Terakhir diperbarui: 17 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 17 January). Struktur Gaji: Konsep, Sistem Pengupahan, dan Daya Saing. SumberAjar. Retrieved 17 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/struktur-gaji-konsep-sistem-pengupahan-dan-daya-saing  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Struktur Gaji: Konsep, Sistem Pengupahan, dan Daya Saing - SumberAjar.com

Struktur Gaji: Konsep, Sistem Pengupahan, dan Daya Saing

Pendahuluan

Struktur gaji merupakan komponen fundamental dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) yang berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan pekerja, motivasi organisasi, dan daya saing perusahaan di pasar tenaga kerja. Dalam era globalisasi dan dinamika pasar yang cepat, perusahaan tidak lagi cukup hanya membayar upah berdasarkan kebiasaan atau keputusan sepihak. Sebaliknya, struktur gaji harus dirancang secara sistematis dan profesional agar mencerminkan nilai pekerjaan, kompetensi karyawan, dan faktor eksternal seperti kondisi pasar tenaga kerja. Perencanaan struktur gaji bukan sekadar prosedur administratif, tetapi merupakan strategi organisasi untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi tenaga kerja yang berkualitas serta menyesuaikan dengan aturan ketenagakerjaan yang berlaku secara nasional. Permenaker Republik Indonesia No. 1 Tahun 2017 menegaskan bahwa setiap perusahaan wajib menyusun struktur dan skala upah sesuai ketentuan agar keadilan internal dan eksternal dapat terwujud di lingkungan kerja. ([Lihat sumber Disini - inobis.org])


Definisi Struktur Gaji

Definisi Struktur Gaji Secara Umum

Struktur gaji secara umum merupakan suatu sistem yang mengelompokkan berbagai posisi kerja dalam organisasi ke dalam tingkat-tingkat tertentu yang mencerminkan tanggung jawab, kompetensi, dan kompleksitas pekerjaan. Struktur ini sering pula disebut sebagai sistem penggajian berjenjang yang memiliki rentang nilai upah minimum, tengah, hingga maksimum untuk setiap level jabatan. Struktur gaji memungkinkan perusahaan mengelola biaya tenaga kerja, menetapkan standar pembayaran yang transparan, serta memberikan pertimbangan objektif dalam pemberian imbalan finansial kepada pekerja. ([Lihat sumber Disini - criterionhcm.com])

Secara lebih luas lagi, struktur gaji juga menggambarkan framework internal yang merinci hubungan antara berbagai tingkatan jabatan dan besaran kompensasi yang sesuai untuk setiap tingkatan tersebut. Hal ini penting untuk menciptakan kejelasan dalam peningkatan karier, promosi, serta mekanisme kenaikan gaji. ([Lihat sumber Disini - davidsonmorris.com])

Definisi Struktur Gaji dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gaji didefinisikan sebagai imbalan atau upah yang diterima oleh seseorang atas pekerjaan yang dilakukan. Meskipun KBBI tidak secara khusus menyusun definisi lengkap untuk “struktur gaji”, penggabungan konsep gaji dengan struktur merujuk pada susunan atau pola sistematis dari berbagai tingkat upah yang diterima oleh pekerja sesuai dengan jabatan dan kualifikasi masing-masing. Link asli KBBI dapat diakses untuk definisi istilah “gaji”. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Struktur Gaji Menurut Para Ahli

Para ahli SDM dan manajemen memberikan definisi struktur gaji sebagai berikut:

  1. Manajemen SDM menyatakan bahwa struktur gaji adalah hierarki dari berbagai jabatan yang dihubungkan dengan rentang upah tertentu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan organisasi dalam menarik dan mempertahankan tenaga kerja yang kompeten. ([Lihat sumber Disini - nscpolteksby.ac.id])

  2. Kartika & Indrawan (2020) dalam studi tentang struktur dan skala upah menjelaskan struktur gaji sebagai mekanisme yang mendukung penetapan kompensasi secara adil dan kompetitif berdasarkan evaluasi jabatan serta survei pasar tenaga kerja. ([Lihat sumber Disini - inobis.org])

  3. Azzahra (2023) menekankan perlunya struktur gaji yang adil untuk meningkatkan kinerja dan loyalitas pekerja di sektor UKM. ([Lihat sumber Disini - e-journal.naureendigition.com])

  4. Luthfi (2024) menegaskan bahwa struktur dan skala upah sesuai Permenaker 1/2017 merupakan dasar pelaksanaan pengupahan dan berkontribusi pada keadilan pekerja dan daya saing perusahaan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Dengan melihat definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa struktur gaji tidak hanya mencakup angka angka upah, tetapi juga sistem nilai pekerjaan yang terintegrasi secara internal dan eksternal dalam sebuah organisasi. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])


Prinsip-Prinsip Penyusunan Struktur Gaji

Penyusunan struktur gaji bukan sekadar menetapkan angka upah, melainkan harus mengikuti prinsip-prinsip tertentu agar efektif, adil, dan relevan dengan kebutuhan organisasi dan tenaga kerja.

1. Keadilan Internal (Internal Equity)

Keadilan internal adalah prinsip bahwa pekerja dalam organisasi harus menerima kompensasi yang adil berdasarkan kontribusi, tanggung jawab, dan kompleksitas pekerjaan masing-masing. Internal equity memastikan bahwa dua karyawan dengan pekerjaan yang setara mendapatkan upah yang sebanding, tanpa diskriminasi yang tidak berdasar. Hal ini penting untuk menghindari konflik, demotivasi, dan perasaan tidak adil di antara karyawan. ([Lihat sumber Disini - figures.hr])

2. Keadilan Eksternal (External Competitiveness)

Prinsip ini menekankan posisi gaji perusahaan relatif terhadap perusahaan lain di pasar tenaga kerja. Struktur gaji harus mempertimbangkan data survei pasar sehingga upah yang ditawarkan kompetitif dan mampu menarik serta mempertahankan talenta terbaik. Jika gaji terlalu rendah dibanding pesaing, perusahaan akan kesulitan mempertahankan pekerja berkompeten. ([Lihat sumber Disini - indeed.com])

3. Transparansi dan Objektivitas

Proses penyusunan struktur gaji harus didasari pada metode yang objektif seperti evaluasi jabatan, job grading, dan penilaian kontribusi. Hal ini membantu memperjelas tolok ukur pemberian upah serta membangun kepercayaan antara manajemen dan pekerja. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

4. Konsistensi dengan Regulasi Nasional

Dalam konteks Indonesia, struktur gaji harus mematuhi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah serta peraturan terkait seperti upah minimum provinsi/ kabupaten. Penyusunan struktur harus mempertimbangkan aturan tersebut. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

5. Fleksibilitas dan Responsivitas Terhadap Perubahan

Struktur gaji harus dirancang agar dapat disesuaikan dengan perubahan ekonomi, pasar tenaga kerja, dan dinamika organisasi. Hal ini memungkinkan perusahaan memperbarui struktur upah secara berkala untuk menjaga daya saing dan keadilan. ([Lihat sumber Disini - cipd.org])

Prinsip-prinsip di atas harus menjadi landasan dalam penyusunan struktur gaji untuk memastikan sistem pengupahan yang profesional, adil, dan strategis. ([Lihat sumber Disini - criterionhcm.com])


Sistem Pengupahan dalam Organisasi

Sistem pengupahan adalah keseluruhan cara perusahaan memberikan kompensasi kepada pekerja sebagai imbalan atas jasa dan kontribusi mereka. Sistem ini mencakup berbagai komponen, mulai dari gaji pokok, tunjangan, insentif, bonus hingga manfaat lainnya yang terkait dengan kinerja dan loyalitas kerja.

Komponen Utama Sistem Pengupahan

  1. Gaji Pokok: Kompensasi dasar yang diterima pekerja setiap periode kerja berdasarkan jabatan atau kualifikasi pekerjaan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  2. Tunjangan Tetap: Tambahan gaji yang diberikan secara rutin seperti tunjangan jabatan, tunjangan pendidikan, dan tunjangan keluarga. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  3. Insentif dan Bonus: Kompensasi variabel yang diberikan berdasarkan kinerja individu atau organisasi untuk mendorong produktivitas. ([Lihat sumber Disini - ihrci.org])

  4. Manfaat Non-Finansial: Lingkungan kerja, kesempatan pengembangan karier, dan benefit lain yang berkontribusi pada kesejahteraan pekerja. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Model-Model Sistem Pengupahan

Dalam praktiknya, sistem pengupahan dapat berbentuk:

Peran Sistem Pengupahan

Sistem pengupahan yang efektif memegang peranan penting dalam:

Dengan demikian, sistem pengupahan bukan hanya soal angka gaji, tetapi juga mencakup struktur yang mendukung tujuan strategis organisasi dan kesejahteraan pekerja secara komprehensif. ([Lihat sumber Disini - cipd.org])


Struktur Gaji dan Keadilan Internal

Keadilan internal dalam struktur gaji adalah prinsip yang menjamin bahwa setiap pekerja mendapatkan kompensasi yang adil sesuai dengan kontribusi dan nilai pekerjaan mereka dalam organisasi. Prinsip ini penting untuk menjaga motivasi, mengurangi konflik, dan memastikan hubungan industrial yang harmonis.

Aspek-Aspek Keadilan Internal

  1. Evaluasi Jabatan yang Konsisten: Proses evaluasi jabatan harus dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan tanggung jawab, keterampilan, dan dampak pekerjaan terhadap tujuan organisasi. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  2. Komparabilitas Pekerjaan yang Setara: Pekerjaan yang memiliki tingkat kompleksitas dan tanggung jawab yang sama harus diberi kompensasi yang setara. ([Lihat sumber Disini - figures.hr])

  3. Transparansi dalam Pengambilan Keputusan: Kebijakan gaji harus jelas dan komunikatif kepada pekerja agar tidak menimbulkan persepsi diskriminasi. ([Lihat sumber Disini - sejurnal.com])

Dampak Ketidakadilan Internal

Jika struktur gaji tidak dirancang dengan memperhatikan internal equity, organisasi dapat menghadapi berbagai masalah seperti:

Mekanisme Penciptaan Keadilan Internal

Organisasi dapat menciptakan keadilan internal melalui:

Melalui mekanisme tersebut, perusahaan dapat memastikan keseimbangan internal dan mempertahankan pekerja secara efektif. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])


Struktur Gaji dan Daya Saing Eksternal

Daya saing eksternal mengacu pada seberapa kompetitif struktur gaji perusahaan dibandingkan dengan struktur gaji di pasar tenaga kerja atau industri yang sama. Hal ini sangat penting dalam konteks menarik dan mempertahankan talenta terbaik.

Benchmarking Gaji di Pasar Tenaga Kerja

Organisasi perlu melakukan survei gaji atau benchmarking untuk mengetahui standar gaji di industri atau wilayah tertentu. Survei ini membantu menentukan apakah kompensasi yang ditawarkan berada di tingkat yang kompetitif atau tidak. ([Lihat sumber Disini - inobis.org])

Pengaruh Daya Saing Eksternal

Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan dalam Daya Saing Eksternal

  1. **Posisi perusahaan dalam pasar industri terkait. ([Lihat sumber Disini - indeed.com])

  2. **Kondisi ekonomi makro dan tren upah. ([Lihat sumber Disini - cipd.org])

  3. **Peraturan ketenagakerjaan nasional. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Dengan penyesuaian eksternal dan internal yang seimbang, organisasi dapat menciptakan struktur gaji yang efektif dan berdaya saing tinggi di pasar tenaga kerja. ([Lihat sumber Disini - figures.hr])


Evaluasi dan Penyesuaian Struktur Gaji

Evaluasi struktur gaji adalah proses berkala untuk memastikan bahwa struktur gaji masih relevan dengan kondisi internal organisasi dan eksternal pasar tenaga kerja. Proses ini penting untuk menjaga keadilan, daya saing, dan efektivitas sistem pengupahan.

Metode Evaluasi Struktur Gaji

  1. Analisis Gap Internal: membandingkan kompensasi aktual dengan standar internal untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian atau ketidakadilan. ([Lihat sumber Disini - cipd.org])

  2. Benchmarking Eksternal: membandingkan struktur gaji perusahaan dengan standar industri atau pesaing untuk menentukan apakah kompensasi yang diberikan kompetitif. ([Lihat sumber Disini - indeed.com])

  3. Audit Kebijakan dan Regulasi: memastikan bahwa struktur gaji tetap mematuhi peraturan ketenagakerjaan dan kebijakan nasional. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Penyesuaian Struktur Gaji

Penyesuaian biasanya dilakukan ketika:

Penyesuaian yang tepat membantu perusahaan tetap kompetitif dan mempertahankan tenaga kerja yang berkualitas. ([Lihat sumber Disini - indeed.com])


Kesimpulan

Struktur gaji adalah elemen penting dalam manajemen SDM yang mencerminkan kebijakan organisasi untuk menetapkan kompensasi yang adil dan kompetitif. Secara umum, struktur gaji adalah sistem hierarki yang menjelaskan rentang upah untuk setiap level pekerjaan, bertujuan untuk memastikan internal equity dan daya saing eksternal. Penyusunan struktur gaji harus memperhatikan prinsip keadilan internal, eksternal, transparansi, serta konsistensi dengan regulasi yang berlaku. Sistem pengupahan mencakup berbagai komponen seperti gaji pokok, tunjangan, insentif, dan manfaat lainnya yang saling terkait dengan produktivitas dan motivasi karyawan. Evaluasi dan penyesuaian struktur gaji secara berkala memastikan sistem tetap relevan dengan perubahan internal dan eksternal. Dengan struktur gaji yang tepat dan kompetitif, organisasi dapat menarik dan mempertahankan talenta terbaik, meningkatkan kinerja SDM, serta menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Struktur gaji adalah sistem pengelompokan dan penetapan tingkat gaji karyawan berdasarkan jabatan, tanggung jawab, kompetensi, dan kompleksitas pekerjaan dalam suatu organisasi.

Tujuan utama penyusunan struktur gaji adalah menciptakan keadilan internal, menjaga daya saing eksternal, meningkatkan motivasi kerja, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan.

Struktur gaji mengatur jenjang dan rentang gaji berdasarkan jabatan, sedangkan sistem pengupahan mencakup keseluruhan mekanisme pemberian kompensasi seperti gaji pokok, tunjangan, insentif, dan bonus.

Keadilan internal penting untuk mencegah kecemburuan kerja, meningkatkan kepuasan karyawan, menjaga motivasi, dan menciptakan hubungan kerja yang harmonis dalam organisasi.

Daya saing eksternal adalah kemampuan struktur gaji perusahaan untuk bersaing dengan standar gaji di pasar tenaga kerja sehingga mampu menarik dan mempertahankan karyawan berkualitas.

Struktur gaji perlu dievaluasi secara berkala, terutama saat terjadi perubahan kondisi ekonomi, inflasi, regulasi ketenagakerjaan, struktur organisasi, atau dinamika pasar tenaga kerja.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sistem Informasi Penggajian: Fitur dan Contoh Data Flow Sistem Informasi Penggajian: Fitur dan Contoh Data Flow Pengembangan SDM: Konsep, Peningkatan Kapasitas, dan Daya Saing Pengembangan SDM: Konsep, Peningkatan Kapasitas, dan Daya Saing Inovasi Organisasi: Konsep, Budaya Inovasi, dan Daya Saing Inovasi Organisasi: Konsep, Budaya Inovasi, dan Daya Saing Adaptasi Teknologi Bisnis: Konsep, Adopsi Teknologi, dan Daya Saing Adaptasi Teknologi Bisnis: Konsep, Adopsi Teknologi, dan Daya Saing Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Kepuasan Kompensasi: Konsep, Keadilan Upah, dan Motivasi Kepuasan Kompensasi: Konsep, Keadilan Upah, dan Motivasi Sistem Informasi UMKM: Fitur dan Studi Kasus Sistem Informasi UMKM: Fitur dan Studi Kasus Produktivitas Kerja: Konsep, Pengukuran Output, dan Efisiensi Produktivitas Kerja: Konsep, Pengukuran Output, dan Efisiensi Sistem Informasi Akademik: Konsep dan Contoh Sistem Informasi Akademik: Konsep dan Contoh Sistem Informasi Layanan Karier Kampus Sistem Informasi Layanan Karier Kampus Perubahan Struktur Keluarga: Konsep dan Implikasi Sosial Perubahan Struktur Keluarga: Konsep dan Implikasi Sosial SPK Penentuan Harga Produk UMKM SPK Penentuan Harga Produk UMKM Pemodelan & Diagram Sistem Pemodelan & Diagram Sistem Sistem Web Administrasi Lembaga Pendidikan Sistem Web Administrasi Lembaga Pendidikan Struktur Ilmiah: Komponen dan Contoh dalam Penelitian Struktur Ilmiah: Komponen dan Contoh dalam Penelitian Kepemimpinan Transformasional: Konsep, Inspirasi Pemimpin, dan Kinerja Tim Kepemimpinan Transformasional: Konsep, Inspirasi Pemimpin, dan Kinerja Tim Reward System: Konsep, Sistem Penghargaan, dan Motivasi Kerja Reward System: Konsep, Sistem Penghargaan, dan Motivasi Kerja Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Produktivitas: Definisi, Cara Mengukur, dan Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas: Definisi, Cara Mengukur, dan Faktor yang Mempengaruhi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…