
Diare: Konsep, Penyebab, dan Penanganan Keperawatan
Pendahuluan
Diare merupakan salah satu gangguan gastrointestinal yang paling sering dijumpai di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama morbiditas bahkan mortalitas terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia. Diare dapat terjadi secara sporadis, terkait makanan atau air yang terkontaminasi, atau merupakan manifestasi penyakit sistemik tertentu. Ketika seseorang mengalami diare, terjadi peningkatan luas dalam frekuensi defekasi dengan konsistensi tinja yang lebih cair dibanding keadaan normal. Kondisi ini menyebabkan hilangnya cairan tubuh dan elektrolit yang signifikan yang dapat mengancam homeostasis pasien apabila tidak ditangani secara tepat. Berbagai penelitian keperawatan menegaskan pentingnya intervensi keperawatan yang komprehensif untuk memantau dan mengelola diare serta komplikasinya, termasuk dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. [Lihat sumber Disini - who.int]
Definisi Diare
Definisi Diare Secara Umum
Secara umum, diare dapat dipahami sebagai kondisi ketika seseorang mengalami peningkatan frekuensi buang air besar (≥3 kali per hari) disertai perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair daripada biasanya. Lebih jauh lagi, diare menyebabkan peningkatan jumlah air yang dikeluarkan melalui usus besar sehingga pasien dapat mengalami kehilangan air dan elektrolit secara cepat. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]
Definisi Diare dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah diare merujuk pada buang air besar dengan konsistensi yang lebih cair daripada biasanya dan frekuensi yang lebih sering. Definisi ini sejalan dengan karakteristik klinis yang digambarkan dalam penelitian epidemiologi dan buku medis terkait masalah saluran pencernaan. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]
Definisi Diare Menurut Para Ahli
-
Simadibrata & Daldiyono, Diare didefinisikan sebagai buang air besar dengan tinja yang berbentuk cair atau setengah cair, dengan kandungan air lebih banyak dari biasanya dan frekuensi lebih dari tiga kali dalam 24 jam. [Lihat sumber Disini - repository.um-palembang.ac.id]
-
World Health Organization (WHO), Diarrheal disease (diare) adalah passage dari ≥3 feses cair atau berair per hari dan merupakan penyebab utama morbiditas anak di bawah lima tahun. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Emedicine/Medscape, Diare akut adalah onset yang tiba-tiba dari ≥3 defekasi cair per hari yang biasanya berlangsung kurang dari 14 hari. [Lihat sumber Disini - emedicine.medscape.com]
-
Scientific Journal Studies, Diare ditandai dengan peningkatan volume feses (>10 mL/kg per hari) dan konsistensi yang cair, terutama akibat infeksi saluran gastrointestinal. [Lihat sumber Disini - pdfs.semanticscholar.org]
Faktor Penyebab Diare
Diare bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang berhubungan dengan etiologi infeksi maupun non-infeksi:
-
Infeksi Bakteri, Virus, dan Parasit
Infeksi usus oleh organisme seperti Escherichia coli, Shigella spp., rotavirus, dan parasit dapat menyebabkan diare. Kontaminasi makanan atau air minum yang tidak higienis sering menjadi pemicu utama. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Malabsorbsi Nutrisi
Ketidakmampuan usus halus untuk menyerap nutrisi tertentu dapat memicu diare osmotik karena lebih banyak cairan tertahan dalam lumen usus daripada yang dapat diserap tubuh. [Lihat sumber Disini - journal2.stikeskendal.ac.id]
-
Intoleransi Makanan atau Efek Obat
Konsumsi makanan yang tidak cocok, alergi makanan, serta efek samping obat tertentu dapat menyebabkan peningkatan sekresi atau motilitas usus yang cepat. [Lihat sumber Disini - journal2.stikeskendal.ac.id]
-
Faktor Lingkungan dan Perilaku
Praktik kebersihan buruk, sanitasi yang kurang, dan perilaku hidup bersih yang tidak baik juga dikaitkan dengan kejadian diare terutama di komunitas dengan sanitasi rendah. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]
Dampak Diare terhadap Status Cairan dan Elektrolit
Diare memungkinkan hilangnya cairan tubuh dalam jumlah besar, terutama jika berlangsung lama atau berat. Aspek fisiologis ini berhubungan langsung dengan gangguan homeostasis cairan dan elektrolit pasien:
-
Dehidrasi: Hilangnya air tubuh melalui tinja cair menyebabkan volume cairan tubuh menurun sehingga dapat memicu hypovolemia dan hipotensi. [Lihat sumber Disini - nurse.com]
-
Ketidakseimbangan Elektrolit: Kehilangan natrium, kalium, dan klorida melalui feses dapat menyebabkan gangguan elektrolit yang memengaruhi fungsi neuromuskular, kardiak, dan sistem saraf. [Lihat sumber Disini - simplenursing.com]
-
Risiko Komplikasi Sistemik: Gangguan cairan elektrolit yang tidak ditangani bisa memicu gagal ginjal akut, aritmia, dan komplikasi fatal lainnya. [Lihat sumber Disini - nurse.com]
Nurses juga perlu memantau tanda vital, intake, output cairan, serta gejala klinis lain untuk menilai derajat dehidrasi pada pasien diare. [Lihat sumber Disini - nurse.com]
Penilaian Keperawatan Pasien Diare
Penilaian keperawatan adalah langkah awal sebelum melakukan intervensi. Fokus penilaian pada pasien diare meliputi:
-
Pengkajian Klinis
-
Frekuensi dan konsistensi tinja
-
Tanda-tanda dehidrasi (mulut kering, penurunan elastisitas kulit)
-
Keluhan nyeri abdomen atau kram
-
Pola makan dan asupan cairan pasien
-
Riwayat penggunaan obat yang mungkin memicu diare [Lihat sumber Disini - nurseslabs.com]
-
-
Pemantauan Cairan dan Elektrolit
-
Catat intake dan output cairan
-
Monitor nilai vital dan tanda vital lainnya
-
Evaluasi adanya penurunan tekanan darah atau takikardia sebagai tanda dehidrasi [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
-
-
Penilaian Risiko Komplikasi
-
Risiko defisiensi volume cairan
-
Risiko ketidakseimbangan elektrolit
-
Risiko malnutrisi jika diare berkepanjangan
-
Penanganan Keperawatan pada Diare
Penanganan keperawatan pada diare mencakup intervensi sebagai berikut:
-
Terapi Rehidrasi Oral dan Cairan Intravenous
-
Oral Rehydration Therapy (ORS) merupakan strategi utama dalam banyak kasus klinis untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Terapi cairan IV digunakan pada kasus dehidrasi berat atau jika pasien tidak bisa mempertahankan asupan oral. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]
-
-
Edukasi Pasien dan Keluarga
-
Ajarkan pentingnya kebersihan tangan dan sanitasi makanan
-
Instruksikan cara membuat dan menggunakan larutan rehidrasi oral
-
Dorong konsumsi makanan yang sesuai selama pemulihan [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesalmaarif.ac.id]
-
-
Pemantauan Ketat Status Cairan dan Elektrolit
-
Catat asupan dan keluaran cairan
-
Monitor keseimbangan elektrolit melalui tanda klinis dan pemeriksaan laboratorium
-
Pantau gejala komplikasi seperti penurunan kesadaran atau aritmia [Lihat sumber Disini - simplenursing.com]
-
-
Kolaborasi Interdisipliner
-
Perawat bekerja sama dengan dokter dan ahli gizi untuk mengoptimalkan terapi
-
Intervensi melibatkan penyesuaian diet, obat-obatan, dan follow-up klinis
-
Pencegahan Diare dalam Asuhan Keperawatan
Pencegahan merupakan bagian penting dari praktik keperawatan:
-
Promosi Kebersihan
Edukasi keluarga tentang cuci tangan yang benar dan sanitasi makanan dapat mencegah transmisi penyakit diare di rumah tangga. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikesbaptis.ac.id]
-
Kontrol Faktor Risiko Lingkungan
Intervensi kesehatan masyarakat seperti penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak menurunkan kejadian diare secara signifikan. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Edukasi Kesehatan Berkelanjutan
Program pendidikan kesehatan bagi ibu dan pengasuh anak menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap dalam mengatasi kejadian diare. [Lihat sumber Disini - researchhub.id]
Kesimpulan
Diare merupakan gangguan gastrointestinal yang ditandai oleh peningkatan frekuensi dan konsistensi tinja yang lebih cair, yang disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari infeksi hingga malabsorbsi dan perilaku kebersihan yang buruk. Konsekuensi klinisnya sangat terkait dengan kehilangan cairan dan elektrolit yang dapat menyebabkan dehidrasi serius sekaligus komplikasi metabolik jika tidak ditangani. Asuhan keperawatan efektif mencakup pengkajian komprehensif terhadap gejala klinis dan status cairan, terapi rehidrasi, pemantauan ketat terhadap keseimbangan cairan‐elektrolit, serta pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga untuk mencegah kejadian berulang. Pencegahan diare melalui promosi kebersihan dan sanitasi merupakan aspek penting yang perlu diintegrasikan dalam praktik keperawatan dan kesehatan masyarakat secara luas.