
Kas dan Setara Kas: Konsep dan Pengendalian
Pendahuluan
Kas dan setara kas merupakan bagian esensial dari operasional perusahaan modern. Posisi ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek serta memengaruhi likuiditas dan keberlangsungan operasionalnya. Aset kas yang sangat likuid ini juga sejalan dengan risiko tinggi terhadap kesalahan pencatatan, penyelewengan, atau bahkan kecurangan bila tidak dikendalikan dengan baik. Karena itu, pemahaman mendalam terhadap konsep, pengendalian internal, pengukuran, serta peran kas dalam laporan keuangan menjadi hal yang krusial bagi akuntan, auditor, dan manajemen. Artikel ini membahas secara komprehensif topik tersebut berdasarkan penelitian dan standar akuntansi terbaru. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Definisi Kas dan Setara Kas
Definisi Kas dan Setara Kas Secara Umum
Secara umum, kas adalah bentuk aktiva perusahaan berupa uang tunai ataupun simpanan yang siap digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Setara kas merupakan investasi jangka pendek yang sangat likuid dan siap dicairkan menjadi kas tanpa risiko perubahan nilai yang signifikan dalam jangka pendek. Dua komponen ini bersama-sama membentuk dasar dari pengukuran posisi likuid sebuah entitas usaha karena fungsinya sebagai alat pembayaran yang paling cepat tersedia. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Definisi Kas dan Setara Kas dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kas dapat dipahami sebagai uang tunai atau simpanan yang dimiliki oleh suatu entitas yang dapat digunakan sewaktu-waktu, sedangkan setara kas didefinisikan sebagai bentuk investasi likuid yang dapat segera berubah menjadi kas. Pengertian ini selaras dengan bagaimana akuntansi mencatat dan menyajikan informasi kas pada neraca dan laporan arus kas perusahaan. (Definisi KBBI dapat dibuka langsung di situs KBBI daring untuk “kas” & “setara kas”). ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Definisi Kas dan Setara Kas Menurut Para Ahli
-
Standar Akuntansi (PSAK / SAK): Kas mencakup saldo kas dan rekening giro yang tersedia untuk penggunaan sebagaimana mestinya, sedangkan setara kas adalah investasi jangka pendek dengan tingkat likuiditas tinggi yang dapat segera dikonversi menjadi kas tanpa risiko nilai yang besar. ([Lihat sumber Disini - peraturan.bpk.go.id])
-
Elsuyuthi (2019): Menurut penelitian, kas meliputi saldo kas & rekening giro, sedangkan setara kas adalah investasi jangka pendek yang berjangka pendek, mudah dicairkan, dan memiliki risiko nilai yang minimal. ([Lihat sumber Disini - repository.stei.ac.id])
-
Investopedia (akuntansi umum): Kas dan setara kas adalah aset paling likuid yang digunakan untuk membayar kewajiban jangka pendek, termasuk uang tunai, simpanan bank, dan surat berharga jangka pendek. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])
-
Accurate.id (penjelasan akuntansi profesional): Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat mudah dicairkan dan hampir tidak memiliki risiko atas perubahan nilai akibat perubahan suku bunga atau fluktuasi pasar. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])
Komponen Kas dan Setara Kas
Kas
Komponen kas di dalam laporan keuangan mencakup beberapa unsur, antara lain:
-
Uang tunai dalam bentuk uang kertas, uang logam yang disimpan dalam brankas atau kas perusahaan.
-
Saldo rekening giro di bank yang dapat ditarik kapan saja.
-
Wesel/cek yang dapat dicairkan segera, termasuk pos-pos yang secara langsung dapat dikonversi menjadi kas secara sah. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Setara Kas
Setara kas terdiri dari:
-
Investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan.
-
Instrumen keuangan yang sangat likuid seperti deposito berjangka pendek dan surat berharga yang mudah dipasarkan.
-
Aset yang dapat dikonversi ke kas tanpa risiko penurunan nilai signifikan. ([Lihat sumber Disini - peraturan.bpk.go.id])
Komponen ini biasanya disajikan dalam neraca pada bagian aktiva lancar, menempatkan kas & setara kas di urutan teratas karena menunjukan kapasitas likuid yang dimiliki perusahaan. ([Lihat sumber Disini - web.iaiglobal.or.id])
Pengakuan dan Pengukuran Kas
Pengakuan Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas diakui pada saat entitas memperoleh kendali etika atas kas tersebut, baik melalui penerimaan pembayaran dari pelanggan, penarikan bank, maupun realisasi investasi jangka pendek. Pengakuan ini mengikuti prinsip dasar akuntansi akrual di mana kas dicatat saat terjadi perubahan kontrol atau hak atas kas, bukan sekadar saat kas berubah secara fisik. ([Lihat sumber Disini - repository.stei.ac.id])
Pengukuran
Pengukuran dilakukan berdasarkan nilai nominal yang tercatat pada saat pengakuan, termasuk penyesuaian atas selisih nilai kurs jika kas atau setara kas dalam mata uang asing. Periode laporan harus mencerminkan saldo nyata yang dapat digunakan dalam operasional, sehingga investasi jangka pendek diukur pada nilai realisasi atau nilai wajarnya saat jatuh tempo. ([Lihat sumber Disini - peraturan.bpk.go.id])
Pengendalian Internal atas Kas
Pengendalian internal atas kas merupakan mekanisme yang dirancang untuk menjaga aset kas dari penyalahgunaan dan memastikan pencatatan yang akurat. Komponen ini sangat penting karena kas merupakan aktiva yang paling likuid dan rentan terhadap risiko fraud. ([Lihat sumber Disini - jamane.marospub.com])
Tujuan Pengendalian Internal
-
Mencegah dan mendeteksi penyalahgunaan kas.
-
Menjamin pencatatan transaksi kas yang akurat dan lengkap.
-
Menjaga integritas laporan keuangan terutama dalam laporan arus kas dan neraca. ([Lihat sumber Disini - jurnaluniv45sby.ac.id])
Elemen Pengendalian Internal Kas
-
Segregasi tugas, di mana penerimaan, pencatatan, dan penyimpanan kas dilakukan oleh pihak berbeda.
-
Otorisasi transaksi yang jelas sebelum kas dibayarkan atau diterima.
-
Rekonsiliasi bank rutin untuk memastikan saldo kas sesuai antara buku perusahaan dan laporan bank.
-
Pembatasan akses fisik terhadap kas dan cek untuk menghindari penyelewengan. ([Lihat sumber Disini - jurnaluniv45sby.ac.id])
Penelitian kasus audit juga menemukan bahwa kelemahan pengendalian internal terhadap kas & setara kas dapat memperbesar risiko kesalahan laporan keuangan jika tidak ditangani dengan SOP yang kuat. ([Lihat sumber Disini - jamane.marospub.com])
Kas dan Setara Kas dalam Laporan Keuangan
Posisi dalam Laporan Keuangan
Kas dan setara kas disajikan sebagai bagian dari aktiva lancar dalam neraca perusahaan. Jumlahnya mencerminkan likuiditas jangka pendek yang tersedia pada tanggal laporan. Selain itu, kas terhubung langsung dengan laporan arus kas, yang secara rinci menunjukkan arus masuk dan keluar kas selama periode tertentu. ([Lihat sumber Disini - web.iaiglobal.or.id])
Laporan Arus Kas
Laporan arus kas menyediakan informasi penting mengenai:
-
Arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
-
Bagaimana perusahaan menghasilkan kas dari operasional dan bagaimana kas tersebut digunakan untuk operasi, investasi, dan pembiayaan.
-
Informasi ini membantu pemakai laporan keuangan dalam menilai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas di masa depan. ([Lihat sumber Disini - web.iaiglobal.or.id])
Peran Kas dalam Menjaga Likuiditas Perusahaan
Kas memegang peranan strategis dalam menjaga kelangsungan usaha dan stabilitas likuiditas perusahaan. Likuiditas yang sehat memungkinkan perusahaan untuk:
-
Melunasi kewajiban jangka pendek tepat waktu
-
Menjaga hubungan baik dengan pemasok dan kreditur
-
Mendukung operasi harian tanpa gangguan finansial
-
Mengantisipasi kebutuhan mendadak seperti pembayaran gaji, biaya tak terduga, dan pengeluaran rutin. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Manajemen kas yang efektif akan membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional dan cadangan kas yang sehat sehingga organisasi tetap mampu beroperasi secara optimal dalam berbagai kondisi ekonomi. ([Lihat sumber Disini - journal.unita.ac.id])
Kesimpulan
Kas dan setara kas merupakan aset paling likuid yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan menjaga stabilitas operasi. Konsep ini meliputi kas tunai, saldo rekening bank, serta investasi jangka pendek yang sangat likuid. Pengendalian internal yang efektif terhadap kas sangat penting untuk mencegah risiko fraud dan memastikan keandalan laporan keuangan. Posisi kas & setara kas yang ditampilkan dalam neraca dan dianalisis dalam laporan arus kas memberikan gambaran komprehensif tentang arus modal sebuah entitas. Pemahaman mendalam atas konsep, pengakuan, dan kontrol kas merupakan elemen krusial dalam praktik akuntansi modern.