
Cognitive Bias: Pengertian dan Jenis-Jenisnya
Pendahuluan
Cognitive bias atau bias kognitif merupakan fenomena psikologis yang memengaruhi cara manusia berpikir, menangkap informasi, dan membuat keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun manusia cenderung percaya bahwa mereka mampu berpikir secara objektif dan rasional, kenyataannya proses pengolahan informasi sering kali dipengaruhi oleh pola pikir yang sistematis namun tidak akurat. Bias-bias ini berkembang sebagai hasil dari keterbatasan otak dalam memproses banyak informasi secara bersamaan, sehingga otak menggunakan heuristics atau jalan pintas mental untuk membuat keputusan lebih cepat. Namun, meskipun membantu dalam beberapa situasi, bias kognitif ini sering kali mengarah pada penilaian yang tidak akurat atau keputusan yang kurang optimal dalam berbagai konteks kehidupan, baik secara individu maupun sosial. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Definisi Cognitive Bias
Definisi Cognitive Bias Secara Umum
Cognitive bias dalam psikologi didefinisikan sebagai suatu pola penyimpangan sistematis dari rasionalitas atau standar objektif dalam cara seseorang menilai, memproses, dan menginterpretasikan informasi sehingga dapat menyebabkan keputusan atau penilaian yang kurang akurat. Bias ini bukan sekadar kesalahan acak, tetapi merupakan kecenderungan berpikir yang stabil dan dapat diprediksi dalam situasi tertentu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Definisi Cognitive Bias dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah bias identik dengan kecenderungan atau prasangka yang tidak netral. Dalam konteks kognitif, hal ini merujuk pada kecenderungan dalam proses berpikir yang membuat seseorang mempertahankan sudut pandang tertentu atau membuat penilaian tertentu yang tidak seimbang atau tidak sepenuhnya berdasarkan fakta objektif. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]
Definisi Cognitive Bias Menurut Para Ahli
Amos Tversky & Daniel Kahneman, Cognitive bias merupakan penyimpangan sistematis dalam penilaian dan pengambilan keputusan manusia yang sering muncul karena penggunaan heuristics atau jalan pintas mental dalam memproses informasi kompleks. [Lihat sumber Disini - humaniorasains.id]
David Myers, psikolog sosial, menjelaskan bahwa cognitive bias adalah kesalahan dalam berpikir logis yang menyebabkan individu mengabaikan atau salah menafsirkan informasi karena kecenderungan mempertahankan keyakinan sebelumnya. [Lihat sumber Disini - humaniorasains.id]
Paul Slovic, pakar psikologi keputusan, menyatakan bias kognitif sebagai pola penilaian yang menyimpang dari pemikiran logis dan lebih mengandalkan intuisi terutama dalam kondisi ketidakpastian atau keputusan cepat. [Lihat sumber Disini - humaniorasains.id]
Para peneliti psikologi kognitif kontemporer menunjukkan bahwa bias kognitif adalah pola deviasi dari norma atau logika dalam penilaian yang membentuk “realitas subjektif” yang berbeda dari fakta objektif, dan sering memengaruhi tidak hanya individu tetapi juga cara masyarakat menginterpretasikan informasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Proses Terbentuknya Cognitive Bias
Terbentuknya cognitive bias berkaitan erat dengan cara kerja otak manusia dalam mengelola informasi yang kompleks dan berlimpah. Proses ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa mekanisme dasar psikologis:
Heuristics (Jalan Pintas Mental)
Heuristics adalah strategi mental cepat yang digunakan otak untuk membuat keputusan atau penilaian tanpa harus mempertimbangkan semua informasi secara rinci. Meskipun efisien, heuristics sering kali menghasilkan kesalahan sistematis dalam berpikir atau bias kognitif. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]
Keterbatasan Kapasitas Pemrosesan Informasi
Otak manusia menerima jutaan bit informasi setiap detik tetapi hanya mampu memproses sebagian kecilnya secara sadar. Untuk mengatasi beban ini, otak mengandalkan pola atau shortcut yang dapat menyebabkan distorsi atau bias dalam penilaian. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]
Pengaruh Pengalaman dan Keyakinan Masa Lalu
Pengalaman sebelumnya dan skema kognitif yang terbentuk sejak lama memengaruhi cara individu memaknai informasi baru. Ketika informasi baru tidak sesuai dengan kerangka pemikiran lama, otak cenderung menafsirkannya sedemikian rupa agar sesuai dengan keyakinan awal sehingga menghasilkan bias seperti confirmation bias. [Lihat sumber Disini - humaniorasains.id]
Emosi dan Tekanan Sosial
Faktor emosional serta norma atau tekanan sosial memainkan peran penting dalam terbentuknya bias kognitif. Emosi, misalnya, dapat mempengaruhi bagaimana individu menilai risiko atau informasi yang menyangkut keputusan pribadi. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]
Proses-proses ini menciptakan struktur berpikir yang otomatis dan sering tidak disadari, sehingga memicu pola penyimpangan yang konsisten dari penalaran logis dan objektif.
Jenis-Jenis Cognitive Bias
Berikut adalah beberapa contoh bias kognitif yang umum dijumpai dalam penelitian psikologi:
Confirmation Bias, Kecenderungan untuk mencari, menginterpretasikan, dan mengingat informasi yang sesuai dengan keyakinan atau pandangan awal seseorang, sekaligus mengabaikan informasi yang bertentangan. [Lihat sumber Disini - aigl.blog]
Anchoring Bias, Ketergantungan yang berlebihan pada informasi awal sebagai referensi utama dalam membuat keputusan, meskipun informasi baru mungkin lebih relevan. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]
Overconfidence Bias, Kecenderungan untuk terlalu percaya diri terhadap kemampuan atau pengetahuan sendiri, sehingga menilai akurasi keputusan lebih tinggi daripada realitasnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Fundamental Attribution Error, Kondisi di mana seseorang lebih cenderung mengaitkan perilaku orang lain dengan karakter mereka daripada situasi yang sebenarnya mempengaruhi tindakan tersebut. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Halo Effect, Kecenderungan menilai keseluruhan seseorang berdasarkan satu karakteristik positif atau negatif yang mencolok. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Bias Blind Spot, Fenomena di mana seseorang mengakui adanya bias pada orang lain tetapi sulit melihat dampak bias dalam dirinya sendiri. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Curse of Knowledge, Situasi di mana seseorang yang memiliki pengetahuan khusus mengasumsikan bahwa orang lain juga memiliki pengetahuan tersebut, sehingga terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Denominator Neglect, Fokus berlebihan pada angka bagian tanpa mempertimbangkan keseluruhan konteks, sehingga mengarah pada persepsi probabilitas yang salah. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Setiap jenis bias ini menunjukkan bagaimana pola pikir yang otomatis dapat mengarahkan seseorang ke penilaian yang kurang objektif.
Faktor Psikologis Penyebab Cognitive Bias
Beberapa faktor psikologis utama yang berkontribusi terhadap munculnya bias kognitif antara lain:
Heuristics dan Efisiensi Mental
Proses mental cepat yang bertujuan menghemat energi berpikir justru menjadi akar munculnya penyimpangan sistematis dalam berpikir. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]
Keterbatasan Kognitif
Batasan dalam memproses informasi memicu penggunaan shortcut mental yang sering menyederhanakan realitas secara berlebihan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Pengaruh Emosi Ketakutan, Harapan, atau Tekanan Sosial
Emosi memainkan peran besar dalam bagaimana informasi dipersepsikan dan diproses. Situasi emosional tertentu dapat memperkuat bias tertentu, seperti loss aversion atau ketakutan kehilangan. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]
Pengalaman dan Pembelajaran Sebelumnya
Skema kognitif yang terbentuk dari pengalaman hidup dapat mempengaruhi cara seseorang menilai situasi dan informasi baru. [Lihat sumber Disini - humaniorasains.id]
Motivasi dan Keinginan Subjektif
Individu sering kali memanipulasi proses berpikirnya untuk mencapai tujuan atau mempertahankan citra diri tertentu, yang pada akhirnya memperkuat bias tertentu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Dampak Cognitive Bias terhadap Pengambilan Keputusan
Bias kognitif dapat memiliki dampak yang luas dalam berbagai aspek pengambilan keputusan:
Pengambilan Keputusan yang Kurang Objektif
Bias seperti confirmation bias atau anchoring dapat mengarahkan seseorang memilih informasi yang memperkuat keyakinannya tanpa mempertimbangkan bukti objektif. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]
Pengambilan Risiko yang Tidak Tepat
Overconfidence bias sering mendorong individu untuk meremehkan risiko, sehingga keputusan yang diambil menjadi terlalu optimis atau tidak realistis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Distorsi Persepsi Sosial
Bias seperti fundamental attribution error atau halo effect dapat memengaruhi bagaimana seseorang memandang orang lain dalam konteks sosial atau profesional. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Pengaruh Negatif dalam Organisasi dan Bisnis
Dalam lingkungan organisasi, bias kognitif dapat menyebabkan keputusan strategis yang sub-optimal karena informasi penting diabaikan atau diseleksi secara tidak adil. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Kesalahan dalam Analisis dan Perencanaan
Dalam konteks profesional seperti bisnis atau keuangan, bias ini dapat menyebabkan perencanaan yang kurang akurat atau keputusan investasi yang buruk karena data tidak ditimbang dengan benar. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Cognitive Bias dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, bias kognitif muncul dalam banyak bentuk, misalnya:
Hubungan Sosial, Seseorang mungkin menilai karakter orang lain berdasarkan kesan pertama, yang merupakan contoh halo effect. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Keputusan Konsumen, Pembeli sering kali terpengaruh oleh iklan atau harga awal (anchoring), sehingga penilaian terhadap nilai produk bisa tidak objektif. [Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org]
Media dan Politik, Confirmation bias membuat individu lebih memilih berita yang sesuai dengan pandangan politiknya sendiri, memperkuat polarisasi opini. [Lihat sumber Disini - aigl.blog]
Investasi dan Keuangan Pribadi, Investors sering kali menunjukkan bias seperti overconfidence atau loss aversion yang mempengaruhi keputusan investasi mereka. [Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id]
Kesimpulan
Cognitive bias adalah fenomena psikologis yang mencerminkan kecenderungan berpikir yang sistematis namun sering tidak rasional, yang terbentuk melalui jalan pintas mental (heuristics), keterbatasan otak dalam memproses informasi, pengalaman masa lalu, serta pengaruh emosional dan sosial. Bias-bias ini muncul dalam berbagai jenis dan situasi dan memiliki dampak besar terhadap cara manusia membuat keputusan, baik dalam konteks pribadi, sosial, bisnis, maupun profesional. Dengan memahami akar penyebab, jenis-jenis, serta dampaknya, individu dan organisasi dapat lebih sadar akan kecenderungan pikirannya dan menerapkan strategi untuk meminimalkan pengaruh bias dalam pengambilan keputusan.