
Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan
Pendahuluan
Struktur modal merupakan salah satu elemen fundamental dalam manajemen keuangan perusahaan yang menentukan bagaimana suatu entitas mengombinasikan pendanaan dari sumber internal dan eksternal untuk mendukung operasi dan pertumbuhan. Pembahasan struktur modal tidak hanya penting untuk manajer keuangan, tetapi juga relevan bagi investor, kreditor, dan pemangku kepentingan lainnya karena berkaitan langsung dengan tingkat risiko, biaya modal, dan nilai perusahaan secara keseluruhan. Kondisi struktur modal yang optimal akan mencerminkan keseimbangan antara penggunaan utang dan ekuitas yang mampu memaksimalkan nilai perusahaan sambil meminimalkan risiko kebangkrutan serta biaya modal rata-rata tertimbang (WACC). Secara empiris, hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan telah diteliti di berbagai konteks pasar dan menunjukkan beragam hasil, menegaskan bahwa struktur modal bukan hanya konsep teoritis tetapi memiliki implikasi nyata terhadap performa perusahaan. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])
Definisi Struktur Modal
Definisi Struktur Modal Secara Umum
Struktur modal secara umum merujuk pada kombinasi utang (debt) dan modal sendiri (equity) yang digunakan perusahaan untuk mendanai aset, operasi, dan pertumbuhan bisnisnya. Struktur ini mencerminkan keputusan pendanaan jangka panjang yang diambil oleh manajemen untuk mencukupi kebutuhan finansial perusahaan dengan mempertimbangkan risiko dan biaya modal yang timbul. Pendekatan umum dalam literatur keuangan mendefinisikan struktur modal sebagai rasio atau perimbangan antara jumlah utang total dengan nilai ekuitas perusahaan, yang sering diukur dengan indikator seperti Debt-to-Equity Ratio (DER) atau Debt-to-Capital Ratio. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])
Definisi Struktur Modal dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), struktur modal dapat diartikan sebagai susunan modal yang terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman dalam suatu perusahaan yang menggambarkan proporsi atau perbandingan keduanya dalam menutup kebutuhan pembiayaan perusahaan. Struktur modal juga merujuk pada cara perusahaan mengorganisasikan berbagai sumber pendanaan yang dimiliki untuk tujuan operasional dan pertumbuhan jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Definisi Struktur Modal Menurut Para Ahli
Menurut Brigham & Houston, struktur modal adalah kombinasi berbagai bentuk pendanaan jangka panjang seperti ekuitas biasa, saham preferen, laba ditahan, dan pinjaman jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk membiayai aset dan operasi utama. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Bambang Riyanto menyatakan bahwa struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan antara jumlah utang jangka panjang dengan modal sendiri yang mencerminkan keputusan perusahaan dalam memilih sumber pendanaan. ([Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id])
Penelitian dari Yudha dkk. (2023) menyebutkan struktur modal sebagai proporsi pendanaan yang digunakan perusahaan baik berasal dari modal sendiri maupun utang jangka panjang sebagai sumber pembiayaan yang dipilih berdasarkan tujuan pengurangan biaya modal serta pengelolaan risiko. ([Lihat sumber Disini - jurnal.stie-aas.ac.id])
Sementara menurut Nuswandari (2023), struktur modal merupakan keputusan strategis yang memengaruhi keputusan keuangan jangka panjang perusahaan karena berkaitan langsung dengan risiko finansial, biaya modal rata-rata, dan keputusan investasi jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])
Komponen Struktur Modal
Struktur modal terdiri atas komponen utama modal sendiri dan komponen modal pinjaman:
-
Modal Sendiri (Equity)
Modal sendiri mencakup ekuitas yang berasal dari pemegang saham, termasuk modal saham biasa, saham preferen, dan laba ditahan yang tidak dibagikan sebagai dividen. Ekuitas membantu menunjukkan kepemilikan perusahaan dan meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata kreditor karena ekuitas dianggap sebagai penyangga risiko finansial. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com]) -
Modal Pinjaman (Debt)
Modal pinjaman meliputi dana yang diperoleh melalui hutang jangka panjang seperti obligasi, pinjaman bank, atau kredit komersial yang harus dibayar kembali beserta bunganya. Pemilihan utang memungkinkan perusahaan memanfaatkan tax-shield karena bunga utang dapat dikurangkan dari pajak, tetapi juga meningkatkan risiko kebangkrutan jika tidak dikelola dengan baik. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id]) -
Komponen Lainnya
Struktur modal juga dapat mencakup instrumen hybrid seperti saham preferen dan obligasi konversi yang memiliki karakteristik antara utang dan ekuitas serta digunakan untuk lebih menyeimbangkan risiko dan potensi return. ([Lihat sumber Disini - moonfare.com])
Komposisi struktur modal sering diukur melalui rasio seperti Debt-to-Equity Ratio (DER) dan Debt-to-Total Capital Ratio, yang mencerminkan proporsi utang terhadap ekuitas serta total modal perusahaan. ([Lihat sumber Disini - repository.ubharajaya.ac.id])
Teori Struktur Modal
Para ahli telah mengembangkan berbagai teori untuk menjelaskan bagaimana perusahaan memilih struktur modalnya, di antaranya:
1. Teori Modigliani, Miller (MM)
Teori ini berargumen bahwa dalam pasar modal sempurna tanpa pajak, biaya kebangkrutan, atau asimetri informasi, struktur modal tidak memengaruhi nilai perusahaan. Ketika utang digunakan, keuntungan pajak dari bunga akan meningkatkan nilai perusahaan, tetapi teori ini mengatakan bahwa efek tersebut diimbangi oleh peningkatan biaya ekuitas sehingga total biaya modal tetap sama. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])
2. Trade-Off Theory
Teori ini menyatakan bahwa perusahaan mencari struktur modal optimal dengan menyeimbangkan manfaat pajak dari utang dengan biaya potensial kebangkrutan dan distres finansial. Struktur modal optimal ditemukan ketika marginal manfaat utang sama dengan marginal biaya utang tersebut. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])
3. Pecking Order Theory
Menurut teori ini, perusahaan lebih memilih pendanaan internal (laba ditahan) terlebih dahulu untuk membiayai kebutuhan modalnya, kemudian baru menggunakan utang dan terakhir penerbitan saham baru jika pendanaan internal dan utang tidak cukup. Hal ini didorong oleh asimetri informasi dan biaya penerbitan modal eksternal. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
4. Agency Cost Theory
Teori ini mencerminkan konflik kepentingan antara pemegang saham dan kreditor yang dapat memengaruhi keputusan struktur modal. Tingkat utang yang tinggi dapat mengurangi konflik antara manajer dan pemegang saham tetapi dapat meningkatkan risiko bagi kreditor. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])
5. Signalling Theory
Menurut teori signaling, keputusan struktur modal dapat menjadi sinyal bagi pasar tentang prospek perusahaan. Misalnya, peningkatan penggunaan utang bisa dipandang sebagai sinyal bahwa manajemen yakin akan arus kas masa depan yang kuat. ([Lihat sumber Disini - researchhub.id])
Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal
Beberapa faktor internal dan eksternal memengaruhi keputusan struktur modal dalam perusahaan antara lain:
-
Profitabilitas: Perusahaan yang lebih menguntungkan cenderung mengandalkan laba ditahan dan memiliki rasio utang yang lebih rendah. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])
-
Ukuran Perusahaan: Perusahaan besar biasanya memiliki akses lebih mudah ke pasar modal sehingga dapat mengambil utang dengan biaya lebih rendah dibanding perusahaan kecil. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])
-
Pertumbuhan Perusahaan: Perusahaan dengan peluang pertumbuhan tinggi memerlukan lebih banyak pendanaan eksternal, sehingga struktur modal dapat berubah seiring kebutuhan investasi. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
-
Aset Tangible: Tingkat aset berwujud yang tinggi dapat meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh utang karena dapat dijadikan jaminan. ([Lihat sumber Disini - journals.stie-yai.ac.id])
-
Kebijakan Dividen: Perusahaan yang memilih mempertahankan laba untuk pertumbuhan mungkin menggunakan lebih sedikit utang karena prioritasnya adalah mempertahankan kontrol internal. ([Lihat sumber Disini - researchhub.id])
Faktor-faktor tersebut tidak bekerja sendiri melainkan saling berinteraksi dalam menentukan komposisi struktur modal optimal perusahaan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Struktur Modal dan Nilai Perusahaan
Hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan menjadi fokus penelitian empiris dalam banyak studi akademik. Nilai perusahaan sering diukur dengan indikator pasar seperti Price-to-Book Value (PBV) atau Tobin’s Q yang mencerminkan persepsi investor terhadap nilai perusahaan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa struktur modal memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan di berbagai konteks industri. Sebagai contoh, studi empiris pada perusahaan sektor teknologi BEI periode 2021, 2023 menemukan bahwa struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, menunjukkan bahwa penggunaan utang dan ekuitas yang tepat dapat meningkatkan persepsi pasar terhadap prospek perusahaan. ([Lihat sumber Disini - researchhub.id])
Selain itu, penelitian lain juga menemukan adanya pengaruh struktur modal terhadap kinerja keuangan yang kemudian berdampak pada nilai perusahaan, dimana struktur modal yang optimal dapat meningkatkan profitabilitas dan nilai perusahaan secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.stie-trianandra.ac.id])
Namun hasil penelitian tidak selalu seragam di semua industri dan periode, menunjukkan bahwa konteks masing-masing perusahaan memengaruhi hubungan antara struktur modal dan nilai pasar mereka. ([Lihat sumber Disini - international.areai.or.id])
Struktur Modal dalam Pengambilan Keputusan Keuangan
Struktur modal merupakan elemen penting dalam pengambilan keputusan keuangan jangka panjang. Keputusan pendanaan berkaitan dengan kapan dan bagaimana perusahaan memperoleh dana baik melalui peningkatan utang maupun penerbitan saham baru. Keputusan yang tepat harus mempertimbangkan biaya modal, dampak risiko finansial, dan dampaknya terhadap nilai perusahaan sebagai keputusan strategis yang memiliki implikasi jangka panjang terhadap keberlanjutan perusahaan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])
Di sisi manajemen, penggunaan struktur modal juga berkaitan dengan perencanaan pajak, di mana utang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tax-shield, tetapi harus diimbangi dengan risiko kenaikan biaya bunga dan kemungkinan financial distress jika utang terlalu tinggi. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])
Kesimpulan
Struktur modal adalah kombinasi sumber pendanaan jangka panjang yang mencerminkan perimbangan antara modal sendiri dan utang dalam perusahaan. Komponen utama struktur modal meliputi ekuitas, utang jangka panjang, dan instrumen hybrid yang dipilih berdasarkan kebutuhan untuk meminimalkan biaya modal dan mengelola risiko finansial. Berbagai teori struktur modal seperti Modigliani, Miller, trade-off, pecking order, dan signaling membantu menjelaskan bagaimana keputusan pendanaan dibuat dan bagaimana hal tersebut memengaruhi nilai perusahaan.
Faktor-faktor internal seperti profitabilitas, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan, serta faktor eksternal seperti kondisi pasar dan kebijakan pajak, turut memengaruhi komposisi struktur modal. Hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan bersifat empiris dan kontekstual; dalam banyak kasus, struktur modal yang optimal meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kinerja dan pengelolaan risiko.
Secara keseluruhan, memahami struktur modal adalah kunci dalam pengambilan keputusan keuangan yang efektif untuk mencapai tujuan strategis perusahaan dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang.