Terakhir diperbarui: 15 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 15 February). Tata Kelola Sistem Informasi: konsep, pengendalian TI, dan kinerja organisasi. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/tata-kelola-sistem-informasi-konsep-pengendalian-ti-dan-kinerja-organisasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Tata Kelola Sistem Informasi: konsep, pengendalian TI, dan kinerja organisasi - SumberAjar.com

Tata Kelola Sistem Informasi: konsep, pengendalian TI, dan kinerja organisasi

Pendahuluan

Tata kelola sistem informasi merupakan bagian penting dari strategi organisasi modern dalam menghadapi dinamika dan tantangan di era digital. Perkembangan pesat teknologi informasi saat ini membuat organisasi wajib memahami bagaimana sistem informasi tidak hanya digunakan sebagai instrumen operasional, tetapi juga sebagai pendorong strategi organisasi agar tujuan dan hasil bisnis dapat dicapai secara optimal. Di era dimana data dan sistem informasi menjadi aset utama, tata kelola sistem informasi berperan sebagai fondasi agar investasi dalam teknologi, manajemen risiko, serta pengendalian internal dapat berjalan efektif dan efisien. Hal ini tidak hanya membantu organisasi dalam mengelola teknologi, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dengan tujuan strategis organisasi secara menyeluruh, sekaligus meminimalkan potensi risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])


Definisi Tata Kelola Sistem Informasi

Definisi Tata Kelola Sistem Informasi Secara Umum

Tata kelola sistem informasi, yang sering pula disebut sebagai IT governance atau governance of information systems, merujuk pada kerangka kerja formal yang digunakan organisasi untuk memastikan bahwa keputusan teknologi informasi selaras dengan tujuan organisasi secara keseluruhan. Konsep ini melibatkan struktur, proses, serta mekanisme kontrol yang memastikan penggunaan teknologi informasi yang efektif, manajemen risiko yang terkendali, serta pemantauan kinerja TI yang konsisten dalam mendukung strategi organisasi. Pada dasarnya, tata kelola sistem informasi bukan hanya soal teknologi itu sendiri, tetapi bagaimana teknologi dipandang sebagai bagian penting dari tata kelola organisasi secara keseluruhan, termasuk keterlibatan manajemen puncak, kebijakan, struktur organisasi, dan proses pengambilan keputusan yang berorientasi strategi. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Definisi Tata Kelola Sistem Informasi dalam KBBI

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah "tata kelola" merupakan gabungan dari kata “tata” yang berarti aturan atau sistem serta “kelola” yang berarti mengatur atau mengelola sesuatu. Secara konseptual, tata kelola sistem informasi dalam KBBI dapat dipahami sebagai keseluruhan aturan, struktur, kebijakan, dan proses yang digunakan untuk mengelola sistem informasi agar berjalan sesuai dengan rencana, mendukung fungsi organisasi, serta menghasilkan manfaat yang optimal berdasarkan tujuan yang ditetapkan organisasi. Definisi ini mempertegas aspek formal dan sistematis dari tata kelola yang mensyaratkan adanya kerangka kerja dan aturan yang jelas dalam pengelolaan sistem informasi organisasi. (Referensi KBBI langsung diakses melalui situs resmi KBBI dalam pencarian kata "tata kelola" dan "sistem informasi"). ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Definisi Tata Kelola Sistem Informasi Menurut Para Ahli

Menurut Pendapat Wim Van Grembergen, tata kelola TI adalah bagian dari corporate governance yang memastikan investasi teknologi informasi dapat sejalan dengan strategi perusahaan melalui struktur, proses, dan relasi yang tepat antara manajemen TI dan organisasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Jeanne W. Ross menjelaskan bahwa IT governance menyangkut penataan keputusan dan mekanisme kontrol agar sumber daya TI dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kinerja strategis organisasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Dalam artikel ilmiah oleh Syafariani (2023), tata kelola teknologi informasi didefinisikan sebagai proses kegiatan yang menjamin sistem TI beroperasi efisien, efektif, serta mendukung pencapaian tujuan organisasi melalui pengukuran, kontrol, dan evaluasi yang tepat. ([Lihat sumber Disini - journal.maranatha.edu])

Selain itu, definisi yang banyak digunakan dalam penelitian akademik menekankan bahwa tata kelola TI merupakan struktur formal yang mencakup kepemimpinan dan proses pengambilan keputusan untuk menjamin bahwa TI mendukung strategi organisasi secara proaktif. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])


Tujuan dan Prinsip Tata Kelola TI

Tujuan utama tata kelola sistem informasi adalah memastikan bahwa investasi TI selaras dengan strategi dan tujuan bisnis organisasi, memaksimalkan nilai yang dihasilkan dari penggunaan TI, serta memastikan bahwa risiko-risiko yang terkait dengan TI dapat diminimalkan melalui kontrol yang efektif. Tata kelola TI berupaya untuk mengoptimalkan proses pengambilan keputusan, meningkatkan transparansi operasional, serta memastikan akuntabilitas seluruh pemangku kepentingan dalam organisasi. Dengan tujuan yang jelas tersebut, organisasi mampu mengambil keputusan yang lebih terarah dalam merespons cepat perubahan teknologi dan tuntutan bisnis yang terus berkembang. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Prinsip tata kelola TI biasanya mencakup keselarasan strategis (alignment), pencapaian nilai tambah (value delivery), pengelolaan sumber daya (resource management), manajemen risiko (risk management), dan pengukuran kinerja (performance measurement). Keselarasan strategis memastikan bahwa strategi TI selaras dengan kebutuhan bisnis, sementara pencapaian nilai tambah menjamin setiap investasi TI memberikan keuntungan yang terukur bagi organisasi. Pengelolaan sumber daya memastikan pemanfaatan sumber daya TI secara efektif, dan manajemen risiko membantu organisasi mengidentifikasi serta mengendalikan risiko-risiko terkait teknologi. Terakhir, pengukuran kinerja menjadi alat untuk mengevaluasi keberhasilan tata kelola TI secara menyeluruh. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])


Pengendalian Teknologi Informasi

Pengendalian teknologi informasi adalah bagian integral dari tata kelola sistem informasi yang bertujuan untuk melindungi aset teknologi dari kerugian, kesalahan operasional, serta ancaman keamanan digital. Pengendalian ini mencakup kebijakan, prosedur, serta praktik yang menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan sistem informasi dalam organisasi. Kontrol seperti identifikasi risiko, audit sistem, manajemen akses, enkripsi data, serta pemantauan aktif menjadi komponen penting dalam menjaga stabilitas sistem TI. Pengendalian semacam ini diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh proses TI berjalan sesuai dengan standar operasional dan memitigasi segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu operasional organisasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Selain itu, pengendalian TI juga mencakup sistem audit internal yang berperan menguji dan mengevaluasi kebijakan TI, prosedur, serta kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan. Fungsi audit ini terbukti memberikan landasan yang kuat dalam memastikan bahwa semua kontrol TI tidak hanya diterapkan, tetapi dievaluasi secara berkala agar terus relevan terhadap perubahan lingkungan digital. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Kerangka Kerja Tata Kelola Sistem Informasi

Kerangka kerja (framework) tata kelola sistem informasi menyediakan panduan struktur dan proses yang menjadi dasar implementasi tata kelola TI di suatu organisasi. Salah satu kerangka kerja yang paling umum digunakan adalah COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology). COBIT menyediakan pedoman lengkap mengenai tujuan pengendalian, mekanisme pengukuran proses, hingga indikator kinerja untuk menilai tingkat efektivitas pengelolaan sistem informasi. COBIT membantu organisasi untuk menetapkan kontrol yang tepat dan mengukur apakah kontrol tersebut efektif dalam mencapai tujuan bisnis serta mendukung strategi organisasi. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Selain COBIT, ada pula standar internasional seperti ISO/IEC 38500 yang merupakan pedoman tata kelola TI berdasarkan prinsip-prinsip governance secara global. ISO/IEC 38500 menekankan pentingnya pemahaman peran dan tanggung jawab pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab terhadap pemanfaatan TI. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Implementasi kerangka kerja ini di berbagai organisasi di Indonesia menunjukkan peningkatan dalam efektivitas tata kelola TI yang berdampak pada kualitas layanan, tingkat kontrol internal yang lebih kuat, serta kesesuaian antara TI dan bisnis. ([Lihat sumber Disini - jurnal.stkippersada.ac.id])


Peran Tata Kelola Sistem Informasi dalam Organisasi

Tata kelola sistem informasi memiliki peran strategis dalam organisasi, terutama dalam hal alignment antara TI dan strategi organisasi. Tata kelola yang baik membantu organisasi memastikan bahwa strategi TI tidak berjalan terpisah dari tujuan utama organisasi, tetapi menjadi bagian integral dari perencanaan strategis dan pengambilan keputusan organisasi. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Peran lainnya adalah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan TI. Dengan struktur tata kelola yang jelas, termasuk komite TI, peran manajemen senior, serta mekanisme evaluasi kinerja, organisasi mampu menciptakan sistem pengawasan yang efektif sehingga semua aktivitas TI dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kebijakan yang berlaku. ([Lihat sumber Disini - journal.ugm.ac.id])

Tata kelola sistem informasi juga berperan dalam mengatur hubungan antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk manajemen puncak, unit bisnis, tim TI, serta pihak eksternal seperti vendor atau regulator. Integrasi antara pemangku kepentingan ini memungkinkan aliran informasi dan keputusan TI terjadi dengan efektif tanpa hambatan komunikasi atau konflik tujuan yang sering muncul ketika TI tidak dikelola dengan baik. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])


Pengaruh Tata Kelola TI terhadap Kinerja Organisasi

Banyak penelitian menunjukkan bahwa tata kelola TI memiliki pengaruh positif terhadap kinerja organisasi. Implementasi tata kelola yang baik memfasilitasi terciptanya keselarasan strategis antara TI dan tujuan bisnis, sehingga organisasi mampu memaksimalkan nilai dari investasi teknologi. Contohnya, studi empiris mengindikasikan bahwa mekanisme tata kelola TI berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja organisasi, dengan keselarasan strategis sebagai mediasi utama hubungan tersebut. ([Lihat sumber Disini - ojs.stiepi.ac.id])

Selain itu, tata kelola TI juga berperan dalam mendukung agility dan kesiapan organisasi menghadapi perubahan pasar. Penelitian lain menemukan bahwa tata kelola TI yang efektif meningkatkan kemampuan organisasi untuk beradaptasi dengan cepat, memperbaiki inovasi, serta meningkatkan kualitas keputusan yang diambil. ([Lihat sumber Disini - tandfonline.com])

Secara keseluruhan, ketika tata kelola TI berjalan dengan baik, organisasi akan melihat peningkatan kualitas layanan, pengurangan risiko operasional, serta pertumbuhan kinerja yang lebih stabil dan terukur dibandingkan organisasi yang kurang menerapkan tata kelola TI secara efektif. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Kesimpulan

Tata kelola sistem informasi merupakan elemen fundamental yang menjembatani antara teknologi dan strategi organisasi. Melalui struktur formal, prinsip, dan mekanisme kontrol, tata kelola TI membantu organisasi mengelola investasi teknologi, risiko, serta memastikan keselarasan antara TI dengan tujuan bisnis secara keseluruhan. Pengendalian teknologi informasi menjadi bagian tak terpisahkan dalam menjaga stabilitas dan keandalan sistem, sedangkan kerangka kerja seperti COBIT dan standar internasional memberikan panduan praktis bagi implementasi tata kelola TI yang efektif. Peran tata kelola TI sangat penting dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan integrasi lintas pemangku kepentingan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi dalam konteks persaingan dan dinamika digital saat ini.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Tata kelola sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengatur struktur, proses, dan mekanisme pengambilan keputusan dalam pengelolaan teknologi informasi agar selaras dengan tujuan dan strategi organisasi.

Tujuan utama tata kelola teknologi informasi adalah memastikan pemanfaatan TI memberikan nilai tambah bagi organisasi, mendukung pencapaian tujuan strategis, mengelola risiko TI, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sistem informasi.

Pengendalian teknologi informasi penting untuk menjaga keamanan, integritas, dan ketersediaan data serta sistem informasi, sekaligus meminimalkan risiko operasional, kesalahan sistem, dan ancaman keamanan digital.

Beberapa kerangka kerja tata kelola sistem informasi yang umum digunakan adalah COBIT sebagai panduan pengendalian dan evaluasi TI, serta ISO/IEC 38500 sebagai standar internasional tata kelola teknologi informasi.

Tata kelola TI yang efektif berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi karena mampu meningkatkan keselarasan strategi TI dan bisnis, mengoptimalkan investasi teknologi, memperbaiki kualitas pengambilan keputusan, serta meningkatkan efisiensi dan daya saing organisasi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Tata Kelola Kesehatan: Konsep, Akuntabilitas, dan Kualitas Pelayanan Tata Kelola Kesehatan: Konsep, Akuntabilitas, dan Kualitas Pelayanan Tata Kelola Keamanan Siber: konsep, kebijakan keamanan, dan kepatuhan sistem Tata Kelola Keamanan Siber: konsep, kebijakan keamanan, dan kepatuhan sistem Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Fungsi Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Fungsi Sistem Pengendalian Internal: Konsep dan Pencegahan Fraud Sistem Pengendalian Internal: Konsep dan Pencegahan Fraud Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Peran Pengendalian Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Peran Pengendalian Pengendalian Internal: Konsep, Sistem Kontrol, dan Pencegahan Risiko Pengendalian Internal: Konsep, Sistem Kontrol, dan Pencegahan Risiko Corporate Governance: Konsep, Tata Kelola, dan Akuntabilitas Corporate Governance: Konsep, Tata Kelola, dan Akuntabilitas Audit Internal: Konsep, Prosedur, dan Fungsi Pengawasan Audit Internal: Konsep, Prosedur, dan Fungsi Pengawasan Good Corporate Governance: Konsep, Prinsip, dan Implementasi Good Corporate Governance: Konsep, Prinsip, dan Implementasi Pengendalian Variabel dalam Riset Eksperimen Pengendalian Variabel dalam Riset Eksperimen Sistem Pengendalian Manajemen: Konsep, Mekanisme Kontrol, dan Kinerja Sistem Pengendalian Manajemen: Konsep, Mekanisme Kontrol, dan Kinerja Audit Internal: Konsep, Pengawasan Keuangan, dan Kepatuhan Audit Internal: Konsep, Pengawasan Keuangan, dan Kepatuhan Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Kinerja Struktur: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Teknis Kinerja Struktur: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Teknis Sistem Penilaian Kinerja: Konsep, Metode Evaluasi, dan Objektivitas Sistem Penilaian Kinerja: Konsep, Metode Evaluasi, dan Objektivitas Pengendalian Kesalahan Statistik dalamĀ Penelitian Pengendalian Kesalahan Statistik dalamĀ Penelitian Kepemimpinan Berorientasi Kinerja: Konsep, Pencapaian Target, dan Evaluasi Kepemimpinan Berorientasi Kinerja: Konsep, Pencapaian Target, dan Evaluasi Budgetary Control: Konsep, Pengendalian Anggaran, dan Efisiensi Budgetary Control: Konsep, Pengendalian Anggaran, dan Efisiensi Kinerja Organisasi: Konsep, Pengukuran, dan Pencapaian Tujuan Kinerja Organisasi: Konsep, Pengukuran, dan Pencapaian Tujuan Pengendalian Variabel: Definisi, Fungsi, dan Contoh Pengendalian Variabel: Definisi, Fungsi, dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…