Terakhir diperbarui: 21 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 21 January). Earnings Management: Konsep, Bentuk Praktik, dan Implikasi Etis. SumberAjar. Retrieved 22 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/earnings-management-konsep-bentuk-praktik-dan-implikasi-etis  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Earnings Management: Konsep, Bentuk Praktik, dan Implikasi Etis - SumberAjar.com

Earnings Management: Konsep, Bentuk Praktik, dan Implikasi Etis

Pendahuluan

Fenomena earnings management atau dalam bahasa Indonesia sering disebut manajemen laba, merupakan salah satu isu paling menarik dan kontroversial dalam akuntansi dan pelaporan keuangan kontemporer. Dalam dunia bisnis yang kompetitif, bagaimana sebuah entitas menyajikan informasi keuangan sering kali menjadi sama pentingnya dengan performa ekonomi aktual yang dihasilkan. Namun, ketika manajemen mencoba memodifikasi atau “mengelola” angka-angka tersebut untuk membentuk persepsi stakeholder sesuai kepentingan tertentu, pertanyaan etis dan implikasi jangka panjangnya menjadi sangat penting.

Dalam praktiknya, earnings management dapat berdampak pada bagaimana investor, kreditor, regulator, dan publik memahami kinerja perusahaan. Beberapa pihak melihat kegiatan ini sebagai strategi bisnis yang sah dalam batasan standar akuntansi, sedangkan pihak lain menilai bahwa kegiatan tersebut merusak prinsip transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan. Tulisan ini akan mengulas secara komprehensif mulai dari definisi hingga implikasi etis dan dampaknya terhadap kepercayaan publik.


Definisi Earnings Management

Definisi Earnings Management Secara Umum

Earnings management secara umum merujuk pada tindakan yang dilakukan pihak manajemen perusahaan dengan tujuan mempengaruhi proses pelaporan keuangan untuk memenuhi target tertentu atau menciptakan gambaran kinerja yang diinginkan. Menurut Wikipedia, earnings management adalah praktik yang secara sengaja memengaruhi pelaporan keuangan untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau memenuhi kontrak yang bergantung pada angka pelaporan tersebut, meskipun tetap dalam batasan standar akuntansi yang berlaku. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Earnings Management dalam KBBI

Istilah earnings management belum memiliki entri khusus dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai istilah tersendiri, tetapi dalam konteks “manajemen laba”, KBBI mendeskripsikan manajemen sebagai “pengelolaan” dan laba sebagai “selisih positif antara pendapatan dan biaya”, sehingga secara kontekstual dapat diartikan sebagai usaha pengelolaan angka laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan.

Definisi Earnings Management Menurut Para Ahli

Menurut Gumanti dalam telaah pustaka yang dipublikasikan di Neliti, earnings management atau manajemen laba adalah fenomena tindakan manajemen dalam mempengaruhi angka dan isi laporan keuangan untuk tujuan tertentu, seperti memaksimalkan nilai perusahaan atau mencapai target laba. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Selain itu, definisi akademik juga mencakup bahwa kegiatan ini sering dilakukan dengan cara mengatur waktu pengakuan pendapatan atau biaya sesuai dengan kebutuhan manajemen, tanpa melanggar prinsip akuntansi yang berlaku tetapi berpotensi menyesatkan pengguna laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])


Motivasi Manajemen dalam Earnings Management

Para peneliti telah mengidentifikasi berbagai motivasi di balik praktik earnings management yang dilakukan oleh manajer perusahaan.

Salah satu motivasinya adalah keinginan memenuhi target laba atau ekspektasi pasar modal. Perusahaan yang tidak mencapai target laba sering menghadapi tekanan dari investor atau analis pasar yang dapat menekan harga saham atau memengaruhi reputasi perusahaan. Karena itu, manajemen kadang memilih untuk “mengatur” laba agar sesuai ekspektasi tersebut meskipun tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Motivasi lain termasuk insentif bonus dan kompensasi manajerial yang terkait dengan angka laba tertentu. Ketika bonus atau imbalan finansial eksekutif tergantung pada pencapaian target laba, insentif tersebut mendorong praktik pengaturan laba untuk mencapai angka yang memenuhi syarat insentif. Dalam studi yang lebih luas juga ditemukan bahwa kemampuan manajerial yang lebih tinggi dapat meningkatkan kecenderungan terhadap praktik real earnings management, yaitu manipulasi melalui aktivitas operasional nyata perusahaan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Selain itu, tekanan kompetitif di pasar dan harapan stakeholder jangka pendek juga menjadi faktor penting. Perusahaan yang mengalami kinerja kurang memuaskan sering kali cenderung memodifikasi pelaporan untuk menunjukkan performa stabil demi mempertahankan kepercayaan pasar. Akhirnya, peraturan atau kontrak yang bergantung pada angka laporan akuntansi, seperti perjanjian hutang, juga dapat memotivasi manajemen untuk melakukan tindakan pengaturan laba. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Bentuk-Bentuk Praktik Earnings Management

Earnings management memiliki berbagai bentuk, yang utama dibagi menjadi dua kategori besar:

1. Manajemen Laba Akrual (Accrual-Based Earnings Management)

Jenis ini melibatkan manipulasi dalam pengakuan pendapatan atau beban melalui kebijakan akuntansi yang sah secara teknis, misalnya perubahan metode penyusutan, estimasi cadangan piutang, atau pengakuan biaya di periode tertentu. Bentuk ini sering sulit dideteksi karena masih mematuhi prinsip akuntansi secara formal, meski berpotensi mengubah persepsi seputar kinerja perusahaan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.stie-aas.ac.id])

2. Manajemen Laba Riil (Real Earnings Management)

Berbeda dengan akrual berbasis akuntansi, bentuk ini terjadi melalui pengambilan keputusan operasional nyata, seperti percepatan atau penundaan pembelian aset, penyesuaian produksi atau pengendalian biaya yang tidak optimal semata untuk mencapai angka laba tertentu. Praktik ini berdampak pada operasi bisnis dan sering kali mengurangi efisiensi jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - jurnal.stie-aas.ac.id])

Kedua bentuk praktik tersebut sering kali dilakukan dalam batasan standar pelaporan tetapi tetap berpotensi mengaburkan informasi yang benar dan relevan bagi pengguna laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - papers.ssrn.com])


Earnings Management dan Kualitas Laporan Keuangan

Kualitas laporan keuangan merupakan ukuran sejauh mana informasi yang disajikan dalam laporan tersebut mencerminkan kondisi ekonomi nyata suatu entitas. Praktik earnings management dapat memengaruhi kualitas laporan secara signifikan.

Menurut literatur yang ditinjau dalam laporan penelitian, earnings management yang dilakukan untuk mengubah angka laba sering kali membuat informasi menjadi kurang dapat diandalkan bagi pihak eksternal seperti investor dan kreditor, karena angka tersebut tidak mencerminkan performa operasional yang sesungguhnya. ([Lihat sumber Disini - shs-conferences.org])

Selain itu, penelitian yang dilakukan di berbagai negara menunjukkan bahwa praktik earnings management berkaitan dengan turunnya kualitas pelaporan secara umum, terutama ketika praktik tersebut menyebabkan distorsi dalam prediksi arus kas atau proyeksi kinerja masa depan. ([Lihat sumber Disini - shs-conferences.org])

Kualitas pelaporan yang buruk juga dapat memicu audit yang kurang efektif atau meningkatnya biaya audit, karena auditor harus bekerja lebih keras untuk mengidentifikasi dan menilai manipulasi yang tersembunyi dalam angka akrual atau kebijakan akuntansi tertentu. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Implikasi Etis Earnings Management

Pertanyaan etis yang mengelilingi earnings management menjadi pusat perdebatan di bidang akuntansi dan etika bisnis. Banyak studi akademik menunjukkan bahwa meskipun praktik ini sering kali legal secara teknis, hal tersebut tetap menimbulkan konflik moral yang penting bagi profesional keuangan.

Penelitian teori etika menunjukkan bahwa earning management berpotensi menimbulkan masalah moral ketika angka-angka dalam laporan keuangan dimanipulasi untuk memberikan gambaran yang tidak seimbang, yang berlawanan dengan prinsip-prinsip kejujuran dan transparansi yang diharapkan dalam pelaporan bisnis. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Dalam kajian lain tentang dilema etika, ditemukan bahwa praktik earnings management kadang dianggap dapat memberi manfaat jangka pendek seperti peningkatan nilai perusahaan atau penurunan volatilitas laba. Namun, secara etika tindakan ini tetap dipandang negatif karena dapat merugikan pihak-pihak eksternal yang mengandalkan laporan tersebut untuk membuat keputusan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Lebih jauh lagi, studi tentang persepsi etika juga menemukan bahwa penilaian terhadap praktik earnings management sangat tergantung pada motivasi di balik tindakan tersebut: jika manajemen melakukannya demi manfaat perusahaan secara luas, persepsi etis kadang lebih lunak dibanding jika dilakukan hanya untuk keuntungan pribadi. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Dampak Earnings Management terhadap Kepercayaan Publik

Earnings management tidak hanya berimplikasi pada aspek teknis pelaporan, tetapi juga pada kepercayaan publik terhadap laporan keuangan suatu perusahaan. Ketika para stakeholder mengetahui atau mencurigai adanya praktik manipulasi laba, kredibilitas informasi perusahaan bisa menurun tajam.

Penelitian empiris menunjukkan bahwa distorsi laporan keuangan berdampak negatif terhadap persepsi investor dan kreditor, yang kemudian mengurangi kepercayaan pasar terhadap perusahaan tersebut secara keseluruhan. Hal ini pada akhirnya dapat berdampak pada biaya modal yang lebih tinggi, volatilitas harga saham meningkat, dan penurunan minat investor terhadap instrumen keuangan perusahaan. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

Selain itu, kepercayaan publik juga merupakan dasar dari stabilitas pasar modal. Ketika laporan keuangan dipertanyakan relevansi dan kebenarannya karena praktik earnings management, hal ini dapat menggoyahkan prinsip transparansi pasar modal dan memicu regulator untuk meningkatkan pengawasan serta kebijakan yang lebih ketat. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Kesimpulan

Secara keseluruhan, earnings management atau manajemen laba merupakan praktik yang memiliki banyak dimensi, teknis, strategis, maupun etis. Secara definisi, praktik ini merupakan intervensi manajerial dalam pelaporan keuangan untuk menghasilkan angka laba yang diinginkan, meskipun tetap berada dalam kerangka standar akuntansi yang berlaku. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Motivasi manajemen untuk melakukan tindakan ini bisa berasal dari berbagai faktor, seperti tekanan pasar modal, insentif kompensasi, dan kebutuhan untuk memenuhi harapan stakeholder. Teknik yang digunakan pun bisa berupa manipulasi akrual atau aktivitas riil. ([Lihat sumber Disini - jurnal.stie-aas.ac.id])

Dari sisi kualitas laporan, earnings management umumnya dikaitkan dengan turunnya keterandalan informasi, yang dapat berdampak negatif terhadap keputusan investasi dan evaluasi kinerja perusahaan. ([Lihat sumber Disini - shs-conferences.org])

Lebih jauh lagi, isu etika menjadi pusat perdebatan karena praktik ini sering kali dianggap bertentangan dengan prinsip pengungkapan yang jujur dan transparan. Kesadaran mengenai dampak jangka panjangnya penting untuk mengarahkan kebijakan pelaporan, tata kelola perusahaan, dan pendidikan akuntansi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Terakhir, implikasi earnings management terhadap kepercayaan publik sangat signifikan; praktik yang terdeteksi atau dicurigai dapat merusak reputasi perusahaan dan merugikan pasar modal secara umum, sehingga menuntut peran pengawasan yang kuat serta kepatuhan etis dari manajemen. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Earnings management adalah praktik yang dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk mengelola atau memengaruhi angka laba dalam laporan keuangan melalui kebijakan akuntansi atau aktivitas operasional tertentu guna mencapai tujuan tertentu, seperti memenuhi target laba atau membentuk persepsi positif pemangku kepentingan.

Manajemen melakukan earnings management karena berbagai motivasi, antara lain untuk memenuhi ekspektasi investor, mencapai target bonus dan kompensasi, menjaga stabilitas kinerja perusahaan di mata pasar, serta memenuhi persyaratan kontrak seperti perjanjian utang yang berbasis pada angka laba.

Bentuk praktik earnings management umumnya terbagi menjadi dua, yaitu manajemen laba berbasis akrual yang dilakukan melalui kebijakan akuntansi, serta manajemen laba riil yang dilakukan melalui keputusan operasional seperti pengaturan produksi, pengeluaran, dan waktu pengakuan pendapatan.

Earnings management dapat menurunkan kualitas laporan keuangan karena informasi yang disajikan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan yang sebenarnya, sehingga mengurangi relevansi, keandalan, dan transparansi laporan bagi pengguna informasi keuangan.

Secara teknis earnings management dapat dilakukan tanpa melanggar standar akuntansi, namun secara etis praktik ini sering diperdebatkan karena berpotensi menyesatkan pengguna laporan keuangan dan bertentangan dengan prinsip kejujuran serta transparansi dalam pelaporan keuangan.

Earnings management dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap perusahaan karena laporan keuangan dianggap tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi yang sebenarnya, sehingga berdampak pada menurunnya kredibilitas perusahaan, meningkatnya biaya modal, dan melemahnya kepercayaan pasar.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Lean Management: Konsep, Pengurangan Pemborosan, dan Efisiensi Lean Management: Konsep, Pengurangan Pemborosan, dan Efisiensi Implikasi Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Implikasi Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Agile Management: Konsep, Fleksibilitas Kerja, dan Respons Pasar Agile Management: Konsep, Fleksibilitas Kerja, dan Respons Pasar Self Care Management Pasien Self Care Management Pasien Talent Management: Konsep, Pengelolaan Talenta, dan Keberlanjutan SDM Talent Management: Konsep, Pengelolaan Talenta, dan Keberlanjutan SDM Supply Chain Management: Konsep, Aliran Rantai Pasok, dan Efisiensi Supply Chain Management: Konsep, Aliran Rantai Pasok, dan Efisiensi Kualitas Laporan Keuangan: Konsep, Karakteristik, dan Penilaian Kualitas Laporan Keuangan: Konsep, Karakteristik, dan Penilaian Nilai Perusahaan: Konsep, Penilaian Bisnis, dan Persepsi Investor Nilai Perusahaan: Konsep, Penilaian Bisnis, dan Persepsi Investor Manajemen Konfigurasi Sistem Manajemen Konfigurasi Sistem Customer Relationship Management (CRM): Konsep, Hubungan Pelanggan, dan Loyalitas Customer Relationship Management (CRM): Konsep, Hubungan Pelanggan, dan Loyalitas Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Capital Structure: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Capital Structure: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Manajemen Logistik: Konsep, Distribusi Barang, dan Efektivitas Manajemen Logistik: Konsep, Distribusi Barang, dan Efektivitas Manajemen Kualitas Total (TQM): Konsep, Perbaikan Berkelanjutan, dan Mutu Manajemen Kualitas Total (TQM): Konsep, Perbaikan Berkelanjutan, dan Mutu Pengetahuan Pasien tentang Obat Hipnotik Pengetahuan Pasien tentang Obat Hipnotik Manajemen Pengetahuan: Konsep, Pengelolaan Informasi, dan Keunggulan Manajemen Pengetahuan: Konsep, Pengelolaan Informasi, dan Keunggulan Pengelolaan Data Penelitian dalam Akademik Pengelolaan Data Penelitian dalam Akademik Sistem Informasi Ketersediaan Kamar Rumah Sakit Sistem Informasi Ketersediaan Kamar Rumah Sakit Inovasi Produk: Konsep, Pengembangan Produk, dan Keunggulan Pasar Inovasi Produk: Konsep, Pengembangan Produk, dan Keunggulan Pasar Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ