Terakhir diperbarui: 14 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 14 January). Pelatihan Karyawan: Konsep, Pengembangan Kompetensi, dan Kinerja. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pelatihan-karyawan-konsep-pengembangan-kompetensi-dan-kinerja  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pelatihan Karyawan: Konsep, Pengembangan Kompetensi, dan Kinerja - SumberAjar.com

Pelatihan Karyawan: Konsep, Pengembangan Kompetensi, dan Kinerja

Pendahuluan

Organisasi modern menyadari bahwa sumber daya manusia merupakan aset paling penting yang menentukan kesuksesan operasional dan strategis perusahaan. Dalam konteks persaingan global dan dinamika industri yang cepat berubah, perusahaan dituntut untuk tidak hanya merekrut karyawan berkualitas tetapi juga mengoptimalkan kemampuan mereka melalui pelatihan yang tepat. Pelatihan karyawan bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan daya saing organisasi secara keseluruhan. Dengan desain program pelatihan yang efektif, perusahaan dapat menjawab tantangan perubahan teknologi, tuntutan pelanggan, dan tren pasar yang terus berkembang, sehingga karyawan tidak hanya mampu memenuhi tuntutan pekerjaannya saat ini tetapi juga mendukung pertumbuhan masa depan organisasi. ([Lihat sumber Disini - e-journal.uniflor.ac.id])


Definisi Pelatihan Karyawan

Definisi Pelatihan Karyawan Secara Umum

Pelatihan karyawan umumnya dipahami sebagai suatu proses pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pekerja dalam melaksanakan tugas tertentu. Proses ini biasanya dilakukan melalui serangkaian kegiatan terstruktur dengan tujuan untuk mentransformasikan kemampuan karyawan agar lebih siap dalam menghadapi tuntutan pekerjaan. Pelatihan berfokus pada peningkatan keterampilan teknis maupun perilaku kerja sehingga produktivitas kerja meningkat secara signifikan. ([Lihat sumber Disini - workhuman.com])

Definisi Pelatihan Karyawan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pelatihan dapat diartikan sebagai proses, cara, atau perbuatan melatih; latihan secara sistematis untuk meningkatkan kemampuan tertentu. Dengan kata lain, pelatihan bukan sekadar edukasi teoritis, tetapi latihan praktis yang bertujuan meningkatkan kompetensi kerja karyawan dalam situasi nyata pekerjaan. (Catatan KBBI diakses melalui laman resmi KBBI online)

Definisi Pelatihan Karyawan Menurut Para Ahli

Berdasarkan kajian akademik dan sumber HRM:

  • Gomes (2003) menyatakan bahwa pelatihan adalah segala usaha untuk meningkatkan kompetensi seseorang dalam melakukan pekerjaan tertentu sehingga dapat meningkatkan kualitas kinerjanya. ([Lihat sumber Disini - ejournal.arimbi.or.id])

  • Dessler (2020) menjelaskan pelatihan sebagai proses memperoleh keterampilan yang dibutuhkan agar karyawan mampu melaksanakan tugasnya secara efektif dalam organisasi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.arimbi.or.id])

  • Noe (2020) memaparkan pelatihan sebagai upaya terencana organisasi untuk menciptakan pembelajaran yang meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku kerja karyawan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.arimbi.or.id])

  • Garry Dessler dan pendapat lain dalam literatur HRM mengatakan bahwa pelatihan merupakan prosedur untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam menghadapi tuntutan pekerjaan secara efektif. ([Lihat sumber Disini - scribd.com])


Tujuan dan Manfaat Pelatihan Karyawan

Pelatihan karyawan memiliki berbagai tujuan strategis dalam konteks manajemen sumber daya manusia. Tujuan utama pelatihan adalah meningkatkan kemampuan individual sehingga mendukung pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Berikut tujuan dan manfaat pelatihan:

Tujuan Pelatihan Karyawan

  1. Meningkatkan kompetensi dan keterampilan pekerja: Pelatihan membantu karyawan memiliki keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sehingga mampu bekerja lebih efisien dan efektif. ([Lihat sumber Disini - ejournal.arimbi.or.id])

  2. Mengurangi kesenjangan kompetensi: Pelatihan berperan dalam mengisi gap antara kemampuan aktual karyawan dan kemampuan yang dibutuhkan organisasi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.mediaakademik.com])

  3. Meningkatkan fleksibilitas dan adaptasi terhadap perubahan: Dengan pelatihan berkelanjutan, karyawan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan dinamika industri. ([Lihat sumber Disini - jurnal.mediaakademik.com])

Manfaat Pelatihan bagi Organisasi


Jenis-Jenis Program Pelatihan Karyawan

Program pelatihan karyawan hadir dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Pelatihan On-the-Job

Pelatihan on-the-job dilakukan langsung di tempat kerja dengan menggunakan alat, teknologi, dan situasi nyata pekerjaan. Metode ini memungkinkan karyawan memperoleh pengalaman praktis secara langsung. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Pelatihan Off-the-Job

Jenis pelatihan ini dilakukan di luar pekerjaan sehari-hari, misalnya melalui seminar, workshop, atau kursus yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tanpa tekanan tugas harian. ([Lihat sumber Disini - workhuman.com])

Pelatihan Teknis dan Soft Skills

Selain pelatihan teknis seperti kemampuan menggunakan alat atau software tertentu, organisasi juga menyelenggarakan pelatihan soft skills seperti komunikasi efektif, kepemimpinan, dan kerja tim. ([Lihat sumber Disini - jurnal.mediaakademik.com])


Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi

Pelatihan tidak hanya meningkatkan keterampilan kerja jangka pendek tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan kompetensi jangka panjang. Kompetensi mencakup pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan untuk menghasilkan kinerja unggul dalam pekerjaan. Program pelatihan yang efektif dirancang berdasarkan analisis kebutuhan kompetensi individu dan organisasi, sehingga mampu mempercepat peningkatan kapabilitas SDM secara menyeluruh. ([Lihat sumber Disini - jurnal.mediaakademik.com])


Pelatihan Karyawan dan Peningkatan Kinerja

Penelitian ilmiah menunjukkan hubungan positif antara pelatihan karyawan dengan peningkatan kinerja kerja. Program pelatihan yang disusun secara sistematis mampu:


Evaluasi Efektivitas Pelatihan Karyawan

Evaluasi efektivitas pelatihan penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelatihan memberikan hasil yang diharapkan. Penelitian menunjukkan bahwa evaluasi ini membantu organisasi:

Metode evaluasi dapat berupa survei peserta, wawancara, observasi langsung di tempat kerja, hingga penggunaan indikator kinerja tertentu yang menunjukkan dampak pelatihan terhadap output kerja. ([Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net])


Kesimpulan

Pelatihan karyawan merupakan elemen strategis dalam manajemen sumber daya manusia yang bertujuan meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan kinerja kerja karyawan secara berkelanjutan. Pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan organisasi membantu menutup gap kompetensi, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan kontribusi individu terhadap pencapaian tujuan organisasi. Evaluasi efektivitas pelatihan menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa investasi perusahaan dalam sumber daya manusia menghasilkan dampak nyata terhadap kualitas kerja dan daya saing organisasi di era modern. Dengan demikian, pelatihan karyawan bukan sekadar aktivitas administratif, tetapi merupakan pondasi utama untuk menciptakan organisasi yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pelatihan karyawan adalah proses pembelajaran yang dirancang secara sistematis untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja karyawan agar mampu melaksanakan tugas secara efektif dan mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Tujuan utama pelatihan karyawan adalah meningkatkan kompetensi kerja, mengurangi kesenjangan keterampilan, meningkatkan produktivitas, serta mempersiapkan karyawan agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan lingkungan kerja.

Manfaat pelatihan karyawan bagi perusahaan antara lain peningkatan kinerja dan produktivitas kerja, kualitas hasil kerja yang lebih baik, penurunan tingkat kesalahan kerja, serta penguatan daya saing organisasi secara jangka panjang.

Jenis-jenis program pelatihan karyawan meliputi pelatihan on-the-job, pelatihan off-the-job, pelatihan teknis, pelatihan soft skills, serta pelatihan berbasis teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Pelatihan karyawan memiliki hubungan yang erat dengan kinerja kerja karena peningkatan keterampilan dan kompetensi melalui pelatihan dapat mendorong karyawan bekerja lebih efektif, efisien, dan berkualitas.

Evaluasi efektivitas pelatihan penting untuk mengetahui sejauh mana pelatihan mencapai tujuan yang ditetapkan, mengukur peningkatan kompetensi karyawan, serta menjadi dasar perbaikan dan pengembangan program pelatihan selanjutnya.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kinerja Karyawan: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Kerja Kinerja Karyawan: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Kerja Sistem Informasi Kontrol Tugas Karyawan Sistem Informasi Kontrol Tugas Karyawan Employee Engagement: Konsep, Keterikatan Kerja, dan Kinerja Employee Engagement: Konsep, Keterikatan Kerja, dan Kinerja SPK Penilaian Kinerja Karyawan SPK Penilaian Kinerja Karyawan Sistem Informasi Monitoring Karyawan WFH Sistem Informasi Monitoring Karyawan WFH SPK Pengelolaan Jadwal Shift Karyawan SPK Pengelolaan Jadwal Shift Karyawan Turnover Intention: Konsep, Faktor Penyebab, dan Dampak Organisasi Turnover Intention: Konsep, Faktor Penyebab, dan Dampak Organisasi Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian SPK Promosi Jabatan Karyawan SPK Promosi Jabatan Karyawan Persepsi Keadilan dalam Organisasi Persepsi Keadilan dalam Organisasi Kompetensi Sosial: Konsep dan Indikator Kompetensi Sosial: Konsep dan Indikator Disiplin Kerja: Konsep, Faktor Pembentuk, dan Pengaruh Kinerja Disiplin Kerja: Konsep, Faktor Pembentuk, dan Pengaruh Kinerja Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh Kompetensi Petugas Rekam Medis Kompetensi Petugas Rekam Medis Komitmen Organisasional: Konsep, Dimensi Komitmen, dan Loyalitas Komitmen Organisasional: Konsep, Dimensi Komitmen, dan Loyalitas Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Apoteker Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Apoteker Motivasi Kerja: Konsep, Teori Motivasi, dan Penerapan Manajerial Motivasi Kerja: Konsep, Teori Motivasi, dan Penerapan Manajerial Kepuasan Kerja: Konsep, Faktor Psikologis, dan Implikasi Organisasi Kepuasan Kerja: Konsep, Faktor Psikologis, dan Implikasi Organisasi Sistem Informasi Penilaian Kinerja Guru Sistem Informasi Penilaian Kinerja Guru Gaya Kepemimpinan: Konsep, Tipe Kepemimpinan, dan Dampaknya Gaya Kepemimpinan: Konsep, Tipe Kepemimpinan, dan Dampaknya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…