
Budaya Kerja: Konsep, Nilai Kerja, dan Perilaku Organisasi
Pendahuluan
Budaya kerja merupakan salah satu elemen fundamental yang menentukan bagaimana sebuah organisasi beroperasi dan berkembang dalam jangka panjang. Di tengah persaingan global dan dinamika lingkungan kerja yang cepat berubah, pemahaman mendalam tentang budaya kerja bukan lagi sekadar aspek administratif, tetapi juga strategi penting untuk menciptakan lingkungan yang produktif, adaptif, dan mampu mendorong kinerja karyawan secara konsisten. Budaya kerja yang kuat bukan hanya mencerminkan kebiasaan yang terulang, tetapi juga merupakan narasi nilai-nilai bersama yang secara tidak langsung membentuk perilaku setiap individu di dalamnya. Fenomena ini menjadikan budaya kerja sebagai jantung dari dinamika organisasi modern yang berorientasi pada tujuan serta keberlanjutan. Sejumlah studi ilmiah telah menunjukkan bahwa budaya kerja berpengaruh pada keterlibatan karyawan, kepuasan kerja, produktivitas, serta pencapaian target organisasi secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])
Definisi Budaya Kerja
Definisi Budaya Kerja Secara Umum
Budaya kerja secara umum dipahami sebagai seperangkat nilai, norma, kebiasaan, serta praktik yang berkembang dan diikuti oleh anggota organisasi sebagai pedoman dalam berperilaku di lingkungan kerja. Nilai-nilai ini umumnya terbentuk dari hasil interaksi sosial, sejarah organisasi, serta harapan terhadap perilaku yang dianggap sesuai dalam konteks tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Budaya kerja yang positif dapat menciptakan suasana kerja yang kondusif, memperkuat identitas organisasi, serta membantu mencapai tujuan bersama dengan lebih efektif. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])
Definisi Budaya Kerja dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), budaya kerja dapat dirujuk sebagai keseluruhan nilai, kebiasaan, dan perilaku sistematis yang muncul dari cara kerja suatu kelompok yang dilakukan secara konsisten dan tercermin dalam pola kerja sehari-hari. Definisi ini menekankan aspek keteraturan dan konsistensi dalam pola perilaku yang telah menjadi karakteristik organisasi itu sendiri. (Sumber: KBBI online)
Definisi Budaya Kerja Menurut Para Ahli
-
Schein (1985) mendefinisikan budaya organisasi sebagai kumpulan nilai, keyakinan, asumsi bersama, serta pola perilaku yang dipelajari oleh anggota organisasi yang membimbing cara mereka menyelesaikan masalah internal dan eksternal. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])
-
Hofstede (2001) menyatakan bahwa budaya organisasi adalah seperangkat keyakinan, nilai, gaya bekerja, serta hubungan yang membedakan satu organisasi dari organisasi lain. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
-
Organizational Culture menurut StatPearls/NCBI adalah sekumpulan kepercayaan serta ekspektasi yang dimiliki bersama anggota suatu organisasi yang menjadi standar perilaku yang diharapkan dan diterima di lingkungan kerja. ([Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov])
-
Bayot et al. (2024) menjelaskan bahwa budaya kerja adalah konsep manajemen yang mencakup sikap, keyakinan, serta persepsi karyawan terhadap prinsip dan praktik organisasi, termasuk dalam hal kerja sama, komunikasi, serta penghargaan terhadap prestasi kerja. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
Nilai-Nilai dalam Budaya Kerja
Nilai-nilai dalam budaya kerja mencerminkan prinsip dasar yang dihargai secara bersama oleh anggota organisasi, dan biasanya menjadi sumber motivasi yang mendasar bagi perilaku kerja sehari-hari.
Nilai-nilai umum dalam budaya kerja antara lain:
-
Profesionalisme, menekankan pada kompetensi dan kualitas kerja yang tinggi. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])
-
Disiplin kerja, yaitu keteraturan dan ketaatan terhadap aturan serta jadwal yang ditetapkan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])
-
Integritas, merupakan komitmen untuk melakukan pekerjaan secara jujur dan bertanggung jawab. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])
-
Kolaborasi dan komunikasi terbuka, penting untuk menciptakan sinergi antaranggota tim serta meminimalisir konflik internal. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])
-
Inovasi dan adaptabilitas, yakni kemampuan organisasi serta individu untuk terus berkembang mengikuti perubahan lingkungan kerja. ([Lihat sumber Disini - researchhub.id])
Sebagai contoh, sebuah studi di lingkungan Pegawai Komisi Pengawas Persaingan Usaha RI (KPPU RI) menegaskan bahwa budaya kerja ditandai oleh nilai profesionalisme, kedisiplinan yang ketat, serta akuntabilitas dalam perilaku kerja sehari-hari. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])
Proses Pembentukan Budaya Kerja
Budaya kerja tidak tercipta secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan banyak aspek organisasi. Proses pembentukan budaya kerja dapat melalui:
-
Nilai dasar pendiri/pimpinan organisasi, yang menjadi dasar pola perilaku yang diharapkan dari setiap anggota. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
-
Norma serta kebiasaan yang terinternalisasi, yaitu praktik yang terus menerus dilakukan hingga menjadi suatu kebiasaan yang mapan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])
-
Pembiasaan serta pelatihan formal, di mana organisasi secara sadar melatih karyawan dalam memahami nilai dan perilaku kerja yang diinginkan. ([Lihat sumber Disini - researchhub.id])
-
Pengalaman kolektif anggota organisasi, di mana pengalaman bersama dalam berbagai tantangan akan memperkuat pola nilai tertentu yang relevan dengan tujuan organisasi. ([Lihat sumber Disini - professional.dce.harvard.edu])
Proses ini melibatkan komunikasi intensif antara manajemen dan karyawan serta dukungan terhadap praktik kerja yang mencerminkan nilai-nilai budaya yang ingin ditegakkan.
Budaya Kerja dan Perilaku Organisasi
Budaya kerja memiliki pengaruh langsung terhadap perilaku organisasi karena nilai-nilai yang ada akan membentuk cara individu berinteraksi, mengambil keputusan, serta menyelesaikan masalah di lingkungan kerja. Secara umum, budaya kerja yang kuat akan menciptakan perilaku yang:
-
Selaras dengan tujuan organisasi
-
Menunjukkan keterlibatan serta motivasi tinggi
-
Memperkuat kerja tim dan kolaborasi
-
Meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur dan standard kerja
Penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang kuat dapat menghasilkan perilaku kerja yang produktif dan inovatif, membantu menciptakan lingkungan kerja positif yang mendukung keterlibatan karyawan dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - journal.arikesi.or.id])
Budaya Kerja dan Kinerja Karyawan
Sejumlah penelitian empiris telah menyatakan adanya hubungan positif antara budaya kerja yang baik dengan kinerja karyawan. Budaya kerja yang menekankan nilai seperti penghargaan terhadap prestasi kerja, kolaborasi tim, serta disiplin terbukti dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa budaya kerja dapat berkontribusi pada kepuasan kerja pegawai, dan melalui kepuasan kerja tersebut secara tidak langsung mendukung pencapaian target organisasi. ([Lihat sumber Disini - penerbitadm.pubmedia.id])
Budaya Kerja dalam Organisasi Modern
Dalam konteks organisasi modern, budaya kerja tidak hanya berperan dalam hal produktivitas atau kinerja karyawan, tetapi juga menjadi faktor penentu dalam menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Organisasi yang mampu menciptakan budaya kerja yang adaptif, inklusif, dan berbasis nilai kebersamaan cenderung lebih sukses dalam menghadapi tantangan era digital serta perubahan pasar yang cepat. ([Lihat sumber Disini - researchhub.id])
Budaya kerja modern juga menempatkan perhatian besar pada keseimbangan antara tujuan organisasi dan kesejahteraan karyawan, termasuk aspek fleksibilitas kerja, pembelajaran berkelanjutan, serta penghargaan terhadap kontribusi individu. ([Lihat sumber Disini - professional.dce.harvard.edu])
Kesimpulan
Budaya kerja merupakan konsep yang mencakup nilai, norma, kebiasaan, dan praktik yang berkembang dalam suatu organisasi dan menjadi pedoman perilaku kerja anggota organisasi. Budaya kerja terbentuk melalui proses panjang yang dipengaruhi oleh nilai dasar organisasi, pengalaman kolektif, serta pembiasaan nilai dalam keseharian. Nilai-nilai budaya kerja seperti profesionalisme, disiplin, integritas, kolaborasi, dan inovasi sangat berperan dalam membentuk perilaku organisasi yang positif. Secara umum, budaya kerja yang kuat cenderung meningkatkan keterlibatan karyawan, kepuasan kerja, serta kinerja individu maupun organisasi secara keseluruhan. Seiring dengan perkembangan organisasi modern, budaya kerja juga menjadi elemen strategis yang membantu organisasi beradaptasi terhadap dinamika lingkungan dan perubahan teknologi, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.