
Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
Pendahuluan
Pengendalian infeksi di rumah sakit adalah aspek krusial dalam pelayanan kesehatan untuk menjamin mutu dan keamanan pasien, tenaga kesehatan maupun pengunjung. Infeksi yang terjadi di lingkungan pelayanan kesehatan, yang dikenal sebagai infeksi terkait pelayanan kesehatan atau healthcare-associated infections (HAIs), dapat berdampak pada peningkatan morbiditas, mortalitas, masa rawat inap yang lebih lama, dan beban biaya yang meningkat secara signifikan. HAIs juga dapat melibatkan mikroorganisme resisten terhadap obat yang memperburuk hasil klinis pasien. Strategi pengendalian infeksi yang efektif merupakan fondasi keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan, karena tanpa langkah pencegahan dan pengendalian yang optimal, tidak mungkin mencapai hasil layanan kesehatan yang aman dan berkualitas tinggi. [Lihat sumber Disini - who.int]
Definisi Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
Definisi Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Secara Umum
Pengendalian infeksi di rumah sakit merujuk pada rangkaian kebijakan, prosedur, dan tindakan yang diterapkan untuk mencegah, mengurangi, dan mengendalikan penyebaran infeksi di lingkungan pelayanan kesehatan, termasuk di antaranya ruang rawat, kamar operasi, ruang ICU, serta area pelayanan lainnya. Langkah-langkah ini dirancang untuk melindungi pasien, tenaga kesehatan, pengunjung, serta masyarakat dari risiko penularan penyakit infeksi yang dapat terjadi selama proses pemberian pelayanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Definisi Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dalam KBBI
Istilah “pengendalian infeksi” tidak tercantum secara spesifik dalam KBBI online, namun secara bahasa “pengendalian” berarti tindakan untuk mengatur, memantau, serta menahan sesuatu agar berada dalam batas yang diinginkan, sedangkan “infeksi” merujuk pada masuknya dan berkembangnya mikroorganisme penyebab penyakit di dalam tubuh. Dengan demikian, secara istilah pengendalian infeksi di rumah sakit dapat diartikan sebagai tindakan sistematik untuk mengatur dan mencegah penyebaran organisme penyebab penyakit di lingkungan pelayanan kesehatan. Catatan: Pencarian langsung KBBI dapat dilakukan via situs resmi KBBI daring untuk versi lengkap term yang relevan. [Lihat sumber Disini - peraturan.bpk.go.id]
Definisi Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Menurut Para Ahli
-
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Infection prevention and control (IPC) adalah pendekatan berbasis bukti praktis yang bertujuan untuk mencegah pasien dan tenaga kesehatan dari dampak buruk infeksi yang dapat dihindari, termasuk infeksi yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Dalam literatur epidemiologi kesehatan, pengendalian infeksi adalah bagian dari disiplin ilmu yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah serta mengendalikan transmisi infeksi di fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Menurut Haque et al., healthcare-associated infections (HAIs) mencakup infeksi yang terjadi selama penerimaan layanan kesehatan dan tidak ada tanda infeksi pada saat pasien masuk ke fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Sumber lain menyatakan bahwa pengendalian infeksi mencakup praktik pencegahan seperti kebersihan tangan, disinfeksi, sterilisasi, penggunaan alat pelindung diri, serta surveilans dan pemantauan kejadian infeksi di fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Prinsip Dasar Pengendalian Infeksi
Prinsip dasar pengendalian infeksi di rumah sakit bertumpu pada upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran mikroorganisme patogen melalui pendekatan yang komprehensif dan terstruktur. Hal ini mencakup:
-
Kewaspadaan Standar (Standard Precautions)
Kewaspadaan standar adalah pendekatan dasar yang harus diterapkan dalam semua interaksi pasien tanpa memandang diagnosa infeksi. Ini mencakup praktik kebersihan tangan yang benar, penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan, masker, dan pelindung mata, serta pembuangan limbah medis secara aman. Tujuan utamanya adalah meminimalkan risiko kontak dengan darah dan cairan tubuh yang berpotensi infeksi. [Lihat sumber Disini - health.vic.gov.au]
-
Penilaian Risiko dan Surveilans
Surveilans infeksi merupakan pemantauan sistematik terhadap kejadian infeksi di rumah sakit. Ini termasuk pengumpulan, analisis, dan interpretasi data untuk mendeteksi tren infeksi, sehingga langkah pencegahan yang tepat dapat diterapkan lebih cepat dan efektif. [Lihat sumber Disini - repository.umy.ac.id]
-
Kebersihan Lingkungan
Lingkungan rumah sakit yang bersih dan disinfeksi secara teratur mengurangi reservoir mikroorganisme penyebab infeksi. Membersihkan permukaan yang sering disentuh, desinfeksi alat medis, dan pengelolaan limbah adalah bagian dari prinsip ini. [Lihat sumber Disini - cdc.gov]
-
Edukasi dan Pelatihan
Pelatihan berkelanjutan untuk tenaga kesehatan mengenai praktik pencegahan dan pengendalian infeksi adalah kunci keberhasilan PPI, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur IPC, serta membangun budaya keselamatan pasien. [Lihat sumber Disini - mhjeh.widyagamahusada.ac.id]
-
Penggunaan APD yang Tepat
Penggunaan alat pelindung diri yang sesuai membantu memutus jalur transmisi infeksi dari pasien ke tenaga kesehatan dan sebaliknya, terutama saat menangani pasien dengan penyakit menular atau prosedur invasif. [Lihat sumber Disini - health.vic.gov.au]
Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) adalah serangkaian kegiatan yang ditetapkan secara formal untuk mengurangi kejadian infeksi terkait pelayanan kesehatan. Di Indonesia, pelaksanaan PPI di rumah sakit diwajibkan sebagai bagian dari standar mutu pelayanan dan keselamatan pasien. [Lihat sumber Disini - peraturan.bpk.go.id]
Komponen program PPI mencakup:
-
Komite PPI dan Struktur Organisasi
Rumah sakit membentuk struktur organisasi PPI yang terdiri dari tim IPCN (Infection Prevention and Control Nurse) dan IPCLN (Infection Prevention and Control Link Nurse) yang bertugas merancang, mengimplementasikan, dan memantau program PPI. [Lihat sumber Disini - mhjeh.widyagamahusada.ac.id]
-
Surveilans dan Laporan
Surveilans berkelanjutan terhadap kejadian infeksi, pemantauan indikator, dan pelaporan adalah bagian integral dari program PPI untuk evaluasi efektivitas intervensi dan perubahan kebijakan bila diperlukan. [Lihat sumber Disini - repository.umy.ac.id]
-
Pendidikan dan Pelatihan
Program ini mencakup pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kompetensi dalam praktik pencegahan infeksi. [Lihat sumber Disini - lms.kemkes.go.id]
-
Kebijakan dan SOP
Kebijakan, pedoman dan Standard Operating Procedure (SOP) disusun untuk memastikan konsistensi pelaksanaan pencegahan infeksi di semua unit layanan. [Lihat sumber Disini - peraturan.bpk.go.id]
-
Monitoring dan Evaluasi
Evaluasi pelaksanaan program PPI dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan, menilai kepatuhan terhadap protokol, serta menyusun strategi perbaikan berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unar.ac.id]
Peran Tenaga Kesehatan dalam Pengendalian Infeksi
Tenaga kesehatan adalah garis terdepan dalam pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit. Peran mereka meliputi:
-
Penerapan Kewaspadaan Standar
Setiap tenaga kesehatan harus mematuhi praktik kebersihan tangan yang benar, penggunaan APD yang sesuai, serta prosedur disinfeksi untuk mencegah transmisi organisme patogen. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Partisipasi dalam Surveilans
Tenaga kesehatan ikut serta mengumpulkan data, melaporkan kejadian infeksi dan memantau efektivitas langkah pencegahan sehingga program PPI dapat terus disempurnakan. [Lihat sumber Disini - repository.umy.ac.id]
-
Edukasi Pasien dan Pengunjung
Selain melindungi diri sendiri, tenaga kesehatan juga berperan mengedukasi pasien dan pengunjung tentang praktik pencegahan infeksi seperti kebersihan tangan dan etika batuk. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Kepatuhan Terhadap SOP
Kepatuhan terhadap SOP yang telah ditetapkan sangat penting untuk menjaga konsistensi pelaksanaan PPI dan mengurangi risiko penyebaran infeksi. [Lihat sumber Disini - peraturan.bpk.go.id]
Faktor Risiko Penularan Infeksi
Penularan infeksi di fasilitas kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
-
Kontak Langsung antara pasien yang terinfeksi dengan pasien lain atau tenaga kesehatan tanpa proteksi yang memadai. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Kontaminasi Lingkungan dan permukaan yang tidak dibersihkan dengan benar dapat menjadi reservoir mikroorganisme penyebab infeksi. [Lihat sumber Disini - cdc.gov]
-
Prosedur Invasif seperti pemasangan kateter atau operasi membuka peluang masuknya organisme patogen ke dalam tubuh. [Lihat sumber Disini - ecdc.europa.eu]
-
Kepatuhan Protokol yang Rendah seperti kurangnya kesadaran atau pelatihan tenaga kesehatan dalam menerapkan kewaspadaan standar. [Lihat sumber Disini - mhjeh.widyagamahusada.ac.id]
Evaluasi Program Pengendalian Infeksi
Evaluasi program PPI merupakan kegiatan sistematis untuk menilai sejauh mana program telah dilaksanakan sesuai standar, mengidentifikasi hambatan dan menyusun rekomendasi perbaikan. Evaluasi ini mencakup aspek konteks (pemahaman tujuan program), input (ketersediaan sumber daya), proses (pelaksanaan kegiatan) dan hasil (capaian indikator PPI). [Lihat sumber Disini - mhjeh.widyagamahusada.ac.id]
Melalui evaluasi yang terus menerus, rumah sakit dapat memperbaiki strategi PPI, meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan, serta memastikan bahwa upaya pengendalian infeksi berjalan secara efektif dan menyeluruh.
Kesimpulan
Pengendalian infeksi di rumah sakit adalah elemen dasar dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Melalui prinsip-prinsip dasar seperti kewaspadaan standar, surveilans, kebersihan lingkungan, pelatihan, serta penggunaan APD yang tepat, fasilitas kesehatan dapat secara signifikan mengurangi kejadian infeksi terkait pelayanan. Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) wajib diterapkan dalam struktur organisasi rumah sakit dengan komite khusus, kebijakan dan SOP yang jelas, serta monitoring dan evaluasi yang konsisten. Peran aktif tenaga kesehatan sangat penting dalam pelaksanaan praktik pencegahan infeksi, yang juga dipengaruhi oleh faktor risiko transmisi seperti kontak langsung, prosedur invasif, dan kontaminasi lingkungan. Evaluasi berkala program PPI membantu rumah sakit dalam melakukan perbaikan berkelanjutan untuk mencapai pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan berkualitas tinggi.