
Struktur Gaji: Konsep, Sistem Pengupahan, dan Daya Saing
Pendahuluan
Struktur gaji merupakan komponen fundamental dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) yang berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan pekerja, motivasi organisasi, dan daya saing perusahaan di pasar tenaga kerja. Dalam era globalisasi dan dinamika pasar yang cepat, perusahaan tidak lagi cukup hanya membayar upah berdasarkan kebiasaan atau keputusan sepihak. Sebaliknya, struktur gaji harus dirancang secara sistematis dan profesional agar mencerminkan nilai pekerjaan, kompetensi karyawan, dan faktor eksternal seperti kondisi pasar tenaga kerja. Perencanaan struktur gaji bukan sekadar prosedur administratif, tetapi merupakan strategi organisasi untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi tenaga kerja yang berkualitas serta menyesuaikan dengan aturan ketenagakerjaan yang berlaku secara nasional. Permenaker Republik Indonesia No. 1 Tahun 2017 menegaskan bahwa setiap perusahaan wajib menyusun struktur dan skala upah sesuai ketentuan agar keadilan internal dan eksternal dapat terwujud di lingkungan kerja. ([Lihat sumber Disini - inobis.org])
Definisi Struktur Gaji
Definisi Struktur Gaji Secara Umum
Struktur gaji secara umum merupakan suatu sistem yang mengelompokkan berbagai posisi kerja dalam organisasi ke dalam tingkat-tingkat tertentu yang mencerminkan tanggung jawab, kompetensi, dan kompleksitas pekerjaan. Struktur ini sering pula disebut sebagai sistem penggajian berjenjang yang memiliki rentang nilai upah minimum, tengah, hingga maksimum untuk setiap level jabatan. Struktur gaji memungkinkan perusahaan mengelola biaya tenaga kerja, menetapkan standar pembayaran yang transparan, serta memberikan pertimbangan objektif dalam pemberian imbalan finansial kepada pekerja. ([Lihat sumber Disini - criterionhcm.com])
Secara lebih luas lagi, struktur gaji juga menggambarkan framework internal yang merinci hubungan antara berbagai tingkatan jabatan dan besaran kompensasi yang sesuai untuk setiap tingkatan tersebut. Hal ini penting untuk menciptakan kejelasan dalam peningkatan karier, promosi, serta mekanisme kenaikan gaji. ([Lihat sumber Disini - davidsonmorris.com])
Definisi Struktur Gaji dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gaji didefinisikan sebagai imbalan atau upah yang diterima oleh seseorang atas pekerjaan yang dilakukan. Meskipun KBBI tidak secara khusus menyusun definisi lengkap untuk “struktur gaji”, penggabungan konsep gaji dengan struktur merujuk pada susunan atau pola sistematis dari berbagai tingkat upah yang diterima oleh pekerja sesuai dengan jabatan dan kualifikasi masing-masing. Link asli KBBI dapat diakses untuk definisi istilah “gaji”. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Definisi Struktur Gaji Menurut Para Ahli
Para ahli SDM dan manajemen memberikan definisi struktur gaji sebagai berikut:
-
Manajemen SDM menyatakan bahwa struktur gaji adalah hierarki dari berbagai jabatan yang dihubungkan dengan rentang upah tertentu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan organisasi dalam menarik dan mempertahankan tenaga kerja yang kompeten. ([Lihat sumber Disini - nscpolteksby.ac.id])
-
Kartika & Indrawan (2020) dalam studi tentang struktur dan skala upah menjelaskan struktur gaji sebagai mekanisme yang mendukung penetapan kompensasi secara adil dan kompetitif berdasarkan evaluasi jabatan serta survei pasar tenaga kerja. ([Lihat sumber Disini - inobis.org])
-
Azzahra (2023) menekankan perlunya struktur gaji yang adil untuk meningkatkan kinerja dan loyalitas pekerja di sektor UKM. ([Lihat sumber Disini - e-journal.naureendigition.com])
-
Luthfi (2024) menegaskan bahwa struktur dan skala upah sesuai Permenaker 1/2017 merupakan dasar pelaksanaan pengupahan dan berkontribusi pada keadilan pekerja dan daya saing perusahaan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
Dengan melihat definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa struktur gaji tidak hanya mencakup angka angka upah, tetapi juga sistem nilai pekerjaan yang terintegrasi secara internal dan eksternal dalam sebuah organisasi. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
Prinsip-Prinsip Penyusunan Struktur Gaji
Penyusunan struktur gaji bukan sekadar menetapkan angka upah, melainkan harus mengikuti prinsip-prinsip tertentu agar efektif, adil, dan relevan dengan kebutuhan organisasi dan tenaga kerja.
1. Keadilan Internal (Internal Equity)
Keadilan internal adalah prinsip bahwa pekerja dalam organisasi harus menerima kompensasi yang adil berdasarkan kontribusi, tanggung jawab, dan kompleksitas pekerjaan masing-masing. Internal equity memastikan bahwa dua karyawan dengan pekerjaan yang setara mendapatkan upah yang sebanding, tanpa diskriminasi yang tidak berdasar. Hal ini penting untuk menghindari konflik, demotivasi, dan perasaan tidak adil di antara karyawan. ([Lihat sumber Disini - figures.hr])
2. Keadilan Eksternal (External Competitiveness)
Prinsip ini menekankan posisi gaji perusahaan relatif terhadap perusahaan lain di pasar tenaga kerja. Struktur gaji harus mempertimbangkan data survei pasar sehingga upah yang ditawarkan kompetitif dan mampu menarik serta mempertahankan talenta terbaik. Jika gaji terlalu rendah dibanding pesaing, perusahaan akan kesulitan mempertahankan pekerja berkompeten. ([Lihat sumber Disini - indeed.com])
3. Transparansi dan Objektivitas
Proses penyusunan struktur gaji harus didasari pada metode yang objektif seperti evaluasi jabatan, job grading, dan penilaian kontribusi. Hal ini membantu memperjelas tolok ukur pemberian upah serta membangun kepercayaan antara manajemen dan pekerja. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
4. Konsistensi dengan Regulasi Nasional
Dalam konteks Indonesia, struktur gaji harus mematuhi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah serta peraturan terkait seperti upah minimum provinsi/ kabupaten. Penyusunan struktur harus mempertimbangkan aturan tersebut. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
5. Fleksibilitas dan Responsivitas Terhadap Perubahan
Struktur gaji harus dirancang agar dapat disesuaikan dengan perubahan ekonomi, pasar tenaga kerja, dan dinamika organisasi. Hal ini memungkinkan perusahaan memperbarui struktur upah secara berkala untuk menjaga daya saing dan keadilan. ([Lihat sumber Disini - cipd.org])
Prinsip-prinsip di atas harus menjadi landasan dalam penyusunan struktur gaji untuk memastikan sistem pengupahan yang profesional, adil, dan strategis. ([Lihat sumber Disini - criterionhcm.com])
Sistem Pengupahan dalam Organisasi
Sistem pengupahan adalah keseluruhan cara perusahaan memberikan kompensasi kepada pekerja sebagai imbalan atas jasa dan kontribusi mereka. Sistem ini mencakup berbagai komponen, mulai dari gaji pokok, tunjangan, insentif, bonus hingga manfaat lainnya yang terkait dengan kinerja dan loyalitas kerja.
Komponen Utama Sistem Pengupahan
-
Gaji Pokok: Kompensasi dasar yang diterima pekerja setiap periode kerja berdasarkan jabatan atau kualifikasi pekerjaan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
-
Tunjangan Tetap: Tambahan gaji yang diberikan secara rutin seperti tunjangan jabatan, tunjangan pendidikan, dan tunjangan keluarga. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
-
Insentif dan Bonus: Kompensasi variabel yang diberikan berdasarkan kinerja individu atau organisasi untuk mendorong produktivitas. ([Lihat sumber Disini - ihrci.org])
-
Manfaat Non-Finansial: Lingkungan kerja, kesempatan pengembangan karier, dan benefit lain yang berkontribusi pada kesejahteraan pekerja. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
Model-Model Sistem Pengupahan
Dalam praktiknya, sistem pengupahan dapat berbentuk:
-
Upah berdasarkan waktu: Seperti gaji per bulan berdasarkan jam kerja atau hari kerja. ([Lihat sumber Disini - sejurnal.com])
-
Upah berbasis hasil (Piece rate): Sistem di mana pekerja dibayar berdasarkan jumlah hasil pekerjaan yang diselesaikan. ([Lihat sumber Disini - sejurnal.com])
-
Upah berbasis kinerja: Seperti komisi atau bonus yang bergantung pada pencapaian target tertentu. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Peran Sistem Pengupahan
Sistem pengupahan yang efektif memegang peranan penting dalam:
-
Meningkatkan motivasi dan keterlibatan pekerja. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
-
Mengurangi turnover dan meningkatkan loyalitas. ([Lihat sumber Disini - capital.stiesemarang.ac.id])
-
Menjamin kepatuhan hukum terkait hak pekerja. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
-
Menjaga keseimbangan biaya produksi dengan standar kompensasi. ([Lihat sumber Disini - inobis.org])
Dengan demikian, sistem pengupahan bukan hanya soal angka gaji, tetapi juga mencakup struktur yang mendukung tujuan strategis organisasi dan kesejahteraan pekerja secara komprehensif. ([Lihat sumber Disini - cipd.org])
Struktur Gaji dan Keadilan Internal
Keadilan internal dalam struktur gaji adalah prinsip yang menjamin bahwa setiap pekerja mendapatkan kompensasi yang adil sesuai dengan kontribusi dan nilai pekerjaan mereka dalam organisasi. Prinsip ini penting untuk menjaga motivasi, mengurangi konflik, dan memastikan hubungan industrial yang harmonis.
Aspek-Aspek Keadilan Internal
-
Evaluasi Jabatan yang Konsisten: Proses evaluasi jabatan harus dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan tanggung jawab, keterampilan, dan dampak pekerjaan terhadap tujuan organisasi. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
-
Komparabilitas Pekerjaan yang Setara: Pekerjaan yang memiliki tingkat kompleksitas dan tanggung jawab yang sama harus diberi kompensasi yang setara. ([Lihat sumber Disini - figures.hr])
-
Transparansi dalam Pengambilan Keputusan: Kebijakan gaji harus jelas dan komunikatif kepada pekerja agar tidak menimbulkan persepsi diskriminasi. ([Lihat sumber Disini - sejurnal.com])
Dampak Ketidakadilan Internal
Jika struktur gaji tidak dirancang dengan memperhatikan internal equity, organisasi dapat menghadapi berbagai masalah seperti:
-
Penurunan motivasi kerja. ([Lihat sumber Disini - capital.stiesemarang.ac.id])
-
Konflik internal dan klaim diskriminasi. ([Lihat sumber Disini - figures.hr])
-
Turnover karyawan yang tinggi. ([Lihat sumber Disini - capital.stiesemarang.ac.id])
Mekanisme Penciptaan Keadilan Internal
Organisasi dapat menciptakan keadilan internal melalui:
-
Evaluasi pekerjaan berbasis job grading atau point system yang objektif. ([Lihat sumber Disini - capital.stiesemarang.ac.id])
-
Audit internal secara berkala terhadap struktur gaji agar tetap relevan dengan perubahan jabatan dan kontribusi pekerjaan. ([Lihat sumber Disini - cipd.org])
Melalui mekanisme tersebut, perusahaan dapat memastikan keseimbangan internal dan mempertahankan pekerja secara efektif. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
Struktur Gaji dan Daya Saing Eksternal
Daya saing eksternal mengacu pada seberapa kompetitif struktur gaji perusahaan dibandingkan dengan struktur gaji di pasar tenaga kerja atau industri yang sama. Hal ini sangat penting dalam konteks menarik dan mempertahankan talenta terbaik.
Benchmarking Gaji di Pasar Tenaga Kerja
Organisasi perlu melakukan survei gaji atau benchmarking untuk mengetahui standar gaji di industri atau wilayah tertentu. Survei ini membantu menentukan apakah kompensasi yang ditawarkan berada di tingkat yang kompetitif atau tidak. ([Lihat sumber Disini - inobis.org])
Pengaruh Daya Saing Eksternal
-
Meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menarik talenta: gaji yang kompetitif membuat perusahaan lebih menarik di mata pencari kerja. ([Lihat sumber Disini - indeed.com])
-
Mengurangi turnover: pekerja cenderung bertahan jika merasa gaji perusahaan sebanding atau lebih baik daripada pesaing. ([Lihat sumber Disini - capital.stiesemarang.ac.id])
-
Meningkatkan produktivitas dan loyalitas: kompensasi yang kompetitif dapat meningkatkan keterlibatan pekerja. ([Lihat sumber Disini - capital.stiesemarang.ac.id])
Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan dalam Daya Saing Eksternal
-
**Posisi perusahaan dalam pasar industri terkait. ([Lihat sumber Disini - indeed.com])
-
**Kondisi ekonomi makro dan tren upah. ([Lihat sumber Disini - cipd.org])
-
**Peraturan ketenagakerjaan nasional. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
Dengan penyesuaian eksternal dan internal yang seimbang, organisasi dapat menciptakan struktur gaji yang efektif dan berdaya saing tinggi di pasar tenaga kerja. ([Lihat sumber Disini - figures.hr])
Evaluasi dan Penyesuaian Struktur Gaji
Evaluasi struktur gaji adalah proses berkala untuk memastikan bahwa struktur gaji masih relevan dengan kondisi internal organisasi dan eksternal pasar tenaga kerja. Proses ini penting untuk menjaga keadilan, daya saing, dan efektivitas sistem pengupahan.
Metode Evaluasi Struktur Gaji
-
Analisis Gap Internal: membandingkan kompensasi aktual dengan standar internal untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian atau ketidakadilan. ([Lihat sumber Disini - cipd.org])
-
Benchmarking Eksternal: membandingkan struktur gaji perusahaan dengan standar industri atau pesaing untuk menentukan apakah kompensasi yang diberikan kompetitif. ([Lihat sumber Disini - indeed.com])
-
Audit Kebijakan dan Regulasi: memastikan bahwa struktur gaji tetap mematuhi peraturan ketenagakerjaan dan kebijakan nasional. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])
Penyesuaian Struktur Gaji
Penyesuaian biasanya dilakukan ketika:
-
**Perubahan dalam kondisi ekonomi atau inflasi. ([Lihat sumber Disini - cipd.org])
-
**Perubahan pasar tenaga kerja. ([Lihat sumber Disini - inobis.org])
-
**Perubahan struktural organisasi. ([Lihat sumber Disini - cipd.org])
Penyesuaian yang tepat membantu perusahaan tetap kompetitif dan mempertahankan tenaga kerja yang berkualitas. ([Lihat sumber Disini - indeed.com])
Kesimpulan
Struktur gaji adalah elemen penting dalam manajemen SDM yang mencerminkan kebijakan organisasi untuk menetapkan kompensasi yang adil dan kompetitif. Secara umum, struktur gaji adalah sistem hierarki yang menjelaskan rentang upah untuk setiap level pekerjaan, bertujuan untuk memastikan internal equity dan daya saing eksternal. Penyusunan struktur gaji harus memperhatikan prinsip keadilan internal, eksternal, transparansi, serta konsistensi dengan regulasi yang berlaku. Sistem pengupahan mencakup berbagai komponen seperti gaji pokok, tunjangan, insentif, dan manfaat lainnya yang saling terkait dengan produktivitas dan motivasi karyawan. Evaluasi dan penyesuaian struktur gaji secara berkala memastikan sistem tetap relevan dengan perubahan internal dan eksternal. Dengan struktur gaji yang tepat dan kompetitif, organisasi dapat menarik dan mempertahankan talenta terbaik, meningkatkan kinerja SDM, serta menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.