bagi semua orang tanpa batasan geografis, ekonomi, atau sosial budaya. [Lihat sumber Disini - who.int]


Definisi Aksesibilitas Layanan Kesehatan

Definisi Aksesibilitas Layanan Kesehatan Secara Umum

Aksesibilitas layanan kesehatan biasanya dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk memperoleh layanan kesehatan yang diperlukan secara tepat waktu, terjangkau, dan sesuai kebutuhan medisnya. Secara umum, aksesibilitas kesehatan mencakup ketersediaan layanan, kemampuan fisik untuk mencapai fasilitas kesehatan, biaya yang dapat dijangkau oleh masyarakat, serta aspek sosial budaya yang memungkinkan seseorang memanfaatkan layanan tersebut secara efektif. [Lihat sumber Disini - oxford-review.com]

Definisi Aksesibilitas Layanan Kesehatan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “akses” merujuk pada jalan masuk atau kesempatan untuk memasuki suatu tempat atau memperoleh sesuatu, dalam hal ini layanan kesehatan. Aksesibilitas dalam konteks kesehatan berarti kemampuan masyarakat untuk masuk atau mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan mereka. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]

Definisi Aksesibilitas Layanan Kesehatan Menurut Para Ahli

  1. Jones menyatakan bahwa akses pelayanan kesehatan adalah kemampuan setiap individu untuk mencari pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medisnya, yang dapat diukur melalui ketersediaan sumber daya serta kemampuan finansial untuk membayar layanan tersebut. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

  2. Levesque et al. (2013) melihat akses sebagai kesempatan untuk mengidentifikasi kebutuhan kesehatan, mencari layanan, mencapai fasilitas, serta menggunakan layanan yang sesuai hingga kebutuhan tersebut terpenuhi. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

  3. Bashshur dkk. (1971) mengartikan aksesibilitas sebagai hubungan fungsional antara masyarakat, fasilitas medis, dan sumber daya yang mencerminkan hambatan atau fasilitator dalam usaha masyarakat memperoleh layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]

  4. Shengelia et al. (2003) membedakan akses menjadi probabilitas menerima intervensi kesehatan dan jumlah pelayanan yang digunakan, tergantung pada kebutuhan perawatan kesehatan. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]


Konsep Aksesibilitas Layanan Kesehatan

Aksesibilitas layanan kesehatan merupakan konsep multidimensi yang melibatkan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kapasitas sistem kesehatan untuk memenuhinya. Dimensi akses tidak hanya mencakup aspek geografis dan finansial, tetapi juga akseptabilitas sosial budaya, ketersediaan fasilitas yang memadai, serta informasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat. [Lihat sumber Disini - mutupelayanankesehatan.net]

Konsep akses ini juga selaras dengan tujuan Universal Health Coverage (UHC) yang dicanangkan oleh WHO, yaitu memastikan semua individu memiliki akses ke seluruh layanan kesehatan yang mereka butuhkan tanpa mengalami kesulitan finansial. Hambatan akses dapat berupa kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan sarana transportasi, atau biaya layanan yang melebihi kemampuan ekonomi masyarakat, yang secara kolektif dapat menghambat upaya peningkatan status kesehatan masyarakat. [Lihat sumber Disini - who.int]

Selain itu, akses layanan kesehatan dipengaruhi oleh interaksi antara karakteristik individu dan fasilitas layanan. Misalnya, lokasi tempat tinggal, sumber daya ekonomi, serta struktur sistem kesehatan setempat turut menentukan sejauh mana seseorang dapat memanfaatkan layanan yang tersedia. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor Geografis dan Ekonomi

Faktor Geografis

Faktor geografis merupakan salah satu determinan utama dalam akses layanan kesehatan. Kondisi seperti jarak tempuh yang jauh dari fasilitas kesehatan, kondisi infrastruktur transportasi yang buruk, serta letak wilayah yang terpencil dapat secara signifikan menghambat kemampuan masyarakat untuk mencapai pusat layanan kesehatan. Penelitian di daerah terpencil menunjukkan bahwa hambatan geografis berkaitan erat dengan rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan, sehingga memengaruhi pemanfaatan layanan kesehatan secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - repository.unsulbar.ac.id]

Distribusi fasilitas kesehatan yang tidak merata antara wilayah perkotaan dan pedesaan juga memperburuk masalah akses geografis. Di banyak wilayah Indonesia, persebaran fasilitas seperti puskesmas masih belum optimal sehingga masyarakat di daerah tertentu harus melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan dasar. [Lihat sumber Disini - jurnal.fkm.umi.ac.id]

Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi juga menjadi hambatan penting dalam akses layanan kesehatan. Kemampuan membayar biaya layanan, termasuk biaya transportasi dan biaya tidak langsung lainnya, menentukan sejauh mana masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan. Masyarakat berpendapatan rendah cenderung mengalami lebih banyak hambatan dalam memperoleh layanan kesehatan karena keterbatasan ekonomi mereka. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, keterbatasan finansial sering mengakibatkan penundaan pencarian layanan kesehatan sampai kondisi penyakit semakin parah, yang pada gilirannya dapat meningkatkan biaya perawatan dan memperburuk hasil kesehatan. Asuransi kesehatan seperti BPJS di Indonesia memang dimaksudkan untuk mengurangi hambatan biaya, namun masih terdapat masalah dalam pelaksanaannya yang belum optimal menjangkau seluruh masyarakat secara efektif. [Lihat sumber Disini - ojs.cahayamandalika.com]


Hubungan Akses dengan Pemanfaatan Layanan

Akses layanan kesehatan berkorelasi langsung dengan tingkat pemanfaatan layanan tersebut oleh masyarakat. Ketika akses layanan mudah, baik dari segi jarak, biaya, maupun informasi, masyarakat lebih cenderung untuk menggunakan layanan kesehatan secara tepat waktu. Penelitian menunjukkan bahwa akses yang mudah dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan intervensi medis, sedangkan akses yang sulit berkaitan dengan rendahnya pemanfaatan layanan. [Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id]

Pemanfaatan layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada faktor fisik seperti lokasi fasilitas, tetapi juga pada faktor non-fisik seperti pengetahuan, preferensi budaya, serta kepercayaan terhadap sistem layanan kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan akses harus mempertimbangkan aspek sosial budaya selain aspek geografis dan ekonomi. [Lihat sumber Disini - mutupelayanankesehatan.net]


Dampak Keterbatasan Akses terhadap Kesehatan

Keterbatasan akses layanan kesehatan memiliki dampak serius terhadap kondisi kesehatan individu maupun komunitas. Salah satu dampak utama adalah meningkatnya angka penyakit yang tidak tertangani secara optimal, yang dapat berujung pada komplikasi jangka panjang, kecacatan, atau bahkan kematian prematur. Ketika akses terbatas, deteksi dini dan penanganan penyakit yang efektif menjadi terhambat, sehingga kualitas hidup masyarakat menurun secara signifikan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, kesenjangan dalam akses juga berdampak pada disparitas kesehatan antara kelompok masyarakat yang berbeda, khususnya antara wilayah urban dan rural. Masyarakat di daerah terpencil sering kali menghadapi tingkat mortalitas yang lebih tinggi karena keterbatasan akses layanan kesehatan yang memadai. [Lihat sumber Disini - jurnal.polgan.ac.id]


Upaya Peningkatan Akses Layanan Kesehatan

Berbagai strategi telah diusulkan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan. Salah satu pendekatan adalah memperluas jaringan fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan pos layanan primer, terutama di daerah terpencil dan marginal. Ini mencakup pembangunan infrastruktur transportasi dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan agar masyarakat lebih mudah dan cepat mendapatkan layanan yang diperlukan. [Lihat sumber Disini - who.int]

Selain itu, perluasan program asuransi kesehatan yang efektif dan inklusif juga sangat penting untuk mengurangi hambatan biaya. Dukungan pembiayaan dari pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah dapat memastikan layanan kesehatan dapat diakses tanpa beban finansial yang berat. [Lihat sumber Disini - who.int]

Peran teknologi digital, termasuk telemedicine, juga menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi mereka yang berada di wilayah terpencil. Dengan telemedicine, pasien dapat berkonsultasi dengan profesional kesehatan tanpa harus melakukan perjalanan jauh, sehingga meningkatkan kemungkinan pemanfaatan layanan kesehatan secara tepat waktu. [Lihat sumber Disini - oxford-review.com]


Kesimpulan

Aksesibilitas layanan kesehatan merupakan aspek penting dalam sistem kesehatan yang mencerminkan kemampuan masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang diperlukan secara tepat waktu, terjangkau, dan sesuai kebutuhan. Konsep aksesibilitas mencakup berbagai dimensi termasuk geografis, ekonomi, serta sosial budaya. Hambatan dalam akses layanan kesehatan dapat mengurangi pemanfaatan layanan medis dan berdampak negatif pada kondisi kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil dan kelompok berpendapatan rendah. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendekatan komprehensif yang mencakup peningkatan distribusi fasilitas kesehatan, perluasan jaminan sosial kesehatan, serta pemanfaatan teknologi kesehatan digital. Strategi-strategi ini dapat membantu mewujudkan sistem kesehatan yang lebih adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Aksesibilitas layanan kesehatan masyarakat adalah kemampuan individu atau kelompok untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan secara tepat waktu, terjangkau secara ekonomi, mudah dijangkau secara geografis, serta dapat diterima secara sosial dan budaya.

Aksesibilitas layanan kesehatan penting karena menentukan sejauh mana masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan. Akses yang baik membantu deteksi dini penyakit, meningkatkan kualitas hidup, dan menurunkan angka kesakitan serta kematian.

Faktor yang memengaruhi aksesibilitas layanan kesehatan meliputi faktor geografis seperti jarak dan transportasi, faktor ekonomi seperti kemampuan membayar biaya layanan, serta faktor sosial budaya, ketersediaan fasilitas, dan kualitas pelayanan.

Semakin mudah akses layanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat. Akses yang terbatas sering menyebabkan masyarakat menunda atau tidak menggunakan layanan kesehatan meskipun membutuhkan.

Keterbatasan akses layanan kesehatan dapat menyebabkan keterlambatan pengobatan, meningkatnya komplikasi penyakit, kesenjangan status kesehatan antarwilayah, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Upaya peningkatan akses layanan kesehatan dapat dilakukan melalui pemerataan fasilitas kesehatan, penguatan layanan kesehatan primer, perluasan jaminan kesehatan, peningkatan infrastruktur transportasi, serta pemanfaatan teknologi digital seperti telemedicine.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan: Konsep, Ketersediaan Layanan, dan Keterjangkauan Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan: Konsep, Ketersediaan Layanan, dan Keterjangkauan Disabilitas dan Inklusi Sosial: Konsep dan Aksesibilitas Disabilitas dan Inklusi Sosial: Konsep dan Aksesibilitas Sistem Informasi Layanan Konseling Sekolah Sistem Informasi Layanan Konseling Sekolah Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Publik: Konsep dan Penilaian Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Publik: Konsep dan Penilaian Sistem Informasi Pelayanan Publik Berbasis Web Sistem Informasi Pelayanan Publik Berbasis Web Pelayanan Kesehatan Ramah Lansia Pelayanan Kesehatan Ramah Lansia Perilaku Mencari Layanan Kesehatan Perilaku Mencari Layanan Kesehatan Kepercayaan terhadap Sistem Kesehatan: Konsep, Legitimasi Layanan, dan Kepatuhan Kepercayaan terhadap Sistem Kesehatan: Konsep, Legitimasi Layanan, dan Kepatuhan Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Telemedicine dalam Pelayanan Kesehatan Telemedicine dalam Pelayanan Kesehatan Akses Layanan Kesehatan Mental Akses Layanan Kesehatan Mental Ketimpangan Akses Kesehatan Ketimpangan Akses Kesehatan Pemanfaatan BPJS Kesehatan Pemanfaatan BPJS Kesehatan Keadilan Akses Kesehatan: Konsep, Kesenjangan Layanan, dan Implikasi Sosial Keadilan Akses Kesehatan: Konsep, Kesenjangan Layanan, dan Implikasi Sosial Mutu Pelayanan Peserta JKN Mutu Pelayanan Peserta JKN Pelayanan Kesehatan Jiwa Pelayanan Kesehatan Jiwa SPK Penentuan Lokasi Usaha Baru SPK Penentuan Lokasi Usaha Baru Pengembangan Sistem Berbasis Microservices Pengembangan Sistem Berbasis Microservices Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…