Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pengendalian-infeksi-di-rumah-sakit  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit - SumberAjar.com

Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit

Pendahuluan

Pengendalian infeksi di rumah sakit adalah aspek krusial dalam pelayanan kesehatan untuk menjamin mutu dan keamanan pasien, tenaga kesehatan maupun pengunjung. Infeksi yang terjadi di lingkungan pelayanan kesehatan, yang dikenal sebagai infeksi terkait pelayanan kesehatan atau healthcare-associated infections (HAIs), dapat berdampak pada peningkatan morbiditas, mortalitas, masa rawat inap yang lebih lama, dan beban biaya yang meningkat secara signifikan. HAIs juga dapat melibatkan mikroorganisme resisten terhadap obat yang memperburuk hasil klinis pasien. Strategi pengendalian infeksi yang efektif merupakan fondasi keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan, karena tanpa langkah pencegahan dan pengendalian yang optimal, tidak mungkin mencapai hasil layanan kesehatan yang aman dan berkualitas tinggi. [Lihat sumber Disini - who.int]


Definisi Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit

Definisi Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Secara Umum

Pengendalian infeksi di rumah sakit merujuk pada rangkaian kebijakan, prosedur, dan tindakan yang diterapkan untuk mencegah, mengurangi, dan mengendalikan penyebaran infeksi di lingkungan pelayanan kesehatan, termasuk di antaranya ruang rawat, kamar operasi, ruang ICU, serta area pelayanan lainnya. Langkah-langkah ini dirancang untuk melindungi pasien, tenaga kesehatan, pengunjung, serta masyarakat dari risiko penularan penyakit infeksi yang dapat terjadi selama proses pemberian pelayanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dalam KBBI

Istilah “pengendalian infeksi” tidak tercantum secara spesifik dalam KBBI online, namun secara bahasa “pengendalian” berarti tindakan untuk mengatur, memantau, serta menahan sesuatu agar berada dalam batas yang diinginkan, sedangkan “infeksi” merujuk pada masuknya dan berkembangnya mikroorganisme penyebab penyakit di dalam tubuh. Dengan demikian, secara istilah pengendalian infeksi di rumah sakit dapat diartikan sebagai tindakan sistematik untuk mengatur dan mencegah penyebaran organisme penyebab penyakit di lingkungan pelayanan kesehatan. Catatan: Pencarian langsung KBBI dapat dilakukan via situs resmi KBBI daring untuk versi lengkap term yang relevan. [Lihat sumber Disini - peraturan.bpk.go.id]

Definisi Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Menurut Para Ahli

  1. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Infection prevention and control (IPC) adalah pendekatan berbasis bukti praktis yang bertujuan untuk mencegah pasien dan tenaga kesehatan dari dampak buruk infeksi yang dapat dihindari, termasuk infeksi yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - who.int]

  2. Dalam literatur epidemiologi kesehatan, pengendalian infeksi adalah bagian dari disiplin ilmu yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah serta mengendalikan transmisi infeksi di fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Menurut Haque et al., healthcare-associated infections (HAIs) mencakup infeksi yang terjadi selama penerimaan layanan kesehatan dan tidak ada tanda infeksi pada saat pasien masuk ke fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Sumber lain menyatakan bahwa pengendalian infeksi mencakup praktik pencegahan seperti kebersihan tangan, disinfeksi, sterilisasi, penggunaan alat pelindung diri, serta surveilans dan pemantauan kejadian infeksi di fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Prinsip Dasar Pengendalian Infeksi

Prinsip dasar pengendalian infeksi di rumah sakit bertumpu pada upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran mikroorganisme patogen melalui pendekatan yang komprehensif dan terstruktur. Hal ini mencakup:

  1. Kewaspadaan Standar (Standard Precautions)

    Kewaspadaan standar adalah pendekatan dasar yang harus diterapkan dalam semua interaksi pasien tanpa memandang diagnosa infeksi. Ini mencakup praktik kebersihan tangan yang benar, penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan, masker, dan pelindung mata, serta pembuangan limbah medis secara aman. Tujuan utamanya adalah meminimalkan risiko kontak dengan darah dan cairan tubuh yang berpotensi infeksi. [Lihat sumber Disini - health.vic.gov.au]

  2. Penilaian Risiko dan Surveilans

    Surveilans infeksi merupakan pemantauan sistematik terhadap kejadian infeksi di rumah sakit. Ini termasuk pengumpulan, analisis, dan interpretasi data untuk mendeteksi tren infeksi, sehingga langkah pencegahan yang tepat dapat diterapkan lebih cepat dan efektif. [Lihat sumber Disini - repository.umy.ac.id]

  3. Kebersihan Lingkungan

    Lingkungan rumah sakit yang bersih dan disinfeksi secara teratur mengurangi reservoir mikroorganisme penyebab infeksi. Membersihkan permukaan yang sering disentuh, desinfeksi alat medis, dan pengelolaan limbah adalah bagian dari prinsip ini. [Lihat sumber Disini - cdc.gov]

  4. Edukasi dan Pelatihan

    Pelatihan berkelanjutan untuk tenaga kesehatan mengenai praktik pencegahan dan pengendalian infeksi adalah kunci keberhasilan PPI, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur IPC, serta membangun budaya keselamatan pasien. [Lihat sumber Disini - mhjeh.widyagamahusada.ac.id]

  5. Penggunaan APD yang Tepat

    Penggunaan alat pelindung diri yang sesuai membantu memutus jalur transmisi infeksi dari pasien ke tenaga kesehatan dan sebaliknya, terutama saat menangani pasien dengan penyakit menular atau prosedur invasif. [Lihat sumber Disini - health.vic.gov.au]


Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)

Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) adalah serangkaian kegiatan yang ditetapkan secara formal untuk mengurangi kejadian infeksi terkait pelayanan kesehatan. Di Indonesia, pelaksanaan PPI di rumah sakit diwajibkan sebagai bagian dari standar mutu pelayanan dan keselamatan pasien. [Lihat sumber Disini - peraturan.bpk.go.id]

Komponen program PPI mencakup:

  • Komite PPI dan Struktur Organisasi

    Rumah sakit membentuk struktur organisasi PPI yang terdiri dari tim IPCN (Infection Prevention and Control Nurse) dan IPCLN (Infection Prevention and Control Link Nurse) yang bertugas merancang, mengimplementasikan, dan memantau program PPI. [Lihat sumber Disini - mhjeh.widyagamahusada.ac.id]

  • Surveilans dan Laporan

    Surveilans berkelanjutan terhadap kejadian infeksi, pemantauan indikator, dan pelaporan adalah bagian integral dari program PPI untuk evaluasi efektivitas intervensi dan perubahan kebijakan bila diperlukan. [Lihat sumber Disini - repository.umy.ac.id]

  • Pendidikan dan Pelatihan

    Program ini mencakup pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kompetensi dalam praktik pencegahan infeksi. [Lihat sumber Disini - lms.kemkes.go.id]

  • Kebijakan dan SOP

    Kebijakan, pedoman dan Standard Operating Procedure (SOP) disusun untuk memastikan konsistensi pelaksanaan pencegahan infeksi di semua unit layanan. [Lihat sumber Disini - peraturan.bpk.go.id]

  • Monitoring dan Evaluasi

    Evaluasi pelaksanaan program PPI dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan, menilai kepatuhan terhadap protokol, serta menyusun strategi perbaikan berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unar.ac.id]


Peran Tenaga Kesehatan dalam Pengendalian Infeksi

Tenaga kesehatan adalah garis terdepan dalam pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit. Peran mereka meliputi:

  1. Penerapan Kewaspadaan Standar

    Setiap tenaga kesehatan harus mematuhi praktik kebersihan tangan yang benar, penggunaan APD yang sesuai, serta prosedur disinfeksi untuk mencegah transmisi organisme patogen. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Partisipasi dalam Surveilans

    Tenaga kesehatan ikut serta mengumpulkan data, melaporkan kejadian infeksi dan memantau efektivitas langkah pencegahan sehingga program PPI dapat terus disempurnakan. [Lihat sumber Disini - repository.umy.ac.id]

  3. Edukasi Pasien dan Pengunjung

    Selain melindungi diri sendiri, tenaga kesehatan juga berperan mengedukasi pasien dan pengunjung tentang praktik pencegahan infeksi seperti kebersihan tangan dan etika batuk. [Lihat sumber Disini - who.int]

  4. Kepatuhan Terhadap SOP

    Kepatuhan terhadap SOP yang telah ditetapkan sangat penting untuk menjaga konsistensi pelaksanaan PPI dan mengurangi risiko penyebaran infeksi. [Lihat sumber Disini - peraturan.bpk.go.id]


Faktor Risiko Penularan Infeksi

Penularan infeksi di fasilitas kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:


Evaluasi Program Pengendalian Infeksi

Evaluasi program PPI merupakan kegiatan sistematis untuk menilai sejauh mana program telah dilaksanakan sesuai standar, mengidentifikasi hambatan dan menyusun rekomendasi perbaikan. Evaluasi ini mencakup aspek konteks (pemahaman tujuan program), input (ketersediaan sumber daya), proses (pelaksanaan kegiatan) dan hasil (capaian indikator PPI). [Lihat sumber Disini - mhjeh.widyagamahusada.ac.id]

Melalui evaluasi yang terus menerus, rumah sakit dapat memperbaiki strategi PPI, meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan, serta memastikan bahwa upaya pengendalian infeksi berjalan secara efektif dan menyeluruh.


Kesimpulan

Pengendalian infeksi di rumah sakit adalah elemen dasar dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Melalui prinsip-prinsip dasar seperti kewaspadaan standar, surveilans, kebersihan lingkungan, pelatihan, serta penggunaan APD yang tepat, fasilitas kesehatan dapat secara signifikan mengurangi kejadian infeksi terkait pelayanan. Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) wajib diterapkan dalam struktur organisasi rumah sakit dengan komite khusus, kebijakan dan SOP yang jelas, serta monitoring dan evaluasi yang konsisten. Peran aktif tenaga kesehatan sangat penting dalam pelaksanaan praktik pencegahan infeksi, yang juga dipengaruhi oleh faktor risiko transmisi seperti kontak langsung, prosedur invasif, dan kontaminasi lingkungan. Evaluasi berkala program PPI membantu rumah sakit dalam melakukan perbaikan berkelanjutan untuk mencapai pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan berkualitas tinggi.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pengendalian infeksi di rumah sakit adalah serangkaian kebijakan, prosedur, dan tindakan sistematis yang bertujuan untuk mencegah, mengurangi, dan mengendalikan penyebaran infeksi selama pelayanan kesehatan guna melindungi pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung.

Tujuan utama pengendalian infeksi di rumah sakit adalah menurunkan angka infeksi terkait pelayanan kesehatan, meningkatkan keselamatan pasien, melindungi tenaga kesehatan dari risiko penularan, serta meningkatkan mutu dan efektivitas pelayanan kesehatan.

Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) adalah program terstruktur di rumah sakit yang mencakup kebijakan, surveilans, pelatihan, penerapan standar operasional, serta evaluasi berkelanjutan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi terkait pelayanan kesehatan.

Seluruh tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam pengendalian infeksi di rumah sakit, termasuk dokter, perawat, tenaga penunjang medis, dan manajemen rumah sakit, melalui kepatuhan terhadap kewaspadaan standar, penggunaan APD, serta pelaksanaan SOP PPI.

Faktor risiko penularan infeksi di rumah sakit meliputi kontak langsung tanpa perlindungan, prosedur invasif, kebersihan lingkungan yang tidak optimal, kepatuhan rendah terhadap protokol pengendalian infeksi, serta kondisi pasien dengan daya tahan tubuh rendah.

Evaluasi program pengendalian infeksi penting untuk menilai efektivitas pelaksanaan PPI, mengidentifikasi hambatan, meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan, serta memastikan perbaikan berkelanjutan dalam upaya pencegahan infeksi di rumah sakit.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Risiko Infeksi Nosokomial: Faktor dan Pencegahannya Risiko Infeksi Nosokomial: Faktor dan Pencegahannya Infeksi Nosokomial: Konsep, faktor risiko, dan pengendalian Infeksi Nosokomial: Konsep, faktor risiko, dan pengendalian Infeksi Nosokomial: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Infeksi Nosokomial: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Manajemen Risiko Infeksi Manajemen Risiko Infeksi Pencegahan Infeksi Nosokomial Pencegahan Infeksi Nosokomial Risiko Infeksi: Faktor Risiko dan Strategi Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor Risiko dan Strategi Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor dan Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor dan Pencegahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Sistem Informasi Rumah Sakit: Fungsi dan Penerapannya Sistem Informasi Rumah Sakit: Fungsi dan Penerapannya Sistem Informasi Ketersediaan Kamar Rumah Sakit Sistem Informasi Ketersediaan Kamar Rumah Sakit Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas Perilaku Ibu dalam Pencegahan Infeksi Masa Nifas Pengendalian Variabel dalam Riset Eksperimen Pengendalian Variabel dalam Riset Eksperimen Penggunaan Obat Antiviral pada Pasien Infeksi Akut Penggunaan Obat Antiviral pada Pasien Infeksi Akut Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Risiko Malnutrisi pada Anak Penderita Infeksi Risiko Malnutrisi pada Anak Penderita Infeksi Pengendalian Kesalahan Statistik dalamĀ Penelitian Pengendalian Kesalahan Statistik dalamĀ Penelitian Hubungan Gizi Buruk dengan Risiko Infeksi Hubungan Gizi Buruk dengan Risiko Infeksi Perawatan Tali Pusat Bayi: Konsep, Praktik Aman, dan Pencegahan Infeksi Perawatan Tali Pusat Bayi: Konsep, Praktik Aman, dan Pencegahan Infeksi Hubungan Sanitasi dan Stunting Hubungan Sanitasi dan Stunting Pengendalian Variabel: Definisi, Fungsi, dan Contoh Pengendalian Variabel: Definisi, Fungsi, dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…