Terakhir diperbarui: 28 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 28 December). Risiko Overdosis Obat: Konsep, Kesadaran Pasien, dan Pencegahan. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/risiko-overdosis-obat-konsep-kesadaran-pasien-dan-pencegahan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Risiko Overdosis Obat: Konsep, Kesadaran Pasien, dan Pencegahan - SumberAjar.com

Risiko Overdosis Obat: Konsep, Kesadaran Pasien, dan Pencegahan

Pendahuluan

Overdosis obat merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia. Kejadian ini tidak hanya menyangkut penggunaan obat terlarang, tetapi juga obat resep dan obat bebas yang dikonsumsi secara berlebihan atau tidak tepat. Dampak dari overdosis obat dapat sangat berat, mulai dari gangguan fungsi organ hingga kematian, serta menimbulkan beban sosial-ekonomi yang tinggi bagi individu dan sistem kesehatan. Menurut tinjauan WHO dan berbagai sumber medis, lebih dari setengah juta kematian setiap tahun disebabkan oleh penggunaan narkoba dan overdosis, dengan sebagian besar terkait opioid dan obat-obat lain yang disalahgunakan.[Lihat sumber Disini - issup.net]


Definisi Risiko Overdosis Obat

Definisi Risiko Overdosis Obat Secara Umum

Risiko overdosis obat merujuk pada kemungkinan terjadinya kondisi berbahaya atau fatal ketika seseorang mengonsumsi obat dalam jumlah yang melebihi dosis yang direkomendasikan atau aman. Hal ini dapat terjadi baik secara tidak sengaja maupun disengaja, dan efeknya bisa mencakup gangguan organ, gangguan sistem saraf, serta berujung pada kerusakan permanen atau kematian. Overdosis bukan hanya melibatkan obat ilegal, tetapi juga obat resep seperti opioid, benzodiazepin, dan obat umum seperti parasetamol jika dikonsumsi melebihi batas aman.[Lihat sumber Disini - alodokter.com]

Definisi Risiko Overdosis Obat dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), overdosis adalah kondisi akibat mengonsumsi sesuatu (biasanya obat) secara berlebihan, sehingga jumlah yang masuk ke dalam tubuh melebihi dosis yang dianjurkan dan dapat menimbulkan efek berbahaya atau toksik. (Catatan: Bisa diverifikasi langsung di situs resmi KBBI).

Definisi Risiko Overdosis Obat Menurut Para Ahli

  1. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan overdosis obat sebagai kondisi di mana jumlah zat beracun yang dikonsumsi melebihi kapasitas metabolisme tubuh sehingga menyebabkan efek sistemik yang merugikan, termasuk kerusakan organ tubuh atau kematian.[Lihat sumber Disini - issup.net]

  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan overdosis sebagai kejadian toksik akut akibat pemakaian obat yang berlebihan, baik karena kesalahan dosis, penggunaan campuran obat, maupun penyalahgunaan bahan farmakologis lainnya.[Lihat sumber Disini - cdc.gov]

  3. Bohnert et al. (2017) menyatakan overdosis sebagai pengalaman akut keracunan obat yang melibatkan paparan zat berlebih yang dapat menimbulkan risiko klinis serius, termasuk gangguan pernapasan dan gagal organ.[Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Raffa et al. (2022) dalam studi komunitas mencatat bahwa risiko overdosis meningkat saat berbagai jenis obat digunakan secara bersamaan (polysubstance use) yang mendalamkan efek toksik dalam tubuh.[Lihat sumber Disini - ojs.stieamkop.ac.id]


Faktor Risiko Terjadinya Overdosis

Overdosis dapat dipicu oleh beragam faktor yang saling berkaitan. Pemahaman terhadap faktor-faktor ini penting untuk upaya pencegahan.

  1. Toleransi tubuh yang rendah terhadap obat tertentu sehingga dosis normal pun dapat menjadi toksik.[Lihat sumber Disini - alodokter.com]

  2. Penggunaan obat lebih dari satu jenis sekaligus (polysubstance use) yang meningkatkan risiko interaksi toksik.[Lihat sumber Disini - ojs.stieamkop.ac.id]

  3. Perubahan toleransi setelah periode tanpa obat, misalnya setelah perawatan atau masa rehabilitasi sehingga penggunaan kembali dosis lama menjadi berbahaya.[Lihat sumber Disini - mass.gov]

  4. Kondisi kesehatan yang mendasari seperti penyakit hati, gangguan pernapasan, atau gangguan metabolik yang mengurangi kemampuan tubuh memproses obat.[Lihat sumber Disini - mass.gov]

  5. Usia lanjut yang secara fisiologis lebih rentan terhadap efek obat.[Lihat sumber Disini - mass.gov]

  6. Riwayat overdosis sebelumnya juga meningkatkan peluang terulangnya kejadian serupa.[Lihat sumber Disini - mass.gov]

  7. Kurangnya edukasi pasien tentang dosis, efek samping, dan risiko penggunaan obat. Studi menunjukkan bahwa pasien yang tidak memahami penggunaan obat berisiko mengalami kesalahan dosis dan komplikasi serius.[Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesosi.ac.id]


Tanda dan Gejala Overdosis Obat

Overdosis obat dapat menunjukkan berbagai tanda dan gejala klinis yang mencerminkan gangguan sistem tubuh. Beberapa di antaranya termasuk:

Reaksi ini dapat bervariasi tergantung jenis obat yang dikonsumsi, durasi dan jumlah yang terlibat, serta kondisi medis individu. Selalu perlu penanganan medis segera bila mencurigai gejala-gejala tersebut muncul.


Tingkat Kesadaran Pasien terhadap Dosis Obat

Kesadaran pasien mengenai dosis obat merupakan faktor penting dalam mencegah overdosis. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kurangnya edukasi tentang aturan pakai obat dan ketidakpahaman terhadap risiko efek samping dapat menyebabkan kesalahan dosis dan gangguan kesehatan. Edukasi yang tepat terkait dosis, frekuensi, potensi efek samping, interaksi obat, dan tanda peringatan overdosis sangat berperan dalam meningkatkan kepatuhan dan keselamatan terapi.[Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesosi.ac.id]

Kesadaran ini juga mencakup pemahaman risiko saat menggunakan lebih dari satu obat sekaligus, terutama bagi pasien yang mengonsumsi obat resep bersama obat bebas tanpa konsultasi medis. Program edukasi bagi pasien secara signifikan mengurangi kesalahan penggunaan obat dan komplikasi yang terkait, termasuk overdosis.


Dampak Overdosis terhadap Kesehatan

Overdosis obat dapat menimbulkan dampak jangka pendek dan jangka panjang yang serius.

  1. Kerusakan organ vital, seperti hati pada overdosis parasetamol akibat toksisitas metabolit reaktif yang mengakibatkan gagal hati jika tidak ditangani segera.[Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Gangguan pernapasan yang parah, terutama setelah overdosis opioid yang dapat menyebabkan kematian jika tidak segera mendapat bantuan medis.[Lihat sumber Disini - my.clevelandclinic.org]

  3. Masalah jantung, seperti henti jantung dan aritmia, yang dapat terjadi akibat overdosis berbagai obat termasuk stimulan dan depresan.[Lihat sumber Disini - klikdokter.com]

  4. Dampak neurologis, seperti koma, kerusakan otak akibat kurangnya oksigen, dan gangguan mental jangka panjang.

  5. Beban psikososial pada individu, keluarga, dan komunitas termasuk stigma, biaya perawatan, serta kehilangan produktivitas.


Strategi Pencegahan Overdosis Obat

Pencegahan overdosis obat merupakan upaya multifaset yang mencakup edukasi, sistem kesehatan, dan kebijakan publik:

  1. Edukasi pasien secara intensif tentang penggunaan obat yang benar, termasuk dosis, jadwal, durasi penggunaan, serta risiko efek samping dan interaksi.[Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesosi.ac.id]

  2. Monitoring resep obat melalui program yang mengikuti resep pasien untuk mencegah akumulasi obat berbahaya.[Lihat sumber Disini - cdc.gov]

  3. Penggunaan naloksone sebagai obat pembalik overdosis opioid yang efektif dalam menyelamatkan nyawa jika diberikan pada waktu yang tepat.[Lihat sumber Disini - cdc.gov]

  4. Promosi praktik panggilan darurat dan program edukasi komunitas tentang pengenalan tanda overdosis dan respons cepat.[Lihat sumber Disini - cdc.gov]

  5. Kolaborasi layanan kesehatan dan keselamatan masyarakat untuk mengidentifikasi risiko populasi dan merancang intervensi yang efektif dalam pencegahan overdosis.[Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Kesimpulan

Risiko overdosis obat adalah masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dengan definisi yang jelas baik secara umum maupun menurut ahli. Faktor-faktor risiko mencakup toleransi individu, penggunaan obat ganda, kondisi medis, dan rendahnya tingkat kesadaran pasien mengenai obat yang dikonsumsi. Tanda dan gejala overdosis dapat bervariasi namun sering berhubungan dengan gangguan fungsi pernapasan, perubahan kesadaran, dan gangguan sistem tubuh lainnya. Tingkat kesadaran pasien terhadap dosis obat sangat penting untuk meminimalkan kejadian overdosis. Dampak overdosis bisa sangat serius, mulai dari kerusakan organ hingga kematian. Strategi pencegahan yang efektif melibatkan edukasi pasien, pemantauan terapi, akses terhadap obat pembalik overdose, serta kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan keselamatan penggunaan obat.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Risiko overdosis obat adalah kemungkinan terjadinya efek berbahaya atau toksik akibat penggunaan obat dalam jumlah melebihi dosis yang dianjurkan atau aman, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan organ, penurunan kesadaran, hingga kematian.

Faktor risiko overdosis obat meliputi penggunaan obat lebih dari satu jenis secara bersamaan, kesalahan dosis, kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan hati dan ginjal, usia lanjut, rendahnya tingkat pemahaman pasien terhadap aturan pakai obat, serta riwayat overdosis sebelumnya.

Tanda dan gejala overdosis obat dapat berupa penurunan kesadaran, napas melambat atau sesak, mual dan muntah hebat, kejang, denyut jantung tidak teratur, serta perubahan warna kulit. Gejala dapat berbeda tergantung jenis obat yang dikonsumsi.

Kesadaran pasien terhadap dosis obat penting untuk mencegah kesalahan penggunaan, interaksi obat yang berbahaya, dan overdosis. Pasien yang memahami aturan pakai dan risiko obat cenderung lebih patuh dan aman dalam menjalani terapi.

Overdosis obat dapat menyebabkan kerusakan organ seperti hati dan ginjal, gangguan pernapasan, gangguan jantung, kerusakan otak akibat kekurangan oksigen, hingga kematian. Dampak jangka panjang juga dapat memengaruhi kualitas hidup pasien.

Pencegahan overdosis obat dapat dilakukan melalui edukasi pasien tentang penggunaan obat yang benar, kepatuhan terhadap resep, pemantauan terapi obat, konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat tambahan, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya overdosis.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Tingkat Kesadaran Pasien tentang Overdosis Obat Tingkat Kesadaran Pasien tentang Overdosis Obat Tingkat Pemahaman Pasien terhadap Informasi Obat Tingkat Pemahaman Pasien terhadap Informasi Obat Interaksi Obat: Pengertian dan Contoh Interaksi Obat: Pengertian dan Contoh Respon Pasien terhadap Edukasi Obat Respon Pasien terhadap Edukasi Obat Rasionalitas Penggunaan Obat Rasionalitas Penggunaan Obat Keamanan Penggunaan Obat Selama Puasa Keamanan Penggunaan Obat Selama Puasa Evaluasi Interaksi Obat pada Pasien Multimorbid Evaluasi Interaksi Obat pada Pasien Multimorbid Persepsi Pasien terhadap Obat Lepas Lambat Persepsi Pasien terhadap Obat Lepas Lambat Pola Penggunaan Obat pada Pasien Rawat Inap Pola Penggunaan Obat pada Pasien Rawat Inap Pemahaman Informasi Obat: Konsep, Literasi Pasien, dan Keselamatan Pemahaman Informasi Obat: Konsep, Literasi Pasien, dan Keselamatan Penggunaan Obat Rasional: Konsep, Prinsip Terapi, dan Implikasi Penggunaan Obat Rasional: Konsep, Prinsip Terapi, dan Implikasi Pengaruh Minuman Bersoda terhadap Efektivitas Obat Pengaruh Minuman Bersoda terhadap Efektivitas Obat Konseling Obat di Apotek Konseling Obat di Apotek Edukasi Obat: Konsep, Efektivitas, dan Tantangan Implementasi Edukasi Obat: Konsep, Efektivitas, dan Tantangan Implementasi Efektivitas Pelabelan Obat terhadap Kepatuhan Efektivitas Pelabelan Obat terhadap Kepatuhan Risiko Interaksi Obat pada Lansia Risiko Interaksi Obat pada Lansia Pengetahuan Pasien terhadap Efek Obat Pengetahuan Pasien terhadap Efek Obat Efek Interaksi Obat terhadap Terapi Hipertensi Efek Interaksi Obat terhadap Terapi Hipertensi Interaksi Obat: Konsep, Risiko Klinis, dan Pencegahan Interaksi Obat: Konsep, Risiko Klinis, dan Pencegahan Penggunaan Obat Tanpa Resep Penggunaan Obat Tanpa Resep
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…