Terakhir diperbarui: 10 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 10 January). Akulturasi Budaya: Konsep dan Proses Interaksi. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/akulturasi-budaya-konsep-dan-proses-interaksi 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Akulturasi Budaya: Konsep dan Proses Interaksi - SumberAjar.com

Akulturasi Budaya: Konsep dan Proses Interaksi

Pendahuluan

Akulturasi budaya merupakan fenomena penting dalam dinamika sosial masyarakat dunia, khususnya di negara multikultural seperti Indonesia. Dalam kehidupan sosial budaya, proses pertemuan antara dua kebudayaan atau lebih tidak dapat dihindari, baik itu melalui migrasi, kolonialisasi, perdagangan, pendidikan, maupun globalisasi. Akibat dari pertemuan budaya tersebut sering kali lahir bentuk-bentuk kebudayaan baru yang bukan hanya merupakan gabungan unsur-unsur tradisi lama, tetapi juga mencerminkan tuntutan adaptasi masyarakat terhadap perubahan zaman dan interaksi sosial yang semakin intens. Fenomena akulturasi budaya ini memiliki dampak signifikan terhadap struktur sosial dan identitas kelompok, serta memberikan ruang bagi pengembangan nilai-nilai sosial baru yang mencerminkan keragaman dan harmoni dalam masyarakat.


Definisi Akulturasi Budaya

Definisi Akulturasi Budaya Secara Umum

Akulturasi budaya secara umum dapat dipahami sebagai proses pertemuan antara dua kebudayaan atau lebih yang berbeda sehingga terjadi perpaduan dan saling mempengaruhi tanpa menghilangkan ciri khas dari masing-masing budaya. Pada proses ini, unsur-unsur budaya asing diterima, diolah, dan diintegrasikan ke dalam struktur budaya lokal secara damai dan bertahap. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

Definisi Akulturasi Budaya dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akulturasi merupakan campuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan mempengaruhi sehingga menghasilkan kebudayaan baru tanpa menghapuskan unsur kebudayaan asli. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Definisi Akulturasi Budaya Menurut Para Ahli

  1. Redfield, Linton, dan Herskovits menyatakan bahwa akulturasi adalah fenomena yang terjadi ketika dua kelompok budaya yang berbeda kontak dan terjadi perubahan dalam struktur budaya mereka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. John W. Berry mendeskripsikan akulturasi sebagai proses perubahan budaya dan psikologis yang terjadi akibat kontak antara dua atau lebih kelompok budaya, yang dapat menghasilkan berbagai strategi adaptasi seperti integrasi, asimilasi, pemisahan, atau marginalisasi. [Lihat sumber Disini - ijircst.org]

  3. Sobian (2022) menjelaskan bahwa akulturasi merupakan pertemuan antara kebudayaan yang berbeda dimana unsur-unsur budaya baru diadopsi tanpa menghilangkan budaya asli. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

  4. Koentjaraningrat memandang budaya sebagai kompleks nilai, simbol, dan kebiasaan yang diperoleh melalui proses belajar sosial; akulturasi dapat dipahami sebagai adaptasi terhadap unsur-unsur budaya baru selama kontak sosial berlangsung. [Lihat sumber Disini - jurnal.uqgresik.ac.id]


Ciri-Ciri Akulturasi Budaya

Akulturasi budaya memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dengan bentuk interaksi budaya lainnya, seperti difusi atau asimilasi. Pertama, dalam proses akulturasi, kedua budaya yang berinteraksi tetap mempertahankan identitas aslinya meskipun terjadi perubahan pada beberapa unsur budaya mereka. Hal ini menunjukkan bahwa akulturasi bukanlah proses penghapusan budaya lama, tetapi lebih pada penyesuaian dan integrasi secara selektif terhadap budaya asing. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

Kedua, akulturasi biasanya terjadi secara bertahap dan tidak instan; perubahan budaya baru muncul seiring berjalannya waktu sesuai intensitas kontak antar kelompok. Proses ini dapat berlangsung secara damai dan alami melalui interaksi sosial seperti perdagangan, pernikahan antar etnis, seni budaya, pendidikan, atau media komunikasi modern. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Ketiga, akulturasi menghasilkan bentuk-bentuk budaya baru tanpa menghapus unsur budaya lama, sehingga budaya yang dihasilkan bersifat hibrida atau gabungan dari berbagai unsur budaya yang saling mempengaruhi. Fenomena budaya hibrida ini memperkaya ragam budaya masyarakat sambil menjaga eksistensi unsur budaya tradisional. [Lihat sumber Disini - jurnal.uqgresik.ac.id]


Proses Terjadinya Akulturasi Budaya

Proses akulturasi budaya umumnya tidak terjadi secara spontan, melainkan melalui beberapa tahapan yang mencerminkan dinamika kontak budaya. Tahapan awal biasanya melibatkan kontak sosial antara kelompok budaya yang berbeda, misalnya melalui interaksi ekonomi, pendidikan, migrasi, atau perdagangan. Ketika kontak ini berlangsung terus menerus, terdapat peluang bagi kelompok untuk saling mengenal dan mengadopsi nilai-nilai budaya tertentu dari satu sama lain. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Selanjutnya, proses adaptasi budaya terjadi ketika unsur budaya asing diterima oleh kelompok lain dan kemudian diintegrasikan ke dalam praktik budaya mereka. Adaptasi ini bisa berupa perubahan dalam bahasa, pola perilaku sosial, sistem kepercayaan, makanan, seni, atau upacara adat. Proses adaptasi ini biasanya merupakan hasil dari negosiasi sosial dan psikologis antar anggota masyarakat yang mempertimbangkan fungsi sosial dari unsur budaya yang diadopsi. [Lihat sumber Disini - ijircst.org]

Tahap akhir dalam proses akulturasi sering kali ditandai dengan pembentukan ekspresi budaya baru yang stabil, di mana unsur budaya yang telah terintegrasi dalam masyarakat menjadi bagian dari identitas budaya kelompok tersebut. Contoh proses ini dapat dilihat pada masyarakat multikultural di Indonesia, seperti pada masyarakat Pandalungan di Jember yang lahir dari akulturasi budaya Jawa dan Madura dan ditandai oleh ekspresi seni dan praktik sosial hybrid yang terus berkembang. [Lihat sumber Disini - jurnal.uqgresik.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Akulturasi Budaya

Beberapa faktor utama dapat mempengaruhi proses terjadinya akulturasi budaya dalam masyarakat. Faktor paling mendasar adalah intensitas kontak sosial antara kelompok budaya yang berbeda. Semakin intens interaksi antar kelompok, semakin besar peluang terjadinya pertukaran unsur budaya, baik dalam bentuk bahasa, adat istiadat, seni, ataupun praktik sosial lainnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.uqgresik.ac.id]

Selanjutnya, konteks sejarah dan geopolitik juga memainkan peran penting dalam akulturasi. Misalnya, masa kolonial atau era migrasi besar memicu interaksi budaya yang intens dan mendalam antara kelompok etnis atau masyarakat yang berbeda latar belakang budaya. [Lihat sumber Disini - jurnal.uqgresik.ac.id]

Faktor lain adalah kesiapan psikologis dan sosial masyarakat untuk menerima perubahan budaya baru. Kelompok masyarakat yang memiliki sikap terbuka terhadap budaya asing akan lebih mudah mengalami proses integrasi budaya dibandingkan kelompok yang lebih tertutup atau mempertahankan identitas budaya secara kaku. [Lihat sumber Disini - ijircst.org]


Akulturasi Budaya dan Interaksi Sosial

Dalam konteks interaksi sosial, akulturasi budaya merupakan bentuk lanjutan dari hubungan antara individu atau kelompok yang berbeda budaya. Interaksi sosial tidak hanya sekadar bertukar informasi atau nilai, tetapi juga menciptakan ruang bagi perubahan budaya secara simultan. Proses interaksi sosial yang intens dapat mempercepat adopsi unsur-unsur budaya baru, sekaligus mempertahankan nilai-nilai lama yang relevan bagi kehidupan sosial kelompok. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Akulturasi budaya juga mencerminkan relasi sosial yang kompleks antara kelompok dominan dan minoritas dalam masyarakat. Strategi adaptasi budaya yang dipilih, seperti integrasi atau marginalisasi, dapat mencerminkan kekuatan dinamika sosial dan politik dalam masyarakat tersebut. [Lihat sumber Disini - ijircst.org]

Selain itu, akulturasi budaya dapat memperkuat solidaritas sosial dan harmoni dalam masyarakat plural, seperti yang terlihat dalam apresiasi terhadap keberagaman budaya melalui seni, bahasa, dan praktik sosial yang menunjukkan toleransi budaya antar kelompok. [Lihat sumber Disini - jurnal.uqgresik.ac.id]


Contoh Akulturasi Budaya dalam Masyarakat

Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman budaya tinggi memiliki banyak contoh nyata akulturasi budaya. Salah satu contohnya adalah budaya Pandalungan di Kabupaten Jember, yang merupakan hasil akulturasi budaya antara kelompok etnis Jawa dan Madura. Perpaduan ini tampak dalam bahasa campuran, ekspresi seni, tradisi sosial, dan nilai-nilai komunitas sehari-hari yang mencerminkan harmoni interaksi budaya. [Lihat sumber Disini - jurnal.uqgresik.ac.id]

Contoh lain adalah akulturasi budaya antara Hindu dan Islam di Indonesia, seperti terlihat pada bentuk-bentuk ritual atau praktik budaya, misalnya tahlilan dan yasinan, yang mencerminkan perpaduan unsur Hindu-Buddha dan tradisi Islam yang telah berkembang secara historis dalam masyarakat Indonesia. [Lihat sumber Disini - sejurnal.com]


Kesimpulan

Akulturasi budaya merupakan proses dinamis yang melibatkan perubahan dan adaptasi antar kebudayaan yang berbeda melalui kontak sosial yang intens. Proses ini bukan hanya menghasilkan perpaduan unsur budaya baru, tetapi juga memperkaya identitas budaya masyarakat tanpa menghilangkan ciri khas budaya lama. Dalam konteks interaksi sosial, akulturasi budaya mencerminkan kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dan hidup harmonis dalam keberagaman. Contoh-contoh nyata akulturasi di Indonesia, seperti budaya Pandalungan dan akulturasi Hindu-Islam, menunjukkan bagaimana budaya dapat berkembang melalui dialog sosial, menguatkan solidaritas sosial, dan menciptakan ekspresi budaya yang unik dalam masyarakat plural.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Akulturasi budaya adalah proses pertemuan dan interaksi antara dua kebudayaan atau lebih yang saling mempengaruhi sehingga menghasilkan bentuk budaya baru tanpa menghilangkan unsur budaya asli masing-masing.

Ciri-ciri akulturasi budaya antara lain tidak menghilangkan budaya asli, berlangsung secara bertahap, terjadi melalui interaksi sosial, serta menghasilkan perpaduan unsur budaya lama dan baru.

Proses akulturasi budaya terjadi melalui kontak sosial antar kelompok budaya, adaptasi terhadap unsur budaya baru, dan pembentukan ekspresi budaya hasil perpaduan yang diterima oleh masyarakat.

Faktor yang mempengaruhi akulturasi budaya meliputi intensitas interaksi sosial, sikap keterbukaan masyarakat, latar belakang sejarah, kondisi sosial politik, serta kebutuhan adaptasi dalam kehidupan bersama.

Contoh akulturasi budaya di Indonesia antara lain budaya Pandalungan sebagai perpaduan budaya Jawa dan Madura, serta akulturasi budaya Hindu dan Islam yang terlihat dalam tradisi, arsitektur, dan ritual sosial masyarakat.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Homogenisasi Budaya: Konsep dan Kritik Sosial Perubahan Budaya: Konsep dan Faktor Pendorong Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Identitas Budaya: Konsep, Pembentuk, dan Perannya Globalisasi Budaya: Konsep dan Implikasi Sosial Budaya Populer: Konsep dan Konstruksi Sosial Asimilasi Sosial: Konsep dan Dampak Integratif Kebudayaan Kontemporer: Konsep, Unsur, dan Ciri Cross Cultural Research: Definisi, Tujuan, dan Contoh Penerapan Perubahan Nilai Sosial: Konsep dan Dinamika Masyarakat Relasi Sosial: Fungsi dan Faktor Kearifan Lokal: Konsep dan Fungsinya dalam Masyarakat Norma Budaya: Konsep dan Pengaruh Perilaku Budaya Digital: Konsep dan Perubahan Pola Interaksi Relativisme Akademik: Pengertian dan Dampaknya Interaksi Obat: Pengertian dan Contoh Budaya Organisasi: Konsep, Elemen, dan Dampaknya Efektivitas Konseling dalam Mencegah Interaksi Obat Evaluasi Interaksi Obat pada Pasien Multimorbid Ekspresi Emosi: Bentuk dan Faktor Budaya
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna