Terakhir diperbarui: 05 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 5 January). Bias Kognitif Sosial: Konsep dan Pengaruhnya. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/bias-kognitif-sosial-konsep-dan-pengaruhnya 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Bias Kognitif Sosial: Konsep dan Pengaruhnya - SumberAjar.com

Bias Kognitif Sosial: Konsep dan Pengaruhnya

Pendahuluan

Bias kognitif sosial merupakan fenomena psikologis di mana individu membuat penilaian atau keputusan yang dipengaruhi oleh distorsi dalam pemrosesan informasi dalam konteks sosial, seperti interaksi dengan orang lain, norma sosial, atau tekanan kelompok. Fenomena ini bukan sekadar kesalahan acak, tetapi pola berpikir yang sistematis yang dapat memengaruhi cara orang memandang diri sendiri, orang lain, dan situasi sosial secara keseluruhan. Dalam dunia yang semakin terhubung dan kompleks, bias kognitif sosial menjadi aspek penting yang memengaruhi hubungan interpersonal, pengambilan keputusan kelompok, serta persepsi terhadap realitas sosial. Pemahaman mengenai bias kognitif sosial penting tidak hanya bagi psikologi sosial, tetapi juga dalam bidang pendidikan, organisasi, kebijakan publik, dan kehidupan sehari-hari karena dampaknya yang luas pada cara kita berinteraksi satu sama lain. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Definisi Bias Kognitif Sosial

Definisi Bias Kognitif Sosial Secara Umum

Bias kognitif secara umum adalah penyimpangan sistematis dari pola berpikir rasional yang memengaruhi penilaian dan pengambilan keputusan individu. Bias ini muncul karena keterbatasan kognitif manusia dan kecenderungan otak untuk menggunakan heuristik atau jalan pintas mental dalam memproses informasi kompleks. Hal ini menyebabkan individu menciptakan realitas subyektif mereka sendiri yang tidak selalu mencerminkan objek realitas. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Bias kognitif sosial adalah bentuk khusus dari bias kognitif yang terjadi dalam konteks sosial: ketika penilaian dilakukan bukan hanya atas dasar informasi objektif, tapi juga melalui lensa interaksi sosial, norma kelompok, stereotip, dan tekanan sosial. Dengan demikian, bias kognitif sosial mengacu pada pola berpikir keliru yang muncul ketika individu menilai situasi sosial, orang lain, atau diri sendiri dalam lingkungan sosialnya. [Lihat sumber Disini - igi-global.com]

Definisi Bias Kognitif Sosial dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bias kognitif didefinisikan sebagai kecenderungan berpikir yang tidak objektif atau melenceng dari akal sehat karena distorsi dalam pemrosesan informasi. Istilah ini biasanya digunakan untuk menunjukkan kesalahan sistematis dalam pengambilan keputusan atau penilaian seseorang. (Catatan: karena KBBI tidak memiliki entri khusus untuk “bias kognitif sosial”, definisi ini diambil dari entri “bias kognitif” dan kemudian dikontekstualisasikan ke ranah sosial). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Bias Kognitif Sosial Menurut Para Ahli

  1. Daniel Kahneman & Amos Tversky, Menurut Kahneman dan Tversky, bias kognitif merupakan penyimpangan sistematis dalam pemikiran dan pengambilan keputusan yang sering kali terjadi karena penggunaan heuristik dalam pemrosesan informasi, terutama ketika individu menghadapi ketidakpastian atau kompleksitas dalam lingkungan sosialnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Stanovich & West (2000), Para ahli ini menjelaskan bahwa bias kognitif adalah bentuk kesalahan berpikir yang konsisten dan dapat diprediksi yang muncul karena keterbatasan kapabilitas mental manusia dalam mengelola informasi sosial yang kompleks. [Lihat sumber Disini - methods.sagepub.com]

  3. Green et al. (2018), Dalam literatur psikologi sosial, bias kognitif sosial sering dikaitkan dengan kemampuan sosial seseorang dalam menilai niat, emosi, dan perilaku orang lain, dimana bias-bias tersebut dapat dipengaruhi oleh pengalaman sosial, norma budaya, dan konteks interaksi sosial. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. IGI Global (Social Cognitive Bias), Bidang psikologi sosial dan sosiologi mendefinisikan bias kognitif sosial sebagai fenomena di mana keputusan dan penilaian sosial dipengaruhi oleh keanggotaan kelompok, hubungan antar individu (ingroup/outgroup), serta struktur sosial yang ada, menyiratkan bahwa konteks sosial memiliki peran penting dalam pembentukan bias ini. [Lihat sumber Disini - igi-global.com]


Jenis-Jenis Bias Kognitif Sosial

Bias kognitif sosial mencakup berbagai pola berpikir yang memengaruhi bagaimana individu memproses informasi dalam konteks sosial dan memengaruhi cara mereka menilai orang, situasi, dan hubungan sosial. Beberapa jenis yang paling umum meliputi:

1. Fundamental Attribution Error

Fundamental attribution error adalah kecenderungan individu untuk terlalu menekankan faktor disposisional (sifat pribadi) ketika menjelaskan perilaku orang lain, sementara mengabaikan faktor situasional atau konteks sosial yang memengaruhinya. Fenomena ini menunjukkan bagaimana penilaian sosial sering kali tidak mempertimbangkan latar belakang dan situasi yang lebih besar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Social Comparison Bias

Social comparison bias terjadi ketika individu mengevaluasi diri mereka sendiri dengan membandingkan dengan orang lain di sekitar mereka, yang sering kali menghasilkan rasa iri, kompetisi, atau perasaan rendah diri ketika dibandingkan dengan orang yang dianggap “lebih baik” dalam beberapa aspek. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Bias Blind Spot

Bias ini menunjukkan bahwa individu cenderung mengenali bias dan kesalahan berpikir pada orang lain tetapi gagal melihat atau mengakui bias yang sama dalam diri mereka sendiri. Hal ini dapat memperkuat keyakinan bahwa pandangan pribadi mereka lebih objektif daripada orang lain. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

4. Illusion of Asymmetric Insight

Fenomena ini menjelaskan bagaimana seseorang percaya bahwa ia lebih mengetahui tentang orang lain dibandingkan sebaliknya, yang seringkali menyebabkan penilaian yang tidak akurat atas motivasi dan kepribadian orang lain. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

5. Bandwagon Effect (Pressure Sosial)

Bandwagon effect menggambarkan kecenderungan individu untuk mengikuti keyakinan, perilaku, atau tren sosial hanya karena banyak orang lain juga melakukannya, tanpa mempertimbangkan bukti atau alasan rasional secara mendalam. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

6. Actor-Observer Bias

Ini adalah bias di mana individu lebih cenderung mengaitkan perilaku negatif orang lain dengan karakter internal mereka, tetapi ketika perilaku serupa terjadi pada diri sendiri, mereka mengaitkannya dengan situasi eksternal atau alasan kontekstual. [Lihat sumber Disini - verywellmind.com]

Setiap jenis bias ini merupakan manifestasi cara berpikir yang berbeda, namun keseluruhannya menunjukkan bagaimana konteks sosial dapat mengubah cara kita memahami, menilai, dan bereaksi terhadap orang lain di sekitar kita. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Proses Terjadinya Bias Kognitif Sosial

Proses terjadinya bias kognitif sosial diawali ketika individu menerima informasi sosial melalui indera mereka dan kemudian memprosesnya secara mental. Otak manusia, agar mampu bekerja cepat, sering menggunakan heuristik, jalur pintas mental, untuk menafsirkan rangsangan sosial yang kompleks. Heuristik tersebut membantu dalam pengambilan keputusan cepat, tetapi juga dapat menyebabkan kesalahan sistematis. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Tahapan umum dalam proses ini adalah:

1. Persepsi Sosial: Individu melihat atau mendengar informasi sosial dari lingkungan. Ini bisa berupa ekspresi wajah, perilaku orang lain, opini dalam kelompok, dsb. Persepsi ini sering kali dipengaruhi oleh pengalaman dan harapan sebelumnya, yang membawa bias ke dalam tahap awal pemrosesan. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

2. Penggunaan Heuristik: Karena keterbatasan kognitif dan kebutuhan untuk mengambil keputusan cepat (misalnya dalam situasi sosial yang dinamis), otak menggunakan heuristik. Contohnya, heuristik konfirmasi akan membuat individu mencari informasi yang mendukung pandangan awal mereka daripada yang bertentangan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Evaluasi dan Attribusi: Individu menilai informasi sosial yang diterima. Di sinilah bias sosial sering terjadi, misalnya, saat seseorang menilai perilaku orang lain sebagai akibat kepribadian mereka daripada situasi yang memengaruhi mereka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

4. Kesimpulan dan Tindak Lanjut: Kesimpulan yang terbentuk kemudian memengaruhi sikap dan perilaku sosial selanjutnya. Jika bias ini tidak disadari, individu dapat terus membuat penilaian dan keputusan yang keliru dalam konteks sosial jangka panjang. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Secara keseluruhan, bias kognitif sosial adalah hasil dari cara kerja otak yang adaptif namun tidak sempurna ketika menghadapi informasi sosial yang kompleks dan beragam. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]


Faktor Sosial dalam Bias Kognitif

Beberapa faktor sosial yang memperkuat bias kognitif sosial antara lain:

1. Norma dan Tekanan Kelompok: Ketika berada dalam sebuah kelompok, individu cenderung menyesuaikan pandangan mereka dengan norma kelompok untuk diterima atau menghindari konfrontasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Pengaruh Sosial dan Status: Individu sering kali menilai pendapat orang lain berdasarkan status sosial atau otoritas mereka, yang bisa memicu bias seperti otoritas bias atau konformitas sosial. [Lihat sumber Disini - online.utpb.edu]

3. Pengalaman Sosial Sebelumnya: Pengalaman masa lalu dengan individu atau kelompok tertentu dapat membentuk skema mental yang memengaruhi penilaian sosial saat ini. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

4. Stereotip Budaya: Budaya dan lingkungan sosial menanamkan keyakinan tentang kelompok tertentu, yang kemudian menjadi lens dalam menilai anggota kelompok lain. [Lihat sumber Disini - online.utpb.edu]

Faktor-faktor ini memperkuat pola pikir yang kurang objektif, memicu munculnya bias kognitif sosial dalam kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - online.utpb.edu]


Pengaruh Bias Kognitif Sosial terhadap Penilaian

Bias kognitif sosial dapat berdampak signifikan terhadap cara individu menilai situasi, orang lain, dan keputusan sosial yang mereka buat. Efek-efek ini meliputi:

1. Distorsi Persepsi: Individu dapat menafsirkan perilaku orang lain secara tidak akurat, misalnya menganggap tindakan netral sebagai bermusuhan karena bias atribusi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan Sosial: Bias dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang kurang rasional dalam konteks sosial. Contohnya, keputusan kelompok yang dipengaruhi oleh konformitas lebih daripada bukti objektif dapat menghasilkan hasil yang tidak optimal. [Lihat sumber Disini - oxford-review.com]

3. Konflik Interpersonal: Ketika penilaian terhadap niat dan motivasi orang lain dipengaruhi oleh bias, konflik antarindividu atau kelompok dapat meningkat. [Lihat sumber Disini - online.utpb.edu]

4. Penguatan Stereotip: Bias dapat memperkuat stereotip sosial yang sudah ada dan mempengaruhi evaluasi serta perlakuan terhadap kelompok tertentu secara tidak adil. [Lihat sumber Disini - online.utpb.edu]

Secara keseluruhan, pengaruh ini membuat individu sering kali membuat kesimpulan prematur yang tidak mencerminkan realitas sosial yang kompleks. [Lihat sumber Disini - oxford-review.com]


Bias Kognitif Sosial dalam Interaksi Sosial

Dalam interaksi sosial sehari-hari, bias kognitif sosial memainkan peran besar dalam bagaimana orang berkomunikasi, bekerja sama, atau bersaing satu sama lain. Misalnya:

1. Penilaian Personal: Individu sering kali menilai karakter teman, rekan kerja, atau orang asing berdasarkan impresi pertama yang dibentuk secara tidak sadar melalui bias. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

2. Dinamika Kelompok: Dalam kelompok sosial, bias seperti konformitas atau bandwagon effect membuat individu mengikuti opini mayoritas meskipun mereka mungkin memiliki bukti atau sudut pandang berbeda. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Komunikasi Sosial: Bias kognitif dapat mengubah cara pesan ditafsirkan. Misalnya, stereotype atau asumsi yang salah dapat membuat komunikasi menjadi tidak efektif atau menimbulkan kesalahpahaman. [Lihat sumber Disini - online.utpb.edu]

4. Persepsi Identitas Sosial: Individu bisa menilai orang lain berdasarkan grup sosial yang mereka lihat sebagai “ingroup” atau “outgroup”, yang dapat meningkatkan bias favoritisme terhadap kelompok sendiri sekaligus diskriminasi terhadap kelompok lain. [Lihat sumber Disini - igi-global.com]

Ini menunjukkan bahwa bias kognitif sosial bukan hanya fenomena perilaku individu, tetapi juga memengaruhi hubungan sosial yang lebih luas dan dinamika kelompok. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kesimpulan

Bias kognitif sosial adalah aspek penting dalam psikologi sosial yang mencerminkan bagaimana pola berpikir kita dipengaruhi oleh konteks sosial dan struktur sosial di sekitar kita. Muncul karena cara otak manusia menggunakan jalur pintas mental untuk mengelola informasi kompleks, dan sering memperkuat kesalahan penilaian dalam lingkungan sosial. Jenis-jenis bias seperti attributio, social comparison, bias blind spot, dan bandwagon effect menunjukkan variasi dalam cara manusia memproses informasi sosial secara tidak objektif. Proses terjadinya bias ini melibatkan persepsi awal, heuristik, evaluasi sosial, dan akhirnya kesimpulan atau aksi lanjutan yang dipengaruhi oleh faktor sosial seperti norma kelompok, pengalaman sosial, dan stereotip budaya. Akibatnya, bias kognitif sosial dapat mengubah cara kita menilai situasi interpersonal, membuat keputusan sosial, serta berinteraksi dalam konteks kelompok, yang jika tidak disadari dapat memperkuat kesalahpahaman, konflik antarindividu, dan stereotip sosial. Pemahaman mendalam akan fenomena ini membantu kita mengembangkan strategi untuk meningkatkan objektivitas, komunikasi yang lebih efektif, dan hubungan interpersonal yang lebih sehat dalam kehidupan sosial kita. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Bias kognitif sosial adalah kecenderungan berpikir yang tidak objektif dalam menilai orang lain, situasi, atau interaksi sosial akibat distorsi dalam pemrosesan informasi sosial.

Bias kognitif bersifat umum dan terjadi dalam berbagai konteks pengambilan keputusan, sedangkan bias kognitif sosial secara khusus muncul dalam konteks interaksi sosial dan penilaian terhadap individu atau kelompok.

Contoh bias kognitif sosial meliputi fundamental attribution error, bandwagon effect, social comparison bias, bias blind spot, dan actor-observer bias.

Bias kognitif sosial sering terjadi karena otak manusia menggunakan heuristik atau jalan pintas mental untuk memproses informasi sosial yang kompleks dan cepat, sehingga rentan terhadap kesalahan penilaian.

Bias kognitif sosial dapat menyebabkan kesalahpahaman, konflik interpersonal, penguatan stereotip, serta pengambilan keputusan sosial yang kurang rasional.

Bias kognitif sosial dapat dikurangi dengan meningkatkan kesadaran diri, berpikir kritis, mempertimbangkan sudut pandang lain, serta mengevaluasi informasi sosial secara lebih objektif.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Beban Kognitif: Konsep dan Proses Belajar Bias Kognitif: Jenis, Dampak, dan Cara Menghindarinya Fleksibilitas Kognitif: Konsep dan Adaptasi Distorsi Kognitif: Konsep dan Implikasi Psikologis Dampak Kurang Minum terhadap Fungsi Kognitif Gangguan Memori: Definisi, Penyebab, dan Penanganan Skema Kognitif: Konsep dan Pembentukan Makna Empati Kognitif dan Emosional Beban Mental: Konsep dan Performa Polarisasi Diet dan Pengaruhnya terhadap Terapi Obat Gangguan Memori: Konsep, Faktor Penyebab, dan Dampak Memori Kerja: Konsep dan Fungsi Eksekutif Kecerdasan Emosional: Komponen dan Pengaruhnya dalam Belajar Minat Belajar: Faktor dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Atensi: Konsep dan Proses Kognitif X-Variable: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Statistik Self-Efficacy: Definisi dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Media Sosial dalam Kehidupan Sosial: Konsep dan Pengaruhnya Hubungan Anemia dan Prestasi Belajar X-Factor dalam Penelitian: Makna, Contoh, dan Pengaruhnya terhadap Hasil
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna