Terakhir diperbarui: 19 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 19 January). Analisis Kelayakan Bisnis: Konsep, Studi Kelayakan, dan Keputusan . SumberAjar. Retrieved 19 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/analisis-kelayakan-bisnis-konsep-studi-kelayakan-dan-keputusan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Analisis Kelayakan Bisnis: Konsep, Studi Kelayakan, dan Keputusan - SumberAjar.com

Analisis Kelayakan Bisnis: Konsep, Studi Kelayakan, dan Keputusan Investasi

Pendahuluan

Analisis kelayakan bisnis adalah aktivitas sistematis yang bertujuan menilai apakah suatu usaha, proyek, atau kegiatan investasi layak dijalankan, memberikan keuntungan, serta dapat mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi di masa depan. Proses ini sangat penting bagi pengusaha dan investor karena membantu meminimalkan kerugian, memastikan sumber daya dialokasikan dengan efisien, serta menjadi dasar keputusan strategi usaha yang realistis dan terukur. Dalam dunia bisnis yang sangat kompetitif, pemahaman yang komprehensif mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi keberhasilan usaha menjadi kunci dalam menentukan arah pertumbuhan dan daya saing suatu entitas usaha. Studi kelayakan secara komprehensif tidak hanya menguji faktor finansial tetapi juga mempertimbangkan aspek teknis, pasar, hukum, lingkungan, serta potensi sosial dan ekonomi yang berdampak pada bisnis, sehingga keputusan investasi yang diambil didasarkan pada pertimbangan yang matang dan data faktual. ([Lihat sumber Disini - jicnusantara.com])


Definisi Analisis Kelayakan Bisnis

Definisi Analisis Kelayakan Bisnis Secara Umum

Analisis kelayakan bisnis atau studi kelayakan bisnis adalah evaluasi atau pengkajian secara mendalam terhadap rencana bisnis atau proyek yang diajukan untuk menentukan apakah usaha tersebut layak untuk dijalankan dan memberikan manfaat yang optimal dalam jangka panjang. Proses ini melibatkan penilaian terhadap berbagai aspek, seperti potensi pasar, kesiapan teknis, estimasi finansial, serta kemungkinan risiko yang menyertai pelaksanaan usaha tersebut. ([Lihat sumber Disini - jicnusantara.com])

Definisi Analisis Kelayakan Bisnis dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konsep “kelayakan” memiliki arti “hal yang layak, wajar, pantas, atau patut dilakukan”. Meskipun tidak ada istilah “analisis kelayakan bisnis” secara eksplisit dalam KBBI, definisi kata kelayakan memberikan makna bahwa kegiatan yang termasuk dalam studi kelayakan bisnis adalah proses untuk menilai apakah suatu tindakan atau usaha pantas dan layak untuk diimplementasikan secara realistis. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Analisis Kelayakan Bisnis Menurut Para Ahli

Beberapa pakar dan literatur akademik memberikan definisi tentang studi kelayakan bisnis sebagai berikut:

  1. Kasmir dan Jakfar (2003) menjelaskan bahwa studi kelayakan bisnis merupakan suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang usaha atau proyek yang akan dijalankan dalam rangka menentukan layak atau tidaknya rencana tersebut dilaksanakan. ([Lihat sumber Disini - repository.stiegici.ac.id])

  2. Umar (2005) menjelaskan studi kelayakan bisnis sebagai penelitian terhadap rencana bisnis tidak hanya untuk menilai layak atau tidak tetapi juga saat dioperasikan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan maksimal. ([Lihat sumber Disini - erepository.uwks.ac.id])

  3. Dalam kajian akademik lain disebutkan bahwa studi kelayakan adalah feasibility study yang merupakan alat penting untuk membantu pengusaha dan investor dalam pengambilan keputusan atas suatu ide bisnis dengan mempertimbangkan berbagai faktor potensial risiko dan dampak. ([Lihat sumber Disini - tahtamedia.co.id])

  4. Beberapa jurnal dan kajian penelitian menyatakan studi kelayakan bisnis adalah proses sistematis yang mencakup identifikasi masalah, peluang usaha, proyeksi keuangan, serta evaluasi manfaat dan risiko dari rencana usaha tersebut. ([Lihat sumber Disini - economics.pubmedia.id])

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa analisis kelayakan bisnis adalah proses evaluasi terpadu terhadap berbagai aspek yang mempengaruhi keputusan apakah sebuah usaha layak dijalankan dan memberikan manfaat yang optimal bagi pemangku kepentingan.


Aspek-Aspek Studi Kelayakan Bisnis

Analisis kelayakan bisnis melibatkan penilaian komprehensif terhadap berbagai dimensi usaha yang akan dijalankan. Aspek-aspek utama yang dianalisis antara lain:

1. Aspek Pasar

Aspek pasar dalam studi kelayakan bisnis mencakup evaluasi terhadap permintaan produk atau layanan yang diusulkan, analisis persaingan, segmentasi pelanggan, serta proyeksi pertumbuhan pasar. Penilaian ini bertujuan untuk memperkirakan potensi penjualan dan pangsa pasar yang dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan penelitian, evaluasi pasar sangat penting untuk memahami apakah produk atau layanan yang direncanakan benar-benar memiliki peluang untuk diterima oleh konsumen dalam lingkungan nyata. ([Lihat sumber Disini - economics.pubmedia.id])

2. Aspek Teknis / Operasional

Aspek teknis menguji kesiapan dan kemampuan teknis dalam menjalankan bisnis, termasuk peralatan yang dibutuhkan, teknologi yang digunakan, lokasi, proses produksi, serta struktur operasional lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa usaha dapat berjalan efisien dan konsisten dengan kebutuhan operasional yang realistis. ([Lihat sumber Disini - journal.stialanmakassar.ac.id])

3. Aspek Finansial

Aspek finansial menjadi salah satu komponen paling krusial dalam studi kelayakan bisnis karena berkaitan langsung dengan potensi keuntungan, arus kas, estimasi biaya dan pendapatan, serta indikator finansial seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period. Analisis ini membantu investor atau pengusaha mengetahui apakah modal yang diinvestasikan akan menghasilkan keuntungan yang cukup dan dalam jangka waktu yang diharapkan. ([Lihat sumber Disini - jiss.publikasiindonesia.id])

4. Aspek Hukum dan Legalitas

Aspek hukum mengkaji apakah rencana usaha yang akan dijalankan memenuhi peraturan negara dan ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini penting untuk mencegah risiko hukum dan sanksi di kemudian hari. ([Lihat sumber Disini - ojs.serambimekkah.ac.id])

5. Aspek Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan

Selain aspek internal perusahaan, studi kelayakan bisnis juga mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan di sekitar lokasi usaha. Evaluasi ini meliputi efek kegiatan usaha terhadap lingkungan, masyarakat lokal, serta kontribusi ekonomi yang dapat dihasilkan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.iainu-kebumen.ac.id])


Analisis Pasar dan Teknis Usaha

Analisis Pasar

Analisis pasar menilai permintaan dan segmentasi pelanggan secara komprehensif untuk mengetahui besarnya potensi pemasaran produk atau layanan yang direncanakan. Hal ini mencakup identifikasi pelanggan target, ukuran pasar, perilaku konsumen, serta tren pasar saat ini dan proyeksi di masa depan. Penilaian pasar dilakukan dengan metode penelitian pasar seperti survei, data statistik, dan benchmarking terhadap pesaing yang sudah ada, sehingga keputusan usaha lebih realistis dan sesuai kebutuhan konsumen dalam industri yang bersangkutan. ([Lihat sumber Disini - economics.pubmedia.id])

Analisis Teknis Usaha

Analisis teknis fokus pada aspek sumber daya yang digunakan dalam produksi atau operasional usaha. Ini termasuk evaluasi terhadap fasilitas produksi, kebutuhan teknologi, kualitas bahan baku, serta sistem operasional yang akan digunakan agar efisiensi usaha dapat tercapai. Analisis teknis juga mempertimbangkan lokasi usaha, tata letak fasilitas, serta kemampuan tenaga kerja yang dimiliki. Evaluasi ini penting agar operasional usaha dapat berjalan tanpa hambatan teknis dan sesuai target yang telah dirumuskan. ([Lihat sumber Disini - journal.stialanmakassar.ac.id])


Analisis Keuangan dalam Studi Kelayakan

Analisis keuangan merupakan ujung tombak dalam studi kelayakan karena menentukan apakah usaha dapat menghasilkan nilai finansial yang signifikan. Analisis ini mencakup:

  • Proyeksi Laba Rugi: Mengestimasi pendapatan dan biaya usaha untuk memproyeksikan profitabilitas usaha dalam jangka waktu tertentu.

  • Analisis Arus Kas: Menilai aliran kas masuk dan keluar untuk memastikan ketersediaan modal yang cukup dalam operasional bisnis.

  • Metode Keputusan Investasi: Seperti NPV, IRR, serta Payback Period yang digunakan untuk menilai apakah investasi bisnis layak dilanjutkan berdasarkan kriteria keuntungan finansial. ([Lihat sumber Disini - jiss.publikasiindonesia.id])

Analisis keuangan tidak hanya berhenti di perhitungan angka, tetapi juga memperhitungkan sensitivitas skenario usaha terhadap perubahan biaya, harga, dan faktor ekonomi lainnya sehingga hasilnya dapat memberikan gambaran realistis tentang risiko finansial yang mungkin dihadapi. ([Lihat sumber Disini - jiss.publikasiindonesia.id])


Kelayakan Bisnis dan Keputusan Investasi

Kelayakan bisnis merupakan kesimpulan fundamental dari seluruh proses analisis yang telah dilakukan pada aspek pasar, teknis, finansial, hukum, sosial dan lingkungan. Hasil studi kelayakan memberikan rekomendasi kepada investor mengenai apakah proyek bisnis tersebut layak diimplementasikan atau harus ditolak, serta memberikan gambaran tentang potensi pengembalian investasi yang realistis.

Penilaian ini membantu menghindari risiko yang tidak perlu dalam perencanaan investasi, seperti kerugian finansial, kesalahan strategi pemasaran, atau kekurangan teknis dalam operasional usaha. Dengan begitu, keputusan investasi dapat dibuat berdasarkan data empiris dan analisis yang objektif, bukan sekadar intuisi atau asumsi semata. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id])


Peran Studi Kelayakan dalam Keberhasilan Usaha

Studi kelayakan berperan sebagai alat evaluasi komprehensif yang membantu pelaku usaha dan investor dalam berbagai hal berikut:

  1. Meminimalkan Risiko: Dengan memahami potensi masalah dan hambatan sejak dini, keputusan yang diambil dapat mengurangi risiko kegagalan usaha.

  2. Meningkatkan Perencanaan Bisnis: Data nyata dari studi kelayakan membantu dalam membuat rencana strategis, operasional, dan pemasaran yang lebih matang.

  3. Menjadi Dasar Pengambilan Keputusan: Hasil studi memberikan dasar yang kuat dalam menentukan apakah investasi dilanjutkan, ditunda, atau ditolak.

  4. Mendukung Keberlanjutan Usaha: Dengan evaluasi terhadap aspek finansial dan non-finansial, usaha memiliki peluang lebih tinggi untuk bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - economics.pubmedia.id])


Kesimpulan

Analisis kelayakan bisnis merupakan elemen penting dalam perencanaan dan pengambilan keputusan investasi yang efektif. Melalui pengkajian aspek pasar, teknis, finansial, hukum, sosial, dan lingkungan secara sistematis, pelaku usaha dan investor dapat memahami potensi keuntungan serta risiko yang mungkin dihadapi. Studi kelayakan membantu mengidentifikasi peluang dan tantangan secara komprehensif sehingga keputusan investasi yang diambil didasarkan pada data empiris dan rasional. Dengan demikian, analisis kelayakan bisnis tidak hanya menjadi alat evaluasi awal tetapi juga fondasi strategi bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Analisis kelayakan bisnis adalah proses evaluasi menyeluruh terhadap suatu rencana usaha atau proyek untuk menentukan apakah usaha tersebut layak dijalankan berdasarkan aspek pasar, teknis, keuangan, hukum, serta dampak sosial dan lingkungan.

Studi kelayakan bisnis penting karena membantu pelaku usaha dan investor meminimalkan risiko, menghindari kerugian, serta memastikan bahwa sumber daya yang digunakan dapat menghasilkan keuntungan dan keberlanjutan usaha.

Aspek yang dianalisis dalam studi kelayakan bisnis meliputi aspek pasar, aspek teknis atau operasional, aspek keuangan, aspek hukum, serta aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Analisis keuangan berperan untuk menilai profitabilitas dan kelayakan investasi suatu usaha melalui perhitungan biaya, pendapatan, arus kas, serta indikator kelayakan investasi seperti pengembalian modal dan proyeksi laba.

Kelayakan bisnis menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan investasi karena hasil studi kelayakan memberikan gambaran objektif mengenai potensi keuntungan, risiko, dan keberlanjutan usaha sebelum modal ditanamkan.

Tidak. Studi kelayakan bisnis diperlukan baik untuk usaha besar maupun usaha kecil dan menengah karena setiap usaha memiliki risiko dan membutuhkan perencanaan yang matang agar dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Analisis Kelayakan Sistem Informasi Analisis Kelayakan Sistem Informasi Perencanaan Bisnis: Konsep, Penyusunan Rencana, dan Kelayakan Perencanaan Bisnis: Konsep, Penyusunan Rencana, dan Kelayakan SPK Kelayakan Kredit Menggunakan Fuzzy Logic SPK Kelayakan Kredit Menggunakan Fuzzy Logic SPK Penentuan Tingkat Kelayakan Restoran SPK Penentuan Tingkat Kelayakan Restoran Inovasi Model Bisnis: Konsep, Perubahan Model, dan Pertumbuhan Inovasi Model Bisnis: Konsep, Perubahan Model, dan Pertumbuhan Etika Bisnis: Konsep, Nilai Etis, dan Tanggung Jawab Perusahaan Etika Bisnis: Konsep, Nilai Etis, dan Tanggung Jawab Perusahaan Feasibility Study Pengembangan Sistem Feasibility Study Pengembangan Sistem Kreativitas Bisnis: Konsep, Ide Inovatif, dan Nilai Tambah Kreativitas Bisnis: Konsep, Ide Inovatif, dan Nilai Tambah Penggunaan Data Bisnis: Konsep, Analitik Data, dan Pengambilan Keputusan Penggunaan Data Bisnis: Konsep, Analitik Data, dan Pengambilan Keputusan Ketahanan Bisnis: Konsep, Resiliensi Organisasi, dan Pemulihan Ketahanan Bisnis: Konsep, Resiliensi Organisasi, dan Pemulihan Modeling Sistem dengan BPMN Modeling Sistem dengan BPMN Inovasi Digital Bisnis: Konsep, Teknologi Digital, dan Nilai Bisnis Inovasi Digital Bisnis: Konsep, Teknologi Digital, dan Nilai Bisnis Kewirausahaan Digital: Konsep, Bisnis Digital, dan Ekosistem Kewirausahaan Digital: Konsep, Bisnis Digital, dan Ekosistem Digital Transformation Bisnis: Konsep, Perubahan Digital, dan Strategi Digital Transformation Bisnis: Konsep, Perubahan Digital, dan Strategi Adaptasi Teknologi Bisnis: Konsep, Adopsi Teknologi, dan Daya Saing Adaptasi Teknologi Bisnis: Konsep, Adopsi Teknologi, dan Daya Saing Manajemen Risiko Bisnis: Konsep, Identifikasi Risiko, dan Mitigasi Manajemen Risiko Bisnis: Konsep, Identifikasi Risiko, dan Mitigasi Pengambilan Keputusan Bisnis: Konsep, Analisis Keputusan, dan Strategi Pengambilan Keputusan Bisnis: Konsep, Analisis Keputusan, dan Strategi E-Business: Konsep, Model Bisnis Digital, dan Nilai Tambah E-Business: Konsep, Model Bisnis Digital, dan Nilai Tambah Negosiasi Bisnis: Konsep, Strategi Negosiasi, dan Kesepakatan Negosiasi Bisnis: Konsep, Strategi Negosiasi, dan Kesepakatan Keberlanjutan Bisnis: Konsep, Strategi Berkelanjutan, dan Nilai Jangka Panjang Keberlanjutan Bisnis: Konsep, Strategi Berkelanjutan, dan Nilai Jangka Panjang
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…