Terakhir diperbarui: 13 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 13 December). Hubungan Anemia dan Prestasi Belajar. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/hubungan-anemia-dan-prestasi-belajar  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Hubungan Anemia dan Prestasi Belajar - SumberAjar.com

Hubungan Anemia dan Prestasi Belajar

Pendahuluan

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih melanda berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada usia sekolah, anemia bukan hanya berdampak secara fisik seperti kelelahan dan pucat, tetapi juga berpotensi memengaruhi proses pembelajaran, kemampuan konsentrasi, memori, dan kemampuan kognitif lainnya yang penting dalam konteks akademik. Penelitian menunjukkan bahwa anak sekolah dengan anemia atau defisiensi zat besi cenderung menunjukkan skor akademik yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami kondisi tersebut, sehingga anemia dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada hambatan pencapaian prestasi belajar yang optimal. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Hubungan Anemia dan Prestasi Belajar

Definisi Hubungan Anemia dan Prestasi Belajar Secara Umum

“Anemia” secara umum merujuk pada kondisi ketika darah memiliki kapasitas yang lebih rendah untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh karena turunnya konsentrasi hemoglobin atau jumlah sel darah merah. Dalam konteks pendidikan, kondisi anemia dianggap dapat menghambat proses belajar siswa karena pasokan oksigen yang tidak optimal ke otak menyebabkan lemah konsentrasi, daya ingat, serta fungsi kognitif lain yang berperan dalam proses akademik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Hubungan Anemia dan Prestasi Belajar dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), anemia didefinisikan sebagai “kekurangan kadar hemoglobin dalam darah atau kekurangan butir darah merah.” Definisi ini menekankan kondisi klinis anemia yang dapat berimplikasi pada kemampuan tubuh termasuk fungsi otak yang berperan dalam prestasi belajar. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Hubungan Anemia dan Prestasi Belajar Menurut Para Ahli

  1. Pollitt et al. (1993) menyatakan anemia (terutama karena defisiensi zat besi) merupakan faktor yang memengaruhi kemampuan belajar karena berdampak pada kemampuan konsentrasi dan performa akademik anak usia sekolah. [Lihat sumber Disini - publications.aap.org]

  2. Bruner et al. (2000) menemukan bahwa anak sekolah yang mendapatkan suplementasi zat besi mengalami peningkatan dalam beberapa skor kognitif, termasuk perhatian dan memori, dibandingkan dengan kelompok kontrol. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Studies on Nutrition and Child Development (Grantham-McGregor & Ani, 2001) mengemukakan bahwa anemia pada anak berkorelasi dengan keterlambatan perkembangan kognitif dan prestasi belajar lebih rendah. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Yeboah et al. (2024) dalam studi terbaru melaporkan bahwa anemia defisiensi zat besi berkaitan dengan skor fungsi kognitif yang lebih rendah pada remaja, yang dapat berimplikasi pada prestasi akademik. [Lihat sumber Disini - bmcpublichealth.biomedcentral.com]

Dampak Kekurangan Hemoglobin terhadap Konsentrasi

Kadar hemoglobin yang rendah mencerminkan turunnya kemampuan darah untuk membawa oksigen. Ketika pasokan oksigen ke otak tidak mencukupi, sel-sel otak tidak bekerja optimal, sehingga kemampuan untuk mempertahankan fokus, konsentrasi, dan perhatian siswa selama proses pembelajaran menjadi terganggu. Penelitian observasional menunjukkan bahwa siswa dengan anemia defisiensi zat besi memiliki skor konsentrasi, daya ingat, dan hasil kognitif yang lebih rendah dibandingkan siswa dengan status hematologi normal. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Contohnya, dalam sebuah studi intervensi, suplementasi zat besi pada anak usia sekolah terbukti meningkatkan skor konsentrasi dan daya ingat dibanding kelompok yang tidak menerima suplementasi. Hal ini menunjukkan hubungan sebab-akibat antara peningkatan kadar hemoglobin melalui suplementasi zat besi dan peningkatan kemampuan konsentrasi serta fungsi kognitif. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]


Peran Zat Besi dalam Fungsi Kognitif

Zat besi adalah mineral esensial yang berperan penting dalam produksi hemoglobin dan transport oksigen dalam tubuh. Selain itu, zat besi juga berperan dalam fungsi neurotransmitter di otak dan produksi energi seluler. Ketika tubuh kekurangan zat besi, fungsi otak, seperti perhatian, memori, dan pemrosesan informasi, dapat terganggu.

Berbagai studi jurnal menunjukkan bahwa kekurangan zat besi pada anak usia sekolah berkaitan erat dengan penurunan fungsi kognitif. Salah satu mekanisme utamanya adalah gangguan pada sintesis neurotransmitter yang dibutuhkan untuk komunikasi antar neuron, seperti dopamin dan serotonin. Selain itu, zat besi juga penting untuk metabolisme energi otak yang memengaruhi kemampuan belajar dan berpikir analitis. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]

Penelitian meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa suplementasi zat besi secara signifikan dapat meningkatkan aspek kognitif seperti memori, perhatian, dan konsentrasi pada anak usia sekolah, meskipun pengaruhnya pada performa akademik secara langsung masih beragam tergantung metodologi studi. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor yang Menyebabkan Anemia pada Anak Sekolah

Anemia pada anak usia sekolah tidak muncul begitu saja; terdapat berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kondisinya. Faktor utama yang sering ditemukan dalam literatur ilmiah adalah:

  1. Defisiensi Zat Besi (Iron Deficiency), Penyebab paling umum anemia pada anak sekolah, biasanya akibat asupan zat besi yang kurang atau faktor metabolik yang memengaruhi penyerapan zat besi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Infeksi Parasit dan Penyakit Tropis, Cacing usus dan infeksi lainnya dapat menyebabkan kehilangan darah yang kronis dan menurunkan kadar hemoglobin. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Kebiasaan Makan Tidak Seimbang, Asupan makanan yang rendah zat besi dan nutrisi penting lainnya meningkatkan risiko anemia, apalagi bila dikombinasikan dengan perilaku makan yang buruk. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]

  4. Kebutuhan Tumbuh Cepat, Masa pertumbuhan yang cepat pada anak dan remaja meningkatkan kebutuhan zat besi. Bila kebutuhan ini tidak tercukupi, anak rentan mengalami anemia. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]

Gangguan-gangguan ini tidak hanya menyebabkan anemia tetapi juga dapat memperburuk status gizi anak secara umum, yang selanjutnya berdampak pada proses belajar dan perkembangan kognitif mereka.


Hubungan Status Gizi dengan Performa Akademik

Status gizi secara keseluruhan merupakan salah satu penentu utama performa akademik siswa. Tidak hanya anemia, namun kekurangan mikronutrien lain seperti seng, vitamin B12, dan nutrisi mikro lainnya juga dapat berkontribusi terhadap penurunan kemampuan belajar.

Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan hubungan signifikan antara status anemia dan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Hasil penelitian di Aceh Tamiang menemukan hubungan signifikan antara status anemia dan prestasi belajar siswa, di mana siswa dengan anemia cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih rendah dibandingkan siswa tanpa anemia. [Lihat sumber Disini - journal.poltekkesaceh.ac.id]

Studi lain di Palu menunjukkan prevalensi anemia defisiensi besi tinggi di kalangan remaja putri dan adanya hubungan antara anemia dan pencapaian akademik yang kurang optimal, meskipun hubungan dengan indeks massa tubuh tidak signifikan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]

Korelasi semacam ini memperkuat hipotesis bahwa status gizi, khususnya anemia, dapat berdampak pada kapasitas belajar dan performa akademik siswa, terutama melalui mekanisme penurunan konsentrasi dan fungsi kognitif. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Upaya Pencegahan dan Penanganan Anemia

Mengingat dampak negatif anemia terhadap prestasi belajar, intervensi pencegahan dan penanganan menjadi penting. Beberapa strategi yang direkomendasikan dalam literatur ilmiah antara lain:

  1. Program Suplementasi Zat Besi, Suplementasi zat besi pada anak usia sekolah terbukti meningkatkan kadar hemoglobin dan beberapa aspek fungsi kognitif seperti konsentrasi dan memori. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Pendidikan Gizi Sekolah dan Orang Tua, Edukasi mengenai pentingnya makanan kaya zat besi (seperti daging merah, sayuran hijau, dan biji-bijian) dapat membantu meningkatkan asupan zat besi anak. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]

  3. Screening dan Monitoring Kesehatan Berkala, Pemeriksaan kadar hemoglobin secara rutin di sekolah dapat membantu mengidentifikasi siswa dengan risiko anemia sejak dini. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Kebijakan Gizi Sekolah, Kebijakan yang mendukung penyediaan makanan bergizi di kantin sekolah dapat membantu mencegah defisiensi zat besi. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]

Upaya-upaya ini tidak hanya akan meningkatkan status anemia tetapi juga secara tidak langsung dapat membantu memperbaiki konsentrasi dan performa akademik siswa.


Kesimpulan

Berdasarkan kajian literatur ilmiah, anemia, terutama akibat defisiensi zat besi, memiliki hubungan yang kompleks dengan prestasi belajar siswa usia sekolah. Kondisi anemia berdampak pada kapasitas darah dalam mengangkut oksigen yang penting untuk fungsi otak, sehingga dapat menghambat kemampuan konsentrasi, daya ingat, dan beberapa aspek fungsi kognitif lainnya. Hal ini berimplikasi pada performa akademik siswa yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang kadar hemoglobinnya normal. Status gizi keseluruhan, termasuk asupan zat besi, memainkan peran penting dalam mendukung proses pembelajaran dan hasil akademik. Upaya pencegahan dan penanganan anemia, melalui suplementasi, pendidikan gizi, serta kebijakan gizi sekolah, dapat membantu meningkatkan status kesehatan siswa dan mendukung prestasi belajar mereka.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Anemia dapat menurunkan kadar hemoglobin sehingga pasokan oksigen ke otak berkurang. Kondisi ini melemahkan konsentrasi, daya ingat, dan fungsi kognitif, sehingga berdampak negatif pada prestasi belajar siswa.

Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin, metabolisme energi otak, dan produksi neurotransmitter. Kekurangan zat besi dapat menghambat kemampuan memori, fokus, dan pemrosesan informasi.

Penyebab anemia pada anak sekolah antara lain kurangnya asupan zat besi, infeksi cacing, pola makan tidak seimbang, dan meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan.

Anak dengan anemia cenderung mudah lelah, sulit fokus, daya ingat menurun, dan mengalami penurunan kemampuan pemecahan masalah. Hal ini menyebabkan prestasi akademik menjadi kurang optimal.

Pencegahan anemia dapat dilakukan melalui konsumsi makanan tinggi zat besi, edukasi gizi, suplementasi zat besi, pemantauan kesehatan berkala, serta menjaga kebersihan untuk mencegah infeksi parasit.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Anemia Ibu Hamil: Konsep, Faktor Gizi, dan Pencegahan Anemia Ibu Hamil: Konsep, Faktor Gizi, dan Pencegahan Faktor Risiko Anemia Faktor Risiko Anemia Anemia Gizi: Konsep, Implikasi Kesehatan, dan Pengendalian Anemia Gizi: Konsep, Implikasi Kesehatan, dan Pengendalian Hubungan Anemia dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Hubungan Anemia dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Prestasi Akademik: Cara Mengukur dan Faktor Penentunya Prestasi Akademik: Cara Mengukur dan Faktor Penentunya Anemia pada Remaja Anemia pada Remaja Hubungan Gaya Belajar dengan Prestasi Siswa Hubungan Gaya Belajar dengan Prestasi Siswa Minat Belajar: Faktor dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Minat Belajar: Faktor dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Suplementasi Zat Besi: Konsep, Kepatuhan, dan Manfaat Suplementasi Zat Besi: Konsep, Kepatuhan, dan Manfaat Gaya Belajar: Jenis-jenis, Ciri, dan Implikasinya dalam Pembelajaran Gaya Belajar: Jenis-jenis, Ciri, dan Implikasinya dalam Pembelajaran Status Gizi Remaja Putri Status Gizi Remaja Putri Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Self-Efficacy: Definisi dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Self-Efficacy: Definisi dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Hipotesis: Definisi, Jenis, dan Cara Merumuskannya beserta sumber [pdf] Hipotesis: Definisi, Jenis, dan Cara Merumuskannya beserta sumber [pdf] Asupan Zat Besi pada Anak Sekolah Asupan Zat Besi pada Anak Sekolah Efikasi Diri Akademik: Pengertian dan Pengaruhnya Efikasi Diri Akademik: Pengertian dan Pengaruhnya Sistem Mobile Monitoring Kebiasaan Belajar Sistem Mobile Monitoring Kebiasaan Belajar Tingkat Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Tingkat Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Minat Belajar: Konsep dan Pembentukannya Minat Belajar: Konsep dan Pembentukannya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…