Terakhir diperbarui: 01 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 1 February). Kerusakan Struktur: Konsep, Klasifikasi Kerusakan, dan Penyebab Teknis. SumberAjar. Retrieved 1 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kerusakan-struktur-konsep-klasifikasi-kerusakan-dan-penyebab-teknis  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kerusakan Struktur: Konsep, Klasifikasi Kerusakan, dan Penyebab Teknis - SumberAjar.com

Kerusakan Struktur: Konsep, Klasifikasi Kerusakan, dan Penyebab Teknis

Pendahuluan

Kerusakan struktur adalah fenomena yang sering terjadi dalam bangunan dan infrastruktur. Struktur bangunan merupakan komponen utama yang menanggung beban dan menjamin keamanan serta fungsionalitas suatu fasilitas. Ketika struktur mengalami kerusakan, keselamatan penghuni dan kinerja bangunan menjadi berisiko tinggi. Kerusakan struktur dapat disebabkan oleh kombinasi faktor teknis, beban operasi, kondisi lingkungan, atau kesalahan perencanaan dan konstruksi. Mengetahui konsep, klasifikasi, serta penyebab teknis kerusakan struktur merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan, deteksi dini, evaluasi, dan perbaikan yang efektif. Artikel ini membahas pengertian kerusakan struktur dari berbagai perspektif, klasifikasi kerusakan, kerusakan akibat beban dan lingkungan, penyebab teknis kerusakan, dampaknya terhadap kinerja struktur, serta metode evaluasi dan identifikasi kerusakan struktur secara komprehensif berdasarkan literatur ilmiah dan penelitian terkini. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])


Definisi Kerusakan Struktur

Definisi Kerusakan Struktur Secara Umum

Kerusakan struktur pada bangunan adalah kondisi di mana elemen-elemen yang membentuk sistem struktur tidak lagi berfungsi secara normal untuk menahan beban yang dirancang. Kondisi ini mencakup berkurangnya kemampuan elemen struktur dalam menahan tekanan, lentur, geser, atau beban dinamis sehingga terjadi deformasi, retak, atau bahkan kegagalan total. Kerusakan struktur dapat terjadi dalam berbagai tingkatan, mulai dari ringan sampai berat dalam skala global pada bangunan. Penelitian di bidang teknik sipil sering menghubungkan kerusakan ini dengan perubahan kondisi fisik elemen struktur akibat beban berlebih, degradasi material, atau faktor lain yang berkaitan dengan penggunaan bangunan secara terus-menerus. ([Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id])

Definisi Kerusakan Struktur Dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah “rusak” berarti sudah tidak sempurna atau tidak utuh lagi, tidak bekerja sebagaimana mestinya, atau hancur/binasanya suatu benda atau sistem. Dalam konteks struktur bangunan, “kerusakan” berarti kondisi di mana struktur tidak lagi mampu bekerja secara utuh dan efektif sesuai fungsi perancangan semula. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Kerusakan Struktur Menurut Para Ahli

  1. Menurut Janizar dan Kurniawan dalam observasi kerusakan struktur bangunan, kerusakan struktural dibagi menjadi tingkat ringan, sedang, dan berat berdasarkan lebar retak dan penurunan kemampuan struktural. Kerusakan ringan ditandai dengan retak halus; kerusakan sedang dengan retak menyebar; dan kerusakan berat ditandai hilangnya kemampuan struktur secara signifikan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id])

  2. Dalam pedoman keinsinyuran bangunan, kerusakan struktur adalah kehilangan kemampuan elemen struktur untuk menopang beban sesuai dengan desain akibat deformasi, patah, atau kegagalan bagian struktural lainnya. ([Lihat sumber Disini - ejournal.upi.edu])

  3. N. P. Rahmaddi (2021) menggolongkan kerusakan struktur berdasarkan tingkat parahnya: dari retakan kecil sampai kerusakan berat yang menyebabkan sebagian besar elemen struktur gagal. ([Lihat sumber Disini - repository.ubt.ac.id])

  4. Jurnal lain menegaskan bahwa kerusakan struktural tidak hanya terkait deformasi visual tetapi juga penurunan kapasitas beban yang terukur melalui inspeksi dan evaluasi kondisi fisik elemen. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.poliban.ac.id])


Klasifikasi Kerusakan Struktur

Kerusakan struktur dapat diklasifikasikan untuk tujuan diagnosis, pemeliharaan, dan perbaikan. Berdasarkan klasifikasi yang banyak digunakan dalam literatur teknik sipil, kerusakan struktur dibagi menjadi beberapa kelompok: berdasarkan tingkat keparahan, lokasi elemen, penyebab, dan dampaknya terhadap struktur.

Berdasarkan Tingkat Keparahan

Kerusakan struktur dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan utama:

Berdasarkan Lokasi Elemen

Kerusakan juga sering diklasifikasikan menurut lokasi elemen yang terdampak:

Berdasarkan Penyebab Terjadinya


Kerusakan Akibat Beban dan Lingkungan

Beban dan kondisi lingkungan adalah faktor utama yang sering menyebabkan kerusakan struktur sepanjang umur bangunan.

Kerusakan Akibat Beban
Beban yang bekerja pada struktur bangunan bisa dari berbagai sumber. Beban mati merupakan berat dari struktur itu sendiri, sementara beban hidup adalah beban variabel yang diakibatkan oleh aktivitas penggunaan bangunan. Beban angin atau gempa juga memberi kontribusi signifikan dalam kerusakan struktur, terutama di wilayah rawan gempa seperti Indonesia. Ketika beban melebihi kapasitas desain atau terjadi beban dinamis berulang, retakan dan deformasi bisa muncul pada elemen struktural yang menyebabkan penurunan performa struktur. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

Kerusakan Akibat Lingkungan
Kondisi lingkungan seperti kelembaban tinggi, paparan kimia agresif, atau cuaca ekstrem mempercepat degradasi material, seperti korosi pada baja tulangan atau karbonasi pada beton. Selain itu, faktor tanah seperti perubahan muka air tanah atau erosi dapat mempengaruhi stabilitas fondasi dan menyebabkan penurunan tidak merata. Lingkungan gempa di Indonesia menambah ancaman beban horizontal signifikan yang perlu diperhitungkan untuk mencegah kerusakan serius. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])


Penyebab Teknis Kerusakan Struktur

Kerusakan struktur bukan hanya akibat beban dan lingkungan, tetapi juga bermula dari faktor teknis dalam perencanaan, desain, dan konstruksi. Beberapa penyebab teknis utama meliputi:

Kesalahan Perencanaan dan Desain
Dalam perencanaan struktur, perhitungan yang kurang akurat atau tidak sesuai standar dapat menyebabkan beban yang diterima elemen struktur tidak didukung oleh kapasitas desain yang memadai. Kurangnya perhitungan beban gempa atau beban dinamis sering menjadi penyebab utama kerusakan pada bangunan di wilayah gempa. ([Lihat sumber Disini - sihojurnal.com])

Kualitas Material dan Konstruksi
Material yang tidak sesuai spesifikasi dan kualitas pelaksanaan yang buruk seperti pengikatan tulangan kurang rapat atau beton dengan mutu rendah dapat mempercepat kegagalan elemen struktur. Kesalahan ini akan mengurangi kekuatan dan ketahanan struktur terhadap beban yang bekerja. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

Kesalahan Pelaksanaan Konstruksi
Ketidaktepatan dalam pekerjaan konstruksi seperti sambungan yang tidak tepat, dimensi tidak sesuai gambar kerja, atau pengawasan yang kurang intensif sering mengakibatkan cacat struktural yang kemudian berkembang menjadi kerusakan besar. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])


Dampak Kerusakan terhadap Kinerja Struktur

Kerusakan struktur memiliki dampak besar terhadap kinerja fungsional dan keselamatan bangunan. Kerusakan bisa mempengaruhi distribusi beban, daya dukung elemen, dan kenyamanan penghuni. Kerusakan berat bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa jika struktur runtuh atau tidak lagi memenuhi persyaratan layak fungsi. Selain itu, biaya pemeliharaan dan perbaikan meningkat seiring bertambahnya tingkat kerusakan, terutama jika kerusakan tidak segera terdeteksi dan diperbaiki. ([Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id])


Evaluasi dan Identifikasi Kerusakan Struktur

Evaluasi kondisi struktur secara periodik sangat penting untuk mendeteksi kerusakan sejak dini. Metode evaluasi struktur melibatkan inspeksi visual, pengukuran deformasi, dan penggunaan metode non-destruktif untuk mengetahui kerusakan internal yang tidak terlihat mata. Identifikasi yang akurat membantu menentukan prioritas pemeliharaan dan perbaikan serta mencegah kerusakan kecil berkembang menjadi kerusakan besar atau kegagalan struktural. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.poliban.ac.id])


Kesimpulan

Kerusakan struktur adalah kondisi yang mengurangi kemampuan elemen struktural untuk menopang beban dan bekerja sesuai desain. Berdasarkan definisi umum, KBBI, dan pandangan ahli, kerusakan struktur dapat terjadi dalam berbagai tingkatan dan klasifikasi yang berbeda. Penyebab utama kerusakan mencakup beban berlebih, kondisi lingkungan yang agresif, kesalahan perencanaan, kualitas material yang buruk, hingga pelaksanaan konstruksi yang tidak tepat. Dampak kerusakan terhadap kinerja struktur sangat signifikan, mulai dari penurunan fungsi sampai ancaman keselamatan. Oleh karena itu, evaluasi dan identifikasi kerusakan secara berkala penting dilakukan untuk menjaga keselamatan serta umur struktur bangunan secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kerusakan struktur adalah kondisi menurunnya kemampuan elemen struktur bangunan dalam menahan beban dan menjalankan fungsinya sesuai dengan perencanaan awal akibat faktor teknis, lingkungan, atau kesalahan konstruksi.

Kerusakan struktur diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan (ringan, sedang, berat), lokasi elemen struktur yang rusak, serta penyebab terjadinya seperti beban berlebih, degradasi material, dan kesalahan konstruksi.

Penyebab utama kerusakan struktur meliputi kesalahan perencanaan dan desain, kualitas material yang tidak memenuhi standar, kesalahan pelaksanaan konstruksi, beban berlebih, serta pengaruh lingkungan seperti kelembaban dan korosi.

Kerusakan struktur dapat menurunkan kinerja bangunan, mengurangi kenyamanan dan keamanan penghuni, meningkatkan biaya perbaikan, serta berpotensi menyebabkan kegagalan struktur atau keruntuhan.

Evaluasi dan identifikasi kerusakan struktur dilakukan melalui inspeksi visual, pengujian non-destruktif, pengukuran deformasi, serta analisis kondisi elemen struktur untuk menentukan tingkat kerusakan dan kebutuhan perbaikan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Klasifikasi: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Klasifikasi: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Analisis Klasifikasi Data: Pengertian dan Contoh Analisis Klasifikasi Data: Pengertian dan Contoh SPK Pemetaan Kerusakan Jalan SPK Pemetaan Kerusakan Jalan Kualitas Data Mortalitas Kualitas Data Mortalitas Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Kekakuan Struktur: Konsep, Respons Deformasi, dan Perilaku Elastis Kekakuan Struktur: Konsep, Respons Deformasi, dan Perilaku Elastis Asteroid: Konsep Klasifikasi, Orbit, dan Potensi Bahaya Asteroid: Konsep Klasifikasi, Orbit, dan Potensi Bahaya Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Mutu Beton: Konsep, Klasifikasi Kekuatan, dan Standar Mutu Mutu Beton: Konsep, Klasifikasi Kekuatan, dan Standar Mutu Getaran Struktur: Konsep, Frekuensi Alami, dan Respons Dinamik Getaran Struktur: Konsep, Frekuensi Alami, dan Respons Dinamik Jenis Penelitian: Klasifikasi, Ciri, dan Contoh Jenis Penelitian: Klasifikasi, Ciri, dan Contoh Analisis Diskriminan: Pengertian dan Penerapan Analisis Diskriminan: Pengertian dan Penerapan Respons Dinamik Struktur: Konsep, Getaran Alami, dan Analisis Waktu Respons Dinamik Struktur: Konsep, Getaran Alami, dan Analisis Waktu Sistem Web Arsip Digital Sistem Web Arsip Digital Beban Gempa: Konsep, Respons Dinamik, dan Pengaruh Seismik Beban Gempa: Konsep, Respons Dinamik, dan Pengaruh Seismik Perilaku Struktur Baja: Konsep, Sifat Material, dan Kestabilan Elemen Perilaku Struktur Baja: Konsep, Sifat Material, dan Kestabilan Elemen Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Faktor Keamanan Struktur: Konsep, Filosofi Desain, dan Margin Keselamatan Faktor Keamanan Struktur: Konsep, Filosofi Desain, dan Margin Keselamatan Luka Dekubitus: Tingkatan dan Pencegahannya Luka Dekubitus: Tingkatan dan Pencegahannya Ketepatan Kode Tindakan Medis Ketepatan Kode Tindakan Medis
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…