Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/tingkat-kepuasan-pasien-terhadap-pelayanan-keperawatan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan - SumberAjar.com

Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan

Pendahuluan

Dalam era modern pelayanan kesehatan, kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan memiliki peran sangat krusial sebagai indikator mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya. Pelayanan keperawatan bukan hanya mencakup aspek teknis medis, tetapi juga kualitas interaksi, komunikasi, kenyamanan, dan perhatian dari tenaga keperawatan. Oleh sebab itu, mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan penting untuk menjamin bahwa pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan, serta menjadi acuan untuk perbaikan mutu layanan dan peningkatan pengalaman pasien.

Kepuasan pasien berpengaruh tidak hanya pada penilaian instan terhadap perawatan, tapi juga pada loyalitas pasien, citra institusi, dan outcome pelayanan jangka panjang. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara komprehensif pengertian kepuasan pasien, indikatornya, faktor-faktor yang mempengaruhi, metode penilaian, dampak kepuasan bagi pelayanan rumah sakit, serta strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, yang semuanya didukung oleh bukti dari literatur ilmiah Indonesia.


Definisi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan

Definisi secara umum

Kepuasan pasien dapat dipahami sebagai “tingkat perasaan puas atau senang” pasien sebagai hasil dari perbandingan antara harapan terhadap pelayanan yang dibutuhkan dengan pelayanan yang dirasakan. Definisi ini menekankan aspek subjektif: bagaimana pasien menilai apakah pelayanan yang diterima sesuai atau memenuhi harapannya. [Lihat sumber Disini - ojs.dinamikakesehatan.unism.ac.id]

Definisi menurut KBBI

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), “kepuasan” didefinisikan sebagai suatu kondisi atau perasaan yang timbul ketika seseorang mendapatkan hasil atau pelayanan yang memenuhi keinginan atau kebutuhannya. Dalam konteks pelayanan kesehatan, kepuasan pasien berarti pelayanan kesehatan, termasuk keperawatan, terlaksana sesuai harapan atau kebutuhan pasien.

Definisi menurut para ahli

Berikut beberapa definisi dari para peneliti/ahli dalam literatur keperawatan dan pelayanan kesehatan:

  • Iwan Ardian, Nutrisia Nu’im Haiya & Intan Rismatul Azizah (2021) menyatakan bahwa kepuasan pasien merupakan hasil persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan keperawatan; ketika kualitas layanan baik, maka tingkat kepuasan meningkat. [Lihat sumber Disini - jurnal.unissula.ac.id]

  • Nur HidayaTulaisyah et al. (2022) dalam penelitian di RS Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung menyebut bahwa kepuasan pasien adalah reaksi evaluatif pasien terhadap mutu pelayanan keperawatan yang diterima selama rawat inap. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

  • Ilham Kurniadi et al. (2025) pada penelitian di Klinik Pratama Polres Tanjungpinang mendefinisikan kepuasan pasien sebagai ukuran keberhasilan pelayanan keperawatan berdasarkan persepsi pasien. [Lihat sumber Disini - ejurnal.stikeseub.ac.id]

  • Menurut studi terbaru di 2024 pada poliklinik pengguna JKN di puskesmas, definisi kepuasan pasien juga dikaitkan dengan kualitas pelayanan secara keseluruhan, termasuk aspek keandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]

Dengan demikian, kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dapat dipahami sebagai persepsi subjektif pasien terhadap kualitas asuhan keperawatan yang diterima, baik dari segi teknis, empati, komunikasi, maupun fasilitas pendukung.


Indikator Kepuasan Pelayanan Keperawatan

Dalam literatur pelayanan kesehatan, indikator kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan biasanya diukur melalui beberapa dimensi kualitas layanan yang sering merujuk pada model SERVQUAL, yaitu:

Ketika kelima dimensi ini terpenuhi dengan baik, pelayanan keperawatan umumnya dapat menghasilkan tingkat kepuasan pasien yang tinggi.


Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien

Banyak penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan keperawatan merupakan faktor utama yang memengaruhi kepuasan pasien. Berikut beberapa faktor dari literatur:


Metode Penilaian Kepuasan (Kuesioner, Survei, dll.)

Penilaian kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan umumnya dilakukan dengan menggunakan survei dan kuesioner, sering berbasis model SERVQUAL. Beberapa poin:

  • Studi di rumah sakit rawat inap dan poliklinik menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan kuesioner yang mencakup kelima dimensi kualitas layanan (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy). [Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id]

  • Teknik pengambilan sampel bisa purposive sampling, accidental sampling, atau quota sampling tergantung populasi dan setting layanan (rawat inap, rawat jalan, poliklinik, puskesmas). [Lihat sumber Disini - ojs.widyagamahusada.ac.id]

  • Data kemudian dianalisis secara kuantitatif, baik deskriptif maupun korelasional/statistik (misalnya analisis korelasi Pearson, regresi linier, Spearman’s rho) untuk mengetahui hubungan antara kualitas layanan keperawatan dengan kepuasan pasien. [Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id]

  • Dalam beberapa penelitian literatur review, kuesioner digabung dengan studi hasil sebelumnya untuk menggeneralisasi temuan tentang layanan keperawatan dan loyalitas pasien. [Lihat sumber Disini - jurnal.unissula.ac.id]

Metode survei dan kuesioner tetap menjadi alat utama karena memungkinkan pengumpulan data dari banyak pasien dalam waktu relatif singkat, serta memberikan ukuran kuantitatif terhadap persepsi subjektif.


Dampak Kepuasan terhadap Pelayanan Rumah Sakit

Kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan memiliki dampak luas bagi institusi pelayanan kesehatan, antara lain:

  • Jika pasien merasa puas, loyalitas pasien meningkat, ini penting terutama di rumah sakit swasta atau fasilitas yang mengandalkan kunjungan ulang serta reputasi. [Lihat sumber Disini - jurnal.unissula.ac.id]

  • Kepuasan pasien menjadi indikator kinerja dan mutu pelayanan; rumah sakit dapat menggunakan hasil penilaian kepuasan untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan dalam pelayanan keperawatan serta membuat perbaikan berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - repository.upnvj.ac.id]

  • Tingkat kepuasan yang rendah bisa menjadi sinyal masalah, misalnya fasilitas kurang baik, perawat kekurangan tenaga atau kurang kompeten, manajemen pelayanan kurang responsif, yang dapat merusak citra rumah sakit dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat. [Lihat sumber Disini - jurnal.institutkesehatanhermina.ac.id]

  • Sebaliknya, pelayanan keperawatan berkualitas dan kepuasan tinggi juga dapat meningkatkan outcome pelayanan: kepatuhan pasien terhadap perawatan, kemungkinan return kunjungan, serta reputasi positif. [Lihat sumber Disini - jurnal.unissula.ac.id]


Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Keperawatan

Berdasarkan temuan dalam literatur dan praktik pelayanan kesehatan, berikut beberapa strategi yang direkomendasikan untuk meningkatkan kepuasan pasien terhadap keperawatan:

  • Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme perawat melalui pelatihan, pendidikan lanjutan, dan pembinaan soft skill, terutama dalam aspek komunikasi dan empati.

  • Memastikan lingkungan fisik dan fasilitas pendukung (ruang perawatan, kebersihan, kenyamanan, sarana-prasarana) memenuhi standar agar aspek “tangibles” terpenuhi.

  • Mengoptimalkan ketanggapan dan kecepatan layanan: perawat responsif terhadap panggilan atau kebutuhan pasien, mengurangi waktu tunggu, mempercepat proses pelayanan.

  • Meningkatkan komunikasi dan relasi interpersonal perawat, pasien: memberikan informasi yang jelas, menjalin komunikasi empatik, menunjukkan perhatian dan respek terhadap pasien.

  • Melakukan evaluasi dan penilaian berkala terhadap kualitas layanan keperawatan via survei kepuasan pasien, kemudian menggunakan hasil itu sebagai dasar perbaikan layanan, secara terus-menerus.

  • Membangun manajemen mutu pelayanan terintegrasi di institusi kesehatan: mengatur alur pelayanan, distribusi perawat, fasilitas, kebijakan agar selalu konsisten dengan standar pelayanan kesehatan.


Contoh Hasil Penilaian Kepuasan Pasien

  • Dalam penelitian di rawat inap di sebuah rumah sakit, ditemukan bahwa kualitas pelayanan keperawatan dinilai “baik” oleh 72, 9% responden, dan tingkat kepuasan “puas” sebesar 71, 8%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang kuat (r = 0.876, p < 0, 001). Empati muncul sebagai faktor dominan. [Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id]

  • Di RS di Bandar Lampung pun, penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan keperawatan berhubungan signifikansi dengan kepuasan pasien. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

  • pada poliklinik yang melayani peserta JKN, apabila perawat dinilai memberikan pelayanan baik maka sebagian besar pasien melaporkan kepuasan, sebaliknya jika dinilai kurang baik, pasien cenderung tidak puas, menunjukkan signifikansi hubungan antara kualitas keperawatan dan kepuasan. [Lihat sumber Disini - genius.inspira.or.id]

  • Namun di satu penelitian di poliklinik rawat jalan dengan model SERVQUAL, rata-rata hasil kepuasan perawatan keperawatan berkisar di bawah standar pelayanan minimum (misalnya < 70% terhadap skor ideal), menunjukkan bahwa masih banyak ruang perbaikan. [Lihat sumber Disini - journals.stikim.ac.id]


Kesimpulan

Kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan merupakan aspek fundamental dalam menilai mutu pelayanan kesehatan. Pengertiannya melibatkan persepsi subjektif pasien terhadap kualitas layanan perawatan, mencakup aspek fasilitas, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Indikator-indikator tersebut penting untuk diukur secara sistematis melalui survei dan kuesioner. Banyak penelitian empiris di Indonesia menunjukkan bahwa kualitas pelayanan keperawatan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Oleh karena itu, rumah sakit dan fasilitas kesehatan perlu menerapkan strategi peningkatan pelayanan keperawatan secara komprehensif: dari kompetensi perawat, komunikasi interpersonal, fasilitas fisik, hingga manajemen mutu layanan. Dengan demikian, pelayanan keperawatan yang berkualitas tidak hanya meningkatkan kepuasan pasien, tetapi juga loyalitas, reputasi institusi, dan outcome pelayanan jangka panjang.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan adalah persepsi pasien mengenai kualitas asuhan yang diterima, baik dari aspek teknis, komunikasi, empati, maupun fasilitas pendukung. Kepuasan muncul ketika pelayanan yang diterima sesuai atau melampaui harapan pasien.

Indikator kepuasan pelayanan keperawatan meliputi bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan atau rasa aman (assurance), serta empati perawat terhadap pasien.

Faktor yang memengaruhi kepuasan pasien meliputi kompetensi perawat, komunikasi, empati, kecepatan pelayanan, kondisi fasilitas, kenyamanan lingkungan, serta manajemen pelayanan rumah sakit.

Penilaian kepuasan pasien dilakukan menggunakan kuesioner atau survei berbasis model SERVQUAL yang mengukur kualitas pelayanan keperawatan melalui lima dimensi utama: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.

Kepuasan pasien penting karena menjadi indikator mutu pelayanan, meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pasien, memperbaiki citra rumah sakit, serta berdampak pada keberhasilan terapi dan kepatuhan pasien.

Strategi peningkatan kepuasan pasien meliputi peningkatan kompetensi perawat, penguatan komunikasi dan empati, penyediaan fasilitas yang layak, meningkatkan kecepatan layanan, dan melakukan evaluasi berkala terhadap mutu pelayanan keperawatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Kepuasan Pasien terhadap Fasilitas Kesehatan Kepuasan Pasien terhadap Fasilitas Kesehatan Asuhan Keperawatan: Definisi, Tahapan, dan Contoh Asuhan Keperawatan: Definisi, Tahapan, dan Contoh Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Kepuasan Layanan Kesehatan: Konsep, Dimensi SERVQUAL, dan Evaluasi Mutu Kepuasan Layanan Kesehatan: Konsep, Dimensi SERVQUAL, dan Evaluasi Mutu Perubahan Pola Komunikasi Pasien Perubahan Pola Komunikasi Pasien Tingkat Kepuasan Pasien di Klinik Bersalin Tingkat Kepuasan Pasien di Klinik Bersalin Kepuasan Pasien terhadap Telemedicine Kepuasan Pasien terhadap Telemedicine Kualitas Pelayanan Puskesmas Kualitas Pelayanan Puskesmas Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Perilaku Caring dalam Keperawatan Perilaku Caring dalam Keperawatan Asuhan Keperawatan: Pengertian, Tahapan, dan Ruang Lingkup Praktik Asuhan Keperawatan: Pengertian, Tahapan, dan Ruang Lingkup Praktik Perilaku Caring Perawat: Makna dan Implikasi Pelayanan Perilaku Caring Perawat: Makna dan Implikasi Pelayanan Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Pelayanan Farmasi Berbasis Pasien: Konsep, Paradigma, dan Implementasi Pelayanan Farmasi Berbasis Pasien: Konsep, Paradigma, dan Implementasi Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…