
Tata Kelola Kesehatan: Konsep, Akuntabilitas, dan Kualitas Pelayanan
Pendahuluan
Sektor kesehatan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sebuah bangsa karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat dan hak dasar setiap individu untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu dan adil. Dalam era modern, tidak cukup hanya menyediakan layanan medis; tata kelola sistem kesehatan yang baik menjadi syarat mutlak agar pelayanan kesehatan berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga dapat meningkatkan kepercayaan publik serta mendorong keberlanjutan sistem kesehatan itu sendiri.
Tata kelola kesehatan seringkali menjadi sorotan dalam upaya perbaikan kualitas pelayanan, efisiensi penggunaan sumber daya, serta pencegahan penyalahgunaan wewenang. Di tengah kompleksitas tantangan global seperti pandemi dan disparitas akses layanan kesehatan, kemampuan tata kelola dalam menjawab kebutuhan tersebut semakin penting. Artikel ini membahas tata kelola kesehatan secara komprehensif mulai dari konsep dasar, prinsip akuntabilitas dan transparansi, peran regulasi, hubungan dengan kualitas pelayanan, tantangan yang dihadapi, hingga implikasinya terhadap kepercayaan publik.
Definisi Tata Kelola Kesehatan
Definisi Tata Kelola Kesehatan Secara Umum
Tata kelola kesehatan secara umum merujuk pada sistem proses, struktur, dan mekanisme yang mengatur bagaimana sebuah sistem kesehatan dikelola dan dipantau untuk mencapai tujuan kesehatan nasional. Governance dalam konteks kesehatan mencakup hubungan antara institusi pemerintah, penyedia layanan, pasien, masyarakat, sektor swasta, serta pihak lainnya sehingga keputusan dan tindakan yang diambil dapat menyejahterakan masyarakat secara luas. [Lihat sumber Disini - who.int]
Definisi Tata Kelola Kesehatan dalam KBBI
Istilah “governance” sendiri berasal dari konsep umum tata kelola yang berarti rangkaian proses, fungsi, aturan, dan norma yang mengarahkan dan mengendalikan tindakan dalam sebuah organisasi atau sistem. KBBI memuat kata “tata kelola” sebagai bentuk pengaturan dan pengendalian terhadap seluruh aspek organisasi yang bertujuan mencapai tujuan organisasi tersebut secara efektif dan efisien. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Definisi Tata Kelola Kesehatan Menurut Para Ahli
-
World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa health systems governance adalah proses, struktur, dan institusi yang ada untuk mengawasi dan mengelola sistem kesehatan suatu negara, termasuk keterlibatan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, penyedia layanan, pasien, masyarakat sipil, dan sektor swasta. [Lihat sumber Disini - who.int]
-
Khosravi dkk. (2023) menyatakan bahwa tata kelola sistem kesehatan mencakup prinsip-prinsip seperti partisipasi, transparansi, akuntabilitas, responsivitas, etika, pemerataan, efisiensi, dan aturan hukum yang semuanya penting untuk meningkatkan kinerja sistem kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Marif dkk. (2021) menekankan bahwa prinsip tata kelola yang baik dalam layanan kesehatan mencakup keterbukaan, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi yang berkaitan erat dengan hak konstitusional masyarakat atas layanan kesehatan yang berkualitas. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]
-
Harapan umum dalam literatur adalah bahwa tata kelola kesehatan berfokus pada bagaimana pengelolaan sumber daya, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab semua pemangku kepentingan diarahkan untuk mencapai mutu kesehatan yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - nature.com]
Prinsip Akuntabilitas dan Transparansi
Akuntabilitas dan transparansi merupakan dua prinsip utama yang sering dikaitkan dengan tata kelola kesehatan yang baik.
Akuntabilitas mengacu pada kewajiban suatu organisasi atau institusi untuk mempertanggungjawabkan setiap keputusan dan tindakan yang diambilnya kepada publik atau pemangku kepentingan terkait. Dalam konteks sistem kesehatan, akuntabilitas berarti penyedia layanan dan institusi kesehatan bertanggung jawab atas hasil pelayanan, penggunaan sumber daya, dan dampak keputusan mereka terhadap masyarakat. [Lihat sumber Disini - journal.unismuh.ac.id]
Transparansi berarti keterbukaan dalam semua tahapan pengelolaan dan pelayanan kesehatan, termasuk dalam penyusunan kebijakan, laporan kinerja, dan akses informasi bagi publik. Prinsip ini memungkinkan masyarakat untuk mengetahui proses pengambilan keputusan, penggunaan anggaran, serta hasil pelayanan kesehatan sehingga dapat memantau dan menilai kinerja sistem secara objektif. [Lihat sumber Disini - prosiding.arimbi.or.id]
Dalam sektor kesehatan, implementasi prinsip ini terbukti memengaruhi kualitas pelayanan karena akuntabilitas dan transparansi membantu mencegah penyalahgunaan wewenang, memperbaiki prosedur pelayanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - ejurnal.mercubuana-yogya.ac.id]
Peran Regulasi dalam Tata Kelola Kesehatan
Regulasi memainkan peran penting dalam menciptakan kerangka kerja yang memastikan praktik tata kelola kesehatan berjalan sesuai standar yang diharapkan. Regulasi dapat berupa undang-undang, peraturan pemerintah, pedoman teknis, standar pelayanan minimal, hingga mekanisme audit dan evaluasi.
Regulasi berfungsi menegaskan kewajiban penyedia layanan kesehatan, menetapkan standar mutu pelayanan, serta mengatur sanksi atas pelanggaran norma dan etika. Selain itu, regulasi juga menciptakan dasar hukum bagi pelaporan kinerja, pengawasan eksternal, serta perlindungan hak pasien. Dengan adanya peraturan yang jelas, keterlibatan institusi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan menjadi lebih terarah dan terukur.
Meski demikian, implementasi regulasi seringkali menghadapi tantangan seperti ketidakmerataan sumber daya, kompleksitas peraturan yang saling bertumpuk, serta resistensi terhadap perubahan dalam praktik pelayanan. Upaya harmonisasi regulasi dengan kebutuhan konteks lokal sering menjadi fokus dalam perbaikan tata kelola kesehatan.
Hubungan Tata Kelola dengan Kualitas Pelayanan
Tata kelola yang baik memiliki hubungan langsung dengan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat. Penelitian empiris menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip tata kelola, yang meliputi transparansi dan akuntabilitas, dapat meningkatkan efisiensi operasional, responsivitas terhadap kebutuhan pasien, serta keterlibatan semua pemangku kepentingan dalam perbaikan sistem. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Kualitas pelayanan kesehatan sendiri diukur dari kemampuan layanan untuk memenuhi harapan pasien, efektivitas perawatan, keselamatan pasien, dan kontinuitas layanan. Tata kelola yang kuat menciptakan lingkungan di mana standar pelayanan dipantau secara sistematis, data digunakan untuk evaluasi dan perbaikan, serta keputusan dibuat berdasarkan bukti dan kebutuhan populasi.
Pada tingkat fasilitas layanan, seperti rumah sakit, tata kelola yang baik membantu dalam mendefinisikan peran, tanggung jawab, serta mekanisme evaluasi kinerja sehingga hasil pelayanan dapat ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Semakin akuntabel dan transparan suatu lembaga, semakin besar kemungkinan kualitas layanan meningkat karena mekanisme kontrol sosial dan profesional yang efektif.
Tantangan Tata Kelola Kesehatan
Meskipun kerangka tata kelola kesehatan menawarkan banyak manfaat, implementasinya sering kali menghadapi berbagai tantangan signifikan.
Pertama, disparitas sumber daya antara daerah dan fasilitas kesehatan seringkali menyebabkan ketidakmerataan dalam kualitas tata kelola dan pelayanan. Fasilitas di daerah yang kurang sumber daya cenderung mengalami kesulitan menerapkan standar tata kelola yang optimal.
Kedua, hambatan struktural seperti tumpang tindih regulasi, kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan, serta mekanisme pengawasan yang lemah dapat mengurangi efektivitas tata kelola. Tanpa koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, fasilitas kesehatan, serta masyarakat, kebijakan tata kelola sering tidak berjalan sesuai tujuan.
Ketiga, tantangan budaya organisasi juga ikut memengaruhi implementasi tata kelola kesehatan. Budaya yang resistif terhadap transparansi atau kurangnya akuntabilitas internal dapat memperlambat reformasi yang diperlukan dalam organisasi layanan kesehatan.
Keempat, dalam beberapa kasus, kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengawasan pelayanan kesehatan membuat tata kelola kurang responsif terhadap kebutuhan publik.
Implikasi Tata Kelola terhadap Kepercayaan Publik
Kepercayaan publik adalah komponen penting dalam sistem kesehatan yang efektif. Ketika masyarakat melihat bahwa sistem kesehatan dikelola secara transparan, akuntabel, dan berdasarkan standar regulasi yang jelas, mereka cenderung lebih percaya pada lembaga kesehatan tersebut dan lebih aktif dalam menggunakan layanan yang tersedia.
Sebaliknya, apabila tata kelola kesehatan dianggap buruk, misalnya karena kurangnya transparansi dalam penggunaan anggaran atau lemahnya pertanggungjawaban atas layanan yang buruk, kepercayaan publik dapat menurun drastis. Kepercayaan yang rendah tidak hanya mengurangi keterlibatan masyarakat dalam program kesehatan tetapi juga dapat menghambat efektivitas program itu sendiri karena ketidakpastian terhadap manfaat yang diperoleh.
Oleh karena itu, meningkatkan tata kelola kesehatan juga merupakan investasi dalam membangun hubungan antara sistem kesehatan dan masyarakat, yang pada akhirnya mendorong perbaikan hasil kesehatan secara keseluruhan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, tata kelola kesehatan merupakan fondasi penting dalam pembangunan sistem kesehatan yang efektif, adil, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Tata kelola yang baik melibatkan prinsip-prinsip seperti transparansi, akuntabilitas, serta regulasi yang kuat untuk menjamin kualitas pelayanan. Hubungan antara tata kelola dan kualitas layanan terbukti signifikan karena tata kelola yang kuat menciptakan struktur pengambilan keputusan yang lebih baik, mekanisme pengawasan yang jelas, serta keterlibatan masyarakat dalam proses tersebut.
Meskipun menghadapi tantangan seperti disparitas sumber daya, hambatan struktural, dan budaya organisasi yang resistif, upaya perbaikan tata kelola kesehatan harus terus dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik yang bermutu dan adil. Implikasi dari tata kelola yang kuat tidak hanya meningkatkan mutu layanan tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan, yang merupakan syarat utama keberlanjutan sistem kesehatan di masa depan.