Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Tingkat Ketergantungan Pasien. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/tingkat-ketergantungan-pasien  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Tingkat Ketergantungan Pasien - SumberAjar.com

Tingkat Ketergantungan Pasien

Pendahuluan

Dalam praktik keperawatan dan pelayanan kesehatan, memahami tingkat ketergantungan pasien sangat penting. Ketergantungan pasien, yaitu sejauh mana seorang pasien bergantung pada bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, memengaruhi perencanaan asuhan, beban caregiver, kemandirian pasien, dan hasil klinis. Penilaian yang akurat atas ketergantungan membantu menentukan intervensi keperawatan, alokasi sumber daya, dan strategi rehabilitasi agar pasien dapat mencapai tingkat kemandirian optimal. Oleh karena itu, artikel ini mengulas definisi, faktor-faktor yang memengaruhi, klasifikasi, penilaian kemampuan aktivitas harian, dampak ketergantungan pada perawatan, intervensi keperawatan, hingga contoh kasus untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai tingkat ketergantungan pasien.


Definisi Tingkat Ketergantungan Pasien

Definisi secara umum

Tingkat ketergantungan pasien merujuk pada kadar di mana seorang individu, akibat penyakit, gangguan fisik, kognitif, atau disabilitas, membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini mencakup bantuan dalam aktivitas dasar seperti makan, mandi, berpakaian, berpindah tempat, eliminasi (BAB/BAK), serta aktivitas instrumental seperti mengatur obat, mobilisasi, dan kebutuhan mandiri lainnya.

Definisi dalam KBBI

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), “ketergantungan” dapat diartikan sebagai keadaan sangat tergantung atau memerlukan bantuan orang lain. Jadi “ketergantungan pasien” berarti pasien berada dalam keadaan memerlukan pertolongan pihak lain untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Definisi menurut para ahli

  • Soekidjo Notoatmodjo (dalam konteks promotif-preventif & perilaku kesehatan), meskipun tidak mendefinisikan “ketergantungan pasien” secara spesifik, teorinya mengenai self-care deficit dan perilaku kesehatan dapat digunakan untuk memahami bahwa gangguan fungsi fisik/psikologis mendorong terganggunya kemampuan individu menjalankan aktivitas harian secara mandiri. [Lihat sumber Disini - repository.ukdw.ac.id]

  • Hardywinoto, dalam kajiannya tentang faktor yang mempengaruhi kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari (ADL) menyatakan bahwa ketergantungan atau semi-ketergantungan dapat diukur melalui kemampuan ADL dan IADL. [Lihat sumber Disini - download.garuda.kemdikbud.go.id]

  • Kusmiati K. dkk. (2023), dalam penelitian tentang ketergantungan pasien menggunakan indeks Barthel menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan beragam, tergantung kondisi fisik dan kebutuhan bantuan pasien. [Lihat sumber Disini - oaj.scipro-foundation.co.id]

  • Renna Lisdiana dkk. (2024), dalam penelitian terhadap pasien dengan gangguan mobilitas fisik menyatakan bahwa ketergantungan total terjadi pada pasien yang membutuhkan bantuan dalam seluruh aktivitas dasar harian (ADL), menunjukkan kondisi ketergantungan penuh. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Ketergantungan Pasien

Beberapa faktor utama memengaruhi tingkat ketergantungan pasien, antara lain:

  • Usia, Semakin tua usia, fungsi fisik dan kognitif cenderung menurun, sehingga risiko ketergantungan meningkat. Penelitian pada pasien gangguan mobilitas fisik menunjukkan ketergantungan total lebih banyak terjadi pada usia lanjut (> 90 tahun). [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]

  • Gangguan mobilitas atau kondisi penyakit, Penyakit yang mempengaruhi sistem muskuloskeletal, neurologis (misalnya pasca-stroke), atau kondisi kronik lainnya dapat menghambat kemampuan menjalankan aktivitas harian. [Lihat sumber Disini - lib.ui.ac.id]

  • Kemampuan fisik dan fungsi motorik, Kekuatan otot, fleksibilitas, koordinasi, dan kemampuan berjalan atau berpindah tempat sangat menentukan kemandirian. Penurunan fungsi motorik akan meningkatkan kebutuhan bantuan. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]

  • Status psiko-sosial dan kondisi psikologis, Faktor seperti depresi atau motivasi rendah dapat menurunkan keinginan atau kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas secara mandiri; misalnya penelitian menunjukkan bahwa depresi pada lansia berkaitan dengan peningkatan ketergantungan ADL. [Lihat sumber Disini - journal.stikvinc.ac.id]

  • Lingkungan sosial dan dukungan caregiver / perawat, Ketersediaan bantuan dari keluarga, perawat, fasilitas rumah sakit atau lingkungan home care memengaruhi seberapa besar ketergantungan. Jika dukungan memadai, beban ketergantungan bisa terkelola lebih baik. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]

  • Riwayat perawatan / rawat inap, Pasien yang baru saja dirawat inap atau sering dirawat ulang bisa mengalami penurunan kemandirian, karena terbiasa bergantung pada perawat dalam pemenuhan kebutuhan harian. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]


Klasifikasi Ketergantungan (Minimal, Total Care)

Penelitian dan literatur keperawatan mengklasifikasikan tingkat ketergantungan pasien ke dalam beberapa kategori sesuai kebutuhan bantuan:

  • Mandiri / Self Care / Minimal Care, Pasien mampu melakukan aktivitas harian sendiri tanpa atau dengan bantuan sangat minimal. Mereka tidak bergantung secara signifikan pada orang lain.

  • Ketergantungan ringan / Partial Care, Pasien membutuhkan sedikit bantuan dalam beberapa aktivitas, misalnya bantuan dalam mandi, berpakaian, atau mobilisasi ringan.

  • Ketergantungan sedang / Moderate Care, Pasien membutuhkan bantuan lebih konsisten, mungkin dalam beberapa aktivitas dasar dan instrumental, termasuk mobilisasi, makan, atau kebersihan diri.

  • Ketergantungan berat / Heavy Care, Pasien memerlukan bantuan intensif dalam banyak atau seluruh aktivitas dasar serta beberapa aktivitas instrumental.

  • Ketergantungan total / Total Care, Pasien tidak dapat melakukan aktivitas harian sendiri sama sekali; semua kebutuhan harian dipenuhi oleh caregiver atau perawat. Dalam penelitian terbaru pada pasien gangguan mobilitas fisik di Puskesmas, sebanyak 23, 5% menunjukkan ketergantungan total. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]

Beberapa penelitian menggunakan skala/indeks untuk menentukan klasifikasi ini, misalnya Indeks Barthel atau Indeks Katz. [Lihat sumber Disini - oaj.scipro-foundation.co.id]


Penilaian Kemampuan ADL dan IADL

Penilaian tingkat ketergantungan sering dilakukan menggunakan dua konsep utama:

  • ADL (Activities of Daily Living), Aktivitas dasar harian seperti mandi, berpakaian, makan, mobilisasi, BAB/BAK, berpindah tempat, dan menjaga kontinensia. Penilaian ADL membantu menentukan sejauh mana pasien bisa mandiri secara fisik. Banyak penelitian mengukur ADL dengan Indeks Barthel atau Katz untuk menentukan tingkat ketergantungan. [Lihat sumber Disini - oaj.scipro-foundation.co.id]

  • IADL (Instrumental Activities of Daily Living), Aktivitas sehari-hari yang lebih kompleks dan instrumental seperti mengurus keuangan, menyiapkan obat, transportasi, belanja, tugas rumah tangga, komunikasi, dan pengambilan keputusan. IADL penting untuk menilai kemampuan fungsional jangka panjang dan kemandirian sosial seseorang. Jika kemampuan IADL menurun, kemungkinan ketergantungan meningkat. [Lihat sumber Disini - download.garuda.kemdikbud.go.id]

Penilaian ADL dan IADL memungkinkan perawat dan tenaga kesehatan menentukan level perawatan yang dibutuhkan, merencanakan intervensi rehabilitasi, dan mengevaluasi progres pasien dalam pemulihan atau adaptasi.


Dampak Ketergantungan terhadap Perawatan

Ketergantungan pasien berdampak luas terhadap proses perawatan, antara lain:

  • Beban caregiver dan perawat meningkat, Pasien dengan ketergantungan tinggi memerlukan lebih banyak waktu, tenaga, dan perhatian dari caregiver atau perawat. Penelitian di wilayah Puskesmas menunjukkan bahwa semakin tinggi ketergantungan ADL pasien stroke, semakin berat beban yang dirasakan keluarga caregiver. [Lihat sumber Disini - journal.ugm.ac.id]

  • Menurunnya kualitas hidup pasien, Ketergantungan total atau berat dapat menurunkan kemandirian, harga diri, dan kenyamanan psikologis pasien. Ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari juga bisa membuat pasien merasa tidak berdaya. Literatur keperawatan menyatakan bahwa status fungsional berbanding terbalik dengan tingkat ketergantungan. [Lihat sumber Disini - repository1.stikeselisabethmedan.ac.id]

  • Resiko komplikasi medis dan psiko-sosial, Ketergantungan tinggi sering disertai imobilitas, risiko tekanan luka (bed sores), gangguan kebersihan, infeksi, penurunan mobilitas, serta dampak psikologis seperti depresi akibat kehilangan kemandirian. Penelitian pada lansia menunjukkan bahwa depresi berhubungan dengan ketergantungan ADL. [Lihat sumber Disini - journal.stikvinc.ac.id]

  • Beban sistem pelayanan kesehatan, Pasien dengan ketergantungan total atau berat membutuhkan perawatan intensif, sumber daya manusia, waktu perawat, fasilitas khusus, dan perencanaan yang lebih ketat, baik di rumah sakit maupun home care. Hal ini bisa menambah biaya dan kompleksitas perawatan. Penelitian di IGD menunjukkan distribusi ketergantungan dari minimal sampai agak berat, yang memengaruhi durasi dan intensitas perawatan. [Lihat sumber Disini - jkp.fkep.unpad.ac.id]


Intervensi Keperawatan untuk Meningkatkan Kemandirian

Untuk mendukung kemandirian pasien dan mengurangi ketergantungan, intervensi keperawatan berikut dapat dilakukan:

  • Asuhan keperawatan dengan pendekatan caring dan empati, Perilaku caring dari perawat terbukti berhubungan positif dengan pemenuhan ADL pasien. Jika perawat responsif, peduli, dan aktif membantu kebutuhan dasar pasien, ADL lebih mungkin terpenuhi. [Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id]

  • Rehabilitasi fisik dan mobilisasi dini, Untuk pasien dengan gangguan mobilitas (misalnya setelah stroke atau cedera), program fisioterapi, latihan kekuatan otot, latihan berjalan atau mobilisasi membantu mempertahankan atau mengembalikan fungsi motorik sehingga kemampuan mandiri meningkat. [Lihat sumber Disini - lib.ui.ac.id]

  • Pelatihan aktivitas kehidupan harian (ADL & IADL training), Memberi panduan atau pelatihan kepada pasien dan keluarga agar pasien berlatih melakukan sebanyak mungkin aktivitas sendiri, mandi, berpakaian, makan, berpindah, serta aktivitas instrumental sederhana sesuai kemampuan, untuk menjaga kemandirian.

  • Dukungan keluarga / caregiver dan edukasi, Melibatkan keluarga dalam perawatan, memberikan edukasi tentang pentingnya kemandirian, serta membimbing caregiver agar mendukung tanpa membuat pasien “terlalu tergantung” pada bantuan.

  • Perencanaan perawatan individual (individual care plan), Mengkaji secara komprehensif kebutuhan pasien, kondisi fisik, psikologis, lingkungan dan menentukan target kemandirian yang realistis, serta evaluasi berkala terhadap kemajuan pasien.

  • Pemenuhan kebutuhan dasar dan lingkungan adaptif, Menyediakan alat bantu (walker, tongkat, kursi mandi, pegangan di kamar mandi), lingkungan rumah atau kamar rawat yang aman, serta dukungan untuk mobilisasi agar pasien lebih mudah menjalankan aktivitas dengan mandiri.


Contoh Kasus Ketergantungan Pasien

Sebagai ilustrasi, berikut sebuah kasus berdasarkan data penelitian:

Pasien lansia, perempuan, berusia di atas 90 tahun, dengan riwayat gangguan mobilitas fisik (misalnya akibat osteoporosis atau fraktur) tinggal bersama keluarga. Dalam penelitian pada Puskesmas, kelompok dengan karakteristik seperti itu sebagian besar menunjukkan ketergantungan total, membutuhkan bantuan penuh dalam semua aktivitas dasar harian (mandi, berpakaian, makan, BAB/BAK, mobilisasi) dan tidak mampu melakukannya sendiri. [Lihat sumber Disini - ejournal2.undip.ac.id]

Dalam kondisi ini, perawat dan caregiver harus melakukan perencanaan perawatan yang intensif: menetapkan jadwal mandi, pemberian makan, bantuan mobilisasi, pencegahan komplikasi seperti luka tekan, serta melibatkan rehabilitasi fisik bila memungkinkan, dengan tujuan meningkatkan kenyamanan, menjaga kebersihan, dan menjaga stabilitas kondisi.


Kesimpulan

Tingkat ketergantungan pasien adalah aspek penting dalam asuhan keperawatan dan manajemen kesehatan. Pemahaman yang baik tentang definisi, faktor-faktor yang memengaruhi, klasifikasi, serta metode penilaian (ADL/IADL) membantu perawat dan caregiver merencanakan perawatan yang tepat, mendukung kemandirian pasien, dan meminimalkan beban ketergantungan. Intervensi yang tepat, termasuk asuhan keperawatan dengan pendekatan caring, rehabilitasi fisik, pelatihan aktivitas harian, serta dukungan keluarga, dapat meningkatkan kemandirian, kualitas hidup, dan mengurangi komplikasi. Maka, penilaian dan intervensi ketergantungan seharusnya menjadi bagian integral dari perawatan pasien akut maupun kronik di rumah sakit ataupun layanan home care.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Tingkat ketergantungan pasien adalah kondisi ketika pasien membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas dasar maupun instrumental sehari-hari karena keterbatasan fisik, kognitif, atau psikologis.

Faktor yang memengaruhi ketergantungan pasien meliputi usia, kondisi penyakit, gangguan mobilitas, fungsi motorik, status psikologis, lingkungan sosial, serta riwayat perawatan atau rawat inap.

Klasifikasi ketergantungan pasien biasanya dibagi menjadi mandiri, ketergantungan ringan, ketergantungan sedang, ketergantungan berat, dan ketergantungan total berdasarkan kebutuhan bantuan dalam aktivitas sehari-hari.

ADL adalah Activities of Daily Living yang mencakup aktivitas dasar seperti mandi, makan, berjalan, dan berpakaian. IADL adalah Instrumental Activities of Daily Living yang mencakup aktivitas lebih kompleks seperti mengatur obat, berbelanja, dan mengelola keuangan.

Kemandirian pasien dapat ditingkatkan melalui rehabilitasi fisik, latihan ADL dan IADL, dukungan keluarga, asuhan keperawatan yang empatik, penggunaan alat bantu, dan perencanaan intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Ketergantungan Sosial: Konsep dan Dinamika Hubungan Ketergantungan Sosial: Konsep dan Dinamika Hubungan Ketergantungan Teknologi: Konsep dan Implikasi Sosial Ketergantungan Teknologi: Konsep dan Implikasi Sosial Ketergantungan Media Digital: Konsep dan Implikasi Sosial Ketergantungan Media Digital: Konsep dan Implikasi Sosial Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Perubahan Pola Komunikasi Pasien Perubahan Pola Komunikasi Pasien Edukasi Pasien Berkelanjutan Edukasi Pasien Berkelanjutan Keterlibatan Pasien: Konsep, Partisipasi Aktif, dan Pengambilan Keputusan Keterlibatan Pasien: Konsep, Partisipasi Aktif, dan Pengambilan Keputusan Upaya Berhenti Merokok Upaya Berhenti Merokok Respon Pasien terhadap Edukasi Obat Respon Pasien terhadap Edukasi Obat Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Tingkat Pemahaman Pasien terhadap Informasi Obat Tingkat Pemahaman Pasien terhadap Informasi Obat Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Pelayanan Farmasi Berbasis Pasien: Konsep, Paradigma, dan Implementasi Pelayanan Farmasi Berbasis Pasien: Konsep, Paradigma, dan Implementasi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Keamanan Pasien di Ruang Perawatan: Konsep, Prinsip, dan Penerapan Keamanan Pasien di Ruang Perawatan: Konsep, Prinsip, dan Penerapan Pendidikan Kesehatan Pasien: Konsep, Tujuan, dan Efektivitas Pendidikan Kesehatan Pasien: Konsep, Tujuan, dan Efektivitas Kesiapan Belajar Pasien: Indikator dan Penilaian Keperawatan Kesiapan Belajar Pasien: Indikator dan Penilaian Keperawatan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…