Terakhir diperbarui: 11 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 11 January). Ketergantungan Media Digital: Konsep dan Implikasi Sosial. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/ketergantungan-media-digital-konsep-dan-implikasi-sosial 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Ketergantungan Media Digital: Konsep dan Implikasi Sosial - SumberAjar.com

Ketergantungan Media Digital: Konsep dan Implikasi Sosial

Pendahuluan

Ketergantungan terhadap media digital telah menjadi fenomena sosial yang signifikan di era modern ini. Perkembangan teknologi digital, terutama media sosial, perangkat pintar, dan aplikasi berbasis internet, telah mengubah pola interaksi manusia secara fundamental. Media digital tidak hanya menjadi alat komunikasi dan sumber informasi, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari banyak orang, terutama generasi muda. Ketergantungan ini sering muncul sebagai hasil dari kemudahan akses, kebutuhan untuk tetap terkoneksi, serta dorongan psikologis untuk mencoba merasakan validasi sosial atau menghindari rasa kesepian. Dampaknya sangat luas, mencakup aspek psikologis, sosial, dan bahkan kesehatan mental, yang semakin mendapatkan perhatian dalam penelitian ilmiah maupun kebijakan publik. Fenomena ini bukan hanya masalah individu, tetapi juga mencerminkan perubahan struktur sosial dan budaya akibat dominasi teknologi digital dalam kehidupan manusia kontemporer.


Definisi Ketergantungan Media Digital

Definisi Ketergantungan Media Digital Secara Umum

Ketergantungan media digital secara umum merujuk pada kondisi di mana individu mengalami keterikatan kuat terhadap penggunaan perangkat digital dan platform digital sehingga sulit untuk mengontrol atau membatasi interaksinya dengan media tersebut. Ketergantungan ini sering ditandai dengan kebutuhan terus-menerus untuk memeriksa smartphone, media sosial, dan aplikasi digital lainnya, sehingga waktu yang dihabiskan dalam aktivitas digital melebihi batas yang diinginkan dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Ketergantungan ini bukan sekedar penggunaan intensif, tetapi juga mencakup aspek ketidakmampuan untuk berhenti dan perasaan cemas ketika tidak menggunakan perangkat digital. Ini menjadi suatu kondisi yang mirip dengan perilaku kecanduan, meskipun tidak selalu diklasifikasikan sebagai gangguan klinis, namun manifestasinya menunjukkan pola penggunaan yang kompulsif. [Lihat sumber Disini - digilib.unila.ac.id]

Definisi Ketergantungan Media Digital dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ketergantungan berarti perihal bergantung atau keadaan seseorang yang terikat pada sesuatu yang lain dan sulit untuk melepaskannya. Meskipun KBBI tidak secara langsung mendefinisikan frasa “ketergantungan media digital”, pemahaman istilah ketergantungan yang disajikan mencerminkan bahwa seseorang yang bergantung pada media digital juga menggantungkan dirinya pada media tersebut sehingga sulit melakukan fungsi normal tanpa keterlibatan media digital. Media sendiri dalam KBBI diartikan sebagai alat atau sarana komunikasi seperti koran, radio, televisi, film, dan berbagai sarana lain yang juga mencakup bentuk digital saat ini. Gabungan definisi ini memberi gambaran bahwa ketergantungan media digital berarti keadaan di mana individu sangat bergantung pada media digital sebagai sarana komunikasi atau informasi. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Ketergantungan Media Digital Menurut Para Ahli

  1. Menurut penelitian ilmiah, ketergantungan media digital sering dipahami sebagai bentuk perilaku adiktif atau penggunaan media yang problematik yang menunjukkan ketidakmampuan individu untuk mengontrol intensitas penggunaan media digital, meskipun penggunaan tersebut berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari dan kesejahteraan psikologis. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Beberapa ahli dalam literatur psikologi mengartikan bahwa kecanduan media sosial sebagai bagian dari ketergantungan digital menunjukkan perilaku compulsive yang menyerupai kecanduan tradisional, seperti keinginan kuat untuk selalu terhubung dan mengontrol respons emosional terhadap interaksi online. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Penelitian lain memaparkan bahwa ketergantungan media digital dikaitkan dengan perubahan sistem reward di otak yang mirip dengan kecanduan substansi, di mana seseorang merasakan ketidaknyamanan emosional jika terputus dari akses media digital. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Dalam kajian sosial, para ahli komunikasi melihat ketergantungan media sebagai bentuk hubungan simbiotik antara individu dan teknologi digital yang terus berkembang, di mana media digital memengaruhi cara individu berinteraksi, berkomunikasi, dan membangun identitas sosial. [Lihat sumber Disini - e-journal.sari-mutiara.ac.id]


Faktor Psikologis dan Sosial Ketergantungan Digital

Ketergantungan media digital tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor psikologis individual dan dinamika sosial yang lebih luas. Secara psikologis, media digital menawarkan rangsangan terus-menerus yang dapat memicu mekanisme reward di otak, sehingga perilaku penggunaan media menjadi semakin sering dicari, mirip dengan pola kecanduan. Individu dapat merasakan kepuasan emosional instan melalui notifikasi, likes, atau komentar, yang kemudian memperkuat perilaku penggunaan yang berulang. Ketergantungan seperti ini sering terkait dengan kebutuhan emosional seperti mencari validasi sosial, mengurangi rasa kesepian, atau mengatasi kecemasan, yang kemudian membuat individu lebih rentan terhadap penggunaan media digital secara berlebihan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Dari perspektif sosial, lingkungan sosial dan budaya digital turut memberi tekanan pada individu untuk selalu terhubung. Faktor seperti norma sosial yang mengharuskan respons cepat terhadap pesan elektronik, serta pergeseran budaya kerja yang sangat bergantung pada teknologi digital, telah memperkuat pola penggunaan yang intens. Media sosial juga memberikan ruang bagi individu untuk membandingkan diri dengan orang lain, yang dapat memperkuat kecemasan sosial dan kebutuhan untuk terus memantau atau memperbarui konten online. Fenomena fear of missing out (FOMO) adalah salah satu contoh dimana tekanan sosial untuk tidak “terlewat” dari informasi atau peristiwa terbaru mendorong penggunaan media digital secara intensif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, aspek lingkungan sosial seperti dukungan keluarga, peer group, dan pola komunikasi dalam komunitas turut memengaruhi ketergantungan digital. Individu yang tumbuh dalam lingkungan dengan akses teknologi tinggi cenderung mengembangkan perilaku penggunaan media digital lebih awal dan lebih intens, yang memperbesar risiko ketergantungan. Interaksi sosial yang semakin bergeser ke platform digital juga membuat interaksi offline menjadi kurang dominan, sehingga penggunaan media digital semakin menjadi kebutuhan sosial yang sulit dihindari.


Bentuk-Bentuk Ketergantungan Media Digital

Ketergantungan media digital dapat muncul dalam berbagai bentuk perilaku yang berdampak pada kehidupan personal dan sosial. Pertama, ketergantungan media sosial adalah bentuk yang paling umum, di mana individu merasa tidak bisa berhenti memeriksa atau memperbarui aplikasi sosial seperti Instagram, TikTok, atau Facebook, bahkan ketika aktivitas tersebut mengganggu pekerjaan atau studi. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan sering dikaitkan dengan penurunan kualitas tidur, gangguan konsentrasi, dan perasaan cemas ketika tidak terhubung. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Kedua, ketergantungan pada pesan instan atau komunikasi digital, seperti penggunaan WhatsApp, Telegram, atau aplikasi chat lainnya, dapat membuat individu selalu merasa perlu respons cepat, meningkatkan kecemasan dan tekanan interpersonal. Komunikasi digital yang terus-menerus dapat mengubah ekspektasi sosial mengenai kecepatan respons dan ketersediaan, serta mengurangi waktu untuk interaksi tatap muka yang lebih bermakna.

Ketiga, ketergantungan pada konten hiburan digital seperti video streaming, game online, atau platform video singkat juga merupakan bentuk lain dari ketergantungan media digital. Ketergantungan ini bisa mengubah pola aktivitas harian, mengurangi waktu tidur, dan mengakibatkan pengabaian tanggung jawab pribadi atau pekerjaan. Ketergantungan jenis ini sering kali diperkuat oleh desain algoritmik yang dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Keempat, fenomena phubbing, yaitu mengabaikan interaksi sosial tatap muka karena fokus pada ponsel, adalah contoh ketergantungan media digital yang berdampak langsung pada hubungan interpersonal. Individu yang sering melakukan phubbing menunjukkan bahwa media digital tidak hanya menjadi alat, tetapi juga telah mengambil peran perhatian utama dalam kehidupan sosial mereka. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Dampak Ketergantungan Digital terhadap Interaksi Sosial

Ketergantungan media digital memiliki dampak signifikan terhadap cara individu berinteraksi satu sama lain. Interaksi sosial offline semakin tersisih oleh komunikasi virtual, yang sering kali kurang efektif dalam menyampaikan nuansa emosional dibandingkan tatap muka. Ketergantungan pada media digital dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan membaca ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan respons sosial langsung, yang merupakan aspek penting dalam hubungan interpersonal yang sehat. Ini sering kali berdampak pada keterampilan sosial anak muda yang tumbuh dalam lingkungan digital dominan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital yang berlebihan dapat meningkatkan perasaan isolasi atau kesepian, meskipun secara kuantitatif individu tampak sangat terhubung secara online. Ketika hubungan sosial menjadi terfragmentasi dan berbasis layar, kualitas interaksi interpersonal dapat menurun. Media digital juga dapat memperkuat perbandingan sosial, di mana individu merasa tekanan untuk menampilkan citra diri tertentu secara online, yang pada gilirannya dapat menimbulkan kecemasan sosial dan rasa tidak aman. Hal ini sangat terlihat terutama pada remaja dan dewasa muda yang sering menggunakan media sosial sebagai arena utama untuk membangun identitas sosial mereka. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Ketergantungan Media Digital dan Kesehatan Mental

Ketergantungan media digital telah dikaitkan dengan berbagai isu kesehatan mental yang serius. Studi menunjukkan hubungan antara ketergantungan media digital dengan peningkatan gejala kecemasan, depresi, dan stres psikologis, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Penggunaan media digital yang berlebihan dapat mengganggu pola tidur, mengurangi konsentrasi, dan memperkuat perasaan tidak puas terhadap hidup, yang semua ini merupakan faktor risiko kesehatan mental yang signifikan. [Lihat sumber Disini - urj.uin-malang.ac.id]

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa kecanduan media digital dapat memperburuk perasaan isolasi sosial, meskipun individu secara teknis terhubung dengan banyak orang secara online. Ketergantungan pada media digital juga telah dikaitkan dengan gangguan mood yang lebih tinggi, seperti gejala depresi, terutama ketika penggunaan media sosial mendorong perbandingan sosial negatif atau interaksi yang tidak mendukung. [Lihat sumber Disini - law.stanford.edu]

Ketergantungan media digital yang parah bahkan dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional dan perilaku, termasuk pola tidur yang buruk, kurangnya minat untuk berpartisipasi dalam aktivitas luar ruang, dan masalah konsentrasi yang berkepanjangan, yang semuanya memperburuk kesehatan mental secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Strategi Mengurangi Kaetergantungan Media Digital

Mengurangi ketergantungan media digital membutuhkan pendekatan yang komprehensif yang mencakup pengelolaan waktu, pengembangan kesadaran digital, dan dukungan sosial. Salah satu strategi adalah meningkatkan kesadaran diri terhadap pola penggunaan digital, termasuk menetapkan batasan waktu harian untuk penggunaan aplikasi tertentu dan menciptakan jadwal bebas perangkat selama periode tertentu, seperti waktu makan atau sebelum tidur. Ini membantu mengurangi compulsive checking dan memberi ruang bagi aktivitas offline yang lebih bermakna.

Meningkatkan literasi digital juga penting, di mana individu belajar memahami dampak psikologis dan sosial dari penggunaan media digital serta cara bijak untuk mengelolanya. Pendidikan tentang etika digital, manajemen waktu, dan keterampilan sosial offline dapat memperkuat kontrol individu terhadap penggunaan media digital. Dukungan dari keluarga dan komunitas juga berperan penting dalam membantu individu menemukan keseimbangan antara kehidupan online dan offline.

Pendekatan lain adalah menggunakan fitur yang disediakan oleh perangkat atau aplikasi untuk membatasi waktu layar atau notifikasi yang tidak perlu, sehingga mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus pada aktivitas yang lebih produktif. Terakhir, intervensi psikologis, seperti terapi perilaku kognitif, dapat membantu individu yang sudah mengalami gejala kecanduan media digital kronis untuk mengubah pola pikir dan perilaku mereka secara efektif.


Kesimpulan

Ketergantungan media digital adalah fenomena kompleks yang mencerminkan keterkaitan mendalam antara individu dan teknologi digital dalam konteks sosial modern. Ditandai oleh keterikatan kuat terhadap perangkat digital dan interaksi online, ketergantungan ini muncul dari kombinasi faktor psikologis seperti kebutuhan emosional dan sistem reward otak, serta tekanan sosial dan budaya digital yang menuntut konektivitas terus-menerus. Bentuk ketergantungan media digital mencakup berbagai perilaku seperti ketergantungan media sosial, komunikasi instan, hiburan digital, dan perilaku phubbing yang mengaburkan batas antara dunia online dan realitas sosial. Dampaknya terasa pada interaksi sosial, kemampuan komunikasi interpersonal, serta kesehatan mental individu, terutama pada generasi muda. Untuk mengurangi ketergantungan ini, diperlukan pendekatan komprehensif yang mencakup pengelolaan waktu, literasi digital, dukungan sosial, serta intervensi psikologis yang tepat. Dengan upaya bersama dari individu, keluarga, dan masyarakat, keseimbangan antara kehidupan digital dan offline dapat dicapai sehingga penggunaan media digital dapat memberi manfaat tanpa mengorbankan kesejahteraan sosial dan psikologis.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Ketergantungan media digital adalah kondisi ketika seseorang mengalami keterikatan berlebihan terhadap penggunaan media berbasis teknologi seperti smartphone, media sosial, dan internet sehingga sulit mengontrol durasi dan frekuensi penggunaan, serta berdampak negatif pada kehidupan sosial, psikologis, dan aktivitas sehari-hari.

Faktor penyebab ketergantungan media digital meliputi faktor psikologis seperti kebutuhan validasi sosial, rasa kesepian, kecemasan, serta faktor sosial seperti tekanan lingkungan digital, budaya selalu terhubung, pengaruh algoritma media sosial, dan norma komunikasi yang menuntut respons cepat.

Bentuk ketergantungan media digital antara lain ketergantungan media sosial, ketergantungan pesan instan, kecanduan konten hiburan digital seperti video dan game online, serta perilaku phubbing yaitu mengabaikan interaksi langsung karena fokus pada perangkat digital.

Ketergantungan media digital dapat menurunkan kualitas interaksi sosial tatap muka, melemahkan keterampilan komunikasi interpersonal, meningkatkan perasaan kesepian, serta menggeser hubungan sosial menjadi lebih dangkal dan berbasis layar.

Ketergantungan media digital berhubungan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, stres, gangguan tidur, dan penurunan kesejahteraan psikologis, terutama pada remaja dan dewasa muda.

Ketergantungan media digital dapat dikurangi dengan menetapkan batas waktu penggunaan, meningkatkan literasi digital, mengurangi notifikasi yang tidak penting, memperkuat interaksi sosial offline, serta mendapatkan dukungan keluarga atau bantuan profesional jika diperlukan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Ketergantungan Sosial: Konsep dan Dinamika Hubungan Ketergantungan Teknologi: Konsep dan Implikasi Sosial Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Tingkat Ketergantungan Pasien Implikasi Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Digital Literacy: Definisi, Tingkatan, dan Contohnya Hubungan Media Digital dengan Motivasi Belajar Upaya Berhenti Merokok Budaya Digital: Konsep dan Perubahan Pola Interaksi Etika Penelitian Digital: Tantangan dan Solusi Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Analisis Konten Digital dalam Penelitian Sosial Literasi Digital Tenaga Kesehatan Aktivisme Digital: Konsep dan Gerakan Sosial Baru Kontrol Sosial Digital: Konsep dan Pengawasan Sosial Edukasi Kesehatan Digital: Konsep, jangkauan, dan efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Digital Transformasi Digital dalam Dunia Akademik Edukasi Kesehatan Digital Masa Depan Penelitian Digital di Era AI
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna