Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/gangguan-pemenuhan-kebutuhan-cairan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan - SumberAjar.com

Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan

Pendahuluan

Keseimbangan cairan dalam tubuh adalah komponen fundamental dalam menjaga homeostasis, yaitu stabilitas kondisi internal tubuh yang memungkinkan berbagai proses fisiologis tetap berjalan normal. Ketika asupan dan pengeluaran cairan tidak seimbang, bisa timbul gangguan seperti dehidrasi (kekurangan cairan), overhidrasi (kelebihan cairan), atau pergeseran cairan antar ruang (misalnya “third-space shift”). Gangguan ini dapat berdampak serius, terutama pada pasien rawat inap, pasien dengan penyakit kronik, lansia, bayi, dan anak-anak. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang definisi, mekanisme, jenis gangguan, gejala, penilaian hingga intervensi keperawatan pemenuhan cairan menjadi sangat penting dalam praktik keperawatan dan asuhan kesehatan. Artikel ini membahas secara komprehensif aspek-aspek tersebut.


Definisi Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan

Definisi Secara Umum

Keseimbangan cairan (fluid balance) menggambarkan kondisi di mana jumlah cairan yang masuk ke tubuh (input) sama dengan jumlah cairan yang keluar (output), sehingga cairan tubuh dan elektrolit berada dalam kisaran normal dan distribusi antar ruang cairan (intracellular, extracellular) tetap proporsional. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

Jika keseimbangan ini terganggu, misalnya kehilangan cairan lebih cepat dari asupan atau sebaliknya retensi cairan berlebih, maka timbul kondisi yang disebut gangguan pemenuhan kebutuhan cairan atau gangguan keseimbangan cairan. [Lihat sumber Disini - medlineplus.gov]

Definisi dalam KBBI

Dalam arti luas bahasa Indonesia, “kebutuhan cairan” dapat diartikan sebagai keperluan tubuh terhadap cairan untuk mempertahankan fungsi fisiologis normal, seperti menjaga volume darah, suplai sel, dan metabolisme. Sementara “gangguan pemenuhan” menunjukkan ketidakmampuan tubuh untuk memenuhi atau mempertahankan kebutuhan ini, entah karena asupan kurang, kehilangan berlebihan, atau distribusi abnormal.

(sumber definisi dalam KBBI secara spesifik untuk “keseimbangan cairan” tidak selalu tersedia, sehingga definisi umum digunakan sebagai acuan.)

Definisi Menurut Para Ahli

  1. Menurut buku keperawatan dasar, gangguan cairan dibagi menjadi dua tipe besar: defisit volume cairan (hypovolemia / dehydration) dan kelebihan volume cairan (hypervolemia / overhydration). [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Dalam konsep kedokteran, keseimbangan cairan menjelaskan hubungan antara total cairan tubuh dan solut (elektrolit serta zat terlarut), yang memastikan distribusi cairan antar ruang (intracellular vs extracellular) tetap proporsional. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Dalam praktik keperawatan, gangguan pemenuhan kebutuhan cairan diartikan sebagai kondisi di mana input dan output cairan tubuh tidak seimbang, yang dapat memengaruhi perfusi jaringan, fungsi organ, dan kesejahteraan pasien. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Menurut penelitian pada pasien dengan penyakit ginjal kronik, gangguan cairan sering terjadi akibat ketidakpatuhan pada pembatasan cairan dan memerlukan asuhan keperawatan untuk memantau intake, output serta evaluasi status cairan pasien. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesbethesda.ac.id]


Mekanisme Ketidakseimbangan Cairan

Tubuh manusia memiliki mekanisme regulasi cairan yang kompleks, meliputi asupan (melalui minum, makanan, cairan parenteral), serta pengeluaran (urin, keringat, napas, feses, insensible loss). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Ketidakseimbangan cairan terjadi bila mekanisme itu terganggu, melalui beberapa cara:

  • Asupan cairan tidak mencukupi, misalnya karena intake oral rendah, gangguan menelan, mual/muntah, penurunan kesadaran.

  • Kehilangan cairan berlebihan, melalui muntah, diare, perdarahan, keringat berlebih, diuresis, luka bakar, drainase, demam tinggi. [Lihat sumber Disini - nurseslabs.com]

  • Retensi cairan / retensi cairan intras vaskular atau interstitial, misalnya pada gagal jantung, gagal ginjal, sirosis, kondisi yang menyebabkan retensi natrium dan air, atau apabila cairan infus terlalu banyak diberi. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Pergeseran cairan antar ruang (fluid shift / “third-space shift”), dalam kondisi seperti trauma, luka bakar berat, peradangan, perdarahan internal, cairan tubuh bisa mengalir dari ruang vaskular ke ruang interstitial/ruang lain, sehingga meskipun total cairan mungkin tidak berkurang signifikan, distribusinya salah. [Lihat sumber Disini - nurseslabs.com]

  • Gangguan regulasi osmolalitas / elektrolit, karena cairan dan elektrolit saling berkaitan; perubahan kadar natrium, volume cairan, osmolaritas akan mempengaruhi distribusi cairan dan fungsi seluler. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Jenis Gangguan Cairan

Berdasarkan literatur keperawatan dan fisiologi, beberapa jenis gangguan keseimbangan cairan dapat diidentifikasi:

  • Defisit Volume Cairan (Fluid Volume Deficit / Hypovolemia / Dehidrasi), kehilangan cairan tubuh melebihi asupan, menyebabkan volume cairan tubuh menurun. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Kelebihan Volume Cairan (Fluid Volume Excess / Hypervolemia / Overhidrasi), retensi cairan melebihi kebutuhan dan kehilangan, sehingga volume intravaskular atau interstitial meningkat. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Pergeseran Cairan Antar Ruang (Fluid Shift / Third-Space Shift), cairan berpindah dari ruang vaskular ke ruang interstitial/ruang lain (misalnya akibat luka bakar, peradangan, trauma, prosedur bedah), sehingga meskipun total cairan mungkin sama, distribusinya menyebabkan defisit efektif di vaskular atau interstitial. [Lihat sumber Disini - nurseslabs.com]


Tanda dan Gejala Ketidakseimbangan Cairan

Tanda dan gejala bergantung pada jenis gangguan, defisit atau kelebihan, serta keparahan dan kecepatan terjadinya. Berikut gambaran umum:

  • Pada defisit cairan / dehidrasi / hypovolemia: mulut dan selaput lendir kering, kulit kering, turgor kulit menurun, mata cekung, penurunan produksi urin (oliguria), urine pekat, haus, kelelahan, pusing, hipotensi, takikardia, penurunan berat badan, risiko syok jika berlangsung berat. [Lihat sumber Disini - nurseslabs.com]

  • Pada kelebihan cairan / overhidrasi / hypervolemia: edema/pergelangan kaki bengkak (pitting edema), asites (cairan di rongga perut), dispnea, crackles ronki pada paru (jika cairan ke paru), kenaikan berat badan cepat, hipertensi, overload volume intravaskular. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Pada pergeseran cairan (fluid shift): meskipun total cairan bisa normal atau berlebih, vaskular bisa “kosong”, sehingga muncul tanda defisit volume seperti hipotensi, takikardia, penurunan turgor kulit, disertai mungkin edema lokal atau akumulasi cairan abnormal di ruang interstitial atau rongga tubuh (misalnya edema jaringan, asites, efusi). [Lihat sumber Disini - nurseslabs.com]

Selain itu, ketidakseimbangan cairan juga sering disertai gangguan elektrolit, yang dapat menambah manifestasi klinis seperti gangguan kesadaran, kram otot, aritmia, kelelahan, tergantung elektrolit apa yang terganggu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Penilaian Cairan (Asesmen Status Cairan)

Untuk mendeteksi gangguan pemenuhan cairan dan memantau terapi, beberapa metode penilaian yang umum digunakan dalam praktik keperawatan:

  • Catatan Intake, Output (I/O charting / fluid balance charting): pencatatan semua asupan (oral, enteral, infus) dan keluaran (urin, muntah, drainase, feses, kehilangan lain) secara konsisten. Ini mengindikasikan apakah ada defisit atau kelebihan cairan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Pengukuran berat badan secara serial: perubahan berat badan dapat menggambarkan akumulasi atau kehilangan cairan, terutama pada pasien rawat inap. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

  • Pemeriksaan fisik, turgor kulit, elastisitas kulit, kondisi selaput lendir (mulut, konjungtiva), edema, lokasi edema, auskultasi paru (untuk mendeteksi akumulasi cairan di paru), pemeriksaan perfusi (tekanan darah, nadi, capillary refill), pengukuran intake, output, penghitungan urine output per jam atau per 24 jam. [Lihat sumber Disini - nurseslabs.com]

  • Pemantauan tanda vital: tekanan darah, nadi, frekuensi napas, suhu, untuk mendeteksi tanda hipovolemia atau overload cairan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Penilaian volume cairan intravaskular dan distribusi cairan (jika tersedia), misalnya melalui laboratorium, elektrolit, osmolalitas, serta pemeriksaan klinis terhadap distribusi cairan tubuh. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Namun, kualitas pencatatan fluid balance sering bermasalah: sebuah studi sistematis menunjukkan bahwa banyak chart keseimbangan cairan tidak lengkap, ada kesalahan perhitungan atau kekurangan dokumentasi, dengan hanya sebagian kecil chart yang memenuhi standar lengkap. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Intervensi Keperawatan Pemenuhan Cairan

Intervensi keperawatan bertujuan mengembalikan atau mempertahankan keseimbangan cairan secara aman sesuai kondisi pasien. Berikut langkah-langkah utama:

  • Pemantauan intake, output yang akurat dan konsisten: memastikan semua asupan dan keluaran tercatat, termasuk oral, enteral, infus, drainase, muntah, feses. [Lihat sumber Disini - apps.worcsacute.nhs.uk]

  • Penilaian klinis berkala: pemeriksaan turgor kulit, elastisitas, keadaan selaput lendir, edema, berat badan serial, pemeriksaan vital signs, untuk mendeteksi tanda defisit atau overload cairan. [Lihat sumber Disini - nurseslabs.com]

  • Pengelolaan cairan sesuai kebutuhan: pada defisit cairan, pemberian cairan oral atau infus sesuai kebutuhan; pada kelebihan cairan, pembatasan cairan dan/atau natrium, pemberian diuretik jika diperlukan dan sesuai indikasi. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Edukasi pasien dan keluarga (jika memungkinkan): pentingnya asupan cairan adekuat, mengenali tanda tanda dehidrasi atau kelebihan cairan, pentingnya mengikuti anjuran dokter/ perawat, terutama pada pasien dengan penyakit kronik seperti gagal ginjal. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesbethesda.ac.id]

  • Evaluasi berkala dan dokumentasi lengkap: mereview catatan I/O, berat badan, kondisi klinis, serta menyesuaikan asuhan sesuai perubahan kondisi. Dokumentasi lengkap sangat penting, karena banyak catatan fluid balance di praktik klinis ditemukan tidak memadai. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Kolaborasi interdisipliner (jika diperlukan): dengan dokter, ahli gizi, apoteker untuk menentukan komposisi cairan/ elektrolit, kebutuhan spesifik pasien, dan intervensi sesuai kondisi medis. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Contoh Kasus Gangguan Keseimbangan Cairan

Salah satu contoh kasus, pada pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD): dalam sebuah studi kasus keperawatan, pasien mengalami gangguan pemenuhan cairan dan elektrolit selama 3×24 jam, akibat ketidakpatuhan terhadap pembatasan cairan, serta kurangnya monitoring yang konsisten. Asuhan keperawatan dilakukan mulai dari pengkajian, diagnosis, perencanaan, intervensi (pembatasan cairan, monitoring intake, output, pemantauan berat badan, evaluasi elektrolit), hingga evaluasi hasil. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Contoh lain, pasien dengan kelebihan cairan (hypervolemia) pada kondisi gagal jantung atau penyakit ginjal dapat menunjukkan edema perifer, asites, retensi cairan, serta sesak napas; perawat perlu melakukan pembatasan cairan dan natrium, monitoring berat badan, pemeriksaan fisik berkala, serta kolaborasi dengan tim medis untuk terapi diuretik atau intervensi lain jika dibutuhkan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Kesimpulan

Gangguan pemenuhan kebutuhan cairan, baik defisit, kelebihan, maupun pergeseran cairan antar ruang, merupakan masalah klinis yang signifikan dan sering terjadi dalam berbagai setting: rawat jalan, rawat inap, pasien kronik maupun akut. Pemahaman tentang definisi, mekanisme, jenis gangguan, tanda-gejala, serta metode penilaian sangat penting agar asuhan keperawatan dapat dilakukan dengan tepat. Asesmen yang konsisten (intake, output, berat badan, pemeriksaan fisik, vital signs), dokumentasi lengkap, serta intervensi sesuai kebutuhan (pemberian cairan, pembatasan cairan, edukasi, kolaborasi) adalah kunci menjaga homeostasis cairan. Praktik keperawatan yang baik juga memerlukan edukasi berkelanjutan dan peningkatan kompetensi perawat dalam monitoring cairan, karena studi menunjukan bahwa catatan keseimbangan cairan sering kali tidak lengkap atau keliru.

Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut secara konsisten, diharapkan gangguan cairan dapat dicegah, dideteksi dini, dan ditangani dengan efektif sehingga risiko komplikasi akibat dehidrasi, overhidrasi, atau ketidakseimbangan cairan dapat diminimalkan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Gangguan pemenuhan kebutuhan cairan adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu mempertahankan keseimbangan cairan akibat defisit, kelebihan, atau pergeseran cairan antar ruang. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi organ dan homeostasis tubuh.

Tanda dan gejala gangguan cairan meliputi mulut kering, turgor kulit menurun, penurunan urin, edema, kenaikan berat badan cepat, hipotensi, takikardia, dan gangguan pernapasan bila terjadi overload cairan.

Jenis gangguan keseimbangan cairan meliputi defisit volume cairan, kelebihan volume cairan, dan pergeseran cairan atau third-space shifting.

Penilaian status cairan dilakukan melalui pencatatan intake–output, pemeriksaan turgor kulit, memantau tanda vital, menilai adanya edema, mengukur berat badan secara berkala, dan memantau warna serta jumlah urin.

Intervensi keperawatan meliputi pemantauan intake–output, pemberian atau pembatasan cairan sesuai kondisi pasien, pemantauan fisik dan tanda vital, edukasi pasien dan keluarga, serta kolaborasi dengan tim medis untuk penatalaksanaan cairan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan: Konsep, Dampak, dan Pencegahan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan: Konsep, Dampak, dan Pencegahan Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan: Konsep, Dampak, dan Pencegahan Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan: Konsep, Dampak, dan Pencegahan Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan Risiko Overhidrasi: Konsep, Tanda Klinis, dan Pengendalian Risiko Overhidrasi: Konsep, Tanda Klinis, dan Pengendalian Risiko Overhidrasi: Pengertian dan Identifikasi Risiko Overhidrasi: Pengertian dan Identifikasi Risiko Dehidrasi: Identifikasi dan Pencegahan Risiko Dehidrasi: Identifikasi dan Pencegahan Hydration Status: Definisi dan Pemeriksaan Hydration Status: Definisi dan Pemeriksaan Risiko Dehidrasi: Konsep, Faktor Penyebab, dan Pencegahan Risiko Dehidrasi: Konsep, Faktor Penyebab, dan Pencegahan Hubungan Pola Konsumsi Garam dengan Edema Hubungan Pola Konsumsi Garam dengan Edema Status Hidrasi Pasien: Konsep, Pemeriksaan, dan Indikator Klinis Status Hidrasi Pasien: Konsep, Pemeriksaan, dan Indikator Klinis Faktor yang Mempengaruhi Asupan Air Harian Faktor yang Mempengaruhi Asupan Air Harian Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit: Definisi dan Faktor Penyebab Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit: Definisi dan Faktor Penyebab Kebiasaan Minum Air Putih dan Hidrasi Optimal Kebiasaan Minum Air Putih dan Hidrasi Optimal Hydration Level pada Lansia Hydration Level pada Lansia Ketidakseimbangan Elektrolit: Konsep, Faktor Penyebab, dan Implikasi Klinis Ketidakseimbangan Elektrolit: Konsep, Faktor Penyebab, dan Implikasi Klinis Dampak Kurang Minum terhadap Fungsi Kognitif Dampak Kurang Minum terhadap Fungsi Kognitif Ketuban Mekonium: Konsep, Risiko Persalinan, dan Kesiapsiagaan Ketuban Mekonium: Konsep, Risiko Persalinan, dan Kesiapsiagaan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen: Gangguan dan Implikasi Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen: Gangguan dan Implikasi Keperawatan Diare: Konsep, Penyebab, dan Penanganan Keperawatan Diare: Konsep, Penyebab, dan Penanganan Keperawatan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…