Terakhir diperbarui: 27 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 27 December). Obat Generik: Konsep, Persepsi Pasien, dan Penerimaan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/obat-generik-konsep-persepsi-pasien-dan-penerimaan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Obat Generik: Konsep, Persepsi Pasien, dan Penerimaan - SumberAjar.com

Obat Generik: Konsep, Persepsi Pasien, dan Penerimaan

Pendahuluan

Obat generik merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan modern, terutama di negara-negara dengan skema jaminan kesehatan nasional seperti Indonesia. Dengan meningkatnya biaya kesehatan global dan sekuritisasi akses terhadap obat, penggunaan obat generik menjadi strategi utama dalam mengatasi tantangan pembiayaan dan meningkatkan akses masyarakat terhadap terapi medis yang efektif dan terjangkau. Obat generik sering dipromosikan sebagai alternatif yang aman dan efektif untuk obat bermerek dengan harga yang lebih rendah, namun di banyak komunitas masih terdapat berbagai persepsi dan stigma yang memengaruhi penerimaan dan penggunaannya. Penelitian-penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa pemahaman tentang obat generik, sikap pasien terhadapnya, serta edukasi dari tenaga kesehatan merupakan kunci dalam meningkatkan penggunaan obat generik secara rasional di masyarakat. [Lihat sumber Disini - jurnalfarmasihigea.org]


Definisi Obat Generik

Definisi Obat Generik Secara Umum

Obat generik adalah obat yang dikembangkan dan diproduksi setelah masa paten obat bermerek berakhir, di mana obat generik memiliki kandungan zat aktif yang sama, efektivitas terapeutik yang setara, rute pemberian, serta kualitas farmasi yang setara dengan obat bermerek referensinya. Meskipun komponen tidak aktif seperti warna dan bentuk kemasan dapat berbeda, zat aktif serta efek klinisnya harus setara dengan produk asalnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Obat Generik dalam KBBI

Saat ini sumber KBBI khusus untuk istilah “obat generik” tidak tersedia melalui akses daring langsung. Namun, KBBI mendefinisikan generik sebagai sesuatu yang umum atau tanpa merek tertentu, dan dalam konteks farmasi, generik merujuk pada obat yang tidak lagi dipatenkan dan dapat diproduksi oleh berbagai perusahaan dengan nama internasional non-proprietari (INN). Pengertian ini sejalan dengan definisi penggunaan obat generik di mana obat tidak lagi terikat pada hak paten merek tertentu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Obat Generik Menurut Para Ahli

  1. World Health Organization (WHO): Generic drugs didefinisikan sebagai obat yang memiliki nama non-proprietari internasional (INN) sehingga bebas direplikasi setelah masa hak paten berakhir. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. European Medicines Agency (EMA): Obat generik adalah obat yang dikembangkan untuk menjadi sama dengan obat yang sudah diotorisasi, dengan otorisasi berdasarkan data efikasi dan keamanan dari studi obat referensi. [Lihat sumber Disini - ema.europa.eu]

  3. United States Food and Drug Administration (FDA): Obat generik adalah obat yang dibuat untuk menjadi identik dalam hal dosis, rute pemberian, bioekivalen dan indikasi terapeutik terhadap obat bermerek referensinya. [Lihat sumber Disini - fda.gov]

  4. Al-Arifi (2021): Penelitian ini menegaskan bahwa generic medicines adalah pengganti farmasi yang terapinya setara dengan obat bermerek, meskipun persepsi terhadap efektivitas dapat beragam di kalangan pasien dan profesional kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Perbedaan Obat Generik dan Obat Bermerek

Perbedaan utama antara obat generik dan obat bermerek terletak pada status hak paten, biaya produksi, serta harga jualnya. Obat bermerek merupakan obat pertama yang dipasarkan oleh perusahaan farmasi dengan hak paten, yang melindungi inovasi dan investasi awal dalam penelitian dan pengembangan. Setelah masa paten berakhir, obat tersebut dapat diproduksi oleh pihak lain sebagai obat generik yang memiliki kandungan zat aktif sama, tetapi umumnya dijual dengan harga jauh lebih murah karena tidak perlu menanggung biaya penelitian awal. [Lihat sumber Disini - humana.com]

Selain itu, komponen tidak aktif obat seperti bahan pengisi, pewarna, bentuk fisik atau kemasan dapat berbeda antara obat generik dan obat bermerek, tetapi parameter bioekivalensi serta efektivitas terapeutik harus setara. Hal ini disyaratkan oleh regulasi obat di banyak negara termasuk FDA di AS ataupun otoritas obat di Eropa. [Lihat sumber Disini - fda.gov]

Secara klinis, kedua jenis obat ini harus memberikan manfaat terapeutik yang sama apabila digunakan sesuai indikasi. Namun, persepsi masyarakat sering kali mengaitkan harga rendah pada obat generik dengan kualitas yang lebih rendah, yang menjadi salah satu tantangan dalam penerimaan obat generik. [Lihat sumber Disini - ejournal.ybli.or.id]


Persepsi Pasien terhadap Obat Generik

Persepsi pasien terhadap obat generik sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman pribadi, hingga informasi yang diterima dari tenaga kesehatan. Penelitian di Apotek Sari Dewi Palagan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien tentang obat generik cukup beragam, dengan mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik, namun masih terdapat sebagian yang kurang memahami ciri dan manfaatnya. [Lihat sumber Disini - jurnalfarmasihigea.org]

Studi lain di Yogyakarta menemukan bahwa persepsi pasien terhadap kualitas obat generik dari dimensi efficacy rata-rata dipersepsikan cukup baik oleh responden, meskipun persepsi ini sering kali dipengaruhi oleh pengalaman dan informasi yang mereka terima. [Lihat sumber Disini - ppjp.ulm.ac.id]

Secara global pun, persepsi pasien terkadang dipengaruhi oleh kesalahpahaman umum seperti merasa obat generik kurang efektif atau kurang aman dibanding obat bermerek, meskipun bukti ilmiah menunjukkan bahwa kedua jenis obat ini setara dari segi kualitas dan efektivitas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Obat Generik

Berbagai faktor memengaruhi bagaimana pasien menerima dan memilih obat generik, antara lain:

Penelitian juga menunjukkan bahwa penerimaan pasien terhadap substitusi obat bermerek ke obat generik seringkali dipengaruhi oleh izin atau rekomendasi dari tenaga kesehatan serta pemahaman akan bioekivalensi obat generik. [Lihat sumber Disini - repository.unair.ac.id]


Dampak Persepsi terhadap Kepatuhan Pengobatan

Persepsi pasien terhadap obat generik memiliki implikasi langsung terhadap kepatuhan pengobatan. Pasien yang memiliki persepsi negatif atau miskin pengetahuan tentang obat generik cenderung enggan menggunakan obat tersebut atau bahkan berhenti minum obat ketika merasa kurang percaya terhadap efektivitasnya. Kondisi ini dapat mengurangi efektivitas terapi dan memperburuk hasil kesehatan. [Lihat sumber Disini - ejournal.ybli.or.id]

Sebaliknya, ketika pasien memahami bahwa obat generik memiliki kualitas, keamanan, dan efektivitas yang setara dengan obat bermerek, mereka cenderung lebih patuh mengikuti regimen terapeutik yang disarankan, terutama ketika faktor biaya bukan menjadi hambatan besar. Strategi komunikasi dan edukasi dari tenaga kesehatan sangat penting untuk memastikan pasien memiliki informasi yang benar dan dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Peran Tenaga Kesehatan dalam Edukasi Obat Generik

Tenaga kesehatan seperti dokter, apoteker, dan perawat memiliki peran kunci dalam memberikan edukasi yang benar mengenai obat generik kepada pasien. Edukasi yang efektif mencakup penjelasan tentang bioekivalensi, keamanan, efektivitas, serta manfaat ekonomi dari penggunaan obat generik yang tepat. Interaksi profesional kesehatan dengan pasien dapat membantu mengatasi mispersepsi dan meningkatkan tingkat pengertian serta kepercayaan terhadap obat generik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, tenaga kesehatan juga berperan dalam mendorong penggunaan obat generik melalui rekomendasi resep, substitusi yang terinformasi, serta klarifikasi kesalahpahaman pasien yang sering kali sumbernya berasal dari informasi non-ilmiah atau mitos yang beredar di masyarakat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Kesimpulan

Obat generik merupakan komponen penting dalam sistem kesehatan yang menyediakan alternatif terapi yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas dan efektivitas obat. Definisi obat generik secara umum menunjukkan bahwa obat generik harus setara dalam zat aktif dan performa klinis dengan obat bermerek referensinya, meskipun harga serta beberapa aspek tidak aktifnya dapat berbeda. Persepsi pasien terhadap obat generik sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, pengalaman, biaya, serta edukasi dari tenaga kesehatan. Persepsi negatif dapat menghambat kepatuhan pengobatan, sementara edukasi yang efektif dari tenaga kesehatan terbukti dapat membantu meningkatkan pemahaman, kepercayaan, dan penerimaan pasien terhadap obat generik. Dengan strategi komunikasi kesehatan yang tepat, obat generik dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Obat generik adalah obat yang memiliki kandungan zat aktif, kekuatan dosis, mutu, keamanan, dan efektivitas yang setara dengan obat bermerek, namun dipasarkan dengan nama non-proprietari dan harga yang lebih terjangkau.

Ya, obat generik harus memenuhi persyaratan bioekivalensi sehingga memiliki efektivitas terapeutik dan keamanan yang sama dengan obat bermerek referensinya.

Harga obat generik lebih murah karena tidak lagi dibebani biaya penelitian, pengembangan, dan promosi seperti pada obat bermerek yang masih dipatenkan.

Penerimaan pasien terhadap obat generik dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, persepsi kualitas dan keamanan, pengalaman penggunaan sebelumnya, faktor biaya, serta edukasi dari tenaga kesehatan.

Persepsi positif terhadap obat generik dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan, sedangkan persepsi negatif atau kesalahpahaman dapat menyebabkan ketidakpatuhan dan penurunan keberhasilan terapi.

Tenaga kesehatan berperan dalam memberikan edukasi yang benar mengenai kualitas, keamanan, dan efektivitas obat generik serta membantu menghilangkan stigma negatif agar pasien lebih menerima dan patuh terhadap terapi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Tingkat Kepercayaan terhadap Obat Generik Tingkat Kepercayaan terhadap Obat Generik Evaluasi Efektivitas Obat Hipertensi Generik Evaluasi Efektivitas Obat Hipertensi Generik Perbandingan Efektivitas Obat Generik dan Branded Perbandingan Efektivitas Obat Generik dan Branded Persepsi Pasien terhadap Terapi Obat: Konsep, Kepuasan, dan Kepercayaan Persepsi Pasien terhadap Terapi Obat: Konsep, Kepuasan, dan Kepercayaan Penerimaan Teknologi Informasi Kesehatan Penerimaan Teknologi Informasi Kesehatan Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Rasionalitas Penggunaan Obat Rasionalitas Penggunaan Obat Persepsi Pasien mengenai Obat Generasi Baru Persepsi Pasien mengenai Obat Generasi Baru Sistem Web Penerimaan Mahasiswa Baru Sistem Web Penerimaan Mahasiswa Baru Persepsi Pasien terhadap Obat Kombinasi Persepsi Pasien terhadap Obat Kombinasi Perubahan Pola Komunikasi Pasien Perubahan Pola Komunikasi Pasien Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Edukasi Pasien Berkelanjutan Edukasi Pasien Berkelanjutan Keterlibatan Pasien: Konsep, Partisipasi Aktif, dan Pengambilan Keputusan Keterlibatan Pasien: Konsep, Partisipasi Aktif, dan Pengambilan Keputusan Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Respon Pasien terhadap Edukasi Obat Respon Pasien terhadap Edukasi Obat Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Tingkat Pemahaman Pasien terhadap Informasi Obat Tingkat Pemahaman Pasien terhadap Informasi Obat Pelayanan Farmasi Berbasis Pasien: Konsep, Paradigma, dan Implementasi Pelayanan Farmasi Berbasis Pasien: Konsep, Paradigma, dan Implementasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…