
Perilaku Mencari Layanan Kesehatan
Pendahuluan
Perilaku mencari layanan kesehatan merupakan fenomena penting dalam ilmu kesehatan masyarakat yang menggambarkan bagaimana individu merespons gejala, keluhan, atau kebutuhan kesehatan dengan serangkaian tindakan untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Saat seseorang mengalami gangguan kesehatan, respons mereka terhadap keadaan itu sangat memengaruhi hasil kesehatan individu dan populasi secara keseluruhan. Perilaku ini tidak hanya berkaitan dengan kunjungan ke fasilitas kesehatan formal seperti puskesmas atau rumah sakit, tetapi juga mencakup tindakan self-care, pengobatan tradisional, hingga keputusan untuk mengabaikan keluhan sama sekali. Studi akademik menunjukkan bahwa pola ini dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, ekonomi, dan ketersediaan layanan kesehatan di lingkungan seseorang. Dengan memahami perilaku pencarian layanan kesehatan, pembuat kebijakan dapat merancang intervensi sistem kesehatan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Definisi Perilaku Mencari Layanan Kesehatan
Definisi Perilaku Mencari Layanan Kesehatan Secara Umum
Secara umum, health seeking behavior atau perilaku mencari layanan kesehatan didefinisikan sebagai serangkaian tindakan yang dilakukan oleh individu yang merasa adanya gangguan kesehatan, bertujuan untuk mencari solusi, perawatan, atau pemulihan kondisi kesehatannya. Ini mencakup upaya untuk mengenali gejala, memutuskan sumber pengobatan yang akan dituju, serta mengikuti tindakan perawatan hingga pemulihan. Perilaku ini bisa berupa mencari layanan resmi di fasilitas kesehatan atau melakukan pengobatan sendiri dan tradisional. Penelitian di berbagai masyarakat menegaskan bahwa perilaku pencarian kesehatan memperlihatkan variasi yang kompleks tergantung pada faktor internal dan eksternal individu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Perilaku Mencari Layanan Kesehatan dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perilaku mencakup pola tindakan atau respons seseorang terhadap stimulus tertentu dalam konteks sosial atau lingkungan. Meskipun KBBI tidak secara langsung menyediakan istilah health seeking behavior, istilah yang paling dekat adalah perilaku pencarian pengobatan/layanan kesehatan, yakni tindakan yang dilakukan oleh individuyang sakit atau merasa terganggu kesehatannya untuk mendapatkan perawatan medis atau solusi kesehatan. Istilah ini mencerminkan tindakan aktif individu dalam mengatasi masalah kesehatan. [Lihat sumber Disini - perpustakaan.poltekkes-malang.ac.id]
Definisi Perilaku Mencari Layanan Kesehatan Menurut Para Ahli
Beberapa ahli telah memberikan definisi ilmiah tentang perilaku mencari layanan kesehatan dari perspektif kesehatan masyarakat dan perilaku kesehatan:
-
Notoatmodjo (2010), Perilaku pencarian layanan kesehatan adalah tindakan individu untuk memperoleh penyembuhan atau pemecahan masalah kesehatan yang dialaminya. [Lihat sumber Disini - journal.unair.ac.id]
-
Ogden (2012), Proses pengambilan keputusan oleh individu untuk mendapatkan bantuan profesional dalam masalah kesehatan yang dialaminya. [Lihat sumber Disini - journal.unair.ac.id]
-
Sato & Liu (2012, 2010), Perilaku pencarian kesehatan termasuk self-care, pengobatan sendiri, serta pemanfaatan fasilitas kesehatan sebagai respon atas gejala atau penyakit. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
-
Indrayathi & Noviyani (2017), Setiap upaya yang dilakukan individu untuk mencari kesehatan guna memperoleh kesembuhan dari masalah kesehatan yang dialami. [Lihat sumber Disini - repository.unissula.ac.id]
Pengertian dan Tahapan Health Seeking Behavior
Perilaku mencari layanan kesehatan tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui tahapan proses yang melibatkan keputusan individu:
Tahap 1: Mengenali Gejala Kesehatan
Proses ini dimulai saat individu menyadari adanya perubahan dalam kondisi fisik atau mental yang tidak sesuai dengan keadaan normal atau sehat. Kesadaran akan gejala ini dipengaruhi oleh pengalaman hidup, pengetahuan kesehatan, dan norma budaya tentang apa yang dianggap sakit. Individu yang memiliki tingkat literasi kesehatan lebih tinggi cenderung lebih cepat mengidentifikasi gejala yang serius dibanding mereka dengan literasi rendah. [Lihat sumber Disini - ojs.unud.ac.id]
Tahap 2: Evaluasi dan Pengambilan Keputusan
Setelah gejala diakui, individu melakukan evaluasi terhadap pilihan perawatan yang tersedia. Ini termasuk memutuskan antara melakukan self-care, berkunjung ke fasilitas kesehatan resmi, mencari bantuan tradisional, atau bahkan mengabaikan gejala tersebut. Evaluasi ini dipengaruhi oleh pengetahuan tentang penyakit, kepercayaan budaya, persepsi tentang efektivitas layanan kesehatan, serta ketersediaan informasi yang relevan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Tahap 3: Pemilihan Sumber Pelayanan Kesehatan
Individu memilih sumber layanan kesehatan berdasarkan faktor aksesibilitas, biaya, dukungan sosial, serta pengalaman atau persepsi sebelumnya. Dalam konteks masyarakat Indonesia, pilihan bisa beragam, mulai dari puskesmas, rumah sakit, klinik swasta, hingga pengobatan tradisional seperti dukun atau jamu. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Tahap 4: Tindakan dan Keberlanjutan Perawatan
Tahap ini mencakup kunjungan ke penyedia layanan, mengikuti instruksi medis, serta evaluasi ulang oleh individu terhadap efektivitas perawatan. Kepatuhan dalam mengikuti rekomendasi kesehatan sangat ditentukan oleh tingkat dukungan sosial, biaya perawatan, dan kualitas layanan yang diperoleh. [Lihat sumber Disini - journals.lww.com]
Faktor Sosial dan Budaya yang Mempengaruhi Perilaku Mencari Layanan Kesehatan
Perilaku pencarian layanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh komponen sosial budaya dalam masyarakat.
Struktur Sosial dan Peran Gender
Persepsi masyarakat terhadap peran gender dapat memengaruhi pola pencarian layanan kesehatan. Misalnya, perempuan seringkali mengalami hambatan akses lebih besar karena tanggung jawab keluarga atau kurangnya dukungan ekonomi, sehingga mereka menunda atau menghindari kunjungan ke fasilitas kesehatan formal. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Nilai Budaya dan Kepercayaan Tradisional
Budaya yang kuat terhadap penggunaan obat tradisional atau praktik alternatif bisa mempengaruhi keputusan seseorang untuk menunda atau tidak menggunakan layanan kesehatan modern. Misalnya, di beberapa kelompok masyarakat masih terdapat kepercayaan bahwa penyakit tertentu harus disembuhkan melalui ritual atau obat tradisional terlebih dahulu sebelum ke puskesmas atau rumah sakit. [Lihat sumber Disini - journal.unair.ac.id]
Norma Sosial dan Dukungan Keluarga
Kelompok sosial dan keluarga juga berperan besar dalam mempengaruhi perilaku pencarian layanan kesehatan. Individu yang mendapatkan dukungan sosial yang kuat cenderung lebih cepat mengambil tindakan mencari layanan kesehatan ketika gejala muncul. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Akses dan Ketersediaan Fasilitas Kesehatan
Aksesibilitas Geografis
Jarak dan kemudahan mencapai fasilitas kesehatan berpengaruh besar terhadap keputusan seseorang dalam mencari layanan. Masyarakat yang tinggal di daerah terpencil sering kali menghadapi hambatan karena fasilitas tidak tersebar merata dan membutuhkan waktu serta biaya transportasi yang lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - repository1.stikeselisabethmedan.ac.id]
Ketersediaan Layanan Kesehatan
Ketersediaan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, klinik swasta, dan sumber daya medis menentukan sejauh mana masyarakat dapat memperoleh layanan yang diperlukan. Semakin banyak fasilitas yang tersedia dan mudah diakses, semakin tinggi kemungkinan masyarakat untuk memanfaatkannya. [Lihat sumber Disini - repository.unissula.ac.id]
Biaya dan Sistem Pembayaran
Biaya layanan dan sistem jaminan kesehatan (misal BPJS Kesehatan di Indonesia) juga menjadi faktor penting dalam keputusan mencari perawatan. Biaya yang tinggi atau ketidakpastian biaya perawatan dapat menjadi hambatan signifikan bagi kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah untuk mengakses layanan kesehatan formal. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesdam4dip.ac.id]
Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan
Persepsi individu terhadap kualitas, kredibilitas, dan efektivitas fasilitas kesehatan memengaruhi perilaku pencarian layanan.
Kepercayaan terhadap Profesional Kesehatan
Masyarakat yang memiliki persepsi positif terhadap profesional kesehatan lebih cenderung mencari bantuan medis saat mengalami gejala kesehatan. Sebaliknya, pengalaman layanan yang buruk di masa lalu dapat mengurangi motivasi individu untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - journal.usimar.ac.id]
Kualitas Layanan dan Kepuasan Pasien
Individu sering menilai pengalaman layanan kesehatan berdasarkan kualitas layanan, kecepatan proses, dan hasil yang diperoleh. Perasaan puas terhadap pelayanan kesehatan mendorong perilaku pencarian yang lebih baik di masa mendatang. [Lihat sumber Disini - jurnal.unar.ac.id]
Stigma dan Persepsi Sosial
Beberapa kondisi kesehatan, terutama yang terkait dengan aspek mental atau seksual, seringkali diwarnai stigma sosial yang dapat mencegah individu untuk mencari layanan kesehatan secara langsung. Stigma ini menciptakan hambatan psikologis untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan formal. [Lihat sumber Disini - journals.lww.com]
Dampak Perilaku Mencari Layanan terhadap Kesehatan
Dampak Positif
-
Peningkatan Deteksi Dini Penyakit
Perilaku pencarian layanan yang cepat dapat membantu deteksi penyakit sejak dini, meningkatkan peluang hasil perawatan yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Pemanfaatan Layanan Preventif
Individu yang proaktif mencari layanan kesehatan tidak hanya ketika sakit, tetapi juga untuk pemeriksaan rutin, berkontribusi pada pencegahan penyakit. [Lihat sumber Disini - journals.lww.com]
Dampak Negatif
-
Penundaan Pengobatan dan Perburukan Kondisi
Hambatan akses, biaya tinggi, atau persepsi negatif dapat menyebabkan penundaan dalam mencari layanan, yang berpotensi memperburuk kondisi kesehatan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
-
Penggunaan Praktik Tidak Efektif / Non-Formal
Ketergantungan pada pengobatan tradisional atau self-care yang tidak tepat dapat menyebabkan keterlambatan perawatan yang efektif. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Kesimpulan
Perilaku mencari layanan kesehatan adalah proses kompleks yang melibatkan pengenalan gejala, evaluasi pilihan perawatan, keputusan mencari bantuan, serta tindak lanjut perawatan. Perilaku ini dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk sosial budaya, akses dan ketersediaan fasilitas, persepsi terhadap pelayanan kesehatan, serta dukungan sosial dan ekonomi. Pola ini memiliki dampak signifikan terhadap hasil kesehatan individu dan populasi. Pemahaman menyeluruh akan perilaku ini adalah dasar penting bagi pembuat kebijakan, penyedia layanan kesehatan, dan tenaga profesional untuk merancang strategi kesehatan masyarakat yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan. Integrasi antara pemahaman budaya, peningkatan akses, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan melalui perilaku pencarian layanan yang lebih efektif.