Terakhir diperbarui: 08 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 8 January). Kebudayaan Kontemporer: Konsep, Unsur, dan Ciri. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kebudayaan-kontemporer-konsep-unsur-dan-ciri 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kebudayaan Kontemporer: Konsep, Unsur, dan Ciri - SumberAjar.com

Kebudayaan Kontemporer: Konsep, Unsur, dan Ciri

Pendahuluan

Kebudayaan kontemporer merupakan fenomena budaya yang berkembang pesat dalam masyarakat modern saat ini, mencerminkan dinamika sosial, teknologi, dan komunikasi yang terus berubah. Dalam era digital dan globalisasi, budaya tidak lagi statis atau hanya terikat oleh tradisi lokal, melainkan menjadi suatu sistem praktik, ekspresi, dan nilai yang heterogen yang dibentuk melalui interaksi intens antara elemen global dan lokal dalam masyarakat kontemporer. Konsep ini penting dipahami karena kebudayaan kontemporer turut membentuk cara berpikir, gaya hidup, serta identitas sosial individu dan kelompok dalam konteks global yang saling terkait. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Definisi Kebudayaan Kontemporer

Definisi Kebudayaan Kontemporer Secara Umum

Kebudayaan kontemporer merujuk pada pola-pola praktik budaya, ekspresi, kepercayaan, dan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat masa kini yang dipengaruhi oleh perkembangan sosial dan teknologi modern. Ini meliputi kebudayaan populer, media massa, gaya hidup konsumen, serta berbagai bentuk ekspresi budaya yang secara aktif digunakan oleh masyarakat urban dan generasi muda. Kebudayaan kontemporer juga sering dipahami sebagai gambaran budaya yang dinamis, tidak terikat waktu lampau, dan terus mengalami perubahan serta interaksi dengan budaya lain dalam skala global. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Definisi Kebudayaan Kontemporer dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam masyarakat yang menjadi milik diri manusia melalui belajar. Istilah kontemporer merujuk pada sesuatu yang terjadi atau hidup pada masa yang sama, terutama masa kini. Dengan demikian, kebudayaan kontemporer dapat dipahami sebagai “kebudayaan yang hidup dan berkembang pada masa sekarang ini”, mencerminkan kondisi zaman yang sedang berlangsung. (sumber KBBI: [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])

Definisi Kebudayaan Kontemporer Menurut Para Ahli

  1. Koentjaraningrat, Meskipun lebih dikenal dengan kajiannya tentang kebudayaan umum, Koentjaraningrat menyatakan bahwa budaya adalah cara hidup seluruh anggota masyarakat yang mencakup gagasan, karya, dan perilaku yang dipelajari dan dibagi oleh masyarakat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Parsons & Bales, Budaya kontemporer merepresentasikan sistem status dan norma-norma yang terus diproduksi dan direproduksi dalam masyarakat modern melalui interaksi sosial. (Sumber: sosiologi umum)

  3. International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences, Menjelaskan bahwa budaya kontemporer terdiri dari praktik dan keyakinan heterogen yang muncul dalam masyarakat modern, termasuk pengaruh media, konsumerisme, dan hubungan sosial dalam konteks global. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Stuart Hall, Dalam perspektif cultural studies, budaya kontemporer bukanlah entitas statis, tetapi proses negosiasi nilai dan identitas yang terus berubah di tengah kondisi globalisasi dan dinamika sosial. (Sumber teori studi budaya)


Unsur-Unsur Kebudayaan Kontemporer

Kebudayaan kontemporer memiliki beragam unsur yang membentuk keseluruhan sistem budaya dalam masyarakat modern. Setiap unsur memainkan peran penting dalam menciptakan dinamika budaya kontemporer sebagai suatu sistem yang saling terkait antara satu sama lain.

1. Sistem Nilai dan Keyakinan

Nilai dan keyakinan dalam kebudayaan kontemporer tercermin dalam pandangan hidup masyarakat terhadap isu sosial, budaya populer, dan perilaku sosial yang berubah seiring perkembangan zaman, termasuk nilai tentang kebebasan berekspresi, konsumerisme, dan perubahan norma social. Nilai-nilai ini direproduksi melalui media massa, pendidikan, dan interaksi sosial digital. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

2. Bahasa dan Komunikasi

Bahasa menjadi unsur utama dalam budaya kontemporer karena merupakan alat utama komunikasi dan penyebaran nilai budaya. Dalam era digital, media sosial, dan komunikasi global mempercepat difusi bahasa dan istilah baru yang muncul dalam budaya populer. Komunikasi digital telah menjadi medium dominan dalam interaksi sosial modern. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

3. Media dan Teknologi

Peran media massa dan teknologi digital menjadi penting dalam kebudayaan kontemporer karena menjadi jalur penyebaran budaya populer secara cepat dan luas. Melalui internet, konten budaya dapat diakses oleh publik global, menciptakan pola konsumsi budaya baru dan gaya hidup modern yang berbeda dari tradisi masa lalu. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

4. Seni dan Ekspresi Budaya

Seni kontemporer merupakan bagian tidak terpisahkan dari kebudayaan kontemporer; seni mencerminkan realitas sosial, teknologi, dan nilai yang berkembang dalam masyarakat modern. Seni kontemporer tidak hanya seperti media tradisional tetapi juga termasuk seni digital, instalasi interaktif, dan ekspresi artistik lainnya yang mencerminkan dinamika budaya saat ini. [Lihat sumber Disini - e-journal.iahn-gdepudja.ac.id]

5. Gaya Hidup dan Praktik Sosial

Unsur budaya kontemporer juga mencakup gaya hidup modern seperti kebiasaan konsumsi, pola berpakaian, hiburan, serta praktik sosial tertentu yang dipengaruhi oleh media populer dan tren global yang cepat menyebar. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

6. Institusi Sosial dan Ekonomi

Institusi seperti sistem ekonomi pasar bebas, media, pendidikan dan pemerintah berkontribusi membentuk budaya kontemporer karena mereka mempengaruhi distribusi ide, nilai, dan orientasi masyarakat dalam konteks global yang saling terhubung. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Ciri-Ciri Kebudayaan Kontemporer

Kebudayaan kontemporer memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari kebudayaan tradisional atau klasik:

1. Dinamis dan Berubah Cepat

Budaya kontemporer terus berubah; setiap elemen budaya dapat mengalami transformasi seiring waktu sesuai dengan perkembangan sosial dan teknologi. Ini mengakibatkan budaya modern bersifat fluid dan tidak tetap seperti budaya tradisional. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

2. Heterogen

Budaya kontemporer bersifat plural dan heterogen karena mencakup berbagai praktik budaya yang berbeda dalam satu masyarakat, mulai dari budaya populer urban hingga subkultur tertentu yang muncul melalui peran media baru. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

3. Dipengaruhi Globalisasi

Kontemporer menunjukkan keterhubungan lintas budaya dan dunia melalui media massa, internet, dan pertukaran global yang cepat. Hal ini menciptakan pola budaya yang saling tumpang tindih antara lokal dan global. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

4. Konsumerisme dan Komersialisasi

Budaya kontemporer cenderung dipengaruhi oleh nilai-nilai konsumtif dan komersial, di mana budaya populer sering menjadi komoditas yang diproduksi dan dikonsumsi secara besar-besaran. [Lihat sumber Disini - academia.edu]

5. Interaksi Media Digital

Ciri khas lainnya adalah dominasi media digital sehingga pola konsumsi budaya berubah secara signifikan dibandingkan era sebelum digitalisasi. Internet dan media sosial menjadi platform utama untuk pembentukan identitas dan ekspresi budaya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Faktor Perkembangan Kebudayaan Kontemporer

Kebudayaan kontemporer berkembang dipengaruhi oleh sejumlah faktor struktural dan dinamis, di antaranya:

1. Globalisasi

Globalisasi mendorong pertukaran budaya antarnegara dan mempercepat difusi ide, praktik, dan ekspresi budaya melalui media internasional dan komunikasi digital. Proses ini menyebabkan hibridisasi budaya dan ketergantungan budaya lintas negara. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

2. Teknologi dan Digitalisasi

Kemajuan teknologi, termasuk internet, media sosial, dan platform digital, telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan memproduksi kebudayaan, sehingga mempermudah difusi budaya baru di seluruh dunia. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

3. Media Massa

Media massa memainkan peran sentral dalam menyebarkan ide, gaya hidup, dan tren budaya secara luas, sehingga mempengaruhi nilai masyarakat serta membentuk elemen budaya kontemporer baru. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

4. Ekonomi Pasar Modern

Sistem ekonomi pasar bebas menciptakan pola produksi dan distribusi barang budaya dalam skala besar yang mempengaruhi konsumsi budaya masyarakat modern dan tren gaya hidup kontemporer. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

5. Urbanisasi

Perpindahan besar-besaran penduduk dari desa ke kota mempercepat interaksi lintas budaya, menghasilkan pertukaran budaya yang intens serta munculnya subkultur urban. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Kebudayaan Kontemporer dan Globalisasi

Kebudayaan kontemporer dan globalisasi tidak dapat dipisahkan karena globalisasi berperan besar dalam membentuk karakter budaya masa kini. Globalisasi menghubungkan masyarakat dunia melalui aliran ide, barang, layanan, dan simbol budaya yang sebelumnya sulit diperoleh. Melalui media digital dan komunikasi global, budaya lokal dapat dipengaruhi oleh budaya luar, menghasilkan pertukaran dan adaptasi budaya yang cepat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net] Proses ini menyebabkan munculnya fenomena seperti cultural homogenization, yaitu penyamaan budaya melalui dominasi budaya global terhadap budaya lokal tertentu, yang dapat mengikis keragaman budaya asli suatu komunitas. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Globalisasi budaya juga menciptakan dimensi pertukaran budaya global seperti yang dijelaskan oleh Appadurai melalui ethnoscapes (pergerakan orang), technoscapes (pergerakan teknologi), mediascapes (pergerakan informasi dan media), dan aspek lain yang memengaruhi bagaimana individu dan kelompok membentuk identitas budaya mereka dalam konteks global. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Dampak Kebudayaan Kontemporer terhadap Identitas Sosial

Kebudayaan kontemporer membawa dampak signifikan terhadap pembentukan dan transformasi identitas sosial. Identitas sosial merupakan cara individu atau kelompok memahami diri mereka dalam konteks sosial melalui nilai budaya, simbol, dan interaksi sosial.

1. Negatif, Erosi Identitas Lokal

Globalisasi budaya kontemporer dapat menyebabkan erosinya budaya lokal, di mana tradisi dan praktik budaya asli mengalami reduksi intensitas, terutama ketika budaya populer global mendominasi konsumsi budaya masyarakat setempat. Hal ini berpotensi melemahkan identitas budaya lokal suatu komunitas. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Positif, Hybridisasi Identitas

Proses hybridisasi budaya yang terjadi akibat interaksi antara budaya global dan lokal membuka kemungkinan pembentukan identitas baru yang unik dan multidimensional, di mana individu menggabungkan elemen budaya lokal dengan pola global dalam kehidupan sehari-hari mereka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Digitalisasi dan Identitas Sosial Baru

Perkembangan media digital dan platform online menciptakan ruang bagi individu untuk mengekspresikan identitas sosial yang beragam, memungkinkan pembentukan komunitas baru berdasarkan minat budaya tertentu yang mungkin berbeda dengan identitas tradisional sebelumnya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Kesimpulan

Kebudayaan kontemporer merupakan bentuk kebudayaan yang hidup dan berkembang pada masa kini, dipengaruhi oleh globalisasi, teknologi digital, media massa, dan dinamika sosial yang cepat. Unsur-unsur kebudayaan kontemporer mencakup sistem nilai, bahasa dan komunikasi, media dan teknologi, seni kontemporer, gaya hidup, serta institusi sosial dan ekonomi. Ciri-ciri utama budaya kontemporer adalah perubahan yang cepat, heterogenitas, pengaruh globalisasi, konsumerisme, serta dominasi media digital. Faktor-faktor seperti globalisasi, teknologi, media, ekonomi pasar modern, dan urbanisasi menjadi pendorong utama perkembangan budaya kontemporer. Kebudayaan kontemporer juga memainkan peran penting dalam membentuk identitas sosial, baik melalui erosi budaya lokal maupun pembentukan identitas hibrida baru yang mencerminkan kompleksitas budaya global dan lokal di era modern ini.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kebudayaan kontemporer adalah bentuk kebudayaan yang hidup dan berkembang pada masa kini, yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, globalisasi, media massa, serta perubahan sosial dalam masyarakat modern.

Unsur-unsur kebudayaan kontemporer meliputi sistem nilai dan keyakinan, bahasa dan komunikasi, media dan teknologi, seni kontemporer, gaya hidup modern, serta institusi sosial dan ekonomi.

Ciri-ciri kebudayaan kontemporer antara lain bersifat dinamis dan cepat berubah, heterogen, dipengaruhi globalisasi, cenderung konsumtif, serta didominasi oleh media digital dan teknologi informasi.

Perkembangan kebudayaan kontemporer dipengaruhi oleh globalisasi, kemajuan teknologi digital, media massa, sistem ekonomi pasar modern, serta urbanisasi dan mobilitas sosial masyarakat.

Kebudayaan kontemporer memiliki hubungan erat dengan globalisasi karena proses globalisasi mempercepat pertukaran budaya antarnegara, menciptakan interaksi budaya global dan lokal, serta membentuk budaya hibrida dalam masyarakat modern.

Kebudayaan kontemporer dapat berdampak pada identitas sosial dengan mengikis identitas budaya lokal sekaligus membuka peluang terbentuknya identitas sosial baru yang bersifat hibrida, terutama melalui pengaruh media digital dan budaya global.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Akulturasi Budaya: Konsep dan Proses Interaksi Penelitian Hermeneutik: Prinsip dan Tahapan Filsafat Ilmu Kontemporer: Ciri dan Arah Perkembangan Konsep Dasar Penelitian Ilmiah: Pengertian dan Unsur Pentingnya Teori Hermeneutika: Pengertian dan Contoh Aplikasinya Homogenisasi Budaya: Konsep dan Kritik Sosial Sintaksis: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Linguistik Faktor Eksternal: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Cross Cultural Research: Definisi, Tujuan, dan Contoh Penerapan Perspektif Hermeneutik dalam Penelitian Sosial Perubahan Budaya: Konsep dan Faktor Pendorong Perspektif Interdisipliner dalam Kajian Ilmiah Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Prinsip Akal Budi dalam Penalaran Ilmiah Struktur Paradigma Ilmiah: Unsur dan Tahapan Modernisasi: Konsep, Proses, dan Implikasi Sosial Metodologi Penelitian: Definisi, Unsur, dan Perbedaannya dengan Metode, lengkap beserta sumber [PDF] Struktur Paradigma Ilmiah: Unsur dan Tahapannya Penelitian Fenomenologi Transendental: Ciri dan Penerapan Kohesi Sosial: Konsep dan Perekat Masyarakat
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna