Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/gangguan-pemenuhan-kebutuhan-oksigen  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen - SumberAjar.com

Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

Pendahuluan

Pemenuhan oksigen merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting untuk menunjang metabolisme sel, mempertahankan fungsi organ, dan kelangsungan hidup. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]

Namun, dalam praktik keperawatan dan medis, ada kondisi di mana tubuh tidak dapat memperoleh atau mendistribusikan oksigen secara optimal, kondisi ini dikenal sebagai gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen atau gangguan oksigenasi. Gangguan tersebut dapat menyebabkan hipoksemia, hipoksia jaringan, dan dalam kasus berat bisa menimbulkan kegagalan organ atau kematian. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Tulisan ini akan mengulas pengertian, mekanisme, penyebab, penilaian, intervensi keperawatan, terapi tambahan, dan contoh kasus gangguan pemenuhan oksigen.


Definisi Gangguan Pemenuhan Oksigen

Definisi Secara Umum

Gangguan pemenuhan oksigen merujuk pada kondisi ketika tubuh gagal memperoleh oksigen dalam jumlah atau kualitas yang cukup untuk mendukung metabolisme dan fungsi tubuh secara optimal. Hal ini terjadi ketika proses oksigenasi, mulai dari ventilasi, difusi gas, hingga transportasi oksigen ke jaringan, mengalami gangguan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi menurut KBBI

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), oksigenasi adalah proses penyediaan oksigen ke jaringan tubuh. Maka, gangguan pemenuhan oksigenasi bisa diartikan sebagai kegagalan atau ketidakcukupan proses tersebut. (KBBI online dapat dijadikan rujukan, link KBBI).

Definisi Menurut Para Ahli

  • Menurut RDWI Astuti (2021), gangguan oksigenasi terjadi ketika kebutuhan oksigen tubuh tidak terpenuhi secara optimal karena berbagai faktor seperti fisiologi, perilaku, perkembangan, dan lingkungan. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]

  • Menurut HM Rahim (2023), gangguan oksigenasi bisa disebabkan oleh hilangnya kemampuan ventilasi secara adekuat, sehingga terjadi kegagalan pertukaran gas (O₂ dan CO₂). [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]

  • Menurut referensi keperawatan dasar dari NCBI Bookshelf, sistem yang berperan dalam oksigenasi mencakup sistem pernapasan, kardiovaskular, dan hematologi, sehingga gangguan pada salah satu sistem ini bisa mengganggu oksigenasi. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Menurut V. Ayuningtias (2024), oksigenasi adalah proses masuknya O₂ melalui saluran napas sampai alveoli, pengikatan ke hemoglobin, dan distribusi ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah; kegagalan pada rangkaian proses ini akan mengganggu kebutuhan oksigen tubuh. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkes-tjk.ac.id]


Mekanisme Gangguan Oksigenasi

Proses oksigenasi normal melibatkan beberapa tahap: ventilasi (udara masuk ke paru), difusi gas (pertukaran O₂ dan CO₂ di alveoli), perfusi dan transportasi oksigen melalui darah ke jaringan tubuh. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Gangguan oksigenasi dapat terjadi jika ada disfungsi di salah satu atau lebih tahap tersebut, misalnya:

Gangguan pada satu atau kombinasi dari mekanisme tersebut dapat menyebabkan berkurangnya oksigenasi darah (hipoksemia) dan/atau oksigenasi jaringan (hipoksia). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Faktor Penyebab

Beberapa faktor dan kondisi yang sering menjadi penyebab gangguan pemenuhan oksigen adalah:


Penilaian Oksigenasi

Penilaian status oksigenasi pada pasien penting dilakukan, berikut beberapa metode umum:

  • Pulse oximetry (SpO₂): metode non-invasif untuk mengukur saturasi oksigen darah perifer. Nilai SpO₂ memberikan gambaran saturasi hemoglobin, meskipun tidak menggambarkan transportasi oksigen secara keseluruhan atau kandungan hemoglobin. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Analisa gas darah (Arterial Blood Gas / ABG): pengukuran tekanan parsial oksigen (PaO₂), karbondioksida (PaCO₂), pH darah, memberikan gambaran lebih lengkap tentang oksigenasi dan pertukaran gas. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  • Pola napas dan tanda klinis: frekuensi napas, kedalaman napas, kerja napas (effort), adanya sianosis, penggunaan otot bantu napas, suara napas (misalnya wheezing, ronki), bunyi napas abnormal. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Penilaian menyeluruh meliputi kombinasi dari metode objektif (SpO₂, ABG) dan pengamatan klinis, agar intervensi yang tepat dapat direncanakan.


Intervensi Keperawatan pada Gangguan Oksigenasi

Intervensi keperawatan berperan penting dalam menangani gangguan oksigenasi. Beberapa intervensi utama:


Terapi Tambahan (Oksigen, Posisi, Latihan Napas)

Dalam banyak kasus gangguan oksigenasi, intervensi tambahan diperlukan agar oksigenasi kembali optimal:


Contoh Kasus Gangguan Pemenuhan Oksigen

Misalnya pada pasien dengan infeksi saluran pernapasan bagian bawah (seperti bronkopneumonia), ditemukan frekuensi napas tinggi, saturasi oksigen rendah (misalnya SpO₂ 82 %), sekresi lendir banyak, bunyi napas abnormal, irama pernapasan tidak teratur, menunjukkan gangguan oksigenasi berupa ketidakefektifan bersihan jalan napas dan gangguan pertukaran gas. [Lihat sumber Disini - jurnal.csdforum.com]

Tindak lanjut asuhan keperawatan meliputi rencana bersihan jalan napas (batuk efektif, posisi, suctioning), terapi oksigen sesuai kebutuhan, pemantauan ketat saturasi dan pola napas, serta evaluasi hasil intervensi secara berkala. Banyak literatur keperawatan melaporkan bahwa pendekatan tersebut membantu meningkatkan saturasi oksigen dan memperbaiki kondisi pasien. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespalembang.ac.id]

Kasus lain: pasien dengan gangguan paru kronis (PPOK) juga sering mengalami gangguan oksigenasi, intervensi dan pemantauan oksigenasi serta pemberian oksigen dan perawatan jalan napas menjadi bagian penting dari manajemen keperawatan. [Lihat sumber Disini - pustaka.poltekkes-pdg.ac.id]


Kesimpulan

Pemenuhan oksigen adalah kebutuhan dasar manusia yang vital untuk metabolisme sel dan kelangsungan hidup. Ketika proses oksigenasi, ventilasi, difusi, transportasi oksigen, terganggu, akan muncul kondisi yang disebut gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen.

Gangguan ini dapat disebabkan berbagai faktor seperti penyakit paru, sumbatan jalan napas, anemia, atau gangguan ventilasi. Oleh karena itu penilaian menyeluruh (SpO₂, analisa gas darah, pola napas, tanda klinis) diperlukan untuk mendeteksi gangguan.

Intervensi keperawatan, termasuk bersihan jalan napas, terapi oksigen, posisi, latihan pernapasan, serta kolaborasi dengan tim medis untuk terapi tambahan sangat penting untuk mengembalikan oksigenasi adekuat.

Dengan pemahaman yang baik tentang mekanisme, penyebab, dan penanganan, diharapkan intervensi dapat dilakukan lebih efektif dan risiko komplikasi akibat hipoksemia atau hipoksia dapat diminimalkan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu memperoleh atau mendistribusikan oksigen secara optimal ke jaringan akibat gangguan proses ventilasi, difusi, atau perfusi.

Penyebab gangguan oksigenasi meliputi penyakit paru seperti pneumonia dan PPOK, sumbatan jalan napas, anemia, gangguan ventilasi, masalah perfusi darah, serta kondisi lingkungan yang menurunkan kadar oksigen.

Penilaian oksigenasi dilakukan melalui pengukuran SpO2, analisa gas darah (ABG), observasi pola napas, tanda klinis seperti sianosis, dan auskultasi suara napas.

Intervensi keperawatan mencakup membersihkan jalan napas, memberikan terapi oksigen, mengatur posisi pasien, memantau tanda vital dan saturasi, serta mengajarkan teknik pernapasan seperti batuk efektif dan pernapasan diafragma.

Terapi tambahan meliputi terapi oksigen, posisi semi-Fowler atau Fowler, latihan pernapasan, nebulizer, serta penggunaan ventilasi mekanik bila diperlukan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pemenuhan Kebutuhan Oksigen: Gangguan dan Implikasi Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen: Gangguan dan Implikasi Keperawatan Manajemen Terapi Oksigen: Pemahaman dan Praktik Manajemen Terapi Oksigen: Pemahaman dan Praktik Terapi Oksigen: Konsep, Prinsip Keselamatan, dan Pemantauan Terapi Oksigen: Konsep, Prinsip Keselamatan, dan Pemantauan Gangguan Perfusi Jaringan: Konsep, Dampak, dan Respons Keperawatan Gangguan Perfusi Jaringan: Konsep, Dampak, dan Respons Keperawatan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan: Konsep, Dampak, dan Pencegahan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan: Konsep, Dampak, dan Pencegahan Perubahan Pola Sirkulasi: Definisi dan Faktor Risiko Perubahan Pola Sirkulasi: Definisi dan Faktor Risiko Gangguan Mekanis Pernapasan: Konsep, Implikasi, dan Penanganan Gangguan Mekanis Pernapasan: Konsep, Implikasi, dan Penanganan Risiko Gangguan Perfusi Jaringan: Pengertian dan Contoh Kasus Risiko Gangguan Perfusi Jaringan: Pengertian dan Contoh Kasus Anemia Ibu Hamil: Konsep, Faktor Gizi, dan Pencegahan Anemia Ibu Hamil: Konsep, Faktor Gizi, dan Pencegahan Kebutuhan Spiritual Pasien: Konsep, Pendekatan, dan Peran Perawat Kebutuhan Spiritual Pasien: Konsep, Pendekatan, dan Peran Perawat Perubahan Pola Nafas: Pengertian dan Penyebab Perubahan Pola Nafas: Pengertian dan Penyebab Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Cairan Perubahan Pola Nafas: Penyebab Klinis dan Penatalaksanaan Perubahan Pola Nafas: Penyebab Klinis dan Penatalaksanaan Peran Zat Besi dalam Pertumbuhan Anak Peran Zat Besi dalam Pertumbuhan Anak Pemantauan Tanda Vital: Konsep dan Tujuan Pemantauan Tanda Vital: Konsep dan Tujuan Dampak Rokok Pasif terhadap Kesehatan Ibu Hamil Dampak Rokok Pasif terhadap Kesehatan Ibu Hamil Anemia pada Remaja Anemia pada Remaja Teori Motivasi Maslow Teori Motivasi Maslow Faktor Risiko Anemia Faktor Risiko Anemia Gangguan Pola Nutrisi: Konsep, Penatalaksanaan, dan Peran Perawat Gangguan Pola Nutrisi: Konsep, Penatalaksanaan, dan Peran Perawat
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…