
Kualitas Informasi Edukasi Kesehatan
Pendahuluan
Informasi edukasi kesehatan merupakan elemen penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat, terutama di era digital di mana informasi tersebar luas melalui berbagai media. Edukasi kesehatan yang berkualitas mampu memperkuat literasi kesehatan, meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat, serta mengarahkan masyarakat pada perilaku yang lebih baik dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Sementara itu, informasi yang tidak akurat atau kurang kredibel dapat memicu miskonsepsi, perilaku berisiko, bahkan menghambat upaya pencegahan penyakit di komunitas. Kualitas informasi kesehatan yang baik bukan hanya sekadar memenuhi rasa ingin tahu masyarakat, tetapi juga menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat dalam konteks kesehatan individu dan komunitas. Pendekatan kesehatan masyarakat modern menekankan pentingnya penyampaian informasi yang valid, terpercaya, dan relevan agar masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat edukasi yang maksimal dalam meningkatkan derajat kesehatannya. [Lihat sumber Disini - jamsi.jurnal-id.com]
Definisi Kualitas Informasi Edukasi Kesehatan
Definisi Kualitas Informasi Edukasi Kesehatan Secara Umum
Secara umum, kualitas informasi edukasi kesehatan merujuk pada seberapa baik suatu informasi kesehatan memenuhi kebutuhan pengguna, terutama dalam hal akurasi, relevansi, keterpercayaan, dan kemudahan pemahaman. Informasi berkualitas adalah yang benar secara ilmiah, mengikuti perkembangan ilmu kesehatan, disampaikan dengan bahasa yang jelas, dan dapat dipahami oleh audiens luas termasuk masyarakat umum. Dalam konteks kesehatan masyarakat, informasi semacam ini membantu meningkatkan pengetahuan, memfasilitasi pencegahan penyakit, serta menekan kesalahan interpretasi atas pesan kesehatan yang disampaikan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Kualitas Informasi Edukasi Kesehatan dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “kualitas” diartikan sebagai mutu atau derajat yang menunjukkan baik atau buruknya sesuatu. Sedangkan informasi kesehatan adalah data atau pesan terkait kesehatan yang disusun sedemikian rupa untuk memberikan pemahaman kepada penerima. Bila digabungkan, kualitas informasi edukasi kesehatan di KBBI dapat dimaknai sebagai mutu atau derajat baik-buruknya pesan kesehatan yang disampaikan untuk tujuan edukasi kesehatan, mencakup kebenaran, kejelasan, dan relevansinya terhadap kebutuhan pembaca atau pendengar. (Sumber: KBBI Online [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])
Definisi Kualitas Informasi Edukasi Kesehatan Menurut Para Ahli
-
Majed Al-Jefri & Ghezzi (2018), Kualitas informasi kesehatan adalah ukuran seberapa baik informasi itu dapat dipercaya, akurat, jelas, lengkap, serta relevan dengan konteks kebutuhan pengguna. Ini juga mencakup aspek etika penyampaian informasi, seperti keterbukaan sumber serta kejujuran dalam penyampaian konten. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Hossein Ghalavand & Abdolahad Nabiolahi (2024), Kualitas informasi kesehatan meliputi sejumlah kriteria yang dinilai penting oleh para ahli, termasuk akurasi, kredibilitas, dan reliabilitas konten terutama pada media sosial sekalipun. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
-
Y Sun et al. (2019), Kualitas informasi kesehatan digital diukur dari kemampuan pesan tersebut memberikan informasi yang benar secara ilmiah dan dapat diandalkan oleh konsumen untuk membantu pengambilan keputusan terkait kesehatan. [Lihat sumber Disini - jmir.org]
-
Besiki Stvilia et al. (2009), Kualitas informasi kesehatan dalam konteks konsumsi daring didefinisikan melalui beberapa kriteria termasuk akurasi, kepercayaan, keterandalan, dan objektivitas informasi. [Lihat sumber Disini - myweb.fsu.edu]
Kriteria Informasi Edukasi Kesehatan yang Berkualitas
Informasi edukasi kesehatan dikatakan berkualitas jika memenuhi sejumlah kriteria yang telah diidentifikasi dalam literatur ilmiah. Beberapa kriteria utama tersebut meliputi:
-
Akurasi (Accuracy), Informasi harus benar secara faktual, konsisten dengan bukti ilmiah terkini, dan tidak memuat kesalahan medis. Menurut penelitian kuat dalam evaluasi kualitas informasi kesehatan daring, akurasi merupakan salah satu dimensi paling penting dalam penilaian informasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
-
Kredibilitas (Credibility), Sumber informasi harus dapat dipercaya, termasuk ditulis oleh ahli di bidangnya seperti tenaga kesehatan profesional atau lembaga kesehatan bereputasi. Kredibilitas juga ditentukan oleh pelaporan metode ilmiah dan referensi yang jelas dari literatur kesehatan yang terverifikasi. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
-
Relevansi (Relevance), Informasi harus sesuai dengan konteks kebutuhan audiens, yaitu menyampaikan pesan yang berguna dan aplikatif untuk situasi kesehatan spesifik yang dihadapi pembaca. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Keterbacaan dan Kejelasan (Clarity and Understandability), Informasi harus disampaikan dengan bahasa yang jelas, tidak ambigu, dan mudah dipahami oleh masyarakat umum tanpa kehilangan akurasi. Banyak penelitian menunjukkan bahwa keterbacaan adalah penentu penting efektivitas edukasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - jmir.org]
-
Tanggal dan Kebaruan (Currency), Informasi harus mencantumkan tanggal publikasi atau pembaruan sehingga pengguna tahu bahwa konten tersebut mencerminkan pengetahuan kesehatan terbaru. [Lihat sumber Disini - jmir.org]
-
Objektivitas (Objectivity), Informasi harus bebas dari bias komersial atau promosi produk kesehatan tertentu secara tersembunyi, sehingga fokus pada pendidikan dan pencegahan. [Lihat sumber Disini - dl.acm.org]
Sumber Informasi Kesehatan yang Digunakan Masyarakat
Masyarakat saat ini memperoleh informasi kesehatan dari berbagai sumber, baik tradisional maupun digital. Sumber-sumber yang umum digunakan mencakup:
-
Tenaga Kesehatan Langsung, Konsultasi dengan dokter, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya masih dianggap sebagai sumber paling dapat diandalkan karena keakuratan dan kesesuaiannya dengan kondisi individu. [Lihat sumber Disini - jmir.org]
-
Situs Resmi Organisasi Kesehatan, Laman seperti WHO, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan jurnal ilmiah bereputasi memberikan informasi berbasis bukti yang sangat bermanfaat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Media Sosial & Platform Online, Banyak orang mencari informasi kesehatan melalui media sosial karena mudah diakses; namun ada tantangan dalam membedakan konten yang berkualitas dari yang tidak. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
-
Aplikasi Mobile Health (mHealth), Aplikasi kesehatan yang terverifikasi oleh lembaga kesehatan dapat memberikan edukasi yang relevan mengenai pencegahan penyakit serta manajemen kondisi kronis. [Lihat sumber Disini - jurnal.iik.ac.id]
-
Keluarga dan Teman, Interaksi sosial masih menjadi jalur penting dalam penyebaran informasi kesehatan, terutama di komunitas lokal. [Lihat sumber Disini - myweb.fsu.edu]
Kejelasan, Akurasi, dan Relevansi Informasi
Kualitas informasi pendidikan kesehatan sangat bergantung pada tiga komponen fundamental:
-
Kejelasan memastikan pesan kesehatan tidak ambigu dan mudah dipahami oleh audiens dengan berbagai latar belakang pendidikan. Ketidakjelasan dapat memicu kesalahpahaman dan tindakan yang salah terkait kesehatan. [Lihat sumber Disini - jmir.org]
-
Akurasi menuntut konten yang disampaikan sesuai dengan bukti ilmiah terbaru dan standar praktik medis. Informasi yang akurat membantu individu membuat keputusan yang tepat mengenai pencegahan penyakit, pengobatan, dan pemeliharaan kesehatan. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
-
Relevansi memastikan bahwa informasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan spesifik audiens, seperti kondisi kesehatan lokal, budaya masyarakat, bahasa yang digunakan, serta tahapan umur atau risiko kesehatan tertentu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Ketiga aspek ini saling terkait: informasi yang jelas tetapi tidak akurat tetap tidak berguna, dan informasi yang akurat tetapi tidak relevan juga dapat gagal mencapai tujuan edukatif. Oleh karena itu, kualitas informasi dipastikan optimal jika seluruh komponen tersebut terpenuhi dalam konten edukasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - dl.acm.org]
Dampak Kualitas Informasi terhadap Perilaku Kesehatan
Kualitas informasi edukasi kesehatan yang baik memiliki dampak signifikan terhadap perilaku kesehatan masyarakat. Informasi yang valid dan terpercaya dapat meningkatkan literasi kesehatan, mendorong perubahan perilaku menuju praktik hidup sehat, serta memperkuat pencegahan penyakit. Misalnya, studi tentang penggunaan mobile health menunjukkan bahwa persepsi kualitas informasi yang tinggi berkontribusi pada peningkatan penggunaan aplikasi kesehatan yang efektif dalam pencegahan stunting. [Lihat sumber Disini - jurnal.iik.ac.id]
Sebaliknya, informasi yang buruk atau tidak tepat dapat memperkuat mitos kesehatan, menyebarkan misinformation, dan mendorong perilaku yang berpotensi berbahaya. Misalnya, konten kesehatan yang tidak akurat di media sosial sering kali dikaitkan dengan meningkatnya kebingungan dan ketidakpercayaan terhadap praktik medis berbasis bukti. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Selain itu, peningkatan kualitas informasi kesehatan juga dapat berdampak positif pada keputusan pengobatan pasien, keterlibatan dalam program pencegahan, dan pemanfaatan layanan kesehatan yang lebih tepat waktu. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas informasi edukasi kesehatan tidak hanya berdampak pada pengetahuan, tetapi juga pada tindakan nyata dalam menjaga kesehatan individu dan masyarakat. [Lihat sumber Disini - jmir.org]
Peran Tenaga Kesehatan dalam Penyampaian Informasi
Tenaga kesehatan memiliki peran sentral dalam memastikan kualitas informasi edukasi kesehatan:
-
Sebagai Sumber Utama Informasi yang Terpercaya, Tenaga kesehatan memberikan edukasi langsung berdasarkan bukti ilmiah, serta menjelaskan implikasinya bagi individu dengan cara yang sesuai dengan kondisi pasien. [Lihat sumber Disini - jmir.org]
-
Sebagai Evaluator dan Filter Konten Digital, Dengan meningkatnya penggunaan internet untuk mencari informasi kesehatan, tenaga kesehatan berperan memandu pasien dalam membedakan informasi berkualitas dari yang tidak. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
-
Mengadaptasi dan Menyampaikan Informasi dalam Format yang Tepat, Tenaga kesehatan dapat menggunakan alat komunikasi modern (seperti infografis, video edukatif, dan media sosial profesional) untuk menyampaikan pesan yang relevan dan mudah dipahami. [Lihat sumber Disini - academicjournal.yarsi.ac.id]
-
Penguat Literasi Kesehatan Komunitas, Melalui kegiatan penyuluhan, seminar, dan program komunitas, tenaga kesehatan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengevaluasi informasi kesehatan secara kritis serta mengadopsi perilaku sehat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Kesimpulan
Kualitas informasi edukasi kesehatan adalah faktor krusial dalam upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta mendorong perilaku sehat. Informasi yang berkualitas harus akurat, kredibel, relevan, jelas, dan sesuai dengan kebutuhan audiens. Sumber informasi kesehatan mencakup tenaga kesehatan profesional, situs resmi lembaga kesehatan, aplikasi mobile health, media sosial, serta jaringan interpersonal. Aspek kejelasan, akurasi, dan relevansi informasi saling melengkapi dan memengaruhi perilaku kesehatan, sementara tenaga kesehatan berperan penting dalam menyediakan, memverifikasi, dan menyampaikan informasi tersebut. Dengan adanya informasi edukasi kesehatan yang berkualitas, masyarakat akan lebih siap menghadapi tantangan kesehatan secara individu maupun kolektif.