Terakhir diperbarui: 10 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 10 December). Faktor yang Mempengaruhi Keteraturan Kunjungan ANC. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/faktor-yang-mempengaruhi-keteraturan-kunjungan-anc  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Faktor yang Mempengaruhi Keteraturan Kunjungan ANC - SumberAjar.com

Faktor yang Mempengaruhi Keteraturan Kunjungan ANC

Pendahuluan

Antenatal Care (ANC), pemeriksaan kehamilan secara rutin oleh tenaga kesehatan, memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Pemeriksaan ANC yang teratur memungkinkan deteksi dini komplikasi kehamilan, pemantauan tumbuh kembang janin, serta edukasi dan persiapan persalinan. [Lihat sumber Disini - satusehat.kemkes.go.id]

Meski demikian, di banyak wilayah di Indonesia kepatuhan terhadap jadwal ANC belum optimal. Berbagai penelitian menunjukkan ada banyak faktor yang mempengaruhi apakah seorang ibu hamil rutin menjalani kunjungan ANC sesuai standar. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

Artikel ini membahas “keteraturan kunjungan ANC”, mendefinisikannya, kemudian menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi, baik dari sisi pengetahuan, sosial-ekonomi, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, akses layanan, hingga implikasi bagi kesehatan ibu dan janin.


Definisi ‘Keteraturan Kunjungan ANC’

Definisi secara umum

Keteraturan kunjungan ANC merujuk pada frekuensi dan kontinuitas ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan dengan tenaga kesehatan pada interval yang direkomendasikan selama masa kehamilan. Ini meliputi pemeriksaan selama trimester pertama sampai trimester ketiga sesuai pedoman ANC di wilayah tersebut.

Definisi menurut KBBI

Secara terminologis, istilah “keteraturan” menggambarkan keadaan teratur, berulang secara konsisten, tidak terputus; sedangkan “kunjungan” berarti aktivitas bertemu atau mendatangi suatu tempat (dalam konteks ini: fasilitas kesehatan). Jika digabung, maka “keteraturan kunjungan ANC” dapat dimaknai sebagai tindakan rutin dan konsisten ibu hamil mendatangi fasilitas layanan maternal kehamilan sesuai jadwal yang direkomendasikan.

Definisi menurut para ahli

  • Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (melalui pedoman pelayanan ANC), ANC adalah serangkaian layanan perawatan kehamilan oleh tenaga kesehatan untuk menjamin kehamilan dan persalinan tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi ibu maupun bayi. [Lihat sumber Disini - satusehat.kemkes.go.id]

  • World Health Organization (WHO) dan literature keperawatan menyebutkan bahwa pemeriksaan antenatal secara rutin penting untuk deteksi dini risiko kehamilan, memantau perkembangan janin, serta mempersiapkan kelahiran. [Lihat sumber Disini - jcs.aktabe.ac.id]

  • Dalam penelitian oleh Faisah Tanjung dkk. (2024), keteraturan dikaitkan dengan kelengkapan kunjungan (misalnya minimal 6 kali selama kehamilan) oleh ibu hamil ke fasilitas kesehatan dalam periode kehamilan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  • Menurut Adah Suhadah dkk. (2023), ibu disebut “patuh ANC” jika memiliki pengetahuan baik serta mendapat dukungan dari suami dan tenaga kesehatan, menunjukkan bahwa keteraturan tidak hanya soal frekuensi, tetapi juga faktor perilaku dan lingkungan. [Lihat sumber Disini - ejournal.nusantaraglobal.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Keteraturan Kunjungan ANC

Pada bagian ini dibahas faktor-faktor utama yang dalam literatur terbukti mempengaruhi keteraturan kunjungan ANC.

Pengetahuan Ibu tentang Pentingnya ANC

Pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin adalah faktor kunci. Ibu yang memahami manfaat ANC, seperti deteksi dini komplikasi, pemantauan perkembangan janin, edukasi kehamilan dan persiapan persalinan, cenderung lebih patuh menjalani ANC. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespadang.ac.id]

Misalnya, penelitian di wilayah kerja Puskesmas Segala Mider (2025) menemukan bahwa ibu dengan “kesadaran terhadap kegawatdaruratan kehamilan” memiliki tingkat kepatuhan ANC lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Begitu pula, dalam studi oleh Faisah Tanjung dkk. (2024), pengetahuan ibu berhubungan signifikan dengan kunjungan ANC (p = 0, 017), menunjukkan bahwa edukasi ibu adalah aspek yang tidak bisa diabaikan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Faktor Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan

Beberapa karakteristik sosial dan ekonomi seperti usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, status ekonomi, tempat tinggal, serta akses fisik ke fasilitas kesehatan turut memengaruhi keteraturan ANC. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Sebagai contoh, di beberapa penelitian, ibu dengan paritas rendah lebih mungkin mengikuti kunjungan ANC lengkap dibandingkan ibu dengan paritas tinggi, mungkin karena ibu dengan pengalaman kehamilan sebelumnya merasa tidak terlalu perlu ANC intensif. [Lihat sumber Disini - yapindo-cdn.b-cdn.net]

Namun demikian, tidak semua penelitian menemukan hubungan yang konsisten antara variabel seperti pekerjaan atau pendidikan dengan kepatuhan ANC. Sebagai contoh, studi 2025 di Puskesmas Pauh, Kota Padang melaporkan bahwa pendidikan/pekerjaan ibu tidak berkorelasi signifikan dengan kepatuhan K6 (kunjungan minimal 6 kali). [Lihat sumber Disini - jurnal.umsb.ac.id]

Faktor lingkungan dan akses layanan, seperti jarak ke fasilitas kesehatan, ketersediaan sarana transportasi, kondisi geografis, dan kemudahan akses, juga sering dilaporkan sebagai penghambat ANC, terutama di wilayah terpencil. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]


Pengaruh Dukungan Suami dan Keluarga

Dukungan suami dan keluarga merupakan faktor penting dalam mendorong ibu hamil untuk rutin melakukan ANC. Dukungan ini bisa berupa dukungan moral, pendampingan saat pemeriksaan, bantuan logistik/transportasi, atau pengambilan keputusan bersama. [Lihat sumber Disini - ejournal.nusantaraglobal.ac.id]

Penelitian di Puskesmas Cikalong (2023) menunjukkan bahwa ibu hamil dengan dukungan suami baik memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk melakukan kunjungan ANC lengkap (p = 0, 002). [Lihat sumber Disini - ejournal.nusantaraglobal.ac.id]

Dalam meta-analisis nasional, variabel dukungan suami muncul sebagai salah satu faktor konsisten yang mempengaruhi kepatuhan ANC, bersama pengetahuan dan sikap ibu. [Lihat sumber Disini - jik.stikesalifah.ac.id]


Peran Tenaga Kesehatan dalam Motivasi Kunjungan

Tenaga kesehatan, dokter, bidan, perawat, memegang peranan sentral. Kualitas pelayanan, sikap dan komunikasi tenaga kesehatan, edukasi yang diberikan, serta kepercayaan ibu pada petugas dapat mempengaruhi keputusan ibu untuk rutin ANC. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Penelitian oleh Faisah Tanjung dkk. (2024) menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan adalah faktor paling dominan mempengaruhi kunjungan ANC (OR = 6, 160). [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Begitu pula, kualitas layanan yang baik, termasuk ketersediaan layanan, keramahan, profesionalisme, membuat ibu merasa nyaman untuk kembali menjalani ANC. [Lihat sumber Disini - ejurnal.unism.ac.id]


Hambatan Transportasi dan Akses Pelayanan

Akses fisik ke fasilitas kesehatan, termasuk jarak, transportasi, kondisi jalan, biaya transport, terbukti menjadi hambatan bagi keteraturan ANC, terutama bagi ibu di daerah terpencil atau dengan mobilitas rendah. [Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]

Selama masa pandemi atau kondisi krisis kesehatan, hambatan ini bisa makin berat, misalnya karena pembatasan mobilitas, ketakutan terhadap penularan, atau layanan kesehatan yang terbatas, sehingga menurunkan kunjungan ANC. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkesgorontalo.ac.id]


Dampak Keteraturan ANC terhadap Deteksi Komplikasi

Keteraturan pemeriksaan ANC memungkinkan deteksi dini berbagai risiko kehamilan, seperti hipertensi, anemia, pertumbuhan janin terhambat, malnutrisi, kelainan plasenta, sehingga memberi kesempatan intervensi lebih awal. [Lihat sumber Disini - jurnal.penerbitwidina.com]

Studi tahun 2025 menunjukkan hubungan antara kelengkapan kunjungan ANC dengan kejadian komplikasi persalinan: ibu yang patuh ANC memiliki risiko komplikasi lebih rendah. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]

Dengan demikian, keteraturan ANC bukan hanya soal memenuhi jadwal, melainkan investasi kesehatan jangka panjang bagi ibu dan bayi, menurunkan risiko kematian ibu dan bayi, komplikasi persalinan, serta gangguan kesehatan neonatal. [Lihat sumber Disini - jsr.ums.ac.id]


Hubungan Kepatuhan ANC dengan Kesehatan Ibu dan Janin

Kepatuhan terhadap ANC dikaitkan dengan hasil kehamilan yang lebih baik, meliputi kelahiran dengan berat badan normal, persalinan yang aman, penurunan kematian ibu dan bayi, serta kesiapsiagaan persalinan. [Lihat sumber Disini - jsr.ums.ac.id]

Selain itu, ibu yang rutin ANC cenderung mendapatkan edukasi persalinan, persiapan nifas, dan pemantauan kesehatan, yang berdampak positif terhadap kesehatan postpartum serta kesehatan bayi baru lahir. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Namun, jika kepatuhan ANC rendah, misalnya banyak ibu dropout kunjungan, maka risiko komplikasi kehamilan dan persalinan meningkat, serta deteksi dini masalah sulit dilakukan. [Lihat sumber Disini - ejurnal.unism.ac.id]


Kesimpulan

Keteraturan kunjungan ANC adalah aspek krusial dalam menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Definisi keteraturan ini mencakup frekuensi, kontinuitas, dan kualitas kunjungan sesuai standar.

Beragam faktor mempengaruhi apakah ibu hamil patuh menjalani ANC, terutama pengetahuan ibu, kondisi sosial ekonomi, dukungan suami/keluarga, peran serta kualitas pelayanan tenaga kesehatan, serta akses fisik ke layanan.

Upaya meningkatkan kepatuhan ANC perlu melibatkan banyak pihak: edukasi intensif kepada ibu, keterlibatan suami/family, perbaikan akses layanan, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Dengan begitu, ANC tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi alat efektif deteksi dini komplikasi, pencegahan kematian ibu-bayi, dan pemenuhan hak kesehatan setiap ibu hamil.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Keteraturan kunjungan ANC adalah kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai jadwal yang direkomendasikan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau kesehatan ibu dan janin serta mendeteksi dini komplikasi kehamilan.

Keteraturan ANC penting karena membantu mendeteksi dini risiko dan komplikasi kehamilan, memastikan tumbuh kembang janin berjalan normal, serta memberikan edukasi kepada ibu terkait persiapan persalinan dan perawatan diri selama kehamilan.

Faktor yang mempengaruhi keteraturan ANC meliputi pengetahuan ibu, dukungan suami dan keluarga, kondisi sosial ekonomi, akses transportasi, lingkungan tempat tinggal, serta kualitas pelayanan dan motivasi dari tenaga kesehatan.

Dukungan suami berpengaruh besar pada keteraturan ANC. Bentuk dukungan seperti pendampingan, pemberian informasi, bantuan biaya, dan motivasi dapat meningkatkan kepatuhan ibu dalam menjalani pemeriksaan ANC secara rutin.

Ibu yang tidak rutin melakukan ANC berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan, keterlambatan deteksi masalah kesehatan janin, persiapan persalinan yang kurang optimal, serta meningkatnya risiko kesakitan dan kematian ibu maupun bayi.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kunjungan Antenatal Care Kunjungan Antenatal Care Kunjungan ANC: Konsep, Kepatuhan Ibu, dan Implikasi Kesehatan Kunjungan ANC: Konsep, Kepatuhan Ibu, dan Implikasi Kesehatan Keaktifan Ibu Mengikuti ANC Keaktifan Ibu Mengikuti ANC Peran Bidan dalam Meningkatkan Kepatuhan Ibu Mengikuti ANC Peran Bidan dalam Meningkatkan Kepatuhan Ibu Mengikuti ANC Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Pengetahuan Ibu Hamil tentang ANC Pengetahuan Ibu Hamil tentang ANC Pola Komunikasi Bidan–Pasien dalam Pelayanan ANC Pola Komunikasi Bidan–Pasien dalam Pelayanan ANC Lembaga Sosial: Konsep, Fungsi, dan Perannya Lembaga Sosial: Konsep, Fungsi, dan Perannya Kontrol Sosial: Konsep, Mekanisme, dan Penerapan Kontrol Sosial: Konsep, Mekanisme, dan Penerapan Monitoring Gizi Balita di Posyandu Monitoring Gizi Balita di Posyandu Peran Bidan dalam ANC: Konsep, Edukasi, dan Mutu Pelayanan Peran Bidan dalam ANC: Konsep, Edukasi, dan Mutu Pelayanan Faktor Kepatuhan KB Faktor Kepatuhan KB Pemanfaatan BPJS Kesehatan Pemanfaatan BPJS Kesehatan Norma Sosial: Konsep, Fungsi, dan Contoh Penerapan Norma Sosial: Konsep, Fungsi, dan Contoh Penerapan Kesehatan Ibu Hamil Kesehatan Ibu Hamil Pengaruh Meal Prep terhadap Pola Makan Pengaruh Meal Prep terhadap Pola Makan Conscientiousness: Konsep dan Kinerja Conscientiousness: Konsep dan Kinerja Disorganisasi Sosial: Konsep dan Dampak Masyarakat Disorganisasi Sosial: Konsep dan Dampak Masyarakat Norma Budaya: Konsep dan Pengaruh Perilaku Norma Budaya: Konsep dan Pengaruh Perilaku Pengetahuan Ibu tentang Tanda Bahaya Kehamilan Pengetahuan Ibu tentang Tanda Bahaya Kehamilan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…