
Business Decision Making: Konsep, Proses Strategis, dan Rasionalitas
Pendahuluan
Dalam dunia bisnis modern yang semakin kompleks dan dinamis, kemampuan melakukan pengambilan keputusan bisnis secara efektif menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan organisasi. Pengambilan business decision making bukan sekadar memilih satu opsi di antara beberapa alternatif, melainkan proses strategis yang memerlukan pemahaman mendalam tentang konteks, tujuan organisasi, data yang tersedia, serta pertimbangan risiko dan peluang yang mungkin muncul. Keputusan bisnis yang tepat mampu meningkatkan daya saing, produktivitas, dan keberlanjutan perusahaan dalam menghadapi tantangan global, termasuk perubahan teknologi, persaingan pasar yang ketat, serta faktor internal dan eksternal lainnya yang mempengaruhi keputusan tersebut. ([Lihat sumber Disini - ejournal.yana.or.id])
Definisi Business Decision Making
Definisi Business Decision Making Secara Umum
Business decision making dapat dipahami sebagai suatu proses di mana individu atau organisasi melakukan tahapan, tahapan sistematis untuk menetapkan pilihan terbaik dari berbagai alternatif yang tersedia dengan tujuan mencapai hasil yang optimal bagi keberlangsungan organisasi. Dalam konteks bisnis, proses ini menjadi komponen penting dari fungsi manajemen, karena keputusan yang diambil akan memengaruhi arah dan performa organisasi secara keseluruhan. Pengambilan keputusan bisnis dihubungkan dengan pemecahan masalah, evaluasi informasi, serta penilaian konsekuensi dari setiap pilihan tindakan yang mungkin diambil oleh pemimpin atau manajer. ([Lihat sumber Disini - ejournal.yana.or.id])
Definisi Business Decision Making dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengambilan keputusan adalah “proses memilih satu di antara beberapa alternatif tindakan setelah mempertimbangkan tujuan dan situasi yang ada”. Definisi ini menguatkan bahwa setiap pilihan keputusan merupakan hasil evaluasi logis terhadap situasi yang kompleks, melibatkan langkah untuk memilih opsi terbaik berdasarkan data, informasi, dan tujuan organisasi. Definisi ini memberikan dasar linguistik untuk memahami konsep decision making dalam konteks bisnis yang lebih luas, termasuk dalam pengambilan keputusan strategis, taktis, maupun operasional di organisasi. Sumber KBBI dapat diakses langsung lewat laman resmi KBBI daring. ([Lihat sumber Disini - repository.poliupg.ac.id])
Definisi Business Decision Making Menurut Para Ahli
-
Hickson (1986) mempertimbangkan decision making sebagai proses memilih antara beberapa opsi untuk menyelesaikan suatu masalah organisasi dengan dampak yang luas terhadap tujuan jangka panjang perusahaan. ([Lihat sumber Disini - jiemar.org])
-
Thompson & Martin (2023) menyatakan bahwa pengambilan keputusan strategis adalah proses sistematis untuk mengevaluasi dan memilih alternatif yang akan berdampak pada pertumbuhan dan kelangsungan organisasi. ([Lihat sumber Disini - ojs.daarulhuda.or.id])
-
Pasolong (2023) mengartikan keputusan sebagai respons terhadap suatu masalah yang memerlukan serangkaian tindakan terstruktur yang mencakup pengumpulan dan analisis data untuk mencapai solusi optimal. ([Lihat sumber Disini - repository.poliupg.ac.id])
-
Gugus Wijonarko (2023) dalam bukunya mendefinisikan pengambilan keputusan bisnis sebagai tindakan strategis yang menentukan keberhasilan jangka panjang dan memengaruhi arah organisasi secara fundamental. ([Lihat sumber Disini - repositori.stiamak.ac.id])
Definisi, definisi di atas menunjukkan bahwa keputusan bisnis bukanlah tindakan sepele, melainkan aktivitas terencana dengan implikasi strategis untuk organisasi. ([Lihat sumber Disini - repositori.stiamak.ac.id])
Jenis-Jenis Keputusan Bisnis
Keputusan bisnis dapat diklasifikasikan berdasarkan fokus waktu, dampak organisasi, dan tingkat kompleksitasnya. Secara utama, tiga jenis keputusan bisnis yang sering dibahas dalam literatur manajemen adalah:
1. Keputusan Strategis
Keputusan strategis berkaitan dengan penetapan arah jangka panjang perusahaan dan pencapaian tujuan besar organisasi. Keputusan ini melibatkan alokasi sumber daya besar, visi perusahaan, serta perubahan signifikan terhadap struktur atau arah bisnis. Keputusan strategis biasanya dibuat oleh manajemen puncak dan memiliki dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan. ([Lihat sumber Disini - ojs.daarulhuda.or.id])
2. Keputusan Taktis
Keputusan taktis memiliki orientasi jangka menengah dan berfokus pada implementasi dari keputusan strategis. Keputusan ini umumnya dibuat oleh manajemen tingkat menengah dan mengatur langkah, langkah spesifik untuk memastikan strategi utama dapat dijalankan dengan efektif. Keputusan taktis termasuk penentuan alokasi sumber daya pada unit tertentu, perencanaan produksi, atau strategi pemasaran spesifik. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.my.id])
3. Keputusan Operasional
Keputusan operasional mencakup tindakan sehari, hari yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas organisasi dengan baik. Keputusan ini bersifat rutin, berulang, dan sering kali dibuat oleh manajer tingkat bawah atau unit fungsional. Keputusan operasional penting untuk memastikan efisiensi aktivitas operasional dan mendukung keputusan taktis serta strategis yang lebih tinggi. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.my.id])
Ketiga jenis keputusan ini saling terkait dan membentuk satu kesatuan dalam proses pengambilan keputusan dalam organisasi yang efektif. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.my.id])
Proses Pengambilan Keputusan Strategis
Proses pengambilan keputusan strategis menurut kajian literatur dilakukan dalam beberapa tahapan berikut:
-
Identifikasi Masalah atau Peluang
Tahap awal melibatkan pemahaman jelas terhadap isu atau peluang yang harus ditangani organisasi. Masalah harus diuraikan dengan cermat agar keputusan yang akan diambil relevan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
-
Pengumpulan Informasi yang Relevan
Pada tahap ini, informasi penting dan relevan dikumpulkan untuk memahami situasi secara menyeluruh dan mengidentifikasi alternatif yang tersedia. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
-
Pengembangan Alternatif Keputusan
Setelah data terkumpul, alternatif tindakan yang mungkin dilakukan dikembangkan dan dianalisis berdasarkan manfaat dan risikonya. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
-
Evaluasi Alternatif
Setiap alternatif dievaluasi menurut kriteria tertentu seperti biaya, risiko, dan potensi dampaknya terhadap tujuan organisasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
-
Pemilihan Alternatif Terbaik
Keputusan akhir dipilih berdasarkan hasil evaluasi dan proyeksi terbaik untuk mencapai tujuan strategis organisasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
-
Implementasi Keputusan
Alternatif yang dipilih kemudian diimplementasikan melalui rencana tindakan yang konkrit dan terkoordinasi di seluruh unit fungsional. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
-
Evaluasi dan Umpan Balik
Langkah terakhir adalah mengevaluasi hasil keputusan untuk memastikan tujuan tercapai, serta memberikan umpan balik untuk perbaikan di masa mendatang. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Proses semacam ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan strategis adalah suatu rangkaian aktivitas sistematis dan berulang yang dirancang untuk menghasilkan keputusan berkualitas tinggi yang adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Rasionalitas dalam Pengambilan Keputusan
Rasionalitas menjadi konsep penting dalam business decision making. Secara umum, rasionalitas dalam keputusan bisnis berarti pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan logika, data, dan pertimbangan obyektif terhadap alternatif yang ada, bukan semata intuisi semata. Model rasional mendefinisikan proses pengambilan keputusan sebagai tahapan yang terstruktur untuk mencapai hasil yang paling menguntungkan. ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
Namun, dalam kenyataannya, batasan informasi dan keterbatasan kognitif manusia membuat rasionalitas sering bersifat terbatas (bounded rationality). Dalam konteks ini, pengambil keputusan mungkin tidak selalu mencari solusi optimal sempurna, melainkan solusi yang dianggap memadai dan realistis berdasarkan informasi yang dimiliki. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Dalam bisnis, penggunaan pendekatan rasional sering dipadukan dengan intuisi yang bersumber dari pengalaman manajerial untuk menghasilkan keputusan yang seimbang, terutama di lingkungan yang kompleks dan penuh ketidakpastian. ([Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org])
Rasionalitas dalam pengambilan keputusan bukan berarti keputusan tanpa emosi, namun memasukkan proses evaluasi berbasis data dengan kesadaran terhadap keterbatasan dan kompleksitas lingkungan organisasi. ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
Faktor Internal dan Eksternal Keputusan Bisnis
Dalam business decision making, berbagai faktor internal dan eksternal turut memengaruhi kualitas keputusan yang diambil:
Faktor Internal
-
Budaya organisasi, yang memberikan nilai dan norma dalam proses pengambilan keputusan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org])
-
Karakteristik manajer atau pemimpin organisasi, termasuk pengalaman, kompetensi, dan gaya kepemimpinan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org])
-
Sumber daya organisasi, seperti modal, teknologi, dan kemampuan SDM. ([Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org])
Faktor Eksternal
-
Dinamika pasar dan persaingan, yang mempengaruhi keputusan strategis terutama dalam penentuan arah bisnis. ([Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org])
-
Perubahan teknologi, yang menciptakan peluang maupun tantangan baru. ([Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org])
-
Regulasi dan kebijakan pemerintah, yang dapat membatasi atau membuka peluang baru bagi bisnis. ([Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org])
Kedua jenis faktor ini mempengaruhi cara organisasi memproses informasi dan menentukan alternatif terbaik untuk memastikan keputusan yang diambil relevan dan efektif dalam konteks bisnis. ([Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org])
Pengambilan Keputusan dalam Lingkungan Tidak Pasti
Lingkungan yang tidak pasti (uncertainty) menjadi salah satu tantangan terberat dalam business decision making. Ketidakpastian dapat berasal dari perubahan pasar yang cepat, fluktuasi ekonomi global, atau gangguan teknologi yang tidak terduga. Dalam kondisi ini, pengambilan keputusan memerlukan strategi khusus yang mampu menghadapi risiko dan ambiguitas. Studi menunjukkan bahwa kombinasi antara rasionalitas berbasis data dan intuisi manajerial dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam menghadapi lingkungan yang tidak pasti. ([Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org])
Selain itu, keputusan dalam kondisi ini sering kali melibatkan penggunaan scenario planning, di mana berbagai model proyeksi masa depan dibuat untuk membantu pemimpin bisnis menilai berbagai kemungkinan dan merumuskan strategi alternatif jika kondisi berubah. Hal ini menambah dimensi kompleksitas dalam pengambilan keputusan strategis di dunia bisnis global. ([Lihat sumber Disini - ejournal.yana.or.id])
Kesimpulan
Business decision making adalah inti dari semua fungsi manajemen yang menentukan keberhasilan jangka panjang organisasi. Proses ini mencakup definisi, pengujian, dan pemilihan alternatif terbaik secara sistematis melalui serangkaian tahapan yang menyeluruh, dari identifikasi masalah hingga evaluasi keputusan. Keputusan bisnis memiliki beragam jenis, termasuk strategis, taktis, dan operasional, yang masing-masing memiliki peran penting dalam menjalankan organisasi. Rasionalitas dalam pengambilan keputusan merupakan pendekatan logis yang dipadu dengan intuisi dan pengalaman, sedangkan faktor internal dan eksternal mempengaruhi proses ini secara signifikan. Dalam lingkungan yang tidak pasti, strategi adaptif dan penggunaan berbagai pendekatan menjadi krusial untuk menghasilkan keputusan yang efektif. Secara keseluruhan, business decision making adalah proses kompleks yang mensintesiskan data, wawasan manajerial, dan konteks lingkungan bisnis untuk mencapai hasil optimal bagi organisasi.